Gaya Internasional 4 Perancang Indonesia

Menikmati rancangan Carmanita, Ardistia, Mardiana Ika, dan Ali Charisma yang mendunia

Heni Pridia, Febry Abbdinnah

Peragaan busana pada Indonesia Fashion Week 2012
(VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

Tak dapat dipungkiri kalau hasil rancangan Carmanita, Ardistia, Mardiana Ika, dan Ali Charisma telah mendunia. Inilah mengapa Indonesia Fashion Week 2012 menggandeng keempatnya dalam fashion show bertajuk ‘Internasional Flair’ untuk menginspirasi publik fashion Indonesia.

Ardistia Dwiastri terkenal dengan label ready to wear-nya Ardistia New York. Pertama kali membuka butik di New York, busana-busana rancangan Ardistia telah tersebar di berbagai belahan dunia seperti Amerika, Eropa, Kanada, Timur Tengah, dan Asia.

Bahkan, rancangannya kerap menghiasi majalah fashion ternama dunia seperti Vogue, Harper’s Bazaar, Elle, New York Times, dan Style.com.

Dengan tema ‘Contour Fluidity’, Ardistia memamerkan koleksi Spring/Summer 2012-13 pada show hari pertama IFW 2012. Ia mengaku telah terinspirasi dari  karya Carlo Mollino, seorang arsitek dan pembuat furniture asal Italia.

Dengan memasukkan aksen-aksen geometris dan penambahan detail pada material sutera, crepe, dan stretch tekno membuat kesan romantis melekat dalam setiap rancangannya.

Cutting geometris kerap ditampilkan dalam busana-busana yang didominasi warna-warna pastel. Koleksinya, termasuk jaket ringan melambai, body-wrap blouse, blazer dengan potongan androgini, ragam rok pensil dengan aksen layer, dan jumpsuit dress.

Lain lagi dengan desain karya Mardiana Ika yang telah berhasil mengirim rancangannya ke 35 negara di dunia. Dengan show bertajuk ‘Beauty and the Beast’, koleksi Ika Butoni Fall/Winter 2012 menampilkan siluet yang sederhana, tapi kompleks akan detail seperti bordir, piping (garis pada ujung jahitan), slashing (jahitan bermotif pada kain).

Melalui koleksinya ini, Ika ingin menampilkan kecantikan dalam ‘kebuasan’. Blazer dengan aksen bulu binatang seolah menggambarkan pengaruh alam liar pada kecantikan seorang wanita. Ia juga menampilkan detail-detail pada material kulit yang digunakan. Tak hanya itu, aksen garis-garis pada tulang rusuk semakin membuat gaun-gaunnya terlihat seksi meski potongan gaunnya terlihat sederhana.

Kombinasi kesan feminin dan kekuatan seorang wanita juga ditampilkan pada koleksi Ali Charisma yang bertajuk ‘Longing for Greece’. Terinspirasi dari kehidupan wanita urban yang tetap terlihat feminin meski memiliki kekuatan yang besar, desainer asal Bali ini menggambarkannya pada mitologi Yunani Kuno yang romantis elegan, meski tetap licik dan berbahaya.

Koleksi memiliki struktur arsitektur Yunani Kuno dikombinasikan dengan elegansi seorang dewi. Tak heran, kesan goddes look sangat kental terlihat pada maxi dress dan mini dress rancangannya. Namun, unsur ketegasan dan kekuatan pun terlihat jelas pada konstruksi bahu yang sengaja dibuat runcing dan keras.

Indonesia Fashion Week 2012

 

 

 

Kalau ketiga desainer sangat memperhatikan desain dan detail dari rancangannya, berbeda dengan Carmanita yang selalu bermain dengan material yang digunakan dalam koleksinya.

Konsisten mengolah kain tradisional terutama batik, Carmanita tak berhenti berinovasi. Dengan tema ‘Cross Culture’, ia menggabungkan kekayaan budaya Indonesia dengan budaya India, dan Jepang. Ia menuangkan batik pada material kain sari dan Shibori. Tetap dengan garis rancangannya yang khas, ia menampilkan busana-busana dengan aksen draperi dan cutting asimetris.

Jum’at, 24 Februari 2012, 18:24 WIB

• VIVAnews

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s