Menguak “Operasi Alpha”, Operasi Sangat Rahasia Era Rezim Orde Baru

Menguak “Operasi Alpha”, Operasi Sangat Rahasia Era Rezim Orde Baru


“Operasi Alpha” (Alpha Operation), TNI-AU Melakukan Pembelian 32 Pesawat A4 Skyhawk Secara Rahasia Dari Israel.“Mengecewakan! Rencana terbang yang susah payah sudah kususun rapi, langsung dibatalkan pagi-pagi. Aku mendapat perintah untuk menghadap komandan skadron. Yang terpikir, aku tidak lulus latihan terbang di Israel dan pulang ke Indonesia sebagai pilot pesakitan.

Semua bayangan buruk musnah sudah. Aku ternyata menerima perintah baru untuk terbang dalam format sama, tetapi berbeda rute. Sebuah peta disodorkan lengkap dengan titik-titik rute.

Ada sebuah garis merah yang wajib diterobos masuk dan dalam waktu dua belas menit harus kembali ke luar. Yang membuatku gugup, garis merah itu adalah garis perbatasan antara Israel dan Suriah”.

Cerita diatas adalah sepenggal kisah dari seorang pilot yang tergabung dalam Operasi Alpha (Operation Alpha), yaitu operasi clandestine (operasi gelap, diam-diam dan sangat rahasia) terbesar yang dilakukan oleh TNI AU, dimana TNI AU melatih pilot dan melakukan pembelian 32 pesawat A-4 Skyhawk dari Israel.

Berikut adalah kutipan tentang Operasi Alpha yang diambil dari buku otobiografi Djoko F Poerwoko “Menari di Angkasa”.

Operasi Alpha

Memasuki tahun 1979, isu tentang bakal dilakukannya pergantian kekuatan pesawat-pesawat tempur TNI AU sudah mulai bergulir. Hal ini sebenarnya wajar saja, mengingat kondisi pesawat tempur F-86 Sabre dan T-33 Thunderbird memang sudah tua.


pesawat tempur milik TNI AU yang sudah tua, F-86 Sabre (Atas) dan T-33 Thunderbird (Bawah).

Karena kedua jenis pesawat tersebut sudah tua, sehingga kemudian pemerintah harus mencari negara produsen yang bisa menjual pesawatnya dengan segera. Amerika Serikat ternyata dapat  memberikan 16 pesawat F-5 E/F Tiger II. Tetapi ini masih belum cukup untuk mengisi kekosongan skadron-skadron tempur Indonesia.

Dari penggalian intelijen, Mabes ABRI ternyata kemudian mendapatkan berita, bahwa Israel bermaksud akan melepaskan armada A-4 yang mereka miliki. Indonesia dan Israel memang tidak memiliki hubungan diplomatik.

Akan tetapi pada sisi lain, pembelian armada pesawat tersebut akhirnya terus diupayakan secara klandestin (rahasia), oleh karena pasti akan menjadi polemik dalam masyarakat apabila tersiar di media massa.

Menuju Arizona, Amerika Serikat

Usai tugas menerbangkan F-86 Sabre aku sempat terbang lagi dengan T-33. Namun pada kenyataannya, kondisi kedua pesawat tempur tersebut sudah sangat jauh menurun. Kami semua akhirnya bersyukur, setelah dibuka dua proyek besar untuk mendatangkan kekuatan baru melalui Operasi Komodo yakni pesawat Northrop F-5 E/F Tiger II, serta Operasi Alpha untuk menghadirkan pesawat A-4 Skyhawk.

Kerahasiaan tingkat tinggi sudah terlihat dari tata cara pemberangkatan personel. Saat kami semua sudah siap untuk berangkat, tidak seorang pun tahu, kemana mereka harus pergi.

Operasi Alpha dimulai dengan memberangkatkan para teknisi Skadron Udara 11. Setelah tujuh gelombang teknisi, maka berangkatlah rombongan terakhir yang terdiri dari sepuluh penerbang untuk belajar mengoperasikan pesawat.

