Mengungkap Misteri Dimensi Waktu

Para ilmuwan, terutama yang beraliran eksperimental, mencibir terhadap gagasan-gagasan adanya lorong waktu dan perjalanan ke masa depan dan masa lampau. Sebagian yang lain, para teoretisi fisika, mengatakan, bahwa hal yang belum dapat dibuktikan secara eksperimental bukan berarti tak mungkin ada. Siapa tahu nanti suatu saat dapat dibuktikan.
 
 

Ada seorang teoretisi fisika yang mencoba memahami para eksperimentalis itu. Ia bernama A. Zee. Ia mengakui lebih bahagia bila teori yang dibangunnya dapat dibuktikan di laboratorium. Ia pun memaklumi bila ada fisikawan yang lebih hormat pada teori klasik termodinamika ketimbang teori Relativitas Einstein yang prestisius tapi tak bisa dibuktikan secara empiris. Zee diam-diam menyimpan kejengkelan terhadap koleganya sesama teoretisi fisika yang kerjanya hanya mereka-reka teori baru di kertas, dan membangunnya berdasarkan logika-logika matematika semata. ”Matematikanya tidak salah. Tapi titik pijakannya tidak kukuh, dan asumsi-asumsi yang dipakai tidak jelas,” ujarnya.

Sebagai teoretisi, Zee sering kena sindiran dari para fisikawan eks-perimental. Suatu ketika ia mengunjungi Universitas California di Berkeley, memberikan ceramah. Dalam kata sambutannya Dr. Gene Commins, ahli fisika eksperimental dari Berkeley mengatakan, ”Kami perlu waktu 20 tahun untuk menerima atau menampik teori yang dibangun oleh Mr. Zee hanya dalam sesiang.”

Teoretisi fisika kondang dari Amerika itu sangat memahami sindiran telak itu. Ia dapat memaklumi kejengkelan itu. Di kalangan fisikawan eksperimental ada sebuah anekdot. Seseorang menanyakan berapa bidadari bisa menari di ujung sebuah jarum. Jawab seorang fisikawan eksperimental, ”Berikan dulu padaku seorang bidadari, nanti kuhitung berapa bidadari dapat menari di ujung jarum.”

 

Dalam buku Mysteries of Life and The Universe, yang diterbitkan akhir tahun lalu untuk pengumpulan dana bagi lembaga yang berupaya mencegah kematian bayi, Zee mencoba ”memberikan bidadari” itu kepada para fisikawan eksperimental. Ia memberikan prosedur penelitian untuk hal yang amat populer dalam fiksi ilmiah: soal pembalikan arah waktu. Sebuah teori yang dianggap bisa membuktikan bahwa perjalanan ke masa lampau dan masa depan mungkin dilaksanakan. Zee memang dikenal sebagai pengamat andal dalam soal teori time reversal, teori pembalikan waktu. Teori ini, kata Zee, memang sangat menarik, bahkan bisa menarik perhatian orang-orang awam. ”Dalam kasanah fisika modern, teori ini yang paling mengesankan dan bisa memberikan inspirasi masyarakat luas,” kata Zee.

Dalam mendiskusikan pembalikan waktu itu Zee mengajak kita memperhatikan soal perangai waktu itu sendiri. Waktu, kata Zee, selama ini hanya diketahui bergerak satu arah: menuju masa depan. Di situ ada panah waktu yang jelas. Para teoretisi fisika percaya bahwa panah waktu bisa menciptakan relativitas dan membuat hukum termodinamika mengalami penyimpangan. Proses penuaan atas jaringan tubuh, dalam pandangan kaum teoretisi, dianggap manifestasi bekerjanya panah waktu atas proses termodinamika.

Lantas, di lain pihak, ekspansi alam semesta itu dianggap sebagai gerak lain dari panah waktu. Yang jadi pertanyaan Zee, adakah dua jenis panah waktu itu saling berhubungan. Atau pertanyaan yang lebih spesifik lagi, bisakah kita membalikkan arah panah waktu itu. Para fisikawan eksperimental pening kepala mencoba menjawab pertanyaan itu. Soalnya, mereka tak tahu prosedur untuk membuktikannya. Para eksperimentalis memang bekerja bermodalkan prosedur operasional. Dengan itu mereka bisa menjadikan fenomena fisika menjadi teknologi. Dengan prosedur operasional yang mantap, fenomena fisika bisa mudah disaksikan, diukur, dan dimanfaatkan. Kali ini si teoretisi Zee, yang terkenal gara-gara buku fisika populernya yang laris, Fearful Symmetry, menawarkan prosedur operasional yang sederhana untuk membuktikan pembalikan waktu. Sebuah peristiwa fisika dibuat film, lantas film itu diputar mundur ke belakang.

Kalau ternyata pemutaran mundur itu tak memberikan fenomena yang aneh, berarti tak ada pembelokan terhadap panah waktu. Kalau tak ada pembelokan waktu, itu berarti proses ke depan peristiwa itu sama dengan proses ke belakang. Maka dikatakan di situ ada simetri. Logikanya, dimensi waktu pun dapat menjadi semacam dimensi ruang. Kalau di dalam ruang kita bisa meloncat ke kiri dan ke kanan, mengapa tak mungkin kita meloncat ke masa lampau, lalu ke masa depan? Ia memberikan contoh permainan base ball dalam rekaman. Seorang atlet memukul bola kencang, sampai bola keluar lapangan.

Ketika video itu diputar secara terbalik, terlihat hal yang aneh: bola meluncur dari luar lapangan dengan laju yang makin lama makin cepat, sebelum akhirnya membentur batang pemukul, dan membuat tangan si atlet terpental ke samping. Kata para eksperimentalis, dalam pemutaran terbalik terjadi fenomena yang menyalahi hukum fisika. Bola yang dilemparkan, karena bergesek dengan molekul-molekul udara, akan bertambah lambat, bukan bertambah cepat. Tapi sebentar, kata Zee. Seandainya gambar di video sangat tajam, pemutaran balik itu tidak menyalahi hukum fisika. Sebab di situ akan terlihat molekul-molekul udara bukannya mengerem bola, tapi mendorong bola itu hingga terjadi percepatan gerak bola.

