Dampak Negatif Suplemen Antioksidan

Menurut penelitian suplemen antioksidan tak hanya cegah penuaan, tapi juga merusak DNA

 

Mona Indriyani, Febry Abbdinnah

 

Suplemen antiokasidan berdampak negatif untuk penderita diabetes. (istockphoto)

 

Banyak yang percaya kalau suplemen antioksidan punya banyak manfaat bagi tubuh apalagi, jika mereka sulit mendapatkan asupan yang kaya akan antioksidan. Lazimnya antioksidan diketahui  dapat berfungsi untuk mencegah penyakit, ternyata sebuah penelitian terbaru membuktikan kalau suplemen antioksidan justru dapat merusak DNA dan membunuh sel pada tubuh orang yang sehat.

Seperti diketahui, antioksidan berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Vitamin, polipenol, karotin, dan mineral sebagai antioksidan, secara alami, memiliki peranan besar dalam pencegahan penyakit dengan menekan kerusakan sel yang biasanya terjadi akibat radikal bebas.

Radikal bebas secara harfiah merupakan molekul oksigen yang struktur kimianya berubah akibat aktivitas lingkungan seperti radiasi, polusi, dan merokok. Radikal bebas yang beredar dalam tubuh berusaha untuk mencuri elektron yang ada pada molekul lain seperti DNA dan sel. Hal ini dapat merusak sel dan DNA tersebut.

Artinya kalau banyak radikal bebas yang beredar, maka banyak pula sel yang rusak dan tidak stabil sehingga berpotensi menyebabkan proses penuaan dan munculnya sel kanker.

Menurut Kyungjae Myung, peneliti dari Departemen Genetika dan Biologi di National Human Genome Research Institute, suplemen antioksidan tidak diragukan lagi dapat berguna pada penyembuhan kanker, tapi ternyata dapat berbahaya jika digunakan untuk pengobatan penyakit lain, seperti diabetes.

Banyak orang percaya kalau meningkatkan kadar antioksidan di dalam tubuhnya, mereka akan terhindar dari beragam penyakit dan tetap awet muda. Tapi, menurut penelitian Dr. Myung tampak antioksidan justru merusak sel-sel DNA. Meski demikian, menurutnya, penelitiannya ini masih langkah awal yang memerlukan penelitian lebih lanjut. Terdapat 22 jenis antioksidan yang telah diteliti dan dapat merusak DNA termasuk resveratrol, genistein, dan baikalein. (eh)

 

Minggu, 8 April 2012, 14:32 WIB

• VIVAnews   |

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s