Tak Semua Antioksidan Mengurangi Risiko Stroke dan Pikun

Suherni, Suherni

ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Jakarta, Antioksidan diketahui menjadi pertahanan terhadap aterosklerosis yang merupakan penyebab terjadinya penyakit jantung, stroke dan penyakit pembuluh darah lain. Namun, tidak semua antioksidan mampu mengurangi risiko stroke.

Hal itu diketahui dari sebuah studi di Belanda yang diterbitkan dalam jurnal Neurology. Dalam penelitian disebutkan tidak ada hubungan antara total asupan antioksidan dengan risiko penyakit otak yang lebih rendah. Demikian dikutip dari Fox News, Minggu (24/2/2013).

Antioksidan selama ini diyakini mampu mengurangi sejumlah risiko gangguan kesehatan. Tak heran banyak orang mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan, seperti blueberry, cokelat dan suplemen yang mengandung antioksidan tinggi.

Pada penelitian sebelumnya dikatakan, bahwa diit tinggi vitamin C berhubungan dengan risiko stroke yang lebih rendah. Selain itu, asupan vitamin E yang tinggi dikaitkan pula dengan kasus demensia atau pikun yang lebih rendah. Namun, studi ini tidak membahas manfaat diit kaya antioksidan secara umum.

Nah, pada penelitian terbaru ini para peneliti Belanda melibatkan 5.395 orang dewasa berusia 55 tahun ke atas yang tidak memiliki tanda-tanda demensia. Masing-masing peserta diminta menyelesaikan kuesioner diet yang diikuti selama kurang lebih 14 tahun.

Dari penelitian, para peneliti kemudian membagi para responden menjadi tiga kelompok. Mereka adalah orang-orang dengan asupan makanan antioksidan tingkat rendah, sedang dan tinggi. Sekitar 90 persen terjadi perbedaan kadar antioksidan ini disebabkan oleh jumlah kopi dan teh yang dikonsumsi. Sebab kopi dan teh memiliki kandungan flavonoid yang tinggi.

Sekitar 600 orang responden mengalami gejala demensia, dan sekitar 600 lainnya mengalami stroke selama masa itu. Peneliti juga menemukan mereka yang mengonsumsi antioksidan paling banyak sebenarnya juga memiliki risiko stroke dan demensia.

Penulis studi ini, Dr Elizabeth Devore, dari Harvard Medical School dan Brigham and Women’s Hospital mengatakan penelitian sebelumnya menunjukkan, bahwa antioksidan dapat membantu melindungi terhadap stroke dan demensia. Namun, dengan hasil penelitian terbaru ini menunjukkan, bahwa ternyata membutuhkan penelitian yang benar-benar spesifik, bahwa antioksidan bisa mengurangi risiko demensia dan stroke.

Sejumlah penelitian besar menunjukkan bahwa vitamin C serta diit tinggi buah-buahan dan sayuran dapat mengurangi risiko stroke. Beberapa studi lain menemukan, bahwa asupan tinggi vitamin E juga dapat menurunkan risiko demensia.

Orang dewasa dalam penelitian ini memiliki asupan tinggi vitamin E yang terdapat pada minyak kacang dan minyak biji. Vitamin E juga lazim ditemukan pada tumbuhan dengan daun hijau gelap, buah-buahan dan sayuran lainnya.

Studi sebelumnya juga menemukan, bahwa flavonoid tingkat tinggi, yang merupakan antioksidan utama dalam kopi dan teh tidak mengurangi risiko ini. Lalu apa manfaat kopi dan teh pada otak?

“Dugaan saya kita tidak akan menemukan banyak hubungan,” kata Devore.

Minggu, 24/02/2013 11:14 WIB

(vta/vta)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s