Sebagai tim terakhir, kami mendapat pembekalan secara langsung di Mabes TNI AU. Awalnya hanya mengetahui bahwa para penerbang akan berangkat ke Amerika Serikat untuk belajar terbang disana sedangkan informasi lainnya masih sangat kabur.

Setelah mengurus segala macam surat-surat dan beragam kelengkapan berbau “Amerika”, akhirnya kami berangkat menuju Singapura, dengan menggunakan penerbangan Garuda Indonesia dari Bandara Halim Perdanakusuma.

Kami mendarat pada senja hari di Bandara Paya Lebar, Singapura, langsung diantar menuju hotel Shangrila.

Di hotel tersebut ternyata telah menunggu beberapa petugas intel dari Mabes ABRI, berikut sejumlah orang yang masih asing dan sama sekali tidak saling dikenalkan.

Kami akhirnya mulai menemukan jawaban bahwa arah sebenarnya tujuan kami bukanlah ke Amerika Serikat melainkan ke Israel. Sebuah negara yang belum terbayangkan keadaannya dan mungkin paling dibenci oleh masyarakat Indonesia.

Saat itu salah satu perwira BIA (Badan Intelijen ABRI, BAIS sekarang) yang telah menunggu, segera mengambil semua paspor yang kami miliki dan mereka ganti dengan Surat Perintah Laksana Paspor (SPLP). Keterkejutanku semakin bertambah dengan kehadiran Mayjen Benny Moerdani, waktu itu kepala BIA, mengajak rombongan kami makan malam.

Dalam kesempatan tersebut beliau dengan wajah dingin dan kalimat lugas, tanpa basa-basi langsung saja mengatakan:

”Misi ini adalah misi rahasia, maka yang merasa ragu-ragu, silahkan kembali sekarang juga. Kalau misi ini gagal, negara tidak akan pernah mengakui kewarganegaraan kalian. Namun, kami tetap akan mengusahakan kalian semua bisa kembali dengan jalan lain. Misi ini hanya akan dianggap berhasil, apabila ‘sang merpati ‘ (pesawat yang dibeli – pen.) telah hinggap…”

Mendengar ucapan beliau, perasaanku langsung bergetar! Wah, ini sudah menyangkut operasi rahasia beneran mirip James Bond, bahkan sekalanya lebih besar!

:

Leonardus Benyamin Moerdani (wikipedia)

Bagaimana mungkin membawa satu armada pesawat tempur masuk ke Indonesia tanpa diketahui orang?

Rasa terkejut semakin besar, oleh karena kami bersepuluh kemudian langsung berganti identitas yang mesti kuhapal diluar kepala saat itu juga.

Setelah acara makan malam di hotel, kami harus segera bergegas kembali menuju Bandara Paya Lebar Singapura dan terbang menuju Frankfurt dengan menggunakan Boeing 747 Lufthansa.

Mulai sekarang, kami tidak boleh bertegur sapa, duduk saling terpisah, namun masih dalam batas jarak pandang.Begitu mendarat di Bandara Frankfurt, kami harus berganti pesawat lagi untuk menuju Bandara Ben Gurion di Tel Aviv, Israel. Perjalanan semakin aneh, baru saja berdiri bengong karena masih jet lag, tiba-tiba seseorang langsung menyodorkan boarding pass untuk penerbangan berikutnya tersebut, yaitu ke Tel Aviv.

Sampai di Bandara Ben Gurion Tel Aviv sesudah terbang sekitar empat jam, aku pun turun bersama para penumpang lain dan teman-temanku. Saling pandang dan cuma melirik saja, harus kemana jalan, cuma mengikuti arus penumpang lain yang menuju pintu keluar.

