Dakko Chan .. Boneka Hitam Jepang yang Kontroversial

Dakko chan adalah sebutan untuk boneka plastik berwarna hitam yang di dalamnya diisi udara atau mainan berbentuk sejenis. Boneka ini diproduksi oleh Takara Vinyl di Yokohama, Jepang. Dikenal di negara asalnya dengan sebutan Dakko-chan, mainan ini mulai dijual di Jepang pada tahun 1960.

Ketika dipasarkan, boneka ini disebut Kinobori Winky (Winky Pemanjat Pohon) atau Kurombo Bura (Bura Si Hitam; bura berasal dari kata black). Kedua belah tangan boneka ini membentuk lingkaran seperti sedang memeluk (dakko), bagaikan koala sedang memeluk pohon. Sesuai dengan namanya, Dakko-chan bisa dipasang di lengan seperti sedang memeluk pemiliknya. Pada waktu itu, Dakko-chan dijual dengan harga \180. Pencipta karakter Dakko-chan bernama Kigen Ōki yang waktu itu masih kuliah di Universitas Seni Musashino.

Sejarah

Sejak mulai dipasarkan pada bulan Juli 1960, boneka ini laris di kalangan wanita muda yang memasang Dakko-chan di lengan mereka sewaktu berjalan-jalan. Tren memasang boneka di lengan oleh wanita muda di Jepang diliput media massa yang menyebut mainan tersebut sebagai Dakko-chan. Setelah diberitakan di televisi, mainan ini laku keras sehingga toko mainan dan toko serba ada kehabisan stok dan pabrik tidak mampu memenuhi pesanan. Toserba terpaksa membagikan karcis antrian kepada calon pembeli yang kemudian dijual oleh para calo. Hingga akhir tahun 1960, Dakko-chan terjual lebih dari 2.400.000 buah.

Ketika sedang populer, produsen tidak dapat memenuhi permintaan pasar. Dakko-chan mudah dibuat sehingga di pasaran diramaikan oleh barang palsu. Ciri khas Dakko-chan asli adalah mata dari stiker khusus yang bagaikan berkedip bila dilihat dari sudut pengamatan tertentu, sedangkan mata Dakko-chan palsu tidak bisa berkedip. Berkat membanjirnya barang palsu, Dakko-chan menjadi mainan yang mewakili dekade 1960-an.

Takara kemudian mengganti desain Dakko-chan, dan menggunakan slogan baru untuk Dakko-chan di iklan televisi. Bukan hanya boneka plastik berisi udara, mainan ini juga dibuat dalam berbagai jenis produk. Kepopuleran Dakko-chan ternyata cepat surut, dan produksi dihentikan. Pada tahun 1975, Dakko-chan dibuatkan edisi cetak ulang untuk memperingati 20 tahun Takara.

Sekitar tahun 1988, penggambaran stereotipe kulit hitam dalam anime dan manga dianggap sebagai bentuk diskriminasi sehingga penerbit harus menarik kembali produk mereka. Desain dan warna Dakko-chan juga diganti sebelum akhirnya produksi kembali dihentikan. Gambar Dakko-chan yang dipakai sebagai logo perusahaan Takara juga tidak dipakai lagi sejak 1990. Setelah berganti warna, Dakko-chan diproduksi pada tahun 1997 oleh anak perusahaan Takara. Penjualan kembali dihentikan setelah rok rajutan dan bibir Dakko-chan dikritik sebagai bentuk diskriminasi orang kulit hitam.

Pada 2001, Dakko-chan dihidupkan kembali, namanya ditulis dengan aksara hiragana. Rok rajutan dan bibir tebal Dakko-chan sudah dihilangkan. Dakko-chan versi baru digambarkan memiliki ekor, dan dibuat dalam beberapa warna, di antaranya hitam, merah jambu, dan biru.

Foto Dakko Chan mainan favorit di jepang taun 60’an:


Dakko Chan jaman sekarang:

Dakko Chan jaman sekarang

Unik, Desa Tanpa Kasur di Yogyakarta

Dusun Kasuran adalah salah satu dusun yang yang ada di desa margodadi kecamatan sayegan, sleman. Sepintas memang tidak beda sama dusun yang lain, tapi satu hal yang membedakan adalah mayoritas penduduknya tidak tidur di atas kasur.

Tradisi ini udah berlangsung turun-temurun sejak jaman nenek moyang, dan gak cuma ditaati oleh orang-orang yang sudah sepuh, tapi juga orang-orang muda dan anak-anak. Meyoritas warga tidur hanya beralaskan tikar atau dipan yang tak ada kasurnya.

