Awas, Konsumsi Antibiotik Berlebih Dapat Pacu Diare

Vera Farah Bararah

 

(Foto: Thinkstock)

Jakarta, Antibiotik termasuk obat keras yang tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Peneliti menemukan konsumsi antibiotik secara berlebihan dapat memacu terjadinya penyakit diare.

Para ahli medis telah lama memperingatkan tentang penggunaan antibiotik berlebihan dapat  meningkatkan prevalensi infeksi karena menghilangkan bakteri baik di tubuh, sehingga memungkinkan bagi kuman jahat berkembang biak.

Kini sebuah studi terbaru menunjukkan banyak pasien yang diresepkan antibiotik mengalami infeksi yang menyebabkan diare. Hal ini biasanya mempengaruhi orang-orang yang telah lama mengonsumsi antibiotik atau lama dirawat di rumah sakit.

Salah satu infeksi yang paling umum dijumpai dari perawatan kesehatan adalah infeksi Clostridium difficile atau dikenal dengan C. difficile. Pasien sering menderita berulang kali, terutama jika ia mengonsumsi antibiotik lagi.

Peneliti di Minneapolis Veterans Affairs Medical Center mendapati ada 57 persen pasien yang menerima antibiotik dalam waktu 1 bulan pengobatan. Dari jumlah ini, sekitar 77 persen pasien mendapat setidaknya 1 dosis antibiotik yang tidak diperlukan dan 26 persen pasien diberikan antibiotik yang sebetulnya tidak perlu.

Sebenarnya antibiotik dapat diresepkan untuk mencegah infeksi akibat operasi dan mengobati infeksi saluran kecing serta pneumonia. Akan tetapi penggunaannya harus hati-hati agar tidak menimbulkan dampak buruk.

“Temuan ini sebagai pengingat bagi dokter dan pasien untuk menggunakan antibiotik hanya bila benar-benar diperlukan, terutama pada pasien yang memiliki riwayat C.difficile,” ujar ketua peneliti Dr Megan Shaughnessy, seperti dikutip dari HealthDay, Rabu (16/1/2013).

Dr Shaughnessy menuturkan pasien dengan riwayat C. difficile berada pada risiko tinggi untuk kambuh, terutama dengan adanya penggunaan antibiotik tambahan. Untuk itu dokter harus hati-hati dalam memberikan terapi antimikroba.

Hasil studi ini akan muncul dalam jurnal Infection Control and Hospital Epidemiology.

 

Rabu, 16/01/2013 10:27 WIB

(ver/vit)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s