Konsumsi Telur Ayam Nasional Baru 87 butir/kapita/tahun

Livestockreview.com, Berita. Industri peternakan ayam petelur atau yang biasa disebut industri layer di Indonesia tumbuh pesat, bahkan sudah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat domestik akan telur ayam, atau telah berswasembada produk telur. Produksi telur ayam bahkan bisa lebih ditingkatkan lagi, namun konsumsi masyarakat saat ini masih terbilang rendah. “Untuk telur, konsumsi masyarakat kita baru mencapai 87 butir telur per kapita per tahun,” kata Ketua Umum Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) Rakhmat Nuriyanto di Bogor 4 Nopember 2011 lalu. Adapun untuk daging ayam, konsumsi masyarakat kita juga baru mencapai 7 kg/kapita/tahun. Bandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang konsumsi protein hewani asal unggasnya telah melewati angka 25 kg/kap.tahun.

Industri layer Indonesia sebenarnya sudah mapan, dan telah terbentuk struktur tersendiri baik dari sisi teknologi, distribusi, suplai bahan baku pakan, dan industri pendukung lainnya. Ayam petelur dipelihara dari ayam layer sejak DOC (anak ayam umur sehari) yang dibesarkan hingga berumur 18 minggu untuk mulai bertelur. Angka produktif ayam petelur ada pada kisaran umur 18 minggu hingga 80 minggu, dengan jumlah produksi total sekitar 350 butir telur.

Dalam masa produktif tersebut, juga pada masa sebelumnya, ayam petelur harus dipelihara dengan sistem yang sudah baku, serta pakan lengkap yang disesuaikan dengan umurnya. Demikian pula dengan program kesehatan mulai dari vaksin untuk beberapa penyakit maupun program sanitasi lain untuk menjaga kesehatan ayam, agar dapat terus memproduksi telur secara optimal, sesuai dengan kemampuan genetikanya.

Dari segi teknis pemeliharaan, sebenarnya para pelaku industri layer telah mapan. Yang jadi tantangan adalah dalam hal pemasaran di masyarakat, yang masih belum paham akan pentingnya konsumsi telur bagi kesehatan dan produktifitas mereka. Untuk menyadarkan masyarakat akan hal itu, maka para pelaku industri petelur yang tergabung dalam masyarakat perunggasan Indonesia mengambil inisiatif untuk menggelar Festival Ayam dan Telur pada 15 Oktober 2011 di Parkir Timur Senayan Jakarta, mulai jam 6.30 hingga 16.30 WIB.

Acara tersebut selain untuk menepis isu miring yang tidak benar seputar produk hasil unggas, juga untuk lebih mengenalkan daging dan telur ayam yang sangat penting bagi pertumbuhan dan kesehatan masyarakat Indonesia. “Daging dan telur ayam adalah sumber protein hewani yang penting bagi manusia untuk tumbuh dan berkembang, serta menunjang produktifitas sehari-hari. Daging dan telur ayam juga mrupakan produk protein hewani yang lebih murah dibanding sumber protein hewani lain, sehingga harganya termasuk dalam jangkauan masyarakat di berbagai lapisan baik, menengah maupun bawah,” jelas Rachmat Nuriyanto, yang juga adalah Ketua Umum Panitia Festival Ayam dan Telur tahun 2011 ini.

penulis: rendi | editor: soegiyono

1 Comment

  1. Bagaimana dengan daya beli masyarakat ?


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s