File Mistis Freemasonry (01)

File No. 00013664: Freemasonry

Freemasonry (bahasa Inggris) adalah sebuah organisasi persaudaraan antarabangsa.

Freemasonry pada zaman modern bermula dengan berdirinya Grand Lodge di London, Inggris pada tahun 1717. Sebagian peneliti Barat berkeyakinan, bahwa Freemasonry sebenarnya sudah didirikan di Scotland pada abad ke-14, ketika Ksatria Templar dihapuskan oleh Raja Perancis Philipe le Bel dan Paus Clement V.

Di Scotland, Knight Templar ini menyusup ke dalam organisasi-organisasi buruh binaan (Mason) dan menguasai kelompok-kelompok pekerjanya (lodge). Mereka kemudian menggelarkan diri mereka sebagai Freemasonry, sebuah istilah yang sebenarnya nama lain dari perkumpulan Kabbalah Yahudi-Talmud.

Dari Eropa, Freemasonry yang terbagi dalam dua kelompok besar (Scotland Rites dan York Rites) menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia.

Freemason adalah campuran ritual mistik ajaran sesat Kabbalah dan gerakan politik. Akan tetapi sejak tumbuhnya banyak pertubuhan politik dan ekonomi Dajal (Bilderberg Group contohnya) yang lain, maka Freemason banyak menumpukan kepada kebijakan sosial dan konsep persamaan dan persaudaraan manusia.

Freemason jika ditelusuri adalah berasal dari ajaran sesat Kabbalah, yaitu ajaran sesat Yahudi yang diwarisi dari era Firaun Mesir dan era Babilon Kuno. Sihir adalah intipati ajaran Kabbalah dan ini membawa kepada penyembahan Setan dan Iblis untuk memohon tercapainya sihir-sihir yang dilakukan. Kabbalah sebenarnya yang mengajar, bahwa setiap nomor mempunyai kekuatan sihir (magic), juga dari sini timbul beraneka ragam simbol, rajah dan sigil, yang dipercayai dapat memanggil kekuatan sihir.

Freemason mempunyai peringkat-peringkat penyertaan (level). Peringkat terendah akan diajar konsep persamaan dan persaudaraaan manusia. Agama tidak disentuh. Akan tetapi, setiap kali menaiki peringkat, ahli akan dimasukkan sedikit demi sedikit doktrin Satanism dan mistik Kabbalah. Akhirnya pada peringkat tertinggi (contohnya 33rd degree) seseorang itu akan menyembah Iblis sepenuhnya dan tunduk kepada perintah-perintah Dajal Laknatullah.

Asal-usul Freemasonry

Di dalam arsip Mistis Files terdapat berbagai silibus di bawah tajuk Freemasonry, dan berbagai versi tentang asal-usul pergerakan setan ini. Para pelatih di makmal penyelidikan kami perlu belajar semua silibus Freemasonry ini. Di bawah ini diturunkan satu penjelasan padat tentang asal-usul pergerakan setan ini.

-M.O
Periode Kuno

Menurut legenda ritual Freemasonry, persaudaraan Mason telah ada sejak pembangunan kuil Raja Sulaiman ratusan abad silam. Disebabkan kuil yang dikerjakan sangat besar, sehingga diperlukan adanya suatu bentuk organisasi kerja yang baik untuk memastikan pembangunan kuil selesai tepat pada waktunya. Keadaan ini mendorong perkembangan organisasi pekerja stonemason dan arsitek ke dalam berbagai tingkatan dan kelas dengan tanggung jawab yang berbeda-beda.

Banyak watak-watak yang diungkap dalam buku Kings and Chronicles dalam Kitab Yahudi sesuai dengan situasi-situasi yang ada di berbagai tingkatan organisasi Masonry, misalnya Raja Sulaiman, Hiram (Raja Tyre yang mensuplai bahan material, terutama kayu cedar, untuk pembangunan kuil), Adoniram, dan sebagainya.

Meskipun persaudaraan Masonic melakukan ritual-ritual zaman Raja Sulaiman, agar dapat menjadi sebuah kebenaran sejarah, tetapi tidak ada otoritas Masonic yang memberikan kebenaran tentang adanya organisasi Mason di masa lampau.