 

Ini tentu saja terjadi karena film diputar balik. Dalam pemutaran biasa itu molekul mengerem bola, diputar balik arah rem berbalik menjadi mendorong. Satu nol untuk teoretisi fisika. Nah, untuk lebih ilmiah, eksperimen itu dilanjutkan dengan membahas bagaimana kalau yang diputar balik itu adalah film tentang atom. Kemudian Zee, dalam tulisan panjangnya itu, mengomentari eksperimen di Berkeley tentang fenomena munculnya zarah deuteron dan pion akibat tumbukan dua buah proton. Fenomena subatomik yang telah berumur 42 tahun itu lalu direkam dalam film.

 

Untuk perbandingan dibuat pula film yang menggambarkan proses kebalikannya: tumbukan pion dan deuteron yang menghasilkan dua proton. Ajaib, film pertama kalau diputar mundur persis sama dengan film kedua diputar biasa. Dan demikian sebaliknya. Itu berarti, dalam dunia subatomik pun tidak ada penyimpangan atas fenomena panah waktu bila terjadi pembalikan arah waktu. Contoh yang lebih baik datang dari eksperimen tahun 1956 tentang fenomena gerak elektron.

 

Tapi sebelum bicara soal ini, Zee mengingatkan pada permainan gasing. Anak-anak tahu bahwa gasing berputar pada sumbunya, sedangkan tepiannya berputar membentuk lingkaran. Zee menyebut fenomena itu dengan istilah khusus: precessing. Bila gerakan gasing itu difilmkan, lalu diputar ke belakang, yang tampak adalah kejadian bahwa gasing itu berputar pada arah yang sebaliknya, demikian pula sumbunya. Kita tahu, arah perputaran gasing itu mengikuti ke mana tali ditarik.

 

Dengan kata lain, hukum mengatakan, bahwa putaran gasing itu tak berubah ketika waktu diputar balik. Kembali pada soal gerak elektron, yang berputar seperti gasing, dan terus berputar. Di dunia mikroskopis pada level subatomik, zarah semacam elektron bebas dari friksi, dari gangguan. Secara relatif, elektron itu jauh dari zarah lain. Elektron seperti berada di ruang hampa dan tak terpengaruh gravitasi. Ia akan berputar selamanya mengikuti kelembamannya, dengan kecepatan tetap. Yang harus diingat, tulis Zee, adalah kenyataan bahwa medan magnet hanya dapat dibangkitkan oleh gerakan muatan listrik. Muatan yang diam hanya bisa membangkitkan medan listrik, bukan medan magnet.

 

Lantas, apakah elektron yang berputar itu terpengaruh oleh panah waktu? Zee mengajak orang melihat ke proyektor. Sebuah film tentang perputaran elektron disajikan, dan kemudian diputar mundur. Di situ tampak, elektron berputar ke arah yang lain. Inikah petunjuk adanya sebuah panah waktu? Dengan memperhatikan arah ke mana elektron berputar bisakah kita mengatakan ke arah mana film itu dimainkan? Tapi tunggu. Medan magnetik sebenarnya juga berjalan ke arah sebaliknya. Muatan yang bergerak sebaliknya membuat medan magnetik bergerak ke arah yang sebaliknya pula dalam film yang diputar mundur. Maka sulit untuk mengatakan bahwa film itu berjalan maju atau mundur. Sebagaimana halnya dengan perputaran gasing, bisa ke arah yang satu dan bisa ke arah yang lain, hanya melihat perputaran itu kita tak bisa tahu apakah film yang merekam perputaran itu diputar biasa atau diputar mundur.

 

Satu lagi bukti, bahwa elektron pun tak terpengaruh oleh pembalikan waktu. Bagaimana dengan putaran elektron pada medan listrik? Jika fenomena itu dibikin film, lantas kembali diputar mundur, ternyata medan listrik tidak mengikuti pembalikan ini, medan listrik tidak membalik arah. Kenapa? Karena yang ada di situ adalah muatan listrik yang diam tak bergerak. Kecuali bila elektron berputar ke arah lain. Film yang berjalan ke depan pun bakal ke-lihatan lain: medan listrik menunjuk arah yang sama dalam kedua arah putaran film, namun putaran elektron menunjukkan arah yang berbeda.

 

 

Bila itu terjadi, yakni elektron berpusing dalam medan listrik, pengesahannya mesti datang dari laboratorium. Atur perangkat di laboratorium, bangkitkan medan listrik dan masukkan sebiji elektron. ”Kalau Anda dapat melihat elektron itu berputar, bersiaplah terbang ke Stockholm untuk menerima hadiah Nobel. Anda akan terkenal karena menemukan panah waktu dalam hukum dasar fisika,” tutur Zee.
Profesor Zee sepertinya mau memberi penekanan, bahwa ide dasar itu tak dapat  disederhanakan. Dengan membalik waktu, medan magnetik membalik arah. Namun medan elektrik tidak demikian. Bila hukum fisika tak berubah di bawah pemutaran waktu, elektron tak mungkin berputar dalam sebuah medan listrik sebaik di medan magnet. Sejauh ini yang dibicarakan adalah elektron. Padahal, untuk kasus pembalikan waktu tak harus dikaitkan degan elektron. Bila demikian maka ada hal khusus yang harus dicatat. Yakni, kata Zee, sebuah partikel yang berputar pada medan listrik akan memiliki yang dinamakan momen sepasang muatan listrik (electric dipole moment). Jika setiap partikel memiliki saat sepasang listrik itu maka pembalikan waktu akan dipengaruhi oleh hukum dasar fisika.
Serangkaian eksperimen pernah dilakukan guna melihat apakah neutron memiliki saat sepasang muatan listrik itu. Pencarian gejala saat sepasang muatan listrik itu telah berjalan hampir 40 tahun. Kisah pencarian itu telah menggambarkan dengan baik perbedaan antara fisika teori dan eksperimen. Bagi teoretisi begitu mudah: sambil duduk-duduk mereka dapat membayangkan sebuah elektron berputar pada medan elektrik. Ini pekerjaan berat untuk kaum eksperimetalis, karena mereka harus mengobservasi semua gejala secara faktual. Profesor Zee mengakui, untuk eksperimen semacam itu secara teknis sulit.
Sebuah elektron tak dapat dimasukkan begitu saja ke medan listrik. Sebab medan listrik bakal mendorongnya keluar dari perkakas eksperimen. Hubungan antara teoretisi dan eksperimentalis memang sulit. Zee menggambarkan hubungan itu seperti berikut. Sekelompok orang tekun menghabiskan waktunya menggerayangi rumput kering untuk mencari sebatang jarum. Beberapa orang lain berdiri di pinggir lapangan dan dengan gaya mandor berteriak, ”Ayo, cari dengan lebih serius!” Jawab yang mencari, ”Kami tidak dapat menemukannya! Kami sudah mencari lebih dari 30 tahun! Kalaupun ada, panjangnya pasti lebih dari 10 pangkat minus 27 cm.” Sambil menggaruk kepala, yang dipingir lapangan berteriak: ”Hei, menurut perhitungan di sini jarum itu agak lebih kecil dari 10 pangkat minus 27 cm. Jangan menyerah!”

