Hasil Cek Kesehatan Pranikah Buruk? Survei: 59% Tetap Nikah, 15% Batal

AN Uyung Pramudiarja

 

Foto: Ilustrasi/Thinkstock

Jakarta, Premarital medical check up atau tes kesehatan sebelum menikah masih dianggap sebagai hal yang sensitif. Hasil buruk pada pemeriksaan ini tak jarang memaksa calon pasangan untuk membatalkan pernikahan. Bagaimana menurut pembaca detikHealth?

Survei sederhana yang dilakukan detikHealth memunculkan berbagai pendapat soal hasil buruk dalam premarital check up. Tanpa membedakan status pernikahan para responden, 59,3 persen memilih tetap melanjutkan pernikahan, 15,4 persen batal, 6,6 persen ditunda dan 18,7 persen ragu-ragu.

Tetap menikah betatapun buruknya hasil pemeriksaan kesehatan tentu bukan pilihan yang mudah. Hanya kekuatan cinta yang begitu besar yang membuat sebagian besar pembaca detikHealth untuk memilih jawaban tetap menikah dengan segala konsekuensinya.

“Tetap nikah, suport pasangan selama menjalani pengobatan meningkatkan semangat untuk sembuh,” komentar Ratih, salah seorang pembaca detikHealth memilih jawaban untuk tetap menikah seperti disampaikan lewat akun twitter @Atheeh dan ditulis pada Rabu (16/1/2013).

Namun, untuk kondisi dan jenis gangguan kesehatan tertentu, tetap menikah bukan pilihan yang bijak. Thalasemia misalnya, jika kedua pasangan merupakan pembawa sifat thalasemia, maka dianjurkan untuk tidak menikah untuk menghindari thalasemia mayor pada anaknya.

Risiko yang harus ditanggung kadang terlalu besar, bukan hanya bagi kedua pasangan, tetapi juga keturunan yang nantinya akan dihasilkan. Sebagai contoh jika anak hasil pernikahan mengidap thalasemia mayor, maka seumur hidup harus tergantung pada transfusi darah yang tentunya tidak murah.

Oleh karenanya, beberapa responden memilih untuk membatalkan pernikahan dengan pertimbangan-pertimbangan semacam itu. Untuk kasus lain yang masih dapat disembuhkan, sebagian pembaca memilih untuk pending atau menunda pernikahan sambil mengupayakan pengobatan.

Keputusan untuk batal atau tetap menikah ketika hasil premarital check up tidak bagus memang dilematis. Manusia memang tidak dpat memilih dengan siapa akan jatuh cinta, namun, perlu dipahami, bahwa penyakit dan cacat genetik kadang tidak mengenal kompromi.

Rabu, 16/01/2013 13:04 WIB

(up/vit)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s