Yang sudah diketahui dengan pasti adalah ada sebuah organisasi persaudaraan di masa lampau, baik di antara kaum pagan maupun kaum Yahudi. Masalah yang lebih dahulu muncul adalah organisasi tersebut dikait-kaitkan dengan adanya sesuatu yang penuh rahasia, seperti halnya misteri Eleusinian yang sangat terkenal. Contoh misteri yang mengemuka lainnya adalah adanya kelompok rahasia yang bernama Pharisees.

Eleusinian adalah sebuah komunitas rahasia yang mempunyai ritual-ritual di kalangan anggotanya, pembagian kelompok yang lebih kecil dengan sifat kerahasiaan yang semakin besar, ujian-ujian yang harus dihadapi sebelum memperoleh pengetahuan dan rahasia yang harus dijaga. Rahasia komuniti ini tetap terjaga dengan baik dari waktu ke waktu dan yang mengetahui hanyalah mereka saja. Mungkin pengetahuan tentang sifat komuniti ini jatuh ke tangan para pendiri Mason dan pada akhirnya membentuk struktur organisasi Mason seperti sekarang ini.

Berbeda dengan Eleusinian, kelompok Pharisees tidak menyembunyikan pengetahuan apapun. Akan tetapi, mereka melakukan pembatasan keanggotaan dan memanggil sesamanya dengan sebutan “chaver” (kha VER), konsep yang sama dengan penggunaan sebutan “saudara” atau “kawan” pada organisasi Mason sekarang. Setiap anggota baru diminta untuk bersumpah dan mematuhi perintah dan hukum organisasi dengan disaksikan oleh tiga anggota lainnya.

Pharisees dianggap memiliki ajaran yang berbeda oleh para pengikut Yahudi maupun Kristian. Di kemudian hari, istilah Pharisee memiliki konotasi negatif, yang hampir sama dengan kaum hipokrit. Bagi kaum Yahudi, struktur Pharisaic secara asasnya telah muncul dalam ajaran agama Yahudi 2000 tahun yang lalu. Pharisees dipandang sebagai sebuah kelompok yang berupaya memadamkan peranan agama di mana puncaknya adalah penghancuran kuil di Jerusalem.

Pengetahuan mengenai amalan-amalan Pharisaic mungkin sudah diketahui oleh para pendiri Mason. Mereka juga memandang, bahwa hanya ada satu cara efektif untuk mengorganisasi sebuah persaudaraan dengan baik, dan cara tersebut telah ditemukan secara terus menerus, bebas, dan selalu berulang.

Periode Pertengahan

Teori munculnya Freemasonry yang juga cukup umum adalah berasal dari kesatuan pekerja atau golongan stonemason pada abad pertengahan. Istilah “Free” merujuk bahwa Mason tidak terikat dengan tanah sebagai hamba, tetapi mereka adalah orang-orang bebas pergi kemana pun, seperti hal seorang pedagang yang selalu membangun di manapun ia berada.

Mason di abad pertengahan selalu mendirikan berbagai bangunan, tetapi perhatian khusus selalu dipusatkan pada katedral-katedral besar yang dibangun selama zaman ini. Untuk menciptakan sebuah bangunan yang mengagumkan, diperlukan pendidikan prinsip-prinsip geometri, aritmatik, maupun teknik kejuruteraan awam. Kelompok stonemason, dan para arsitek pada masa itu menjadi sebuah semacam pusat penyimpanan pengetahuan di luar unsur paling dominan yang ada di masyarakat: pendeta.

Seiring dengan gelombang maraknya pembangunan katedral dan permulaan masa- masa renaisance, diperkirakan Freemason tetap menjaga organisasi mereka dengan membuka keanggotaan untuk forum perbincangan ahli falsafah serta pengetahuan lain. Anggota tersebut merupakan orang-orang tertentu yang berada di kelas atas dan bukan pekerja itu sendiri.

Ada teori lain tentang kemunculan Freemasonry pada abad pertengahan. John Robinson penulis buku Born on Blood mengatakan bahwa para Mason adalah keturunan dari Kesatria Templar. Templar adalah sekelompok kesatria yang memiliki kekuatan dan kesejahteraan semasa Perang Salib. Setelah Perang Salib selesai, pada abad ke-14, mereka ditekan oleh Raja Perancis dan kalangan gereja. Sebagian besar para Templar menemui ajalnya, dan ada juga sebagian dari mereka yang mampu bertahan. Beberapa tingkatan dalam Mason berkaitan dengan kejadian ini. Hipotesis yang kemudian muncul adalah bekas para templar tersebut mempertahankan persaudaraan mereka dengan melakukan penyamaran dalam bentuk Freemasonry.

