Esperanto, Bahasa untuk Menyatukan Bahasa Dunia


Apabila  ada yang bertanya apakah pernah ada terobosan lain untuk menyatukan bahasa didunia, maka jawabanya adalah “ada, dan pernah terjadi”.

Esperanto, demikianlah nama bahasa tersebut. Bahasa tersebut pertamakali dikenalkan oleh seorang yang bernama L.L Zamenhof pada tahun 1887.

Esperanto adalah bahasa buatan atau constructed language. Maksud lebih tepatnya ialah, bahasa yang digunakan pada kalangan tertentu sebagai bahasa komunikasi atau sandi rahasia.


Bendera Esperanto

Dalam dunia sains

Pada tahun 1921 French Academi of Science atau Akademi Sains Perancis, pernah mengusulkan penggunaan bahasa Esperanto dalam berkomunikasi. Dan hasilnya, beberapa ilmuwan seperti Maurice Frechet, John C. Wells, Helmar Frank, dan Reinhard Shelten menerbitkan bagian pekerjaan ilmiah mereka dalam bahasa Esperanto.

Dalam dunia musik

Musisi Stephen Kellog yang terkenal dengan lagunya “Shady Esperanto and the Young Hearts” mengaku jika lagi itu memang mengenai Esperanto, walaupun Shady Esperanto hanyalah nama karakter .

Nah, bagi pembaca yang suka main game Final Fantasy series khususnya Final Fantasy XI, lagu pembuka yang berjudul “Memoro de la Stono” adalah lagu yang dibuat oleh Nobuo Uematsu dalam bahasa Esperanto.

Latar Belakang

Zamenhof atau yang juga dikenal dengan Ludwik Lejzer, lahir pada 15 Desember 1859 di Bialystok. Dia merasa bahwa harus ada sebuah bahasa baru yang mampu menyatukan perbedaan yang seringkali membuat kekacauan. Zamenhof juga menolak bahasa-bahasa besar seperti Jerman, Perancis, Inggris, dan Rusia, karena alasan sulit dipelajari. Ia juga menolak bahasa lain seperti bahasa Latin dan Yunani, dan alasannya pun masih sama: sulit untuk dipelajari. Meskipun ada alasan lainnya seperti penguasaan bahasa besar mampu membuat orang lain merasa mendapat keuntungan yang lebih atau mendapatkan posisi yang baik dikemudian hari.

Sebuah surat yang merupakan curahan isi hati Zamenhof kepada Nikolai Borovko barangkali merupakan awal mengapa ia membuat bahasa pemersatu. Berikut adalah isi surat Zamenhof :

“Tempat dimana aku lahir dan menghabiskan masa kecil memberiku arah kepada semua masa depan ku. Penduduk Bialystok dibagi menjadi empat elemen yang berbeda: Rusia, Polandia, Jerman dan Yahudi, masing-masing berbicara dalam bahasa mereka sendiri dan yang lain (dianggap) sebagai musuh. Dalam sebuah kota yang sifatnya sensitif akan merasa lebih gawat daripada penderitaan di tempat lain, penderitaan yang disebabkan oleh divisi bahasa dan melihat pada setiap langkah bahwa keragaman bahasa adalah yang pertama, atau setidaknya yang paling berpengaruh, dasar untuk pemisahan dari keluarga manusia ke dalam kelompok musuh. Aku dibesarkan sebagai seorang idealis, aku diajarkan, bahwa semua orang adalah saudara, sementara di luar di jalan pada setiap langkah, aku merasa, bahwa tidak ada orang-orang, (yang ada hanya) Rusia, Polandia, Jerman, Yahudi, dan sebagainya. Ini selalu (menjadi) siksaan besar untuk pikiran polosku, meskipun mungkin banyak orang tersenyum pada ‘penderitaan bagi dunia’ pada anak. Sejak saat itu aku berpikir bahwa ‘orang dewasa’ itu mahakuasa, jadi aku sering berkata kepada diri sendiri bahwa ketika aku dibesarkan aku pasti akan menghancurkan kejahatan ini.”

Yah, surat itu memang sedikit susah untuk dipahami. Akan tetapi, yang perlu kita pahami ialah, bahwa surat tersebut merupakan gambaran singkat mengenai kegelisahan hati Zamenhof tinggal di tempat yang mempunyai perbedaan bahasa yang mengakibatkan perpecahan dan kekacauan di tempat tinggalnya.

Oleh karena dilatar belakangi oleh kesulitan mempelajari bahasa-bahasa besar kala itu dan kekacauan yang ditimbulkan oleh perbedaan, Zamenhof mulai merancang sendiri bahasa ciptaanya yang ia sebut sebagai “Lingvo internacia”.

Seperti apakah Ligvo internacia?

Ligvo interacia adalah sebutan lain dari bahasa Esperanto, yang digunakan Zamenhoff untuk mengajak masyarakat menggunakan satu bahasa internasional dengan tujuan mengurangi perang dan mempermudah komunikasi (Ligvo internacia adalah arti dari International Language). Sedangkan kenapa bahasa tersebut disebut Esperanto, karena nama itulah yang dipakai oleh Zamenhoff sebagai nama samaran pada karyanya yang berjudul International Language. Jadi, nama Bahasa Esperanto adalah nama yang lebih mudah dikenal ketimbang Ligvo Internacia (International Language), karena ketika menulis buku tersebut, Zamenhoff menggunakan nama samaran sebagai Dr. Esperanto.

