Kuning Pekat Gangan yang Menyegarkan

Ni Luh Made Pertiwi F

KOMPAS IMAGES/NI LUH MADE PERTIWI F Gangan kepala ikan ketarap

Siapa pun yang pernah menginjak bumi Belitung, pasti tahu kuliner satu ini. Gangan, begitu namanya. Ciri khasnya adalah warna kuning yang menyala. Ya, penggunaan bumbu kunyit memberi rasa, warna, dan aroma khas kunyit.

Gangan bisa disebut seperti sup ikan. Ikan dengan kuah yang kaya rasa. Ada rasa pedas, asam, dan gurih. Sangat mudah menemukan gangan di Belitung. Mampir saja ke rumah makan yang tersebar di Belitung terutama di pusat kota.

Salah satu rumah makan yang sering menjadi favorit untuk mencicipi kuliner Belitung adalah rumah makan Pandan Laut. Rumah makan ini berada di Jalan Pattimura 22, Air Saga, Tanjungpandan, Belitung.

Ikan yang digunakan untuk menu gangan biasanya ikan ketarap. Di Pandan Laut, ikan ketarap juga menjadi pilihan untuk diolah menjadi gangan. Sebenarnya, gangan tak harus ikan, bisa juga menggunakan bahan lain.

Jadi, selain ikan, di Belitung juga bisa dijumpai gangan daging yang terbuat dari daging sapi, bahkan gangan kepiting dari kepiting. Tentu, karena Belitung adalah wilayah pesisir, ikan laut segar menjadi bahan yang paling pas untuk diolah menjadi gangan.

Di Pandan Laut, menu yang dijual adalah gangan kepala ikan. Memang, kepala ikan ketarap kerap diolah sebagai gangan. Aromanya menyegarkan dan tak berbau amis karena penggunaan kunyit yang banyak.

Tekstur ikan yang lembut dan berminyak, semakin menambah cita rasa gangan. Lalu rasa asam dari nanas muda tambahan lagi cabai rawit merah nan pedas, semakin membuat rasa kuah dan ikan begitu menyegarkan.

Gangan dengan rasa paduan gurih, asam, selintas manis, dan pedas mengigit. Paling nikmat disantap hangat dengan nasi putih. Sedap!

Selain gangan, menu yang patut dicoba di Pandan Laut adalah cumi goreng tepung. Cumi yang digunakan begitu menyegarkan dan tercium bau amis. Cara memasaknya sederhana saja dengan dibalur tepung lalu digoreng.

Bisa juga mencoba sup kepiting. Kepiting yang digunakan begitu berlimpah dengan kuah kental dari kaldu kepiting yang dikentalkan dengan maizena. Tetapi, dari keseluruhan menu yang disediakan, tentu saja mampir di Belitung tak lengkap tanpa mencicipi gangan.

 Selasa, 26 Maret 2013 | 20:58 WIB
Editor :
I Made Asdhiana

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s