Teori-teori mutakhir yang berkisar kepada asal-usul Masonry justeru tidak mengarah pada kelompok stonemason seperti yang diungkapkan sebelumnya, melainkan lebih kepada akibat dari konflik yang ada di England pada abad ke 17. Cyril Batham, salah seorang Quatuor Coronati Research Lodge yang cukup terkenal di England, mengungkapkan, bahwa orang-orang ini mendirikan Lodge untuk menjaga komunikasi, ketika bersembunyi dari kejaran kaum Anglikan semasa pergolakan Jacobite.

Periode Modern

Di era modern, Freemasonry muncul sejak didirikannya Grand Lodge pertama pada St. John’s Day, di London pada tahun 1717. Empat lodge lama berkumpul bersama di Goose dan Gridiron Ale House untuk mengorganisasi pendirian Grand Lodge.

Dari waktu ke waktu organisasi-organisasi free-thinker seperti Masonry ini semakin matang untuk melebarkan sayapnya di dunia Barat. Masa-masa pencerahan di benua ini dimulai ketika England sedang dalam proses menjadi sebuah negara liberal yang ditandai dengan penolakan konsep “hak agung” monarki James II. Organisasi Masonry menyebar dengan cepat ke kawasan lainnya seperti Perancis, Austria-Hungary, dan Jerman.

Lodge kuno dan modern yang berada di England, pada tahun 1813, kemudian bergabung menjadi sebuah organisasi tunggal yang bernama United Grand Lodge of England. Ketika itu, kedua organisasi Mason membuat piagam tentang Tata Dunia Baru. Fakta ini menjadi dasar adanya keragaman ritual Mason di daratan Amerika, meskipun sifat ritual yang asli tidak dapat dilihat dari konsep keanggotan Grand Lodge semata, yakni sebagai “Ancient Free and Accepted Masons” atau hanya “Free and Accepted Masons”.

Lodge pertama di AS didirikan sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam piagam Grand Lodges di England. Dalam perjalanannya, Lodge-lodge di daerah koloni merasa perlu untuk membentuk Lodge yang baru dan dapat mengorganisasi Grand Lodge (berada di tanah jajahan semasa era koloni) mereka sendiri.

Grand Lodge bebas pertama di Amerika dibentuk sebagai hasil pertemuan empat Lodge di Virginia. Seperti apa yang telah diamanatkan oleh Grand Lodge yang berada di negara masing-masing, konsep ritualnya merupakan perpaduan dari Grand Lodge- Grand Lodge yang ada. Pada tahun 1995, sudah berdiri Grand Lodge di 50 negara bahagian AS, dan 1 di daerah Columbia. Ada perkembangan yang cukup pesat pada organisasi ini, seperti misalnya Grand Lodge di California memiliki kuasa atas Lodge di Hawaii.

Masonry memainkan peranan penting di masa-masa awal sejarah kemerdekaan AS. Banyak pendiri negara AS adalah Mason (1/3 dari penandatangan Deklarasi Kemerdekaan AS dan 1/3 yang menghadiri Consitution Convention di Philadelphia tahun 1787 adalah para Mason), termasuk Benjamin Franklin dan George Washington. Disinyalir, Boston Tea Party semasa kemerdekaan AS juga turut di organisasi dalam salah satu pertemuan Lodge. Pada peristiwa itu, sekelompok orang yang memakai atribut Indian menumpahkan teh di pelabuhan Boston diduga adalah Mason. Ada juga cerita bahwa pasukan England menjaga hartabenda milik Mason Amerika ketika revolusi berkobar untuk kemudian diserahkan kepada otoritas Masonic Tempatan setelah perang selesai.

Perkembangan Masonry Amerika mengalami kemunduran pada tahun 1820, ketika sentimen Antimasonic mencapai puncaknya yang ditandai dengan dimunculkannya calon presiden sebagai lawan Lodge. Pada masa itu, banyak badan-badan yang berada di bawah naungan Lodge tidak muncul lagi. Kekacauan itu terjadi karena Mason dituduh melakukan hukuman kepada mereka yang dianggap berkhianat karena membuka rahasia persaudaraan Lodge di New York.

