Cenat-cenut di Badan Dapat Dihajar dengan Tertawa Lho

Rahma Lillahi Sativa

(Foto: Thinkstock)
Jakarta, Tertawa adalah salah satu cara jitu yang dilakukan orang untuk melepas stres. Akan tetapi, ternyata manfaat tertawa tak hanya itu saja. Sebab sebuah studi baru dari Inggris menemukan bahwa tertawa dapat meningkatkan toleransi seseorang terhadap rasa sakit atau nyeri yang dialaminya.”Tawa yang lebar dan berkelanjutan merupakan olahraga yang baik bagi otot-otot di dada dan paru-paru, termasuk memicu pelepasan endorfin untuk menutupi rasa nyeri yang dialami seseorang. Dengan kata lain ketika kadar endorfin dalam tubuh seseorang naik maka ambang batas nyerinya juga akan naik,” terang Robin Dunbar, PhD, profesor psikologi evolusioner dari Oxford University yang memimpin studi ini.

Untuk studi yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B ini, tim peneliti melakukan serangkaian percobaan di laboratorium. Salah satunya separuh partisipan diminta menonton video komedi seperti serial Friends, Mr Bean dan The Simpsons sedangkan setengah lainnya menonton video dokumenter seperti instruksi bermain golf, pelatihan hewan peliharaan atau video tentang alam.

Sebelum dan sesudah menonton video, ambang batas nyeri setiap partisipan pun dicatat dengan menggunakan sejumlah alat seperti alat yang mengadaptasi teknik pemancing nyeri yang akan memperketat tekanan darah di seputar lengan atas atau sebuah alat yang sangat dingin tapi harus diletakkan di ketiak untuk melihat seberapa lama partisipan bisa menahannya.

Tingkat toleransi nyeri partisipan pun direkam sebagai ukuran proksi atau acuan kadar endorfin mereka.

Tak hanya itu, peneliti juga merekam jumlah yang dihabiskan partisipan untuk tertawa. Tapi peneliti hanya menghitung tawa yang bersifat rileks dan meregangkan otot senyum di wajah.

Hasilnya, tingkat toleransi nyerinya terlihat lebih tinggi pada partisipan pria dan wanita yang menonton video lucu, tapi tingkat toleransi nyerinya tetap sama saja atau lebih rendah pada partisipan yang menonton video lainnya.

Uniknya, peneliti juga mampu mengetahui kemampuan seseorang untuk menangani lebih banyak nyeri yang dirasakannya dari cara tertawanya, bukan hanya karena suasana hatinya sedang bagus.

“Tertawa jelas-jelas salah satu pengobatan terbaik untuk nyeri. Tampaknya endorfin telah mendorong sistem kekebalan sehingga memacu pelepasan hormon itu lewat tertawa sehingga Anda bisa sembuh dari penyakit dan mendorong tubuh untuk mampu melawan infeksi,” papar Dunbar seperti dikutip dari nbcnews, Senin (19/11/2012).

Bahkan, semakin sering Anda terlibat dalam aktivitas sosial yang membuat Anda tertawa maka Anda akan lebih mampu untuk menahan nyeri kronis, tambahnya.

 

 Senin, 19/11/2012 17:30 WIB
 (nvt/nvt)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s