 

 
Percobaan yang sebenarnya baru dapat diwujudkan pada sebuah atom. Satu atom netral, tentu saja. Jika elektron memiliki satu saat sepasang muatan listrik, atom juga memilikinya. Apa yang membuat pemutaran balik waktu menjadi terasa misterius sebab selama ini hukum-hukum fisika belum mau menghargai soal pembalikan ruang. Setiap kali melihat cermin, orang melihat fenomena pembalikan ruang yang dikenal sebagai parity dalam fisika. Ahli fisika sering melupakan ini. Akhirnya Zee menegaskan pembalikan waktu, bagi para ahli teori fisika, disamakan dengan pembalikan dalam ruang. Dalam ruang simetri bisa terjadi sisi kiri dan kanan, atau antara bayangan di cermin dan benda aslinya.
Jadi dalam pembalikan waktu pun mestinya terkandung pengertian adanya kesebangunan antara masa lalu dan masa depan. Ingat saja kata Einstein bahwa ruang dan waktu berhubungan erat. Lalu mengapa orang bebas bergerak ke kiri atau ke kanan, namun tak dapat pindah ke masa lalu atau masa depan? Para fisikawan eksperimental sudah menyiapkan jawabannya: hukum fisika mengenal kiri dan kanan, tapi tak tidak mengenal masa lampau dan masa depan.
Tampaknya ada hal yang mesti diingatkan, hal yang sangat dijauhi oleh para ahli fisika. Yakni soal kesadaran manusia. Bukankah waktu adalah sebuah konsep dalam fisika yang tak mungkin kita bicarakan tanpa menariknya dalam kesadaran kita dalam tingkat tertentu? Jadi, adakah para eksperimentalis dapat membuat mesin waktu setelah berhasil menyingkapkan rahasia momen sepasang muatan listrik? Belum tentu, jawab Zee. Ia lalu berandai-andai. Misalkan di sebuah planet penduduknya tak mengenal air, tak mengenal kaca dan cermin. Tapi para ahli fisika di situ bisa membuktikan bahwa hukum-hukum dasar fisika berubah bila terjadi pembalikan ruang. Tak berarti lalu mereka bisa membuat cermin. Jadi? ”Maaf bila mengecewakan Anda, namun para fisikawan tetap belum bisa menghitung perbedaan antara masa lalu dan masa depan, dan karena itu mereka belum bisa mengirimmu mengarungi dimensi waktu,” kata Zee.
 
by

pepes

 
 
 
Advertisements

Misteri Aktivitas “UFO” di Area 51 Terungkap

Area 51 hanyalah fasilitas untuk menguji pesawat mata-mata milik AS

Aries Setiawan, Amal Nur Ngazis

Area 51, fasilitas rahasia milik militer AS

Area 51, fasilitas rahasia milik militer AS (space.com)

Teka-teki salah satu tempat paling misterius di dunia, Area 51, terungkap. Fasilitas rahasia milik militer Amerika Serikat di Gurun Nevada itu sebelumnya dihubungkan dengan riset UFO oleh militer AS.

Sebagaimana dilansir NBCnews, 18 Agustus 2013, Area 51 hanyalah fasilitas untuk menguji pesawat mata-mata milik AS, U-2, maupun pesawat rahasia lainnya.

Kepastian itu terungkap dalam dokumen yang bertitel “The Central Intelligence Agency and Overhead Reconnaissance: the U-2 and Oxcart Programs” milik agen intelijen AS, CIA.

Dokumen itu sebenarnya sudah dirilis pada Juni silam untuk memenuhi permintaan kebebasan informasi yang diajukan National Security Archive, Universitas George Washington pada 2005. “Ini resmi menandai penuntasan kerahasiaan tentang fakta Area 51,” jelas Jeffrey Richelson, peneliti National Security Archive.

Dokumen itu juga menggambarkan bagaimana pejabat militer Amerika Serikat terlibat dalam mencari lokasi yang cocok untuk ujicoba rahasia perencanaan proyek pesawat terbang mata-mata di Gurun Nevada pada April 1955 silam.

Akhirnya, para pejabat militer itu memilih landasan udara dekat danau Groom Lake atau dekat timur laut Nevada Proving Ground, sebuah fasilitas milik Energy Commissions (AEC).

Penulis sejarah CIA, Gregory Pedlow dan Donald Welzenbach mengatakan, situs yang dijuluki Paradise Ranch atau surga peternakan itu pertama kali mengujicoba pesawat U-2 pada 4 Agustus 1955. Kemudian selama bertahun-tahun juga digunakan untuk pelatihan pilot U-2.

Fasilitas Groom Lake telah digunakan untuk pengembangan penerus pesawat mata-mata. Termasuk Lockheed A-12 Oxcart dan D-21 Tagboard, juga pesawat serang darat siluman satu-satunya di dunia milik angkatan udara AS, F-117.

