Kenali Gejala Sindroma Carpal Tunnel

Jari-jari mati rasa setelah berjam-jam menggunakan komputer

 

 Mutia Nugraheni

 

Lelah bekerja di depan komputer (inmagine)

Anda mungkin sering mengalami rasa pegal dan nyeri, setelah menggunakan laptop atau komputer dalam waktu lama. Ini dapat jadi gejala kalau Anda sedang mengalami sindroma carpal tunnel (kompartemen di dasar pergelangan tangan).

Gejala awal sindroma ini menurut  dr Vijay Shetty, seorang ahli ortopedi, adalah mati rasa di jari-jari setelah seharian bekerja. Hal ini dapat dialami siapa saja, baik pria maupun wanita.

“Pemicu utamanya adalah bekerja menggunakan laptop dan komputer, karena membuat Anda berjam-jam memencet keyboard. Gejala ini biasanya muncul pagi hari,” kata dr. Vijay, dikutip dari healthmeup.com

Ketika posisi pergelangan tangan tidak benar saat mengetik, dan tidak disangga dengan baik, maka akan menyebabkan tekanan pada saraf. Hal inilah yang menyebabkan sindroma dapat muncul. Ada juga penyebab lainnya, yaitu  hipotiroidisme, diabetes, obesitas dan arthritis.

Ada dua hal yang membuat seseorang dapat mengalami sindroma ini, yaitu:

1. Ketika saraf di carpal tunnel membengkak dan tidak ada ruang di dalamnya.
2. Ketika carpal tunnel mengencang, tanpa menyisakan ruang untuk saraf. Ini menyebabkan tekanan pada saraf dan rasa sakit mati rasa pada ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah.

Termasuk, nyeri di pergelangan tangan. Kadang-kadang, sindroma carpal tunnel juga dapat  menyebabkan kelemahan pada tangan.

Pencegahan

“Pencegahan jelas lebih disukai daripada mengobati. Ini bisa membantu mencegah bukan hanya sindroma carpal tunnel, namun gangguan lain yang berhubungan dengan kondisi, seperti sakit punggung,” kata dr. Vijay.

Cara lain untuk mencegahnya adalah dengan memutar pergelangan tangan secara teratur, setiap 30 menit. Termasuk, mengistirahatkan tangan di sela-sela mengetik selama sekitar lima menit.

Diagnosis medis, untuk mengetahui gejala ini secara detil adalah dengan melakukan pengujian elektrofisiologi. Proses ini menggunakan elektroda yang ditempatkan pada berbagai area dalam tubuh, tempat jaringan yang dideteksi mengalami keausan. (umi)

Senin, 5 Desember 2011, 17:27 WIB

• VIVAnews

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s