Riset: Penyuka Daging Merah Lebih Berisiko Idap Diabetes Tipe Dua

Tubuh tidak mampu gunakan insulin secara efektif

 

 Renne R.A Kawilarang, Tommy Adi Wibowo

Daging merahDaging merah  

Orang-orang yang meningkatkan konsumsi daging merah di dalam diitnya ternyata lebih berisiko terkena diabetes tipe dua. Demikian ungkap suatu studi yang meneliti pola makan lebih dari 149.000 orang di Amerika Serikat.

Menurut Live Science, 18 Juni 2013, para peneliti menemukan, bahwa orang-orang yang meningkatkan asupan daging setengah porsi selama periode empat tahun akan memiliki risiko meningkatkan 48 persen kemungkinan terkena diabetes tipe dua.Sebaliknya, orang-orang yang mengurangi konsumsi daging merah lebih dari setengah porsi dalam empat tahun akan mengurangi risiko 14 persen terkena diabetes tipe dua.

Seperti diketahui, diabetes tipe dua adalah ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan insulin secara efektif. Individu dengan diabetes tipe 2 masih dapat menghasilkan hormon insulin, tetapi mendapat perlawanan dari tubuh atau dalam jumlah yang kurang.

Selama ini daging merah telah dikaitkan dengan makanan yang memicu risiko terkena kanker dan penyakit jantung. Namun, saat ini daging merah juga mampu memicu risiko terkena diabetes tipe dua.

Di awal penelitian ini para peneliti telah mengukur pola makan lebih dari 149.000 pria dan wanita. Empat tahun kemudian para peneliti mulai merekam berapa banyak orang-orang itu memakan daging merah.

Di akhir penelitian, para peneliti telah mendapati 7.540 kasus baru serangan diabetes tipe dua. Orang-orang yang meningkatkan konsumsi daging merah memiliki risiko terkena diabetes tipe dua dari 38 persen menjadi 87 persen.

Menurut para peneliti, hasil penelitian ini akan menjadi bukti, bahwa dengan membatasi konsumsi daging merah akan mampu mencegah penyakit diabetes tipe dua.

Saat ini, Amerika Serikat adalah negara yang warganya paling banyak terkena diabetes tipe dua. Hampir 25,6 juta jiwa orang dewasa mengidap penyakit diabetes tipe dua.

Hasil penelitian ini telah diterbikan pada 17 Juni 2013 di Jurnal American Medical Association. (eh)

Selasa, 18 Juni 2013, 17:48
© VIVA.co.id

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Join 146 other followers

  • June 2013
    M T W T F S S
    « May   Jul »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930