Tetapi tanpa terduga, sebagai bagian dari operasi intelijen, kami malah mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Karena kami langsung ditangkap dan digiring petugas keamanan bandara Ben Gurion!

Hanya bisa pasrah, oleh karena memang tidak tahu skenario apalagi yang harus dijalankan, yang ada hanya manut saja dengan hati berdebar.

Tamatlah riwayatku kini. Kubayangkan, betapa hebatnya agen rahasia Mossad yang dapat dengan cepat mengendus penumpang gelap tanpa paspor yang berusaha menyelundup masuk ke negaranya.Meski dengan sopan si Mossad memperlakukan kita, namun tetap saja kami berpikiran buruk.

Kami semua akan langsung dideportasi atau dihukum mati minimal dipenjara seumur hidup. Sebab tidak ada bukti, siapa yang memberi perintah datang ke Israel.

Sampai diruang bawah tanah, perasaan kami tenang setelah melihat para perwira BIA yang dilibatkan dalam Operasi Alpha ada disana. Kemudian baru aku tahu, kami memang sengaja di-skenario-kan untuk ditangkap dan justru bisa lewat ‘jalur khusus’ guna menghindari public show apabila harus ke luar lewat jalur umum.

Kami langsung menerima brifing singkat mengenai berbagai hal yang harus diperhatikan selama berada di Israel. Yang tidak enak adalah kegiatan sesudahnya yaitu sweeping segala macam barang bawaan yang berlabel made in Indonesia.Kami juga diajarkan untuk menghapal sejumlah kalimat bahasa Ibrani, “Ani tayas mis Singapore” yang artinya aku penerbang dari Singapura. Ada sapaan “boken tof ” berarti selamat pagi dan shallom sebagai sapaan saat bertemu dengan kawan.

Eliat, Pangkalan Udara Rahasia

Semalam tidur di hotel, kami kemudian diangkut dalam satu mobil van menuju arah selatan menyusuri Laut Mati. Setelah dua hari perjalanan, kami sampai dikota Eliat.

Perjalanan dilanjutkan kembali ditengah padang pasir, setelah melewati beberapa pos jaga, akhirnya van masuk ke sebuah pangkalan tempur besar diwilayah barat kota Eliat.

Di Israel, pangkalan tidak pernah memiliki nama pasti. Nama pangkalan hanya berupa angka dan bisa berubah.

Bisa saja nama pangkalan itu adalah base number nine dihari tertentu, namun esoknya bisa diganti dengan angka lain. Sesuai kesepakatan bersama, kami menyebut tempat ini dengan ‘Arizona’ oleh karena dalam skenario awal kami memang disebutkan akan berlatih terbang di Amerika.

Total waktu rencana pelatihan selama empat bulan. Selama itu para penerbang melaksanan kegiatan pelatihan, dari ground school hingga bina terbang, agar mampu mengendalikan pesawat A-4 Skyhawk. Latihan terbang diawali dengan general flying sebanyak dua jam, ditemani instruktur Israel.

Setelah itu, kami semua sudah boleh terbang solo. Latihan kemudian dilanjutkan dengan pelajaran yang lebih tinggi tingkat kesulitannya. Kali ini kami harus mampu mengoperasikan pesawat A-4 sebagai alat perang.

Selama di Eliat, walau terjadi berbagai macam masalah, namun tidak sampai mengganggu kelancaran latihan. Masalah utama tentunya bahasa, sebab tidak semua penerbang Israeli Air Force (IAF) bisa berbahasa Inggris, sedangkan kami tidak diajari berbahasa Ibrani secara detail.

Masalah lain adalah telalu ketatnya pengawasan yang diberlakukan kepada para penerbang. Bahkan kami semua selalu dikawani satu flight pesawat tempur selama berlatih.

Pelajaran terbang yang efektif. Misalnya terbang formasi tidak perlu jam khusus tetapi digabung latihan lain seperti saat terbang navigasi atau air to air, sehingga dengan jam yang hanya diberikan sebanyak 20 jam/20 sorti, kami semua dapat mengoperasikan A-4 sebagai alutsista.