Kebiasaan ini tentunya bukan tanpa alasan, mitosnya aturan agar warga gak tidur diatas kasur merupakan perintah dari Sunan Kalijaga. Dusun ini dulunya emang pernah disinggahi Sunan Kalijaga ketika melakukan perjalanan untuk menyebarkan agama Islam. Sunan Kalijaga berjalan dari Godean menuju arah utara, antara lain melewati Dusun Grogol dan Tuksibeduk. Sampai di Kasuran sekitar pukul 13.00-14.00 Sunan Kalijaga merasa sangat lelah. Kemudian dia meminta salah satu warga agar menggelarkan kasur untuk istirahat.

 

Ketika akan melanjutkan perjalanan, Sunan Kalijaga berpesan agar warga jangan sekali-kali tidur diatas kasur. Pesan tersebut masih dilaksanakan sampai sekarang, bukan hanya buat penduduk asli tapi juga buat penduduk baru.
Terus bagaimana kalau dilanggar? Menurut pengakuan penduduk setempat biasanya akan terjadi hal-hal yang aneh. Seperti yang terjadi pada 11 orang mahasiswa yang sedang KKN di daerah ini, sebelumnya mereka udah diberitahu tentang peraturan tak tertulis yang dipercaya masyarakat, tapi tidak tahu, apakah mereka benar-benar percaya atau hanya manggut-manggut, tapi dalam hati menolak. Alhasil menjelang tengah malam 4 orang mahasiswa teriak-teriak histeris, teman-temannya mengira 4 orang ini masuk angin, setelah dipanggilkan dokter kondisi mereka tetap sama, setelah dipanggilkan sesepuh barulah mereka dapat tenang.

Kisah lain, salah satu warga Kasuran menidurkan anaknya yang masih kecil di atas kasur. Tanpa diketahui sebabnya anak tersebut tiba-tiba mengalami panas tinggi, menangis dan berteriak tanpa sebab yang jelas, setelah ditidurkan di ‘jogan’ (lantai) baru berhenti menangis.

Ini Dia Jenis Cacing yang Dapat Terbawa Lewat Kecoa

 

Putro Agus Harnowo 

 

 

 

 

 

Jakarta, Kecoa merupakan hewan yang bertempat tinggal di area yang kotor sehingga membuat serangga ini dikenal menjadi sarang berbagai kuman penyakit. Akhir-akhir ini beredar kabar yang menyebutkan bahwa cacing dalam perut kecoa bisa menular ke tubuh manusia. Cacing apakah itu?

“Kecoa ini kan memiliki sifat grooming (membersihkan diri) yah. Ketika habis melewati tempat-tempat kotor, dia akan menjilat-njilati tubuhnya. Bisa saja telur cacing yang menempel masuk ke dalam tubuhnya masuk kemudian menetas di perutnya,” terang Dr. drh. Upik Kesumawati Hadi, MS, ahli parasitologi dari Departemen Ilmu Penyakit Hewan Institut Pertanian Bogor ketika dihubungi detikHealth, Kamis (25/4/2013).

Kabar yang santer beredar di Facebook menerangkan bahwa di dalam perut kecoa terkandung cacing halus. Apabila digencet dan keluar isi perutnya, cacing ini bisa keluar dan masuk lewat pori-pori manusia.

dr Upik menjelaskan kecoa yang tergencet tidak hanya mengeluarkan cacing atau telur cacing saja, melainkan kuman dan bakteri yang banyak beredar di tempat tinggalnya. Namun dr Upik tetap menyarankan agar masyarakat tidak terlalu khawatir sebab infeksi cacing lebih banyak dilakukan lewat makanan dan tangan yang tak dijaga kebersihannya, bukan lewat kecoa secara langsung.

Untuk jenis cacing yang bisa menginfeksi kecoa, dr Upik menerangkan bahwa cacing-cacing pencernaan pada manusia bisa saja masuk. Terutama apabila kecoa habis melewati septic tank. Adapun jenis cacing pencernaan adalah cacing kremi, cacing perut, cacing tambang dan sebagainya.

“Kalau yang dikatakan bisa masuk ke pori-pori mungkin seperti cacing di tanah yang biasanya pada anak-anak kalau suka bermain di luar nggak pakai sandal bisa masuk, misalnya jenis Ancylostoma,” terang dr Upik.

Walau demikian, dr Upik menyarankan bahwa kabar mengenai cacing dalam perut kecoa ini masih perlu diteliti lagi keabsahannya. Untuk mengatasi infeksi cacing, meminum obat cacing sudah cukup membasmi cacing di dalam tubuh.

