Menyadarkan Masyarakat Tentang Pentingnya Konsumsi Daging Ayam dan Telur

 

Livestockreview.com, Berita. Konsumsi pangan bergizi rata-rata masyarakat Indonesia masih rendah, padahal ini sangat penting untuk meningkatkan kecerdasan bangsa. Konsumsi protein hewani masyarakat saat ini baru mencapai 5,72 gram/kapita/tahun, yang berarti masih di bawah standar konsumsi gizi nasional yang 6,5 gram/kapita/tahun.

“Rendahnya pola konsumsi pangan bergizi ini akibat kurangnya pengetahuan, kebiasaan, serta rendahnya daya beli masyarakat,” kata Menteri Pertanian Suswono di sela-sela pencanangan Hari Ayam dan Telur Nasional 2011 di Parkir Timur Senayan, pada 15 Oktober lalu.

Suswono menyebutkan, daging merupakan sumber protein hewani yang bermutu tinggi dan perlu dikonsumsi oleh anak-anak dan orang dewasa. Karena asam amino yang terkandung dalam daging dapat berfungsi untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Demikian juga telor, mempunyai kandungan nutrisi yang lengkap.

Terkait rendahnya daya beli masyarakat, sebenarnya telur atau daging ayam masih banyak yang bisa menjangkaunya.Jika dibandingkan dengan sumber protein yang lainnya, telur relatif lebih murah dan lebih tinggi kandungan proteinnya.

Menurut data Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI), telur seharga Rp 13.500 per kg memiliki kandungan protein 12,5 persen. Daging ayam harganya Rp 25.000 per kg mengandung protein 18,5 persen.

Kemudian tahu harganya Rp 9.000 dengan protein 7,5 persen, ikan air tawar seharga Rp 22.500 dengan protein 15 persen. Bahkan, daging sapi harganya Rp 65.000 dengan kandungan proteinnya 20 persen.

Terkait dengan upaya meningkatkan konsumsi ayam dan telur di kalangan masyarakat, maka sejumlah pemangku kepentingan perunggasan di tanah air menggelar kegiatan Festival Ayam dan Telur 2011, yang salah satunya berupa pencanangan Hari Ayam dan Telur oleh Menteri Pertanian Suswono.

Ketua Panitia Festival Ayam dan Telur, Rahmat Nuriyanto menyatakan, kegiatan yang baru pertama kali digelar itu dimaksudkan sebagai kampanye dalam meningkatkan konsumsi daging ayam dan telur di masyarakat.

“Saat ini kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengonsumsi daging ayam dan telur bagi kesehatan, pertumbuhan serta kecerdasan anak-anak dan keluarga masih sangat rendah,” katanya.

Besarnya kandungan nutrisi pada ayam dan telur tersebut tentunya berpengaruh kualitas gizi yang diperoleh masyarakat terutama bila dikonsumsi sejak anak anak. follow our twitter: @livestockreview

penulis: diana erawati | editor: soegiyono

1 Comment

  1. Telur ayam adalah pilihan praktis tercepat, termurah yang dilakukan ibu rumahtangga ketiga berada pada kondisi daya beli yang lagi rendah. Harga telur ayam dipengaruhi oleh beberapa kegiatan tradisi yang terkait dengan upacara agama, budaya. Namun, produksi telur ayam memperoleh tantangan baru dengan hadirnya flu burung, yang sekarang ini justeru diidentifikasi munculnya virus strain baru


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s