Penjelasan Ilmiah Kenapa Orang Ngomongnya Kencang atau Pelan

Vera Farah Bararah

 

img
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Volume suara yang dimiliki setiap orang berbeda-beda, ada orang yang terbiasa berbicara dengan suara keras atau teriak tapi ada pula yang sangat pelan. Ini dia faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Para peneliti mencoba mencari tahu mengapa ada orang yang dapat berbicara dengan suara keras, sementara yang lainnya harus berjuang lebih untuk dapat mendengar suara orang yang sangat kecil.

“Ada 4 faktor yang membedakan hal ini, ada komponen biologis, patologis, kepribadian serta budaya. Kadang suara keras atau pelan dipengaruhi oleh bagaimana ia dibentuk,” ujar Dr Amee Shah, direktur speech acoustics and perception laboratory diCleveland State University, seperti dikutip dariMSNBC, Jumat (13/4/2012).

Dr Shah menjelaskan peran dari masing-masing komponen tersebut terhadap volume suara yang dimiliki seseorang yaitu:

1. Secara biologis semua orang lahir dengan ukuran laring dan kedalaman pita suara yang berbeda-beda, serta beberapa orang memiliki paru-paru yang lebih kecil sehingga tidak bisa menghasilkan aliran udara yang cukup untuk menciptakan volume suara yang keras.

2. Secara patologis volume suara seseorang disebabkan oleh perubahan dalam tingkat jaringan atau getaran dari pita suara. Pada beberapa orang yang merokok seumur hidup, memiliki bodul atau polip di pita suara umumnya suaranya pelan karena pita suaranya tidak bergetar cepat.

3. Kepribadian yang dimiliki juga berperan. Beberapa orang yang pemalu, menarik diri, merasa tidak nyaman dengan situasi sosial serta bukan tipe orang yang suka berbicara biasanya memiliki suara yang kecil. Namun jika seseorang sudah percaya diri atau pemberani biasanya ia memiliki suara yang keras.

4. Faktor budaya, kadang budaya tertentu membuat seseorang terbiasa dengan suara keras atau teriak, tapi ada pula budaya tertentu yang mencegah orang berbicara keras.

“Orang yang berbicara keras umumnya lebih dipengaruhi oleh lingkungan dan bukan genetik. Tapi biasanya jika ayah, saudara dalam keluarga atau lingkungannya berbicara keras, maka ia akan mengikuti hal itu,” ungkapnya.

Sedangkan bagi orang yang bersuara pelan dapat melakukan beberapa hal untuk melatih dirinya berbicara lebih keras, seperti mengontrol pernapasan lebih efisien, menghirup napas lebih dalam dan menjaga tubuh terhidrasi.

Apr 14, ’12 7:57 AM

(ver/ir)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s