Inilah Orang-orang yang Paling Berisiko Kena Malaria Parah

Merry Wahyuningsih

 

img
(Foto: thinkstock)

 

Jakarta, Malaria sangat mudah menular melalui gigitan nyamuk Anopheles. Apabila  tidak segera ditangani, malaria dapat menjadi semakin berat dan dapat mengancam nyawa. Ada beberapa orang yang paling berisiko mengalami malaria tingkat parah. Siapa saja?

Malaria dapat menyerang siapa saja yang digigit nyamuk Anopheles pembawa protozoa parasit kelompok Plasmodium. Menurut data The World Malaria Report tahun 2011, 3,3 milyar penduduk dunia berisiko malaria dan 216 juta di antaranya positif menderita malaria.

Pada tahun 2011, Indonesia menyumbang 256.592 kasus malaria positif dan 11.000 orang meninggal karena malaria setiap tahunnya.

“Yang paling berisiko malaria parah adalah ibu hamil, balita, orang yang dulu tinggal di daerah endemis malaria lalu pindah ke daerah lain yang tidak endemis dan kembali lagi ke daerah asal, juga orang yang kekebalan tubuhnya rendah seperti HIV-AIDS,” jelas DR Budi Setiawan, SpPD, dari Bagian Penyakit Tropis FKUI-RSCM, dalam acara media briefing tentang Hari Malaria Sedunia 2012, di Hotel Acacia, Jl Kramat Raya Jakarta, Selasa (24/4/2012).

Bahaya ibu hamil yang menderita malaria adalah anemia. Pada saat sehat, secara fisiologis ibu hamil memang cenderung lebih mudah menderita anemia. Dan menderita malaria pada saat hamil bisa membuat anemia makin berat.

Anemia berarti darah kekurangan hemoglobin, yaitu zat pembawa oksigen dalam darah. Ibu hamil yang mengalami anemia, kemungkinan besar bayi yang dikandungnya akan lahir prematur, abortus dini, berat badan rendah, kurang gizi dan tumbuh kembang otak dan tubuh terganggu.

Pada penderita malaria, sel-sel darah merah dirusak oleh plasmodium. Anemia dapat membuat produktivitas pekerja tidak optimal, serta mempengaruhi kecerdasan pada bayi dan anak usia sekolah.”Orang yang pernah kena malaria, yang pernah tinggal di daerah endemis dan tidak diobati dengan baik, juga dapat kambuh dan dapat mengalami keparahan,” jelas DR Budi.

Daerah endemis yang dimaksud adalah daerah-daerah yang berisiko tinggi malaria, yaitu daerah-daerah timur seperti Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur.

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa parasit kelompok Plasmodium yang penularannya terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles.

Berbeda dengan nyamuk penyebab demam berdarah yang mencari makan di pagi dan siang hari, nyamuk penyebar malaria biasanya suka ‘berkeliaran’ di malam hari, antara pukul 6 sore hingga 6 pagi.Gejala klinis malaria biasanya ditandai dengan demam, menggigil, berkeringat, sakit kepala, mual, muntah, diare dan nyeri otot atau pegal-pegal.

http://health.detik.com/read/2012/04/24/170301/1900487/763/ini-orang-orang-yang-paling-berisiko-kena-malaria-parah
(mer/ir)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s