Jawaban atas Mengapa Jakarta Terus Alami Banjir

Belakangan ini, dengan intensitas hujan yang terus terjadi di Jakarta dan sekitarnya, persoalan banjir masih merendam Jakarta. Bahkan, hujan dengan intensitas kecil dan sedang saja, Jakarta sudah banjir. Mengapa demikian?Dalam sebuah diskusi ilmiah yang dihadiri sejumlah pakar geologi, banyak hal ternyata yang membuat Jakarta selalu banjir. Terutama menyangkut lapisan dalam tanah di Jakarta.

Dalam diskusi tersebut, dibahas juga terjadinya intrusi air laut ke dalam lapisan air tanah tertekan di Jakarta, apalagi sampai di bawah Monas. Yang terjadi malah sebaliknya. Banyak air tawar keluar sebagai mata air di pantai dan Teluk Jakarta.

Kandungan air payau di air tanah dalam adalah karena percampuran dengan air perasan dari lempung-lempung pengapit di atas dan di bawah akwifer karena proses kompaksi biasa, bukan karena intrusi air laut. Data isotop juga menunjang kesimpulan tersebut.

“Di pinggiran laut seperti di Muara Baru sampai ke Ancol, tentu saja, air tanah bebas dangkal dan air permukaan dipengaruhi oleh pasang surut air laut di sana,” ujar Staff Khusus Presiden bidang bencana dan bantuan sosial, Andi Arief, dalam keterangan persnya, Rabu (26/12/2012).

Sebenarnya sejak 2002 hasil penelitian ITB dan LIPI tersebut telah disosialisasikan, dan selama 10 tahun terakhir ini hasil-hasil isotop dan pemetaan sifat kimia air tanah seluruh daerah DKI makin menguatkan kesimpulan tersebut.

“Kurangnya sosialisasi hal ini ke masyarakat sehingga infonya tidak sampai. Sementara sebagaian birokrasi dan masyarakat menganggap hal ini tidak memiliki konsekuensi apa-apa ke depan,” pintanya.

Sekitar 4-5 ribu tahun yang lalu, garis pantai mundur sampai di selatan Monas yang menyebabkan diendapkannya lapisan sedimen laut dengan air asin di dalamnya.

“Kalau kasusnya seperti itu, maka memang air di dalam akwifer tersebut sudah asin dari asalnya, dan sering disebut juga sebagai “connate water“. Kedalaman lapisan-lapisan tersebut lebih dari 300 – 400 meter di daerah Jakarta Pusat dan makin mendangkal ke selatan,” terangnya.

Disimpulkan juga, bahwa Jakarta adalah tinggian lokal, sementara dari pantai teluk ke arah darat ke selatannya adalah berposisii rendahannya yaitu “West Ciputat Low”. Oleh karena itu, meskipun ada 13 sungai mengalir membawa sedimen ke arah teluk Jakarta, tetap di teluk Jakarta tidak terbentuk delta.

Oleh karena itu, sedimen-sedimen yang dibawa sungai-sungai itu sebagian besarnya diendapkan di rendahan Ciputat Barat yaitu di daratan Jakarta yang secara geomorfologi disebut sebagai dataran banjir Jakarta.

“Maka ketika masuk ke teluk Jakarta sungai-sungai itu hanya menyisakan suspensi halus dan arus sungai yang lemah. Ini menjawab pertanyaan mengapa ada dataran banjir Jakarta,” jelasnya.

Diskusi juga menyorot rencana pembangunan sea-wall di teluk Jakarta. Dikatakan, seharusnya memperhitungkan konstelasi tektonik sedimentasi tersebut. Sea-wall harus dibangun di blok yang selalu naik yang mungkin terletak menjorok ke dalam teluk.

Bukan di lokasi pantai yang sekarang. Kalau posisinya tidak tepat, maka dalam jangka panjang ( lebih dari 50 tahun) sea-wall itu juga akan terus tenggelam,” katanya.

Persoalan reklamasi (pengurugan) teluk Jakarta juga menjadi perhatian. Seyogyanya memperhitungkan garis batas tinggian-rendahan tersebut. Kalau posisi area yang diurug ada di selatan garis batas maka reklamasi akan ambles dan turun terus.

“Hasil survei GPS Prof Hasanuddin ITB juga menunjukkan penurunan maksimum di bagian selatan daerah Muara Baru sampai ke Ancol. Kebijakan reklamasi harus dimodifikasi, dikawal dengan mendelineasi daerah-daerah yang akan sia-sia saja, kalau direklamasi,” lanjutnya.

sumber

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s