Daffodil Study yang Jadikan Bayi Objek Penelitian ‘Panas’ di Twitter

Nurvita Indarini

 

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta, Daffodil Study sedang menjadi topik hangat yang dibicarakan berbagai kalangan. Di Twitter, isu ini pun menimbulkan pro dan kontra yang panas. Beberapa pihak dengan tegas menolak penelitian yang menjadikan bayi menjadi objek penelitian.

Dari kabar yang beredar Daffodil Study melibatkan bayi-bayi dari 4 kecamatan di DKI Jakarta yang berusia kurang dari 4 bulan. Kriteria lainnya adalah bayi-bayi tersebut tidak mendapatkan ASI dari ibunya karena berbagai sebab.

Penolakan menjadikan bayi sebagai objek penelitian diikuti dengan dibuatnya petisi penghentian Daffodil Study. Dalam halaman situs yang memuat petisi: change.org disebutkan penelitian itu digelar untuk mencari tahu pengaruh penggunaan susu formula yang mengandung lemak susu sapi dan diperkaya lemak campuran, serta ditambahkan fosfolipid pada durasi dan infeksi pencernaan dan sistem pernafasan bayi.

Para penggagas petisi menyebut bayi bukanlah subjek percobaan. Ibu dan bayi memiliki hak untuk menyusui dan disusui, sehingga menurut Ikatan Konselor Menyusui Indonesia yang menjadi penggas petisi, penelitian tersebut bertentangan dengan UU 36/2009 pasal 128 yang menyatakan bahwa setiap bayi memiliki hak untuk mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan.

“Saya against baby testing. #DaffodilStudy menggunakan bayi sebagai kelinci percobaan sufor. SIGN the petition –> https://t.co/gG4EbKSb,” demikian kicauan @ShafiqPontoh yang tidak setuju dengan Daffodil Study.

“Saya sudah tanda tangani petisi ini http://www.change.org/id/petisi/daffodil-study-research-team-stop-the-daffodil-study … … Yuk tanda tangan,untuk yang peduli. Say NO to #sufor ; say NO to baby testing !,” ujar @mutiarasalman dalam tweetnya.

Sementara itu beberapa tweep tidak buru-buru menolak Daffodil Study. @indrasahril misalnya. Dia beberapa kali berkicau tentang isu penelitian tersebut. “Saya tersenyum, dan hati ini teriris, melihat betapa bangsa ini mempunyai pandangan yg sempit #DaffodilStudy,” tulisnya.

“Saya senang banyak orang punya perhatian ttg ASI, tapi mudah-mudahan tidak salah langkah dan kemudian menyalahkan orang lain #DaffodilStudy,” kata @indrasahril di tweetnya yang lain.

Sementara itu Prodia Laboratorium menulis, “Terima kasih @aimi_jabar dan @aimi_asi agar tidak terjadi kesalahpahaman, kami bersedia menjelaskan lebih lanjut terkait #DaffodilStudy.”

Tweet tersebut untuk menanggapi tweet @aimi_jabar yang mengatakan, “Menurut informasi yg kami peroleh, #DaffodilStudy didukung oleh @Prodia_Lab dan akan dilaksanakan di 4 kecamatan di DKI Jakarta”.

Nah, bagaimana sebenarnya penelitian ini? Untuk meredam pro dan kontra di masyarakat, penjelasan para peneliti dan pihak-pihak yang terlibat tentunya sangat dinantikan segera.

Jumat, 14/12/2012 12:31 WIB
(vit/vit)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s