Suami-Istri Pekerja Rentan Terkena Penyakit ‘Perbincangan Koma’

Sejatinya, salah satu faktor yang membuat rusaknya sebuah hubungan pernikahan adalah kurangnya komunikasi. Ironisnya, walau berada dalam era komunikasi instan dimana komunikasi bisa dilakukan dari berbagai tempat, nyatanya banyak pasangan yang jarang melakukan komunikasi.

Menurut sebuah survey terbaru yang dilakukan di Inggris, setidaknya 1 dari 4 pasangan berbicara satu sama lain kurang dari 10 menit per hari.

Kondisi yang disebut dengan ‘pembicaraan koma’ disebut-sebut disebabkan oleh aktivitas pekerjan yang tinggi sehingga membuat pasangan jarang melakukan perbincangan.

Total 2 dari 5 orang yang disurvey mengaku mereka tidak ingin masak ataupun makan malam bersama setelah pulang kerja. Setengah dari mereka beralasan kelelahan menjadi penyebabnya.

2/3 dari partisipan mengaku lebih suka menghabiskan waktu di berbagai situs media sosial seperti Facebook dan Twitter saat malam hari daripada makan bersama.

1 dari 5 orang mengatakan lebih suka makan di atas sofa sambil menonton TV daripada duduk bersama-sama di meja makan sambil melakukan perbincangan.

Meski begitu, 65 persen dari para partisipan yang disurvey mengaku menghabiskan waktu dengan orang yang disayangi menjadi prioritas, sementara 38 persen lainnya merasa bersalah akibat kurangnya waktu bersama.

“Sungguh megejutkan jika mayoritas pasangan berada dalam kondisi ‘pembicaraan koma’, terlalu lelah untuk masak di malam hari pada hari kerja dan menghadapi berbagai macam pengalihperhatian (TV) ketika ada di rumah,” ujar Charlie Bigham yang melakukan survey terhadap 2.000 orang.

Sebelumnya menurut sebuah survey yang dilakukan tahun 2010 silam, meningkatan intensitas pekerjaan di kantor membuat banyak pasangan hanya menghabiskan waktu krang dari satu jam sehari saat bersama, dengan 1 dari 5 orang mengaku hanya menghabiskan 15 menit saling berbicara.

Sebaliknya, intensitas komunikasi di antara keduanya lebih sering dilakukan melalui teknologi mobile atau email.

Dalam setahun, setiap pasangan rata-rata mengirim sekitar 1.002 pesan dan 400 email kepada pasangannya.

Dari 1000 partisipan yang disurvey, 13 persen di antaranya mengaku sering memeriksa dan mencari tahu tentang pasangan mereka lewat Facebook.

Sumber : Suami-Istri Pekerja Rentan Terkena Penyakit ‘Perbincangan Koma’

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s