Ketika Perang Sipil di AS berkecamuk, Mason berada di dua sisi. Anggota Lodge yang turun dalam peperangan menggunakan seragam dengan warna yang berbeda. Tahanan perang yang merupakan anggota Mason diminta untuk datang ke Lodge untuk mendapatkan pembebasan bersyarat dan menghadiri pemakaman prajurit Masonic yang gugur.

Peranan Masonry dalam aspek kehidupan sosial AS di akhir abad 19 dan awal abad 20 cukup penting. Banyak tokoh-tokoh terkemuka di masyarakat adalah anggota Lodge. Organisasi persaudaraan yang juga muncul untuk bersaing dengan Mason antara lain, Grange, Elks, Moose, dan Odd Fellows. Kegiatan amal Masonic mampu menyokong kehidupan sosial masyarakat di masa-masa sulit, dan kegiatan itu ada jauh sebelum dibuatnya program jaringan keamanan sosial pada tahun 1930.

Keanggotaan dalam persaudaraan Masonic mencapai puncaknya pada akhir tahun 1950, dan setelah masa itu, mengalami penurunan. Fenomena yang sama juga terjadi pada berbagai organisasi persaudaraan lain, seperti di berbagai kelompok perniagaan, gereja, dsb. Penurunan itu disebabkan meningkatnya berbagai sarana hiburan di rumah secara besar-besaran, tuntutan pekerjaan yang semakin besar, dan sebab-sebab lainnya.

Tidak seorang pun yang tahu bagaimana cara mengubah kemunduran itu, akan tetapi peranan Lodge dalam struktur sosial diberbagai kota sepertinya akan terus surut dan mampu berubah hanya apabila seluruh struktur sosial masyarakat AS berubah menjadi jenis masyarakat yang berorientasi keluar (outward oriented). Survey memperlihatkan bahwa saat ini banyak orang Amerika yang tidak lagi peduli pada lingkungan persaudaraan Masonic. Padahal, lebih dari 50 tahun yang lalu, sikap tidak peduli terhadap keberadaan Lodge hanyalah sebuah impian.

Hubungan antara Paganisme, Mesir Kuno Dan Kabbala

Berbagai ahli Timur dan Barat telah lama mengkaji tentang gerakan rahasia ini berabad-abad lamanya walaupun pergerakan ini menyamar dan menyelinap di berbagai pertubuhan, kesatuan atau nama yang lain. Ada di antara mereka ini tidak kira Muslim atau bukan Muslim dibunuh, didera ataupun diugut supaya meninggalkan kerja-kerja mereka menyiasat pergerakan mereka. Di sini, MistisFiles ingin mengajak para pembaca menyiasat bersama susur galur Freemasonry menurut berbagai ahli termasuk Harun Yahya, seorang cendekiawan yang terkenal memerangi golongan materialisme.
-M.O
Semasa Musa masih hidup, bani Israil telah mulai membuat tiruan dari berhala-berhala yang mereka lihat di Mesir dan menyembahnya. Setelah Musa wafat, makin sedikit yang menghalangi mereka dari penyelewengan lebih jauh ke kedurhakaan. Tentu saja, hal ini tidak terjadi pada semua orang Yahudi, tetapi sebagian mereka memang mengekstrak paganisme bangsa Mesir. Tentu saja, mereka meneruskan doktrin-doktrin kependetaan Mesir (para ahli sihir Fir’aun), yang menjadi asas bagi kepercayaan kaum itu, dan merusak keimanan mereka sendiri dengan memasukkan doktrin-doktrin ini ke dalamnya.
Doktrin yang dimasukkan ke dalam agama Yahudi dari Mesir Kuno adalah Kabbalah. Seperti sistem dari para pendeta Mesir, Kabbalah merupakan sistem esoterik (mistik, bersifat ritual dan kerohanian), dan berlandaskan pada praktek sihir. Yang menarik, Kabbalah memberikan pendekatan yang sangat berbeda tentang penciptaan daripada yang ditemukan di dalam Taurat, yakni penceritaan materialis, yang berdasarkan kepada gagasan Mesir Kuno tentang keberadaan kekal dari material. Murat Ozgen, seorang Freemason berkebangsaan Turki, membahas topik ini sebagai berikut:
Jelaslah bahwa Kabbalah disusun bertahun-tahun sebelum keberadaan Taurat. Bagian paling penting dari Kabbalah adalah sebuah teori tentang pembentukan alam semesta. Teori ini sangat berbeda dengan kisah penciptaan yang diterima oleh agama-agama ketuhanan. Menurut Kabbalah, pada awal penciptaan, muncullah benda-benda yang disebut Sefiroth, artinya “lingkaran-lingkaran” atau “orbit-orbit”, yang mengandung baik sifat material maupun spiritual. Benda-benda ini berjumlah 32. Sepuluh yang pertama mewakili jisim bintang-bintang di angkasa. Keistimewaan Kabbalah ini menunjukkan bahwa ia berhubungan erat dengan sistem kepercayaan astrologis kuno…. Jadi, Kabbalah jauh dari agama Yahudi dan berhubungan erat dengan agama-agama kuno yang bersifat misteri dari Timur.

