Istri yang Kena Kanker Payudara Dapat Pengaruhi Kesehatan Suami

     

Vera Farah Bararah

 

img
(Foto: Thinkstock)


Jakarta, Penyakit kanker tidak hanya mempengaruhi si pasien, tapi juga orang disekitarnya. Terbukti istri yang terkena kanker payudara dapat membahayakan kondisi kesehatan sang suami.

Penelitian terbaru menemukan stres merawat istri yang terkena kanker payudara dapat  membahayakan kesehatan laki-laki, dan efek ini dapat terus berlanjut selama bertahun-tahun setelah perawatan berakhir.

Peneliti dari Ohio University menganalisis 32 laki-laki dan menemukan suami memiliki tingkat tertinggi dari stres yang berhubungan dengan kanker dari istrinya. Gejala fisik yang mungkin muncul seperti sakit kepala dan sakit perut yang merupakan respons imun (kekebalan tubuh) lemah.

Dalam studi sebelumnya diketahui sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan terhadap infeksi dan ada kemungkinan kondisi ini membuat tubuh tidak merespons vaksin dengan baik.

“Rasa bersalah, depresi, rasa takut kehilangan dan segala hal-hal yang menegangkan bisa menjadi pemicu stres akut yang berlangsung beberapa minggu dan nantinya dapat memicu stres kronis selama bertahun-tahun,” ujar Kristen Carpenter, peneliti postdoctoral dalam psikologi, seperti dikutip dari HealthDay, Selasa (24/4/2012).

Hasil temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Brain, Behavior and Immunity menunjukkan, bahwa dokter yang merawat pasien kanker sebaiknya juga mempertimbangkan kesehatan orang-orang yang mengasuhnya.

Usia rata-rata dari laki-laki yang terlibat dalam studi ini berusia 58 tahun dan telah menikah rata-rata selama 26 tahun. Pada studi ini mencakup skrining gejala stres dan bagaimana mengelolanya serta terapi perawatan diri.

“Jika Anda peduli dengan pengasuh dan kondisi kesehatannya, maka pasien Anda juga akan mendapatkan perawatan yang lebih baik,” ujar Carpenter.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sharla Wells-Di Gregorio, selaku asisten profesor psikiatri dan psikologi yang menyebut pengasuh sebagai pasien tersembunyi (hidden patients), karena sangat sedikit orang yang peduli dengan diri pengasuh padahal ia memiliki peran yang besar.

“Orang-orang ini mengalami tekanan yang signifikan dan keluhan fisik, tapi seringkali mereka tidak mencari perawatan medis untuk dirinya sendiri karena lebih fokus merawat penyakit istrinya,” ujar Sharla Wells-Di Gregorio.

Untuk itu orang yang merawat pasien kanker diharapkan juga mampu melakukan manajemen stres serta teknik relaksasi, sehingga dapat mengurangi kadar stres yang dapat berakibat buruk bagi kesehatannya.

 

(ver/ir)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s