Karena sifat kerahasiaan yang tinggi dan fasilitas yang dijaga ketat, baik dari darat maupun udara, memunculkan spekulasi bahwa pada fasilitas itu terdapat penampakan objek terbang misterius atau UFO selama beberapa dekade.

Klaim penampakan UFO yang dilaporkan itu didukung kondisi pencahayaan pada sore hari di udara. Pasalnya, saat matahari akan tenggelam, pesawat pada ketinggian 20 ribu kaki akan tampak gelap, sementara pesawat U-2 masih dapat menangkap kilatan cahaya matahari meski berada pada ketinggian 60 ribu kaki.

Dua penulis itu juga menambahkan pesawat U-2 dan Oxcart berkontribusi lebih dari setengah laporan UFO sepanjang 1950-an dan sebagian laporan pada 1960-an, meski klaim ini dibantah penyidik UFO, Stanton Friedman.

Minggu, 18 Agustus 2013, 19:31
© VIVA.co.id

Bulan pada Jupiter Dapat Dihuni Manusia?

NASA berencana kirim tim ke Europa, satelit keenam Jupiter

Lismawati F. Malau, Tommy Adi Wibowo

Permukaan Europa, satelit keenam Planet Jupiter

Permukaan Europa, satelit keenam Planet Jupiter (NASA/Reuters)

Banyak hal misterius yang menyelimuti Europa, satelit keenam yang mengitari Planet Jupiter. Meski begitu, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) percaya suatu hari nanti Europa dapat dihuni manusia.

Untuk membuktikannya, NASA telah menyiapkan tim peneliti yang akan mendarat di permukaan bulan yang diselimuti es itu. Dikutip dari laman Dailymail, 12 Agustus 2013, ada tiga fokus utama NASA dalam penelitian di bulan Europa.

Pertama, menyelidiki bahan-bahan non-es di permukaan, seperti: kandungan garam, bahan-bahan organik, dan kontaminan atau zat-zat lainnya. Fokus kedua adalah untuk memetakan bulan secara geofisika, seperti menyelidiki terbentuknya es di permukaan Europa melalui pengukuran seismologi dan medan magnet di dalam tanah.

Terakhir, NASA fokus bagaimana cara mendaratkan pesawat ruang angkasa di permukaan es Europa. Hal ini juga untuk mengetahui apakah bebatuan di sana mendukung adanya kehidupan. “Mendaratkan pesawat di permukaan Europa merupakan tantangan teknis tersulit selama beberapa tahun belakangan ini,” kata Robert Pappalardo, peneliti ahli di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA.

Dia menambahkan tim peneliti masih fokus pada teknologi yang dibutuhkan untuk melakukan pendaratan di Europa. Ini adalah kunci utama agar para peneliti dapat meneliti di sana.

“Bulan Maret lalu, para peneliti telah mendapatkan bukti kuat, bahwa di dalam lapisan es Europa terdapat lautan air asin yang kaya akan zat-zat kimia,” tambah Pappalardo.

Sementara penelitian yang dilakukan oleh Profesor Mike Brown dari California Institute of Technology dan Kevin Hand dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA menemukan ada energi di dalam lautan air asin yang bisa mendukung kehidupan manusia. “Kami percaya terbentuknya lautan air asin di Europa hampir sama dengan terbentuknya laut air asin di Bumi,” kata Brown.

Europa pertama kali diteliti oleh misi Voyager pada tahun 1979 dan Galileo pada tahun 1990-an. Selain Europa, para peneliti juga percaya bahwa Encelade, bulan Planet Saturnus, juga bisa mendukung kehidupan manusia.

Senin, 12 Agustus 2013, 14:53 Ita

© VIVA.co.id

3 Bintang Terbesar dalam Jagat raya

Bintang adalah bola besar yang dihasilkan dari pembakaran plasma bersama oleh gravitasinya sendiri. Bintang yang paling akrab dengan kita adalah matahari. Namun, dibandingkan dengan banyak bintang-bintang lainnya di alam semesta, matahari termasuk bintang dalam tata surya yang sangat kecil. Berikut adalah 3 bintang terbesar (dengan diameter) yang ada di alam semesta versi Puncak Dunia.

*Hal yang perlu diingat adalah bahwa beberapa bintang yang disebutkan di bawah ini hanyalah bintang yang sudah dikenal, ada kemungkinan, bahwa ada bintang yang lebih besar di luar sana yang masih dalam penelitian. Kedua, sifat beberapa bintang adalah variabel, yang berarti bahwa mereka secara teratur dapat mengembang dan menyusut.*

1. VY Canis Majoris


VY Canis Majoris

Bintang terbesar yang telah ditemukan di alam semesta adalah VY Canis Majoris (VY CMa). Ini adalah hypergiant bintang merah yang terletak di konstelasi Canis Major. Bintang ini diperkirakan memiliki radius antara 1800 dan 2100 kali radius Matahari kita dengan diameter 3.063.500.000.000 m. Dengan ukuran ini akan mencapai hampir ke orbit Saturnus jika ditempatkan di tata surya kita. Canis Majoris adalah hypergiant bintang kelas merah yang terletak di rasi Canis Major dan terletak sekitar 4.900 tahun cahaya dari Bumi. Jika dilihat dari kecepatan cahaya VY Canis Majoris harus ditempuh 8 jam oleh kecepatan cahaya untuk mengitarinya sekali putaran.

Suhu permukaan bintang ini relatif lebih dingin dari Matahari yaitu 3.000 K, dibandingkan dengan Matahari yang hanya 5.800 K. Apabila bintang ini diganti Matahari dalam sistem surya, itu akan memperpanjang sampai ke Saturnus. Sebuah debu partikel awan besar yang telah dikeluarkan dari bintang ini memancarkan cahaya inframerah, yang membuatnya menjadi salah satu obyek paling terang di langit kita. Tidak seperti bintang-bintang besar lainnya VY Canis Majoris adalah bintang tunggal dan bukan sistem bintang yang dalam satu tata surya memiliki lebih dari satu bintang. Hal ini dikategorikan sebagai variabel semiregular dan memiliki estimasi masa 2000 per hari.

