10 Tren Konsumen Teknologi 2013 (1)

Riset ini melibatkan lebih dari 100 ribu responden dari 40 negara

 Muhammad Chandrataruna, Amal Nur Ngazis

Pada 2018 pengguna smartphone akan mencapai 3,3 miliar

Pada 2018 pengguna smartphone akan mencapai 3,3 miliar (http://www.leadpile.com)

Mengawali tahun 2013, Ericsson merilis tren konsumen terkini dalam masyarakat terkoneksi. Melalui riset yang dijalankan Consumer Lab, Ericsson memaparkan 10 tren yang akan menghiasi tahun ini.

Salah satu yang menarik adalah teknologi cloud yang diprediksi semakin penting seiring bertumbuhnya perangkat komputer dan mobile yang saling terkoneksi.

Riset ini melibatkan lebih dari 100 ribu responden yang tersebar di 40 negara, meliputi 15 kota-kota besar.

Berikut tren yang dilansir Ericsson:

1. Cloud semakin penting

Dari tiga kategori pengguna, sebagian besar mengaku menggunakan Cloud untuk layanan aplikasi.

Secara persentase, sekitar 54 persen adalah pengguna tablet, 46 persen pengguna smartphone, dan sekitar 35 persen sisanya adalah pengguna ponsel biasa.

2. Komputasi untuk berbagai pekerjaan

Konsumen semakin beralih pada paradigma komputasi yang dapat memfokuskan mereka pada pekerjaan, mulai dari desktop, file dan folder, sampai aplikasi dan layanan cloud. Semua tugas kantor dapat dilakukan secara bersama-sama.

Kondisi ini membuat orang lebih memilih perangkat yang terjangkau. Dekstop PC akan digantikan oleh tablet, sementara pengguna smartphone akan lebih besar ketimbang laptop.

3. Perangkat broadband untuk dukung pekerjaan

Sebanyak 57 persen pengguna smartphone menggunakan perangkatnya di luar kantor. Smartphone pribadi semakin sering digunakan untuk keperluan bekerja, mengirim e-mail, rencana perjalanan bisnis, mencari lokasi, dan lainnya.

4. Masyarakat perkotaan yang mobile

Ericsson Consumer Lab menganggap jangkauan jaringan mobile menjadi kebutuhan penting di kehidupan kota. Diprediksi total pelanggan smartphone akan mencapai 3,3 miliar pada 2018.

Kebutuhan jangkauan ini dianggap salah satu faktor penting di antara kebutuhan lain, seperti kebutuhan ketersediaan air, fasilitas hiburan, ketersediaan pusat belanja, dan kebutuhan akan restauran.

5. Jaringan pribadi sebagai keamanan sosial

Ketika gejolak ekonomi terjadi, kepercayaan dalam struktur tradisional dan otoritas menurun, konsumen mulai percaya pada komunitas pribadi mereka. Jaringan pribadi online berfungsi sebagai pengaman sosial, dan media sosial yang terbentuk menjadi pesaing serius bagi lembaga pekerjaan tradisional.

Pengguna semakin nyaman dengan kehadiran jejaring sosial dan memanfaatkannya sebagai jual beli online.

(Bersambung …)

Kamis, 17 Januari 2013, 06:15
© VIVA.co.id

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s