Ini 5 Aturan Baru Soal Rokok dalam PP Tembakau

 

AN Uyung Pramudiarja

 

 

 nosmikingmp

 Ilustrasi (dok: Thinkstock)

 

JakartaPeraturan Pemerintah (PP) tentang Pengamanan Produk Tembakau sudah disahkan akhir tahun lalu. Ada beberapa aturan baru di dalamnya, mulai dari peringatan bergambar hingga larangan untuk menyuruh anak beli rokok. Simak selengkapnya.

“Semua aturan ada kekurangan, tapi ini awal yang baik menurut saya,” kata Ketua IDI, dr Zaenal Abidin, MH Kes mengomentari peraturan baru yang telah ditunggu pengesahannya sejak tahun 2009 tersebut, saat dihubungi detikHealth, Rabu (9/1/2013).

Beberapa poin penting yang diatur dalam PP 109/2012 tersebut antara lain sebagai berikut:

 AN Uyung Pramudiarja

 145617_20batangmp

Ilustrasi (dok: Thinkstock)

 

1. Rokok putih minimal isi 20 batang

Peraturan yang ditujukan bagi produsen maupun importir rokok ini tercantum pada pasal 13, yang kurang lebih melarang rokok putih dikemas dalam kemasan yang berisi kurang dari 20 batang. Tujuannya tidak lain untuk membuat harga jualnya makin tidak terjangkau, sehingga masyarakat makin enggan beli rokok dan uangnya bisa untuk beli makanan bergizi. Sayangnya, belum ada satu pasal pun yang melarang jual beli rokok ketengan atau eceran.

 AN Uyung Pramudiarja

 145644_mildmp

 Ilustrasi (dok: Thinkstock)

 2. Tak boleh pakai istilah rokok mild

Istilah mild, light, low tar selama ini dianggap menyesatkan karena mengesankan seolah-olah tidak lebih berbahaya dibanding rokok biasa. Padahal justru karena merasa lebih aman, para perokok cenderung menghisap rokok lebih banyak. Sementara itu istilah Rokok Slim juga dilarang karena mengesankan seolah-olah dapat membuat orang jadi slim atau langsing. Aturan ini tercantum di pasal 24.

 AN Uyung Pramudiarja

 

 145728_gambarbruneimp

Kemasan Rokok di Brunei (dok: FEUI)

 

3. Peringatan bergambar 40 persen

Salah satu poin yang baru pertama kali ada di Indonesia adalah pencantuman peringatan bergambar seluas 40 persen di sisi depan-belakang kemasan rokok. Selama ini, produk rokok di Indonesia hanya mencantumkan peringatan tertulis, padahal produk yang sama sudah diberi peringatan bergambar ketika dijual di negara tetangga seperti Singapura.

 AN Uyung Pramudiarja

 

 145831_djarum2mp

Letter Sign Djarum di Purwakarta (dok: detikfoto)

 

4. Iklan rokok di luar ruang maksimal 72 m2

PP Tembakau yang ditetapkan tanggal 24 Desember 2012 mengatur iklan rokok di laur ruangan luasnya tidak boleh lebih dari 72 m2. Ini berarti Giant Letter bertuliskan Djarum Super yang menghiasi ruas jalan tol Cipularang Jawa Barat juga harus dicopot karena tidak sesuai peraturan.


AN Uyung Pramudiarja

 145900_18mp

 Ilustrasi (dok: Thinkstock)

 

5. Harus mencantumkan peringatan 18+

Selain wajib mencantumkan peringatan bergambar seluas 40 persen, kemasan rokok juga wajib mencantumkan peringatan bunyinya “dilarang menjual atau memberi kepada anak berusia di bawah 18 tahun dan perempuan hamil”. Artinya jika ada anak di bawah umur membeli rokok, maka yang melanggar peraturan adalah penjualnya.

 AN Uyung Pramudiarja

 

 150001_anakrokokmp

Baby Smoker (dok: KPAI)

 

6. Dilarang menyuruh anak beli rokok

Pasal 46 dalam peraturan tersebut berbunyi, “Setiap orang dilarang menyuruh anak di bawah usia 18 (depalan belas) tahun untuk menjual, membeli, atau mengonsumsi Produk Tembakau”. Larangan ini terdapat di bagian keempat tentang Perlindungan Khusus Bagi Anak dan Perempuan Hamil.

Rabu, 09/01/2013 15:05 WIB

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s