Dalam siklus ini pula, aku pernah menembus sistem radar Suriah dengan instruktur ku!

Latihan terbang kami berakhir tanggal 20 Mei 1980 dengan dihadiri oleh beberapa pejabat militer Indonesia yang semuanya hadir dengan berpakaian sipil. Kami mendapat brevet penerbang tempur A-4 Skyhawk dari IAF. Rasanya bangga, oleh karena kami dididik penerbang paling jago di dunia.

Namun kegembiraaan selesai pendidikan segera berubah sedih, oleh karena brevet dan ijazah langsung dibakar didepan mata kami oleh para perwira BIA yang bertindak sebagai perwira penghubung.

Kami dikumpulkan di depan mess dan barang-barang kami disita lalu segera dibakar. Termasuk brevet, peta navigasi, catatan pelajaran selama dipangkalan ini. Mereka hanya berpesan, tidak ada bekas atau bukti kalau kalian pernah kesini. Maka hapalkan saja dikepala semua pelajaran yang pernah diperoleh!

Wing Day di Amerika

Selesai pendidikan di Israel, kami tidak langsung pulang ke Indonesia, namun diterbangkan dulu ke New York. Semalam di New York, kemudian diajak ke Buffalo Hill di dekat air terjun Niagara.

Ternyata kami sengaja dikirim kesana untuk bisa melupakan kenangan tentang Israel. Kami diberi uang saku yang cukup banyak menurut hitungan seorang Letnan Satu.

Aku juga dibelikan kamera merek Olympus F-1 lengkap dengan filmnya dan diwajibkan mengambil foto-foto dan mengirim surat atau kartu pos ke Indonesia untuk menguatkan alibi, bahwa kami semua benar-benar menjalani pendidikan terbang di AS.

Akhirnya selama ada objek yang menunjukkan tanda medan atau bau AS, pasti langsung dipakai sebagai background foto. Tidak terkecuali pintu gerbang hotel, nama toko bahkan sampai tong sampah bila ada tulisan United State of America pasti dijadikan sasaran foto.

Aku dibawa lagi ke New York, para penerbang kemudian diberikan program tur keliling AS selama dua minggu, mencoba tidur di sepuluh hotel yang berbeda dan mencoba semua sarana transportasi dari pesawat terbang hingga kapal, wow!


Yuma Air Station – Northrop F-5E ‘Tiger’ VMFT-401 USMC MCAS Yuma, Arizona USA (airshowactionphotography.com)

Di Yuma, Arizona, kami telah diskenariokan masuk latihan di pangkalan US Marine Corps (USMC), Yuma Air Station. Tiga hari dipangkalan tersebut, kami dibekali dengan pengetahuan penerbangan A-4 USMC, area latihan dan mengenal instrukturnya.

Kami juga wajib berfoto, seakan-akan baru diwisuda sebagai penerbang A-4, sekaligus menerima ijasah versi USMC. Ini sebagai penguat kamuflase intelijen, bahwa kami memang dididik di AS. Salah satu foto wajib adalah berfoto di depan pesawat-pesawat A-4 Skyhawk USMC!

Sebelum pulang ke tanah air, aku juga mendapat perintah untuk menghapalkan hasil-hasil pertandingan bulu tangkis All England. Tambahannya, aku juga diharapkan menghapal beberapa peristiwa penting yang terjadi di dunia, selama aku diisolasi di Israel. Pelajaran mengenai situasi dunia luar tersebut terus diberikan, meskipun kami sudah berada di perut pesawat Branif Airways dengan tujuan Singapura.

Sang Merpati Hinggap

Tanggal 4 Mei 1980, persis sehari sebelum pesawat C-5 Galaxy USAF mendarat di Lanud Iswahyudi Madiun yang mengangkut F-5 E/F Tiger II dan paket A-4 Skyhawk gelombang pertama, terdiri dua pesawat single seater dan dua double seater tiba di Tanjung Priok.

