September: Menkes Boikot Konferensi Pengusaha Rokok se-Asia

AN Uyung Pramudiarja

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta, Untuk kedua kalinya, Jakarta menjadi tuan rumah konferensi pengusaha rokok se-Asia yang kali ini diberi nama World Tobacco Asia 2012 (WTA 2012). Karena makin menguatkan citra Indonesia sebagai surga perokok, acara ini diboikot Menkes.

Bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), WTA 2012 sedianya akan digelar selama 3 hari antara 19-21 September 2012. Namun sejak hari pertama, acara ini ditentang oleh lebih dari 100 aktivis anti rokok yang berdemo hingga masuk ke tempat konferensi.

Demonstran yang berasal dari perwakilan mahasiswa kesehatan dan Lembaga Swadaya Masyarakat anti rokok akhirnya berunding dengan penyelenggara. Kesepakatannya adalah, konferensi ini akan menjadi yang terkahir kalinya digelar di Jakarta maupun kota manapun di Indonesia.

Sempat terjadi insiden gapura roboh dalam aksi tersebut sehingga beberapa mahasiswa yang berdemo harus dilarikan ke rumah sakit. Salah seorang demonstran, Regina (17 tahun) diduga mengalami retak tulang leher dan dilarikan ke RSAL Mintohardjo, Bendungan Hilir.

Menariknya, demo mahasiswa dan para aktivis anti rokok juga mendapat dukungan dari Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi. Kepada detikHealth, Menkes mengaku telah mengirimkan surat ke sejumlah pejabat dan kementerian untuk memboikot konferensi tersebut.

Menkes menekankan bahwa bahaya rokok sangat besar, sangat ironis jika dibandingkan dengan keuntungan yang diraup industri rokok dari para perokok di Indonesia. Berdasarkan survei terbaru Global Adult Tobacco Survey 2011, Menkes mengingatkan bahwa 67 persen laki-laki Indonesia atau sekitar 65 juta adalah konsumen rokok.

Data lain menunjukkan bahwa konsumsi rokok di Indonesia sudah sangat memprihatinkan, bahkan menggeser kebutuhan akan makanan bergizi sebagai prioritas. Di kalangan masyarakat berpendapatan rendah, biaya untuk beli rokok menempati urutan kedua setelah anggaran beli beras dan bahkan lebih besar dari anggaran untuk beli telur.

Kamis, 27/12/2012 19:41 WIB
(up/vit)

1 Comment

  1. Soal rokok yang menjadi pembunuh ganda; hanya kemenkes tempat para profesional yang konsekuen dan tidak munafik


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s