Bagi pembaca yang ingin tahu seperti apa bahasa Esperanto tersebut, Anda dapat membaca nya pada website Esperanto dan kamus Esperanto English-Esperanto di link yang sudah saya sertakan di bawah ini :

Esperanto Junior Divison web
Esperanto Dictionary English-Esperanto

Esperanto juga memiliki organisasi yang disebut Universal Esperanto Organization (bahasa Esperanto nya : Universala Esperanto-Asocio). Tercatat pada tahun 2008 mempunyai anggota di 121 negara.

Berikut adalah contoh bahasa Esperanto yang saya ambil dari wikipedia. IPA disini bukanlah Ilmu Pengetahuan Alam, melainkan kepanjangan dari International Phonetic Alphabet.

[IMG][/IMG]

Coba perhatikan kata “I don’t understand you” pada tabel diatas! Pada bahasa Esperanto, “I don’t understand you” diucapkan dengan Mi ne komprenas vin. Sepertinya tidak jauh-jauh ya dengan bahasa gaul jaman sekarang yang artinya juga “tidak mengerti” (mene ketehe). Just bad joke, menyesalah membacanya.

Namun, pada tabel di atas paling tidak kita sudah tahu hal penting, jangan menamai seseorang dengan nama “hundo”, karena menurut bahasa Esperanto, artinya adalah anjing.

Sekarang kita sudah tahu sejarah singkat Bahasa Esperanto beserta latar belakang dan fungsinya. Sekarang kita akan tinjau dari sisi yang berbeda : Kenapa Bahasa Esperanto kurang populer atau tidak ada satupun negara yang menganut bahasa Esperanto?

Apabila ada yanag bertanya apakah masih ada yang menggunakan bahasa Esperanto? Maka jawabannya adalah “ada”, karena sampai sekarang ada website dan Ebooknya, artinya, ada yang masih mempelajari atau menggunakannya atau ada yang berniat membagikan ilmu mengenai Esperanto.

Akan tetapi, mengenai kenapa Esperanto tidak populer atau kurang berhasil dipakai sebagai bahasa dunia kedua hanya saya berikan yang pokok-pokoknya saja ya. Oleh karena pembahasan yang menyangkut bahasa, pasti bakal jadi panjang sekali.

Bahasa Esperanto kurang netral untuk dapat digunakan sebagai bahasa dunia. Alasannya adalah, para Esperantist (penganut bahasa Esperanto) merasa bahwa bahasa Esperanto adalah bahasa yang netral yang mampu mencangkup semua bahasa di dunia. Akan tetapi, pada kenyataanya, bahasa Esperanto adalah bahasa yang lebih condong ke Eropa-an dan kosakatanya diadopsi dari beberapa gabungan. Misalkan untuk kata “kuartal” dalam beberapa bahasa: Quarter pada bahasa Inggris, Quarto pada bahasa Itali. Sedangkan pada Esperanto adalah kvarono. Kvarono, berasal dari penamaan “kvar” yaitu angka empat, sama halnya pada bahasa Jerman “viertel” dari kata vier. Lalu pada kata “pemerintahan” dalam beberapa bahasa: Goverment pada bahasa Inggris, Gouverment pada bahasa Perancis, tapi pada Esperanto adalah Registaro, dari kata “regi” yang artinya peraturan. Sama halnya dengan “regierung” atau pemerintahan dalah bahasa Jerman, dari kata regieren.

Kesulitan memperoleh dukungan dari masyarakat dunia.

Bahasa Esperanto adalah cita-cita Zamenhoff yang gagal di wujudkan. Cita-cita yang saya maksud adalah keinginannya untuk menjadikan bahasa Esperanto bahasa Internasional kedua. Dalam ulasan wikipedia mengenai kritik dan kekurangan Esperanto, diungkapkan bahwa Zamenhoff meminta orang menandatangani untuk belajar bahasa Esperanto setelah sepuluh orang membuat janji yang sama, tapi pada akhirnya, target tersebut tidak pernah dapat diwujudkan.

Menurut para kritikus, orang-orang lebih memilih menghabiskan waktu untuk belajar bahasa Inggris dan bahasa natural. Para pengguna Espranto juga mengakui bahwa bahasa Esperanto memiliki peluang kecil untuk bisa mengungguli bahasa Inggris. Pada tahun 1996 tercatat antara 200 hingga 1000 yang menjadi native nya.

Nah, begitulah tulisan singkat mengenai Esperanto. Walaupun bukanlah penjelasan bahasa Esperanto secara kesuluruhan, tapi paling tidak kita bisa tahu bahwa pernah ada sebuah usaha dari seorang manusia untuk mempersatukan perbedaan yang ada karena dilatar belakangi oleh masa lalu yang cukup kelam.

Originally Posted by yankiijo

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s