2. VV Cephei A


VV Cephei A

VV Cephei, juga dikenal sebagai HD 208816, adalah sistem bintang biner gerhana yang terletak di konstelasi Cepheus, sekitar 2.400 tahun cahaya dari Bumi. Hypergiant bintang merah ini diperkirakan berukuran antara 1.600 dan 1.900 kali radius Matahari. VV Cephei ini berukuran 2.664.800.000 km, artinya lebih besar 1.900 kali matahari dan lebih besar 649.800 kali bumi. VV Cephei adalah bintang yang sangat besar dan mempunyai massa yang tinggi, serta memiliki beberapa garis emisi, kelas luminositas spektral dan magnitudo mutlak.

Apabila ditempatkan di pusat tata surya, hypergiant ini kemungkinan akan memperpanjang masa lalu orbit Jupiter dan pendekatan Saturnus. VV Cephei adalah 275,000-575,000 kali lebih bercahaya dari matahari. Taksiran gerakan orbital VV Cephei A adalah sekitar 100 massa matahari, tapi luminositas yang menunjukkan suatu massa massa matahari 25-40. VV Cephei tidak sepenuhnya bulat, dikelilingi oleh cangkang yang sangat panjang dengan warna buram, ditambah dengan tungkai gelap, dan luminositas tidak stabil. Akibatnya, massa yang sebenarnya tidak diketahui.

3. Mu Cephei


Mu Cephei

Bintang ini juga terletak di konstelasi Cepheus. Bintang supergiant merah ini adalah sekitar 1650 kali radius Matahari. Bintang ini juga merupakan salah satu bintang paling terang di galaksi Bima Sakti, yakni dengan lebih dari 38.000 kali luminositas Matahari.

Mu Cephei juga dikenal sebagai bintang Herschel ‘s Garnet, yaitu bintang super raksasa merah di konstelasi Cepheus, pada 1550 jari-jari surya. Ini adalah salah satu bintang terbesar dan paling bercahaya dikenal di Bima Sakti. Bintang ini dikenal sebagai “Garnet Star” karena warna merah tua nya dan merupakan salah satu bintang yang paling intens berwarna yang pernah tercatat, apabila dilihat melalui teleskop.

Detail bintang ini berwarna merah delima dan bertype M2Ia(Red Supergiant Star). Mu Cephei berada pada jarak 5258 tahun cahaya dari Bumi dan bermagnitudo 4.23. Bintang ini seperti ditakdirkan untuk hidup terang tapi berumur sangat pendek, semakin besar bintang, semakin pendek hidupnya. Matahari bisa hidup selama sepuluh miliar tahun, tapi mu Cephei dan bintang-bintang besar lainnya hanya dapat hidup selama beberapa juta tahun saja. Evolusi Mu Cephei mungkin mirip dengan bintang bermassa tinggi lainnya, Kaler (1997), menjelaskan evolusi Mu Cephei dengan cara berikut. Dimulai dengan membakar hidrogen di intinya sampai tidak ada lagi yang tersisa, kemudian mengembang dengan status supergiant saat ini. Sekarang pembakaran helium terjadi di inti sedangkan pembakaran hidrogen terus di kulit luar. Karena begitu besar, energi gravitasi pada inti besar dan pembakaran nuklir lebih lanjut dapat terjadi.

3 Bintang Terbesar dalam Tata Surya – PuncakDunia.com | PuncakDunia.com

Death Star, Proyek Rahasia Senjata Pemusnah Planet

Sebuah petisi baru pembangunan Death Star yang diajukan pada website Gedung Putih sebagai bagian dari permintaan rakyat Amerika Serikat. Sejauh ini telah mengumpulkan lebih dari 25000 tanda tangan yang mendukung Amerika memiliki senjata pemusnah planet.

Diharapkan nantinya, pemerintahan Amerika akan mencurahkan sumber daya untuk membangun senjata pamungkas yang bisa memusnahkan planet.


Petisi Pembangunan Death Star

Situs Wired pada Desember 2012 lalu, sempat memberitakan isi petisi tersebut, menyatakan bahwa dengan memfokuskan sumber daya pertahanan Amerika dan menjadi sebuah platform keunggulan ruang angkasa dengan sistem senjata seperti Death Star. Pemerintah Amerika dapat menciptakan lapangan kerja di bidang konstruksi, engineering, eksplorasi ruang angkasa dan banyak lagi, serta memperkuat pertahanan nasional.

Petisi ini menuntut Presiden AS untuk membangun senjata pemusnah Death Star seperti yang ada di film Star Wars, dan mencapai lebih dari ambang batas 25,000 tanda tangan. Ambang batas ini mengharuskan pemerintah untuk merespon apakah akan membangun senjata fiksi Death Star yang mampu menghancurkan planet dengan laser super.

Hingga akhir Desember 2012, lebih dari 32,800 orang telah menandatangani petisi yang mendesak Gedung Putih untuk memulai pembangunan Death Star pada tahun 2016.

Ada banyak alasan kuat untuk menandatangani petisi, tetapi efektivitas Preasiden AS yang mendukung rakyat atau tidak sama sekali. Sebagian besar tanggapan lain hanyalah ringkasan dari tindakan pemerintah yang sebelumnya masih ada, bukan konsesi atau komitmen untuk mengevaluasi kembali atau studi kebijakan.

Nilai Ekonomi Pembangunan Death Star

 

 

Death Star adalah cerita fiksi ilmiah Star Wars Episode IV: A New Hope tentang senjata yang bisa merusak planet, tetapi kini antusiasme rakyat Amerika berusaha mendukung upaya pembangunan sejanta tersebut.

Death Star adalah nama kode senjata terkuat dan mengerikan yang dikembangkan oleh Kekaisaran dalam cerita Star Wars. Death Star pertama merupakan stasiun ruang angkasa besar yang membawa senjata dan mampu menghancurkan keseluruhan planet. Senjata ini tidak lain menjadi alat teror yang dimaksudkan untuk memaksa pemberontak dunia menyerah di bawah ancaman kehancuran.