Kamis, 25/04/2013 19:17 WIB

(pah/vit)

 

Hobi Minum Soda Tingkatkan Risiko Diabetes 5 Kali Lebih Tinggi

 

Ajeng Anastasia Kinanti

Foto: Ilustrasi/Thinkstock

 

Jakarta, Soda adalah salah satu minuman yang populer di berbagai kalangan masyarakat. Namun, ada studi baru yang mengungkapkan, bahwa mengonsumsi minimal 1 kaleng minuman soda per hari dapat meningkatkan risiko 5 kali lebih tinggi untuk terkena diabetes.

Studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Diabetologia ini dilakukan di Inggris, Jerman, Denmark, Italia, Spanyol, Swedia, Perancis, dan Belanda dengan melibatkan 350.000 orang. Seluruh responden ditanya tentang kebiasaan pola makan mereka.

“Mengonsumsi minuman ringan dengan pemanis saja sudah meningkatkan risiko diabates. Sehingga semakin banyak jumlah kaleng yang diminum, semakin tinggi juga risikonya,” ujar Dora Romaguera, pemimpin studi dari Imperial College London, seperti dikutip dari BBC, Jumat (26/4/2013).

Romaguera melanjutkan saat ini konsumsi minuman soda dengan kandungan gula tinggi masih sangat digemari oleh masyarakat. Hasil studi ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat untuk beralih ke air putih.

“Mengingat adanya peningkatan konsumsi di Eropa, pesan ini harus disampaikan tidak hanya ke Eropa, tetapi juga ke seluruh dunia,” lanjut Romaguera.

Hasil studi ini sebelumnya sempat diragukan jika memerhatikan indeks massa tubuh. Namun, Dr. Matius Hobbs, pemimpin peneliti dari Diabetes UK, mengungkapkan, bahwa jelas ada hubungan antara minuman soda bergula dengan risiko diabetes tipe 2, bahkan ketika indeks massa tubuh diperhitungkan.

Hal ini menunjukkan bahwa risiko tersebut meningkat tidak semata-mata karena banyaknya kalori yang didapat dari soda.

“Meskipun begitu, kami sangat menyarankan bagi semuanya untuk tetap membatasi konsumsi minuman dengan kandungan gula tinggi. Ini karena kandungan kalorinya tinggi dan dapat  menyebabkan peningkatan berat badan secara berlebihan,” lanjut Dr Hobbs.

Dr. Hobbs kembali mengingatkan pentingnya menjaga berat badan tetap dalam batas normal, karena itu adalah salah satu faktor penting jika ingin mencegah diabetes tipe 2.

“Asalkan ada kemauan, kita dapat dengan mudah mengganti konsumsi minuman soda dengan air putih. Intinya adalah apakah kita benar-benar ingin menjaga agar tubuh tetap sehat,” ungkap Prof Patrick Wolfe, peneliti dari University College London.

Jumat, 26/04/2013 08:01 WIB
(vit/vit)

Printer Laser Wi-Fi Pertama Canon

Lebih praktis karena tak perlu kabel. Berapa harganya?

 

 Muhammad Chandrataruna, Tommy Adi Wibowo

LBP7110Cw, printer laser Wi-Fi pertama Canon

LBP7110Cw, printer laser Wi-Fi pertama Canon (euronics.ee)

 

Canon memperkenalkan dua laser printer warna andal untuk segmen Small Office Home Office (SOHO) dan UKM guna memenuhi kebutuhan cetak pelanggan yang efisien dari segi biaya maupun penggunaannya.

Dua laser printer itu adalah LBP7100Cn dan LBP7110Cw. Keduanya dilengkapi dengan network card, namun LBP7110Cw lebih mumpuni dengan konektivitas Wi-Fi.”LBP7110Cw adalah printer laser Canon pertama yang mengusung teknologi Wi-Fi,” kata Merry Harun, direktur divisi Canon PT Datascrip di Jakarta hari ini.

Untuk memudahkan pengaturan nirkabel (Wi-Fi), printer Canon didukung standar industri untuk konfigurasi tombol Wi-Fi Protected Setup. Hasilnya, LBP7110Cw mudah dioperasikan di dalam lingkungan nirkabel hanya dengan menekan sebuah tombol.

“Printer ini mampu mencetak dengan kecepatan tinggi. Dengan teknologi Canon UFR II LT, printer bisa mencetak hingga 14 halaman per menit (page per minute/ppm) untuk dokumen A4 mono dan berwarna,” ujar Merry.

