Hati-hati, Tidak Asal Pakai Air Freshner, Dapat Merusak Otak

 

Vela Andapita

 

 

 

Foto: Ilustrasi/ Thinkstock

 

Jakarta, Air freshner atau penyegar udara biasa diletakkan di mobil atau ruangan untuk mengusir bau yang tidak sedap. Namun hati-hati saat membeli dan memakai produk penyegar udara. Sebab ada kandungan zat kimia berbahaya dalam penyegar udara tertentu yang bisa mengganggu kesehatan, bahkan dalam jangka panjang bisa merusak otak.

Adalah penelitian di Malaysia yang mengungkapkan adanya penyegar udara yang mengandung zat-zat kimia berbahaya. 6 Produk yang digunakan masyarakat Negeri Jiran diuji dan hasilnya diketahui ternyata keenam produk tersebut mengandung empat zat kimia berbahaya: toluene, benzene, formaldehida, dan phthalates. Demikian dikutip dari Asia One, Kamis (19/9/2013).

Keenam produk penyegar udara itu dibuktikan mengandung zat-zat kimia berbahaya dalam kadar yang relatif tinggi. Misalnya phthalates yang terdapat pada 4 dari 6 produk yang diuji. Phthalates mengandung Endocrine Distrupting Substances (EDS), yang apabila memapar tubuh manusia dalam jangka waktu panjang, dapat menyebabkan kerusakan sistem imun tubuh dan otak.

Menurut Ratna Devi Nadajaran, CEO Malaysian Association of Standards Users yang memprakarsai penelitian ini, kontak yang terlalu lama dan sering dengan EDS dapat pula menyebabkan pria berperilaku seperti wanita, dan begitu pula sebaliknya.

“EDS juga bisa memperlambat perkembangan organ vital, bahkan hingga kelahiran bayi premature bagi ibu hamil. Sejauh mana EDS dapat merusak tubuh, memang tergantung dengan kondisi tubuh masing-masing. Yang paling berisiko mengalami dampak adalah ibu hamil dan anak-anak,” jelas Ratna.

Lebih parah lagi, beberapa produk penyegar ruangan yang diuji Ratna dan tim, mengandung campuran berbagai tipe phthalates. Jelas resikonya bagi kesehatan akan lebih berragam dan berbahaya. Selain itu, dua produk penyegar ruangan yang diuji yang terbukti mengandung toluena, berpotensi merusak hati, ginjal, dan otak jika digunakan dalam waktu yang cukup lama.

Keenam produk penyegar udara itu diproduksi di Malaysia, dan dari penelitian ditemukan produk tersebut mengandung toluena dengan kadar yang paling tinggi dibanding produk lainnya. Selain itu, phthalates yang ada di dalam produk tersebut terdiri dari tiga tipe, yang artinya memperbesar potensi kerusakan yang dapat disebabkan.

Ratna mengatakan, dewasa ini, terutama di wilayah perkotaan, banyak orang yang menghabiskan waktunya di dalam mobil dengan penyegar udara. Nah, hal ini mengakoibatkan banyak dari mereka yang menghirup ‘racun’ dari penyegar udara yang dipasang di mobil.

“Gejala sakit yang paling sering terjadi yang disebabkan oleh penyegar ruangan ini adalah pusing, mual, dan depresi,” jelas Ratna.

Jumat, 20/09/2013 11:01 WIB

(vit/vit)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s