Cokelat Baru Temuan Peneliti Ini Dapat Dikonsumsi 5 Kali Sehari

 

Ajeng Anastasia Kinanti

Ilustrasi (dok: Thinkstock)

Jakarta, Berusaha keras agar anak Anda mau mengurangi jajanan tidak sehat secara berlebihan? Saat ini ilmuwan telah menemukan solusinya, cokelat yang terbuat dari jus buah.

Cokelat ini juga baik untuk pertumbuhan mereka sebab bahan utama yang digunakan, yaitu tetesan jus (misalnya jus apel, jeruk, dan cranberry) digunakan untuk menggantikan hingga setengah dari kandungan lemak pada cokelat pada umumnya.

Teknik ini dapat dilakukan pada semua tipe cokelat, seperti cokelat hitam, cokelat susu, dan cokelat putih, namun tetap memberikan hasil akhir berupa cokelat dengan rasa buah. Menurut peneliti, tetap ada pilihan lain yaitu dengan menggunakan campuran air dan vitamin C, bukan jus buah dalam upaya untuk mempertahankan rasa lebih “cokelat”.

Teknik ini dikembangkan oleh tim dari University of Warwick, yaitu dengan cara mengganti cocoa butter dan lemak susu yang masuk ke adonan cokelat dengan cairan dalam bentuk gelembung mikro. Hal ini membuat cokelat yang dihasilkan memiliki sensasi dengan rasa yang tajam untuk dan meleleh di mulut.

“Kami telah menetapkan bahan kimia yang merupakan titik awal untuk terciptanya cokelat sebagai penganan yang sehat,” ujar Dr Stefan Bon, pemimpin peneliti dalam pertemuan nasional American Chemical Society di New Orleans. “Pendekatan ini mempertahankan hal-hal yang membuat cokelat tetap “cokelat” tetapi dengan kandungan jus buah, bukan lemak,” lanjutnya.

Semua orang menyukai cokelat, namun sayangnya banyak cokelat batangan yang tinggi lemak. Dua ons (57 gram) porsi cokelat hitam premium mungkin berisi hingga 13 gram lemak, sekitar 20 persen dari asupan lemak harian individu, tentunya dengan mengonsumsi banyak akan menjadi lemak jenuh tidak sehat. Tapi walaupun tinggi lemak dan gula, cokelat juga memiliki kandungan tinggi zat nabati sehat yang dikenal sebagai antioksidan atau flavonoid.

“Namun sebenarnya justru lemak yang memberikan cokelat semua sensasi yang orang inginkan, tekstur halus dan caranya meleleh di mulut,” lanjut Dr Stefan Bon.

Menggunakan jus buah juga dapat mengurangi kandungan gula tidak hanya untuk cokelat, tetapi juga dalam penganan lainnya. Tim peneliti menggunakan jus buah dan bahan makanan yang baik lainnya untuk membentuk emulsi Pickering, yaitu sebuah metode yang mencegah tetesan kecil dari penggabungan satu sama lain.

Dr Bon melanjutkan, “Sejak jus buah ditambahkan dalam adonan cokelat, hal ini tidak menghilangkan rasa alami cokelat. Kami yakin teknologi yang digunakan justru mampu menambahkan sensasi yang berbeda dalam produk penganan cokelat yang diproduksi.”

Seperti dikutip dari dailymail.co.uk, (Selasa 9/4/2013) kesempatan yang ada untuk mengganti bagian dari kandungan lemak dengan tetesan jus buah berbasis air memungkinkan untuk menciptakan fleksibilitas yang lebih besar dan mengurangi kandungan lemak dan gula secara keseluruhan.

Saat ini diharapkan industri makanan dapat melanjutkan langkah berikutnya dan menggunakan teknologi ini untuk dapat membuat cokelat rendah-lemak dan tetap memiliki rasa yang enak.

Selasa, 09/04/2013 15:33 WIB

(up/up)

 

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s