Pesawat-pesawat tersebut diangkut dengan kapal laut langsung dari Israel, dibalut memakai plastik pembungkus, cocoon berlabel F-5. Dengan demikian, seakan-akan menjadi satu paket proyek kiriman pesawat terbang, namun diangkut dengan media transportasi berbeda.

Nantinya ketika sudah kembali lagi di Madiun, kepada atasan pun kukatakan bahwa pelatihan A-4 adalah di Amerika. Sebagai bukti kuperlihatkan setumpuk fotoku selama berada di Amerika. Ingin melihat foto New York, aku punya. Mau melihat foto Akademe AU di Colorado, aku punya.

Karena percaya, atasanku di Wing-300 malah sempat berkata, “Saya kira tadinya kamu belajar A-4 di Israel, enggak tahunya malah di Amerika. Kalau begitu isu tersebut enggak benar ya?”

Last but not least, gelombang demi gelombang pesawat A-4 akhirnya datang ke Indonesia setiap lima minggu, lalu semuanya lengkap sekitar bulan September 1980.

Berprestasi Tapi Harus Menutup Diri

Saat F-5 datang ke Indonesia, ternyata masih belum dilengkapi dengan persenjataan. Sedangkan A-4 justru sudah dipersenjatai dan langsung bisa digunakan dalam tugas-tugas operasional. Sehingga apa saja kegiatan TNI AU baik operasi maupun latihan selalu identik dengan F-5, walau kadang-kadang yang melakukannya adalah pesawat A-4.

A-4 tetaplah A-4 dan samasekali bukan F-5. Kondisi serba rahasia bagi armada A-4 bertahan sampai perayaan HUT ABRI tanggal 5 Oktober 1980, dimana fly pass pesawat tempur ikut mewarnai acara tersebut.

Pesawat A-4 tampil bersama-sama F-5 dimana untuk pertama kalinya pesawat A-4 dipublikasikan dalam event besar. Setelah ini, sedikit demi demi sedikit mulailah keberadaan A-4 dibuka secara jelas. Tidak ada lagi tabir yang sengaja dipakai untuk menutupi keberadaan pesawat A-4 di mata rakyat Indonesia.

Mencari detail tentang Operasi Alpha susahnya minta ampun, karena tidak ada penerbang yang berangkat ke Israel selain Djoko Poerwoko yang mau menceritakan pengalamannya. Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk beliau yang mau menceritakan pengalamannya didalam 3 buku, walaupun mencari buku tersebut juga susahnya bukan main.

Buku “My Home My Base” hanya untuk kalangan internal TNI AU, Buku “Fit Via Vi” yang merupakan otobiografi dari beliau juga masih merupakan cetakan untuk kalangan terbatas.

Buku “Menari di Angkasa” adalah buku “Fit Via Vi” yang dicetak untuk umum, walaupun begitu tetep aja susah nyarinya (saya merasa beruntung memilikinya). Bahkan dibuku otobiografinya Benny Moerdani tidak dibahas sama sekali.

Terimakasih juga untuk Metro yang beberapa bulan lalu juga menayangkan tentang Operasi Alpha dalam acara Special Operation (di liputan tersebut ada wawancara dengan Djoko Poerwoko dan satu orang pilot lagi, tapi lupa namanya).

Memang, didalam buku “My Home My Base” kutulis sedikit tentang perjalanan ke Israel untuk berlatih terbang A-4. Bukan untuk mencari sensasi, aku sudah menimbangnya masak-masak untung dan ruginya.

Namun sebelumnya. tentu saja aku minta ijin KASAU sebagai salah satu senior A-4 dan pemimpin tertinggi Angkatan Udara. Beliau (pak Hanafie) ternyata mengizinkan, sehingga tulisan itu go ahead.”

