RS Pemerintah Bakal Tak Boleh Jadi Lokasi Syuting

Nurvita Indarini

Foto: Ilustrasi/Thinkstock

 

Jakarta, Seorang bocah meninggal saat syuting sinetron dilakukan di RSAB Harapan Kita. Kemenkes akan mengkaji pembuatan aturan yang melarang syuting dilakukan di rumah sakit.

“Kita upayakan seperti itu (RS tidak boleh dijadikan sebagai loksi syuting). Nanti kita akan meeting bidang kesehatan,” kata Wamenkes Ali Ghufron kepada detikcom, Kamis (27/12/2012).

Selama ini dalam aturan tidak pernah disebutkan tentang adanya syuting di RS. Tidak disebut apakah syuting di RS dilarang maupun dianjurkan. Dalam UU hanya menyebutkan RS harus mengutamakan pelayanan, profesionalitas, keadilan, dan keselamatan pasien.

“Apapun kegiatannya, mau syuting atau apapun jangan sampai mengganggu pasien. Pasien itu adalah orientasi utama,” sambung Ali.

Payung hukumnya akan seperti apa? “Nah nanti kita meeting-kan dulu. Larangannya seperti apa, aturannya seperti apa,” ucap Ali.

Laporan kasus ini bermula ketika Kurnianto Ahmad Syaiful (47) dan Roasih (36) membawa buah hatinya ke RSAB Harapan Kita akibat kondisinya yang drop. Saat itu Kurnianti mengaku sedikit tidak nyaman karena dalam ruangan ICU dipakai syuting.

Menurut Kurnianto, kegiatan syuting mengganggu jalan keluar masuk ke ICU. Lampu sorot dan peralatan syuting menghalangi jalan dari UGD ke ICU sehingga orang yang ingin masuk jadi terganggu.

Kamis, 27/12/2012 19:01 WIB
(vit/vit)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s