Warna Mata, Cara Baru Analisis Penyakit

Karakteristik mata menentukan kecenderungan gangguan tubuh seseorang

Wuri Handayani, Marlina Irdayanti

Karakteristik warna mata digunakan untuk menentukan
kecenderungan penyakit seseorang. (topsecretbeauty.com)
Kesehatan kini menjadi hal yang semakin mudah dideteksi. Beberapa ahli juga menggunakan warna mata sebagai petunjuk risiko kesehatan seseorang. Secara teori, mereka menyebut bahwa karakteristik warna mata berkaitan dengan ketahanan dan kemampuan tubuh beradaptasi.

 

Peneliti dari University of South Australia Matthew Leach mengatakan, dia terbiasa menggunakan analisis warna mata untuk menentukan kecenderungan penyakit pasien.

“Analisis ini bukan sebagai alat diagnostik yang berdiri sendiri, tetapi sebagai alat lain untuk membantu diagnosis. Anda mungkin memiliki setumpuk tanda-tanda klinis yang menunjuk pada penyakit tertentu, dan pendekatan ini mendukung keseluruhan penjelasan,” ujarnya seperti dilansir News.com.

 

Sebelum memahami analisis tersebut, Leach memberikan pemahaman tentang masing-masing individu dan karakteristiknya. Termasuk, genotipe yang mengungkapkan jenis dan proses patologis tertentu, yang mungkin terjadi pada setiap individu.

 

Secara garis besar, ia menggunakan tiga warna mata atau iris untuk menganalisis risiko kesehatan.

 

Mata biru

Mata biru disebut juga limfatik. Warna mata ini biasanya dimiliki oleh orang-orang dengan pigmen kulit rendah. Orang-orang dengan mata biru memiliki kecenderungan pada masalah air, tubuhnya cenderung menahan air dan mengalami gangguan limfatik.

Meski secara umum kondisi tubuh mereka lebih sehat dibanding orang bermata cokelat, tetapi penyakit yang sering mengganggu para pemilik mata biru adalah gangguan sistem pernapasan dan saluran kencing.

Orang bermata biru juga rentan terhadap alergi, penyakit kulit seperti eksim, dan dermatitis seborrea, sinus kronis, sesak napas, nyeri serta infeksi telinga, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, stres, ginjal, dan gangguan kandung kemih.

Mata cokelat

Mata cokelat dikenal dengan hematogenic. Pigmen cokelat pada mata biasanya berbentuk mirip karpet yang mengelilingi iris. Orang dengan mata cokelat kerap mengalami gangguan komposisi darah, hati, dan pencernaan.

Selain itu, penyumbatan vena, kekurangan mineral, intoleransi laktosa, dan penurunan kadar sel darah putih.

Mata cokelat kehijauan

Orang dengan mata cokelat kehijauan sering dikaitkan dengan gangguan empedu dan pencernaan akibat masalah liver. Karakteristik mata ini tersusun dari bahan-bahan aliran darah yang telah rusak, karena ketidakseimbangan liver.

Masalah yang paling sering dialami adalah gangguan pencernaan, hati, usus, kantung empedu, dan gangguan pencernaan. (art)

Selasa, 24 September 2013, 16:57 WIB

• VIVAlife

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Join 146 other followers

  • September 2013
    M T W T F S S
    « Aug   Oct »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30