Sebagai informasi tambahan, hingga saat ini bahkan setelah A-4 di grounded pada tahun 2004, Mabes TNI AU tidak pernah mengakui operasi alpha pernah terjadi!

(Sumber : Poerwoko, Djoko F / Menari di Angkasa / Kata Hasta Pustaka / Jakarta. 2007)

via

1942 Nazi Membuat Pangkalandi Bulan dan Sudah ke Mars Tahun 1945

“Ketika Rusia dan Amerika diam-diam mendarat di Bulan pada awal tahun 1950-an dengan wahana mereka sendiri, mereka telah menghabiskan malam pertamanya di sana sebagai “tamu” dari Nazi di dasar bawah tanah mereka di Bulan.”

Nazi Moon Base, 70 Tahun Basis Jerman di Bulan 1942-2012 (Iron Sky the Movie 2012)

Jerman dikabarkan sudah mendarat di Bulan lebih dulu, sekitar tahun 1942, dengan memanfaatkan bentuk “piring terbang” yang lebih besar, mereka menggunakan roket exoatmospheric dari jenis Miethe dan jenis Schriever.

Wahana antariksa Miethe berdiameter sekitar 15 – 50 meter, dan turbin listrik Schriever Walter dirancang sebagai kendaraan eksplorasi antarplanet.

Wahana ini memiliki diameter 60 meter, memiliki 10 tingkat kompartemen untuk kru, dan setinggi 45 meter! Selamat datang di Alice in Saucerland!

Dalam penelitian yang luas, teori tentang kondisi fisik di Bulan telah membuktikan pada bagian sisi gelap Bulan ada atmosfer, air dan vegetasi dan bahwa manusia tidak perlu baju luar angkasa untuk berjalan di Bulan . Sepasang jeans, sweter dan sendal sudah cukup.

Semuanya yang telah NASA katakan kepada dunia tentang Bulan adalah sebuah kebohongan dan hal itu dilakukan untuk menjaga ke-eksklusif-nya dari pengaruhnya terhadap negara-negara dunia ketiga.

Semua kondisi fisik di Bulan membuatnya jauh lebih mudah untuk membangun sebuah Moonbase (pangkalan di Bulan). Sejak hari pertama mereka mendarat di Bulan, Jerman mulai “bosan” dan menggali (tunneling) di bawah permukaan Bulan dan kemudian pada akhir perang telah ada basis riset kecil Nazi di Bulan.

Tachyon energi dibuat untuk menggerakkan wahana berbentuk UFO dari jenis Haunebu-1 dan Haunebu-2 yang telah digunakan setelah tahun 1944 untuk mengangkut orang, perlengkapan dan robot pertama ke situs konstruksi di Bulan.

Ketika Rusia dan Amerika diam-diam bersama-sama mendarat di Bulan pada tahun lima puluhan awal dengan wahana mereka sendiri, mereka telah menghabiskan malam pertamanya di sana sebagai “tamu” dari Nazi di dasar bawah tanah mereka di Bulan.

Pada tahun enam puluhan, pangkalan Uni Soviet-Amerika telah dibangun di Bulan, yang isunya sekarang memiliki populasi sekitar 40.000 orang.

Setelah berakhirnya perang di bulan Mei 1945, Jerman terus melakukan riset antariksa mereka di Kutub Selatan bulan sebagai koloni mereka, Neu Schwabenland. Saya telah menemukan foto ruang bawah tanah pusat mereka kontrol disitu.

KERJASAMA MILITER JERMAN-JEPANG R & D:

Menurut Renato Vesco lagi, Jerman berbagi banyak kemajuan dalam persenjataan dengan sekutu mereka, Italia selama perang.

Di fasilitas eksperimental Fiat di danau Garda La, fasilitas yang pantas untuk nama Hermann Goering, orang-orang Italia bereksperimen dengan berbagai senjata canggih, roket dan pesawat terbang yang dibuat di Jerman.

