Si Kembar Ini Lahirnya Beda Lima Tahun

Sang kakak berusia lima tahun, sementara adiknya baru saja genap tujuh minggu

 

Anda Nurlaila

Reuben dan Floren, kembar beda lima tahun (Daily Mail)

Rueben dan Floren Blake adalah sepasang kembar. Namun, kenyataannya, keduanya lahir dengan selang lima tahun. Saat Reuben berusia lima tahun dan segera masuk sekolah, kembarannya baru saja berusia tujuh minggu.

Saudara kembar ini berasal dari embrio yang sama pada program bayi tabung (IVF) yang dilakukan kedua orang tua mereka, Simon dan Jody pada 2005. Selama proses medis, lima embrio tercipta, dan dua embrio ditanamkan dan berujung dengan kelahiran Reuben pada 9 Desember 2006.

Tiga embrio lainnya dibekukan hingga pasangan asal Cheltenham, Gloucestershire, ingin menambah momongan pada Maret tahun lalu. Dari tiga embrio, hanya embrio Floren yang selamat dari pencairan dan berhasil tumbuh dalam rahim ibunya pada 2011 lalu.

Setelah 39 minggu, Floren lahir melalui sebuah operasi caesar. Jody dan Simon mengaku menceritakan keajaiban yang dialami anak kembar mereka dengan perasaan bangga. “Saya memberitahu semua orang yang dapat saya temui,” ujar Simon yang berprofesi sebagai dosen bisnis.

Dia menyatakan, kisah kedua anak kembarnya menjadikan Reuben dan Floren menjadi perhatian orang-orang di sekitarnya. ” Saya juga sulit untuk tidak mengatakan, bahwa sebenarnya kedua anak ini kembar.”

Sementara sang istri, Jody, masih belum percaya, bahwa kedua anak yang berbeda usia lima tahun ini sebenarnya sepasang kembar. “Saya pikir semua orang terkejut. Saya mengandung selama sembilan bulan sambil berpikir, ‘ini saudara kembar Reuben’. Ini sesuatu yang sangat istimewa,” katanya seperti diberitakan Daily Mail.

Sang kakak, Reuben terpesona oleh adiknya. “Dia tahu, bahwa adiknya dibekukan walaupun tak tahu bagaimana itu terjadi,” kata Jody.

Meski terpisah selama lima tahun, kedua anak ini sangat mirip. “Reuben hanyalah versi besar Floren ketika bayi. Jadi pasti ada kemiripan secara fisik.”

Simon mengungkap, keinginan menambah anggota keluarga membuat mereka berpikir menggunakan embrio beku. “Anda kadang tidak dapat memahami bagaimana kehidupan berasal dari materi yang telah dibekukan dalam waktu lama.”

Dokter yang merawat Blake, Dr Valentine Akande, dari pusat Reproduksi Bristol mengatakan keputusan untuk membekukan embrio IVF yang tersisa adalah cara aman bagi pasangan yang ingin memiliki lebih dari satu anak.

“Kami sangat sering merekomendasikan menyimpan kelebihan embrio sehingga dapat digunakan di kemudian hari. Namun, sayangnya seleksi alam membuat tak semua orang memiliki surplus embrio. Dan tak semua juga sukses saat embrio ditanamkan.” (umi)

Jum’at, 6 Januari 2012, 00:49 WIB

• VIVAnews

Jan 6, ’12 2:47 AM

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s