Purnama Tidak Dapat Menjadi Penentu Awal Bulan Qomariyah

 

 

T. Djamaluddin

 

 

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN

 

 

 

Gambar dari http://aa.usno.navy.mil/graphics/Moon_phases.jpg

 

Memang aneh, banyak pendukung hisab wujudul hilal (perhitungan astronomi yang kriterianya asal bulan di atas ufuk, seperti digunakan Muhammadiyah saat ini) mencari pembenaran dari praktek rukyat (pengamatan langsung). Padahal mereka tampak sangat anti dengan rukyat, termasuk menganggap kriteria hisab imkan rukyat (perhitungan astronomi dengan memperhatikan kemungkinan bisa diamati) sebagai metode rukyat. Hisab wujudul hilal adalah metode hisab yang kriterianya usang, karena masih menggunakan penyederhanaan lama dengan mengabaikan atmosfer sehingga mengabaikan analisis kemungkinan rukyat.

 

Mencari pembenaran dengan informasi rukyat dilakukan dengan dua cara. Pertama, mereka mencari pembenaran bahwa Idul Fitri 1432 jatuh pada 30 Agustus 2011 dengan menyodorkan bukti keputusan kontroversial Malaysia dan Arab Saudi, serta negara-negara yang mengikuti Arab Saudi. Padahal Malaysia dan Arab Saudi menggunakan rukyat. Mereka juga mengabaikan kenyataan, bahwa Brunei Darussalam sama dengan Indonesia dalam menentukan Idul Fitri jatuh pada 31 Agustus 2011 dengan menggunakan kriteria imkan rukyat. Kedua, mereka mencari pembenaran dengan mengajak membuktikan dengan pengamatan purnama.

 

Banyak pendukung hisab wujudul hilal mencari pembenaran dengan mengajak melihat purnama untuk membuktikan bahwa tanggal 1 Syawal 1432 jatuh pada 30 Agustus 2011. Maka, pada Senin malam 12 September beredar banyak SMS yang menyatakan purnama malam itu membuktikan bahwa 1 Syawal benar jatuh pada 30 Agustus. Running text Metro TV pun sempat menayangkan informasi tersebut, sebelum munculnya running text bantahan dari saya. Benarkah cara pembuktian dengan purnama? Jawab singkatnya, tidak benar. Ada dua alasan. Pertama, tidak ada dalil syar’i (hukum agama) yang mendukungnya. Kedua, secara ilmiah astronomi metode tersebut tidak berdasar.

 

Kita semua tahu, penentuan awal bulan qamariyah terkait dengan pelaksanaan ibadah, khususnya ibadah puasa, baik untuk mengawalinya maupun untuk mengakhirnya. Pelaksanaan ibadah harus didasarkan pada dalil-dalil syar’i, baik dari Al-Quran mapun Hadits. Dalil syar’i, baik berdasarkan rukyat maupun hisab, semuanya mensyaratkan adanya hilal (bulan sabit pertama). Tidak ada satu pun dalil yang mengaitkannya dengan purnama.

 

Secara ilmiah astronomi pun tidak ada dasarnya. Awal bulan mestinya didasarkan pada fenomena yang ada batas awalnya. Hilal ada batas awalnya, karena hari sebelumnya tidak tampak, kemudian tampak sebagai tanda awal bulan. Tampak dapat dalam arti fisik, terlihat, atau tampak berdasarkan kriteria visibilitasnya. Purnama sulit menentukan batas awalnya. Dari segi ketampakan, bulan tanggal 14 dan 15 hampir sama bentuknya (lihat gambar di atas urutan ke-13 dan 14), sama-sama bulat. Secara teoritik, rata-rata purnama terjadi pada 14,76 hari setelah ijtimak (bulan baru). Artinya, purnama dapat terlihat pada malam ke-14 atau ke-15, sehingga tidak memberikan kepastian ketika ditelusur mundur.

 

Senin malam kemarin, sebagian orang menyebut itu malam ke-15 (12 September 2011 dianggap sebagai 14 Syawal 1432), sehingga 1 Syawal jatuh pada 30 Agustus. akan tetapi, saya menyatakan itu malam ke-14 (12 September 2011 masih 13 Syawal 1432), sehingga sudah tepat bila menyatakan 1 Syawal 1432 jatuh pada 31 Agustus 2011.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Join 146 other followers

  • July 2013
    M T W T F S S
    « Jun   Aug »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031