Seperti yang dikutip Telegraph edisi 25 Februari 2012, bahwa siswa jurusan Ekonomi di Lehigh University Pennsylvania telah menghitung rencana itu akan memerlukan satu ton kuadriliun baja untuk membangun Death Star seperti yang ditampilkan dalam film.

Para siswa juga menghitung bahwa dengan semua besi di bumi, juga memungkinkan untuk membangun lebih dari 2 miliar Death Star. Bagaimanapun bahwa sebagian besar besi adalah inti dari sebuah planet. Sementara tingkat produksi baja saat ini berkisar 1,3 miliar ton per tahun, jadi diperkirakan pembangunan Death Star akan membutuhkan 833,315 tahun untuk memproduksi baja.

Biaya ini 13,000 kali produk domestik bruto dunia (GDP), atau berkisar £541,261 triliun untuk memasok baja sementara biaya konstruksi tenaga kerja dan lainnya akan menghabiskan biaya yang lebih tinggi. Diperkirakan model Death Star memiliki kepadatan serupa pada baja kapal perang modern.

Pembangunan Senjata Sains Fiksi

 

Seperti pada artikel yang lainnya, Ronald Reagan Bentuk Pertahanan Star Wars Selama Perang Dingin, dan mungkinkah Obama akan mengulang sejarah Ronal Reagan? Yang membangkitkan kejayaan Amerika Serikat di era perang dingin tetapi meningkatkan biaya anggaran belanja jauh lebih banyak dari pemerintahan sebelumnya.

Ada kecenderungan rasa takut bagi rakyat Amerika, diantaranya pergerakan asteroid 1036 Ganymed yang diperkirakan NASA mendekati Bumi beberapa tahun mendatang. Dan semua itu belum termasuk ancaman ketahanan negara yang dihantui kekuatan Asia dan Timur Tengah.

Ketika semua orang merasa terinspirasi dari sebuah film dan berfikir bahwa semua itu memungkinkan, maka mereka mengambil keputusan petisi yang dianggap sangat penting.

Bagaimana dari segi ekonomi? Ketika Reagan memimpin Amerika juga terjadi kehancuran ekonomi, sama halnya seperti kepemimpinan Obama yang sibuk membenahi perekonomian dalam negeri. Death Star bukanlah senjata biasa, tetapi mampu menghancurkan planet atau setidaknya menghapus sebuah benua dari map dunia.

sumber

Misteri Kembaran Gaib Manusia

 

 

Manusia sesungguhnya memiliki kembaran gaib. Di indonesia lebih sering disebut sebagai “sedulur papat”. Bagi praktisi spiritual, kembaran gaib amatlah nyata karena dapat diajak komunikasi dan bekerja sama. Bahkan pada tingkatan tertentu, kita dapat berada pada beberapa tempat pada waktu yang bersamaan. Di luar negeri, misteri kembarang gaib ini disebut sebagai Fenomena Doppelganger. Dalam sejarah, ada banyak catatan mengenai orang-orang yang mengaku berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri. Fenomena ini sering disebut dengan istilah doppelganger.
Doppelganger
Doppelganger berasal dari kata Jerman yang berarti Double Walker. Istilah ini digunakan untuk merujuk kepada bayangan diri yang dipercaya menyertai setiap manusia di bumi ini.Fenomena ini berbeda dengan penampakan hantu. Jika penampakan hantu berarti seseorang melihat citra orang yang telah meninggal, maka fenomena doppelganger berarti melihat bayangan seseorang yang masih hidup.

Dalam banyak kasus, Doppelganger dipercaya sebagai tanda-tanda kematian. Konon Ratu Elizabeth I berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri sebelum meninggal. Entah kapan fenomena ini pertama kali muncul. Namun pada tahun 1691, ditemukan catatan mengenai Doppelganger yang ditulis oleh Robert Kirk yang menulis bahwa fenomena ini telah muncul dalam kisah-kisah rakyat Skotlandia dan Irlandia.

Kasus Dr.Wynn Wescott

http://anehdidunia.com
Pada tanggal 12 April 1888, di British Museum of London, sebuah laporan doppelganger menciptakan kehebohan diantara karyawan museum. Dr. Wynn Wescott dan Pendeta W.T Lemon dijadwalkan untuk bertemu di ruang baca museum. Pendeta Lemon tiba beberapa menit lebih awal dan melihat Dr. Wescott sedang terlibat pembicaraan dengan seorang rekannya yang bernama Mrs. Salmon.

Tak berapa lama kemudian, Mrs Salmon dengan sopan mengucapkan salam kepada Dr.Wescott dan meninggalkan pembicaraan. Ia berjalan melewati pendeta Lemon dan juga memberi salam. Lalu, Mrs Salmon menoleh ke Dr.Wescott untuk memberitahu bahwa Pendeta Lemon telah tiba. Namun ia terkejut karena menyadari bahwa Dr. Wescott yang tadi berdiri telah hilang.

Pendeta Lemon dan Mrs. Salmon lalu bertanya kepada resepsionis dan petugas museum lainnya. Mereka mendapatkan jawaban yang sama. Semua memang melihat Dr. Wescott masuk ke ruangan itu, namun tidak ada yang melihat ia meninggalkan ruang tersebut. Kaget dan kuatir, mereka mengecek ke rumah Dr. Wescott dan tidak disangka mereka menemukan Dr. Wescott sedang terbaring di ranjang, sakit dan tidak meninggalkan tempat tidurnya sejak pagi.

Kasus Abraham Lincoln

http://anehdidunia.com
Kasus doppelganger lainnya yang juga termahsyur adalah kasus yang dialami oleh Abraham Lincoln. Kisah ini diceritakan oleh Noah Brooks yang mengaku mendengarnya langsung dari Lincoln. Diceritakan bahwa saat Lincoln terpilih menjadi presiden, ia menjumpai “dirinya” dengan dua wajah di ruang tamunya. Satu wajah lebih pucat dibanding yang lainnya. Ketika ia mendekatinya, bayangan itu menghilang.

