Aturan Baru di China: Wajib Kunjungi Orangtua

Bagi yang tidak rutin berkunjung akan diseret ke pengadilan

 Denny Armandhanu

Orang tua di sebuah panti jompo di China

Orang tua di sebuah panti jompo di China (Reuters/Jason Lee)

Pemerintah China menerapkan peraturan baru yang mewajibkan anak-anak untuk mengunjungi orangtuanya yang sudah sepuh. Apabila dilanggar, maka bersiap saja duduk di kursi pesakitan di pengadilan.

Seperti diberitakan BBC, Jumat 28 Desember 2012, peraturan baru ini akan tercantum dalam amendemen hukum nasional. Dalam peraturan tersebut, seorang anak yang sudah dewasa harus secara rutin mengunjungi orangtuanya yang manula.

Dalam laporan, tidak disebutkan berapa kali seorang anak harus mengunjungi orangtuanya. Namun, ada hukumannya jika anak tersebut tidak datang berkunjung.

Selain itu, peraturan ini memungkinkan orangtua untuk melaporkan anaknya ke polisi, jika merasa ditelantarkan.

Penerapan aturan ini menyusul banyaknya laporan orangtua ditelantarkan oleh anaknya sendiri. Cerita terakhir, seorang anak di Guanyun County, Provinsi Jiangsu, membiarkan ibunya yang berusia 90 tahun tinggal di kandang babi selama dua tahun.

Berita ini menyebar cepat di laman media sosial China, memacu kritikan dan kecaman dari para pemilik akun. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa pengaruh media sosial di China sangat besar bagi pemerintah menetapkan kebijakan.

Seperdelapan atau sekitar 167 juta orang dari populasi China adalah warga usia 60 ke atas, dan setengahnya tinggal sendiri.

Hal ini adalah akibat dari kebijakan satu anak di negara tersebut. Anak mereka biasanya pergi ke kota untuk bekerja. Dengan perginya anak semata wayang, maka tidak ada lagi yang dapat menjaga mereka di rumah. (ren)

Sabtu, 29 Desember 2012, 14:19
© VIVA.co.id

1 Comment

  1. Kehidupan beragama secara formal di Beijing dan Sang Hai memang tak mudah memperoleh indikasinya; sedang di negara yang jelas kehidupan beragama saja, yang agamanya memang memerintahkan/mewajibkan ummatnya mengormati dan menyayangi orangtuanya, masih terlalu banyak yang tak memperhatikan orangtuanya. Apalagi seperti di negara china


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s