Bunga Bangkai Mekar di Palupuh

Bunga langka ini akan mekar selama seminggu ke depan

Arfi Bambani Amri, Eri Naldi (Padang)

Turis dari Swiss melihat Rafflesia Arnoldi di cagar alam
Desa Batang Palupuh, Agam, Sumatera Barat. (Antara/ Iggoy el Fitra)

Bunga Rafflesia Arnoldi mekar di Cagar Alam Batang Palupuah, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Bunga Rafflesia ini akan terus mekar hingga sepekan ke depan.

Menurut catatan Rafflesia Monitoring Team (RMT) Padang, bunga Patma di kawasan cagar alam tersebut terbilang paling sering menampakkan keindahannya saat mekar. “Di Palupuh, bunga ini kembang secara rutin,” ujar peneliti dari RMT, Pitra Akhriadi, pada VIVAnews.com, Senin, 21 Mei 2012.

Proses mekarnya bunga bangkai ini tercatat sebagai yang kesekian kalinya di kawasan tersebut. Bunga yang memiliki diameter sekitar 80 hingga 120 cm ini diketahui mekar sejak kemarin, Minggu, 20 Mei 2012.

Berdasarkan catatan dari RMT Padang, bunga Rafflesia Arnoldi juga pernah mekar di sejumla tempat di Sumbar. Dalam rentang waktu tahun 2000 hingga 2006, bunga ini tercatat sempat mekar beberapa kali di kawasan Cagar Alam Mega Mendung.

Hanya saja, keberadaan bunga yang dikenal sebagai tumbuhan parasit ini sudah tidak ditemukan lagi di kawasan Mega Mendung yang beralih fungsi menjadi kawasan wisata. “Saat ini, bunga tersebut sudah tidak bisa dijumpai lagi karena habitatnya sudah beralih fungsi,” kata Pitra.

Populasi bunga ini di Sumbar terhitung sedikit. Dari sejumlah kawasan hutan di Sumbar, keberadaan bunga ini hanya bisa ditemukan di empat titik. “Di Bukittinggi ada dua titik (termasuk Palupuh), Payakumbuh satu titik, dan di Mega Mendung—yang saat ini sudah hilang,” ujarnya.

Menurutnya, selain Rafflesia Arnoldi, di Sumbar juga jenis bunga bangkai lainnya seperti Rafflesia Gadutensir dan Rafflesia Hasseltii. Rafflesia Gadutensis dapat ditemukan di kawasan Bukit Barisan.

Rafflesia jenis ini termasuk spesies yang rentan terhadap kunjungan manusia, namun lebih sedikit dibanding spesies sejenisnya, Rafflesia Hasselti. Rafflesia Gadutensis merupakan spesies endemik Pulau Sumatera.

Sedangkan Rafflesia Hasseltii memiliki sebaran yang cenderung lebih luas dibanding Rafflesia Gadutensis. Rafflesia Hasseltii ditemukan pertama kali di kawasan hutan di Solok Selatan, Sumatera Barat. Bunga ini juga pernah dijumpai di kawasan hutan bagian timur Sumbar dan wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat, serta kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) Riau.

Senin, 21 Mei 2012, 15:16 WIB
http://teknologi.vivanews.com/news/read/315448-rafflesia-arnoldi-mekar-di-palupuh
• VIVAnews

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s