Lalu ia menghempaskan tubuhnya ke sofa untuk beristirahat dan bayangan itu muncul kembali. Beberapa hari kemudian, bayangan dirinya dengan dua wajah itu kembali muncul. Namun penampakan itu adalah penampakan yang terakhir kalinya. Ketika ia menceritakannya kepada istrinya, istrinya berkata bahwa dua wajah itu berarti Lincoln akan terpilih sebagai presiden untuk dua kali masa jabatan, sedangkan wajah kedua yang lebih pucat menunjukkan kalau ia tidak akan hidup melewati masa jabatan keduanya. Entah darimana istrinya mengetahui hal itu, namun prediksinya terbukti benar karena pada tahun 1865 Lincoln terbunuh pada saat memegang masa jabatan keduanya.

Kasus Emilie Sagee

Dari antara semua kasus doppelganger yang ternama, mungkin kasus ini adalah kasus yang paling membingungkan. Kisah ini diceritakan oleh Robert Dale Owen yang mendengarnya dari Julie Von Guldenstubbe, anak kedua Baron Von Guldenstubbe. Pada tahun 1845, ketika Julie berusia 3 tahun, ia menghadiri sekolah von Neuwlcke, sebuah sekolah khusus perempuan di dekat Latvia. Salah satu gurunya adalah seorang perempuan 32 tahun bernama Emilie Sagee.

Walaupun Ms.Sagee dikenal sebagai guru yang baik, beredar rumor di sekolah tersebut bahwa “kembaran” Ms.Sagee sering terlihat muncul dan menghilang di hadapan para murid. Pernah suatu kali diceritakan bahwa sementara Ms.Sagee sedang menulis di papan tulis, kembarannya yang sama persis muncul di sampingnya. Doppelganger itu meniru persis semua gerakan Ms.Sagee, bedanya ia tidak memegang kapur tulis. Peristiwa ini disaksikan oleh 13 murid di kelas tersebut.

Yang lebih luar biasa lagi adalah kejadian yang terjadi pada hari berikutnya. Pada saat itu, 42 murid sedang berkumpul di aula untuk pelajaran menjahit. Ms.Sagee sedang ada di kebun dan jelas terlihat dari jendela oleh para murid. Tiba-tiba, doppelganger Ms.Sagee muncul dan duduk di kursi di depan ruangan. Seorang murid yang pemberani berjalan maju dan berusaha menyentuh makhluk itu, namun ia merasakan ada sebuah hambatan yang tidak terlihat menghalanginya. Lalu doppelganger tersebut menghilang secara perlahan.

Ms.Sagee sendiri mengetahui hal ini, namun ia juga tidak mengerti fenomena apa yang sedang berlangsung. Menurutnya, ketika doppelgangernya muncul, ia dapat merasakan kelelahan yang amat sangat. Bahkan wajahnya berubah menjadi pucat pasi.

Doppelganger dan Budaya

Fenomena doppelganger memiliki banyak penjelasan beragam di berbagai bagian dunia. Di Denmark, ada sebuah kisah yang menyebutkan seekor Troll (makhluk mitos) menculik seorang wanita hamil dan kemudian menggantinya dengan doppelgangernya untuk menutupi kejahatannya.

Di dalam tradisi Yahudi, setiap orang dipercaya memiliki malaikat yang berwajah mirip sepertinya yang kadang-kadang muncul dan menampakkan diri. Di dalam tradisi dan kepercayaan beberapa negara lainnya, doppelganger secara sederhana diartikan sebagai roh jahat yang mengambil rupa seorang manusia.

Teori Dr.Peter Brugger

Dalam konteks sains, Dr.Peter Brugger dari Zurich University Hospital, mengajukan teori adanya Doppelganger Syndrom. Sindrom ini, menurut Dr.Brugger adalah sebuah perasaan dimana seorang pasien amputasi bisa merasakan kembali adanya anggota badan yang telah hilang. Dalam kasus Doppelganger, bukan hanya sebagian anggota badan yang dirasakan, melainkan seluruh tubuh “tambahan” dirasakan ada di luar tubuh dan berada diluar kendalinya.

Menurut Dr.Brugger, sindrom ini bisa terjadi ketika syaraf kita mengalami goncangan sehingga kita akan membawa representasi internal diri yang kemudian ditransfer ke dunia luar. Ini biasa terjadi ketika kita sedang mengalami stres, kesepian atau ketika otak kita mengalami luka atau tumor. Bagi Brugger, fenomena syaraf ini dapat menjelaskan adanya “teman imajiner” yang dialami oleh banyak anak kecil.

Eksperimen Shahar Arzy

Selain Dr.Brugger, penjelasan ilmiah lainnya juga muncul pada September 2006 di Majalah Nature. Majalah itu merilis hasil eksperimen yang dilakukan oleh Shahar Arzy dan rekannya di University Hospital, Jenewa, Swiss. Mereka tanpa diduga berhasil menciptakan fenomena Doppelganger dengan menggunakan stimulasi elektromagnetik yang diberikan pada otak pasien.

Sang pasien disuruh berbaring diam di atas tempat tidur, lalu, mereka memberikan stimulasi elektrik pada Temporoparietal Junction (TPJ) di otak kirinya. Ketika stimulasi itu diberikan, dengan segera sang pasien bisa merasakan adanya kehadiran orang lain di tempat itu. Dengan demikian, eksperimen ini membuktikan bahwa fenomena ini mungkin berhubungan dengan terganggunya aktifitas otak.

Menurut Arzy, eksperimen ini mungkin dapat menjelaskan mengenai halusinasi yang sering dialami oleh penderita Schizoprenia atau paranoia. Penjelasan Dr.Brugger ataupun Shahar Arzy memang dapat menjelaskan pengalaman Lincoln, namun tidak dapat menjelaskan pengalaman Dr.Wescott dan Ms.Sagee. Misalnya dalam pengalaman Ms.Sagee, mungkinkah 42 orang murid tersebut mengalami gangguan Temporoparietal otak kiri secara bersamaan?

