Tiga Alasan Mengonsumsi Sayuran Organik

 

Jaga kualitas hidup Anda dengan cermat memilih asupan

 

Mutia Nugraheni, Tasya Paramitha

 

 

Sayuran organik

Dari data Kementrian Kesehatan RI, tidak kurang dari satu juta anak Indonesia masih menderita kurang gizi setiap tahunnya dan pada 2012 Indonesia menempati urutan kelima sebagai negara yang memiliki kasus gizi buruk terbesar di dunia. Padahal gizi yang buruk ditambah dengan kurangnya latihan fisik dapat mempengaruhi tingkat intelektualitas anak.

Mengkonsumsi sayuran organik adalah salah satu cara mudah menjaga anak terpenuhi gizi dan nutrisi dengan baik. Sayuran organik adalah sayuran yang ditanam dengan metode pertanian tertentu yang tidak melibatkan penggunaan bahan sintesis modern seperti pestisida sintetis dan pupuk kimia.

“Sayuran organik adalah cara jitu dalam mengatasi kelaparan dan gizi buruk melalui peningkatan kualitas makanan dan nutrisi,” ucap Bert Paterson, Country Manager Sun Life Financial Group Indonesia pada kampanye penggalangan dana bertajuk, “It’s Time to Care” di Jakarta.

Penggalangan dana tersebut ditujukan untuk Uplift International. Sebuah organisasi non-pemerintah yang fokus pada peningkatan kualitas hidup melalui bantuan secara teknis dalam bidang kesehatan, hukum dan pendidikan.

Bert juga menambahkan, bahwa makanan bergizi adalah syarat untuk mendapatkan kualitas kesehatan yang lebih baik. Lalu mengapa harus membiasakan mengganti sayuran biasa dengan sayuran organik? Ini tiga alasannya.

Lebih sehat

Oleh karena sayuran organik tidak diproduksi menggunakan pupuk kimia dan pestisida. Maka sayuran organik tidak mengandung jejak bahan kimia yang mungkin dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh manusia.

Lebih lezat

Sayuran organik memiliki cita rasa yang lebih alami dan lezat dibanding yang non organik. Hal tersebut didasari pada kondisi sayuran organik yang lebih segar sehingga rasa yang diberikan juga tentunya lebih optimal.

Ramah lingkungan

Metode pertanian organik tidak menggunakan bahan-bahan kimia seperti pestisida dan pupuk kimia. Hal tersebut juga mempengaruhi keadaan lingkungan, membuatnya jadi lebih aman karena tidak ada bahan kimia berbahaya yang terkandung di dalam tanah, atau mencemari udara atau air. (eh)
Jum’at, 19 April 2013, 15:19 WIB

• VIVAlife

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s