5 Bahaya Microwave Bagi Kesehatan Anda

Gelombang mikro dan radiasi menciptakan risiko kanker dan jantung

 

Mona Indriyani, Stella Maris

 

Memanaskan makanan sama dengan merusak nutrisinya

Kehadiran microwave dalam kehidupan rumah tangga kini sudah menjadi solusi untuk mengatasi kerepotan di dapur. Cukup menekan tombol, makanan hangat sudah tersaji. Kebiasaan ini banyak dilakukan ibu-ibu yang suka menyimpan frozen food atau sisa makanan di dalam kulkas.

Sekilas, itu tampak praktis dan efisien. Akan tetapi, microwave juga memiliki efek samping yang harus diwaspadai. Seperti dilansir Boldsky, gelombang mikro atau radiasi yang dihasilkan microwave ternyata dapat berdampak buruk buat kesehatan. Hal yang paling jelas adalah, bahwa makanan yang dimasak atau dipanaskan dalam microwave dapat mengurangi kandungan nutrisi penting pada makanan.

Berikut adalah dampak negatif microwave lainnya:

Karsinogen

Karsinogen merupakan salah satu zat yang menyebabkan penyakit kanker. Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa radiasi dalam microwave dapat mengkonversi bahan kimia organik dalam makanan menjadi senyawa penyebab kanker.

Tak hanya itu, menurut sebuah studi tahun 2003 yang dipublikasikan The Journal of Science of Foof and Agriculture, radiasi ini juga mampu membunuh kandungan antioksidan dari makanan Anda.

Menciptakan radikal bebas

Nyatanya microwave memang amat berguna untuk membantu menyempurnakan kebutuhan dapur. Namun, di saat Anda memanaskan makanan beku di dalam microwave, ini sama dengan menciptakan radikal bebas dalam makanan.

Menghilangka nutrisi

Beberapa penelitian membuktikan, mengolah atau menghangatkan makanan dalam mikrowave perlahan dapat menghilangkan asupan vitamin dan mineral pada makanan. Misalnya, memanaskan makanan dengan komposisi bawang putih, dalam waktu kurang lebih 60 detik, substansi nutrisi bawang putih akan hilang dalam sekejap.

Mempengaruhi jantung

Studi yang dilakukan oleh Dr. Magda Havas dari Trent University menunjukkan, bahwa gelombang atau radiasi yang dikeluarkan microwave dapat langsung berpengaruh pada jantung. Ini dapat membuat denyut jantung meningkat atau berdetak lebih kencang.

Risiko anemia

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Hans Swiss Hertel menunjukkan, bahwa mengonsumsi makanan yang diolah atau dipanaskan dalam microwave dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan penurunan jumlah hemoglobin. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan terkena anemia. Duh! (kd)

Rabu, 30 Januari 2013, 09:07 WIB

 • VIVAlife

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s