sefiroth adalah ekspresi paling nyata dari ajaran pagan kabbalah.
Gambar yang terbentuk dari lingkaran-lingkaran pada lukisan kabbalis di atas adalah sefiroth. Para kabbalis berusaha menjelaskan proses penciptaan melalui sefiroth.
Skenario yang mereka ajukan sebenarnya adalah sebuah mitos pagan yang sepenuhnya bertentangan dengan fakta yang diungkapkan di dalam kitab-kitab suci.
Dengan menngambil doktrin-doktrin materialis dan esoterik dari bangsa mesir kuno yang berlandaskan ilmu sihir ini, bangsa yahudi mengabaikan larangan taurat tentang hal itu. Mereka mengambil ritual sihir dari bangsa pagan lain dan seterusnya, kabbalah menjadi doktrin mistik di dalam agama yahudi, tetapi bertentangan dengan taurat. Di dalam buku berjudul secret societies and subversive movements, penulis berbangsa inggris nesta h. Webster menyatakan:
Seperti kita ketahui, ilmu sihir telah dipraktekkan oleh bangsa kanaan sebelum pendudukan palestina oleh bani israel; mesir, india, dan yunani juga memiliki tukang tenung dan peramal. Walaupun di dalam hukum-hukum musa terkandung pelarangan atas ilmu sihir, bangsa yahudi, dengan mengesampingkan peringatan ini, menular dan mencampurkan tradisi suci yang mereka warisi dengan pemikiran-pemikiran yang sebagian dipinjam dari bangsa lain dan sebagian karangan mereka sendiri. Secara bersamaan, sisi spekulatif dari kabbalah yahudi meminjam dari falsafah parsi magi, neo-platonis, dan neo-phytagorean. Maka, terdapat pertimbangan bagi pendapat kelompok anti-kabbalah bahwa apa yang kita kenal sebagai kabbalah saat ini tidaklah murni asli dari yahudi.
Ada ayat di dalam al quran yang merujuk kepada topik ini. Allah berfirman bahwa bani israil mempelajari ritual persihiran setan dari sumber-sumber di luar agama mereka sendiri.
“dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri babil yaitu harut dan marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “sesungguhnya kami hanya ujian (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (qs. Al baqarah, 2: 102)
ayat ini memperlihatkan bahwa kalangan tertentu bangsa yahudi, walau mengetahui bahwa akan celaka di hari akhirat, mempelajari dan mengambil praktek-praktek sihir. Dengan demikian, mereka menyimpang dari hukum yang telah diturunkan allah kepada mereka. Karena telah menjual jiwa mereka sendiri, terperosoklah mereka ke dalam paganisme (doktrin-doktrin sihir). “mereka telah menjual diri” untuk sesuatu yang jahat, dengan kata lain, meninggalkan keimanan mereka.
Fakta-fakta yang diungkapkan dalam ayat ini menunjukkan sifat utama dari sebuah konflik penting dalam sejarah yahudi. Pertarungan ini, pada satu sisi, adalah antara nabi-nabi yang dikirimkan allah kepada bangsa yahudi dan golongan yahudi yang beriman yang menaati mereka, dan pada sisi lain, golongan yahudi yang durhaka yang mengingkari perintah-perintah allah, meniru-niru budaya pagan dari kaum di sekitar mereka, dan mengikuti praktek-praktek budaya tersebut, bukannya hukum Allah.
Sebagian orang yahudi, terpengaruh oleh budaya pagan dari peradaban mesir kuno dan mesopotamia, berpaling dari taurat yang diturunkan tuhan sebagai tuntunan, dan mulai menyembah bermacam-macam objek jasmaniah.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s