“Printer ini sangat cocok untuk digunakan dalam kelompok kerja kecil atau membantu bisnis SOHO untuk mengurangi biaya percetakan,” jelas dia.

Dia menambahkan, teknologi canggih lainnya adalah Canon On Demand Fixing, yang memastikan printer aktif dengan cepat dari mode Deep Sleep, yaitu kurang dari empat detik.

“Pada mode Deep Sleep, konsumsi listrik hanya 0,9 Watt. Hemat. Sementara dari hasil hitungan Level Energy Star Typical Electricity Consumption (TEC), kedua produk ini hanya 0,4 kWh per minggu,” klaim Merry.

Canon imageCLASS LBP7100Cn dibandrol Datascrip dengan harga Rp4.125.000. Sedangkan untuk LBP7110Cw dipasarkan di kisaran Rp4.750.000. (ren)

Selasa, 23 April 2013, 16:44
© VIVA.co.id

Intip Password Wi-Fi, Google Didenda Rp 1,8 Miliar

Richard Hay/ Google

 

Komisioner Hamburg untuk Proteksi Data dan Kebebasan Informasi di Jerman menjatuhkan denda senilai 145.000 euro atau sekitar Rp 1,8 miliar kepada Google.

Denda tersebut adalah kelanjutan dari kasus pencurian data yang dilakukan Google pada 2010 silam.

Kala itu, mobil StreetView milik Google yang berkeliling Jerman secara tak sengaja turut mengambil data dari jaringan-jaringan Wi-Fi yang terbuka atau tidak diamankan.

Seperti dilaporkan oleh BBC, regulator Jerman tersebut mengatakan bahwa kasus itu merupakan salah satu “tindak pelanggaran proteksi data terbesar dalam sejarah”.

Data-data yang “tercuri” ini di antaranya e-mail, password, dan foto-foto. Informasi tersebut telah dihapus oleh Google di bawah pengawasan pihak ketiga yang independen.

Tindak “pencurian data” Google terungkap ketika otoritas proteksi data Jerman diminta untuk mengaudit data Wi-Fi yang dikumpulkan oleh tim Streetview Google.

Sebelum itu, Google diduga hanya mengumpulkan informasi MAC Address dan SSID. Namun, dari audit, ditemukan bahwa Google turut mencegat informasi e-mail dan situs web yang sedang dilihat oleh pengguna dalam jaringan.

Regulator Jerman mengatakan bahwa denda tersebut “kurang memadai” untuk mencegah pengulangan tindak serupa dari perusahaan sekaliber Google.

Google sendiri melalui Executive Chairman Eric Schmidt mengatakan bahwa pelanggaran tersebut merupakan “tindakan seorang individu yang tak mendapat otorisasi dari perusahaan”.

“Google tentu saja tidak sempurna. Dalam kasus ini, kami segera mengungkapkannya. Hal tersebut sekaligus menunjukkan betapa kami serius menangani persoalan privasi,” ujar Schmidt.

Penulis: Oik Yusuf

Nanik, Seorang Guru Cantik Penakluk Lintasan Offroad

Jasa R.A Kartini yang memperjuangkan emansipasi wanita masih terasa hingga kini. Banyak wanita yang bisa melakoni aktivitas cukup ekstrem yang biasa dilakukan pria. Salah satunya Nanik W. Oetomo, warga Malang yang menjadi offroader.

 

 

Nanik sudah lima tahun menjadi ratu lintasan speed offroad. Jika melihat parasnya yang cantik dan pembawaannya yang kalem, mungkin tak ada yang menyangka dirinya adalah seorang pembalap. Wanita berkulit putih ini pertama kali berkenalan dengan dunia offroad dari sang suami, Agus Apache.

Agus sendiri sudah mempunyai segudang pengalaman di dunia tersebut. Awalnya dia hanya menjadi navigator suami. Ternyata sang suami mencium bakat istrinya. Akhirnya pada 2008, dia mulai menjadi offroader dan mengikuti kelas khusus wanita di Kejurda di Dampit, Kabupaten Malang. Di kejuaraan ini dia berhasil menyabet juara 1. Sejak itu pula Nanik terus berjaya di berbagai ajang offroad. 

 

 

 

Aktivitas yang masih jarang diminati kaum hawa ini cukup berisiko. Mobilnya sendiri pernah terguling dan menabrak pohon. Namun Nanik menganggap offroad masih sangat aman. “Meski nyawa dipertaruhkan, kalau kita memperhatikan keamanan ya aman. Walau mobil ringsek, kalau safety bagus, kita selamat,” ujar wanita yang tergabung dalam Blonde Offroad Team itu.