Adapun di beberapa Blog menyebutkan cara melihat kembaran gaib kita
  • cabut 7 helai rambut kepala anda.
  • Ambil 7 potongan kuku tangan atau kakiterus anda letakan semua di sehelai kain putih (apa aja, yg penting putih).
  • Setelah itu gulung  kain putih yang ada isinya tadi. Ambil jeruk purut, satu aja, Anda peras sampai abis.
  • Air perasan tadi Anda tetesin di gulungan kain putih.
  • Gulungan kain tadi Anda letakan ditaman atau halaman rumah, dimana saja yang penting deket pager rumah, kalo bisa jangan ketauan orang lain, tidak perlu ditanam letakan diantara tumbuhan.
    tunggu kira-kira 7 hari, kemungkinan kembaran Anda dateng, tidak sampai malem kedelapan, dia bisa muncul dimana saja, tidak akan mengganggu, cuma muncul sepintas, biasanya kembaran itu niru apa yang udah pernah kita kerjakan atau yang lagi kita kerjakan, dia tidak bisa diliat oleh orang lain, cuma kita sendiri.
  • Terserah anda menilai percaya tidak percaya

Baca juga Kisah Putroe Neng Dengan 100 Suami

sumber: berbagai website

70.000 Ton Uranium Indonesia Jadi Incaran Negara Penjajah


Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memperkirakan terdapat cadangan 70 ribu ton Uranium dan 117 ribu Thorium yang tersebar di sejumlah lokasi di Indonesia, yang bisa bermanfaat sebagai energi alternatif di masa depan.

“Untuk Uranium potensinya dari berbagai kategori, ada yang dengan kategori terukur, tereka, teridentifikasi dan kategori hipotesis, sedangkan Thorium baru kategori hipotesis belum sampai terukur,” kata Direktur Pusat Pengembangan Geologi Nuklir Batan Agus Sumaryanto di sela peluncuran Peta Radiasi dan Radioaktivitas Lingkungan di Jakarta, Senin (20/5/2013).

Sebagian besar cadangan Uranium kebanyakan berada di Kalimantan Barat, dan sebagian lagi ada di Papua, Bangka Belitung dan Sulawesi Barat, sedangkan Thorium kebanyakan di Babel dan sebagian di Kalbar.

Kajian terakhir dilakukan di Mamuju, Sulbar, di mana deteksi pendahuluan menyebut kadar Uranium di lokasi tersebut berkisar antara 100-1.500 ppm (part per milion) dan Thorium antara 400-1.800 ppm.

Ia mengatakan, pihaknya telah menyusun Peta Radiasi dan Radioaktivitas Lingkungan sebagai data dasar, sehingga kalau ada kenaikan radiasi yang disebabkan faktor bukan alami misalnya radiasi hasil lepasan industri atau kecelakaan nuklir, bisa diketahui dengan cepat.

Pakar ekonomi dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan, Syarkawi Rauf mengatakan, kandungan tambang uranium di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, kini menjadi incaran beberapa negara asing.

 

“Potensi tambang uranium di Mamuju merupakan yang terbaik di Indonesia. Sehingga pemanfaatannya harus hati-hati dan dikelola untuk kemakmuran rakyat, bukan menguntungkan pihak asing,” kata Syarkawi Rauf ketika dihubungi di Makassar, Senin (13/5).

Menurutnya, pemanfaatan uranium bukan hanya untuk menghasilkan tenaga nuklir untuk kepentingan pertahanan, tapi juga untuk dikelola sebagai bagian pengembangan ekonomi.

“Misalnya, sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dalam mendukung ketersediaan listrik di provinsi hasil pemekaran Sulsel ini,” katanya.

Dia mengatakan, sadar atau tidak, kandungan uranium di Sulbar telah diketahui banyak negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat (AS), Rusia, China, dan banyak negara besar lainnya. Karenanya, tambah Syarkawi, pemerintah RI tidak boleh gegabah jika memiliki rencana mengelola sumber energi tersebut.

Kalau untuk kepentingan ekonomi domestik dan memenuhi kebutuhan ketersediaan pasokan listrik, kata Syarkawi, maka reaktor nuklir untuk pembangkit listrik bisa didirikan di Sulbar.

“Kalau kita bisa memanfaatkan uraium sebagai sumber energi listrik, daerah ini akan maju dan tidak akan pernah kekurangan listrik. Hanya saja kita belum punya teknologi untuk memanfaatkan uranium,” kata Syarkawi.

Syarkawi yang juga anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pusat ini mengatakan kebutuhan akan energi sampai saat ini mengalami peningkatan yang sangat pesat.

“Peningkatan kebutuhan akan energi merupakan sebuah bentuk penyesuaian dengan kemajuan zaman. Satu sumber energi yang posisinya sangat vital bagi masyarakat adalah energi listrik,” katanya.

 

Dia menjelaskan, listrik bisa dihasilkan dengan mendirikan PLTN. Jenis pembangkit listrik seperti itu menggunakan proses pembelahan inti atom uranium yang akan menghasilkan energi nuklir yang sangat besar.

 

“Itu sebabnya, Iran sangat ngotot mengembangkan dan mengelola sendiri nuklirnya. Karena listrik yang dihasilkan sangat besar dan mampu memenuhi kebutuhan negaranya,” kata Syarkawi.

Sikap Iran untuk tidak menyerahkan pengelolaan uraniumnya kepada negara asing, kata dia, patut dijadikan contoh sehingga pemerintah RI harus berhati-hati.

 

Kedatangan utusan Pemerintah Amerika Serikat (AS) ke Sulbar, ungkap Syarkawi, harus benar-benar dimanfaatkan untuk membangun kerjasama yang saling menguntungkan.

“Mereka boleh bawa bantuan masuk, tapi tidak berarti boleh mengambil apa saja yang mereka mau. Kalau memang ada kerjasama maka harus saling menguntungkan. AS bisa masuk dalam bantuan teknologi dan dana. Kerjasamanya harus berbentuk ‘mutual partnership’,” ujar Syarkawi.