Studi: Pulau Dekat Pantai Tambah Kekuatan Tsunami

 

Kekuatannya bahkan bertambah 70%, dibandingkan tanpa ada pulau

 

 

 

 Muhammad Chandrataruna, Amal Nur Ngazis

 

Puing-puing sisa tsunami di Jepang, 2011

Puing-puing sisa tsunami di Jepang, 2011 (jeremyriad.com)

 

Bagi masyarakat tertentu, keberadaan pulau dekat pantai dianggap dapat melindungi dari dampak gelombang tsunami. Tapi, anggapan tersebut dibantah temuan peneliti University College Dublin, Themistoklis Stefanakis bersama koleganya.

Dilansir Technologyreview, 7 Juni 2013, studi Stefanakis bertolak belakang dengan anggapan itu. Menurut penelitiannya, pulau-pulau dekat pantai itu justru memperkuat kekuatan tsunami.

Sebenarnya, para oceanolog telah lama mengetahui perilaku tsunami sangat berbeda dari gelombang yang dihasilkan oleh angin. Tapi, bukti ilmiah meyakinkan cara tsunami berinteraksi dengan pulau dekat pantai masih langka.

Untuk itu, Stefanakis bersama koleganya melakukan simulasi komputer dampak pulau dekat pantai dan bagaimana perubahan dampak tsunami itu pada sepanjang pesisir pantai.

Mereka menyederhanakan masalah dengan mempertimbangkan adanya sebuah pulau berbentuk kerucut beberapa ratus meter di depan bentangan lurus pantai.

Dalam konteks ini, peneliti dituntut melaksanakan simulasi akurat tapi dengan biaya komputasi yang minim.

Para peneliti mengambil data dari seperangkat titik khusus yang diseleksi pada model simulasi. Lalu, peneliti menggunakan algoritma untuk memeriksa hasil eksperimen dari satu simulasi, dan menggunakannya untuk perubahan kecil data pada simulasi berikutnya. Pendekatan itu dikenal sebagai desain eksperimen aktif.

 

Hasilnya, simulasi bertolak belakang dengan keyakinan pulau dekat pantai dapat berfungsi sebagai pelindung.

“Setelah 200 simulasi, kami menemukan tidak ada situasi yang dianggap pulau itu memberikan perlindungan ke daerah pesisir,” tegas mereka.

Sebaliknya, dalam banyak situasi, pulau-pulau kecil malah memperkuat dampak tsunami bagi pesisir pantai. “Kekuatan tsunami mencapai 70 persen lebih dahsyat dibandingkan tanpa pulau dekat pantai,” kata tim Stefanakis.

Dengan demikian, masyarakat pesisir yang beranggapan terlindungi, berada dalam risiko tsunami yang lebih serius. (umi)

 

 

Jum’at, 7 Juni 2013, 12:08
© VIVA.co.id

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s