Dalam cara yang sama, Jerman juga terus bekerjasama dengan militer Jepang dan memasok senjata canggih mereka.

Sebagai contoh misalnya, foto salinan dari versi berawak dari rudal V-1 Reichenberg yang diproduksi di Jepang oleh Mitsubishi. Pesawat tempur terbaik dunia – “the push-pull twin propeller Domier-335″ telah diduplikasi oleh Kawashima.

Seorang teman dari Jepang di Los Angeles terkait dengan cerita ayah temannya yang bekerja sebagai teknisi di sebuah biro penelitian pesawat di Jepang selama perang.

Pada bulan Juli 1945, dua setengah bulan setelah perang berakhir di Jerman, sebuah kapal selam transportasi besar Jerman dibawa ke Jepang yang mengangkut penemuan teknologi militer terbaru dari Jerman yaitu dua mesin terbang tanpa sayap dan tanpa baling-baling.

Lalu tim R & D Jepang menempatkan dan merangkai mesin bersama-sama, mengikuti sesuai petunjuk dari Jerman. Hasilnya, sesuatu benda bermesin yang sangat aneh telah berdiri dan ada di depan mereka para teknisi Jepang, yaitu sebuah perangkat berbentuk piring bola terbang tanpa sayap atau baling-baling, bahkan para teknisi tak ada yang tahu bagaimana benda tersebut bekerja.

Lalu bahan bakar dimasukkan, tombol start dari mesin tanpa awak tersebut ditekan dan tiba-tiba …. menghilang! Menyisakan gemuruh dan tanpa api di langit! Wow!

Hingga kini tim Jepang tidak pernah melihatnya lagi. Lalu para insinyur saat itu begitu takut oleh kekuatan tak terduga dari mesin. Lalu mereka segera menghancurkan mesin prototipe kedua dengan dinamit dan memilih untuk melupakan seluruh kejadian tersebut!

JERMAN-JEPANG DAN PENERBANGAN KE BULAN 1945 – 1946:

Menurut penulis film dokumenter “bawah tanah” Jerman dari masyarakat Thule, wahana UFO Jerman jenis Haunibu-3 berdiameter 74 meter dipilih untuk misi paling berani sepanjang abad, yaitu melakukan perjalanan ke planet Mars.

Wahana antariksa berbentuk piring, memiliki mesin “Andromeda tachyon drives” dan dipersenjatai dengan empat menara pistol kaliber triple tipe angkatan laut yang besar (tiga buah dengan posisi terbalik, ada dibawah dan melekat pada bagian bawah pesawat, dan keempat dibagian atas kompartemen kru).

Seorang pilot relawan bunuh diri Jerman dan Jepang dipilih, karena semua orang tahu, bahwa perjalanan ini adalah perjalanan satu arah dan takkan kembali (no return).

Intensitas besar elektro-magnetogravitic dan kualitas rendah dari paduan logam yang digunakan membuat elemen struktural dari drive menyebabkan logam “kelelahan” dan menjadi sangat rapuh setelah hanya beberapa bulan digunakan. Penerbangan ke Mars dimulai dengan keberangkatan dari Jerman satu bulan sebelum perang berakhir, yaitu pada bulan April 1945.

Kemungkinan misi ini membutuhkan kru yang besar, berjumlah ratusan, karena tingkat rendah otomatisasi dan kontrol elektronik di dalam piring terbang tersebut.

Sebagian besar sistem wahana harus dioperasikan dengan banyak krew seperti ini karena mirip kapal U-Boat diwaktu itu, secara manual. Karena “drive tachyon” struktural dapat melemah dan tidak dapat selalu bekerja dengan kekuatan penuh sepanjang waktu. Dengan begitu untuk menyelesaikan perjalanan ke Mars memakan waktu hampir 8 bulan.

Pada saat awal menuju Mars, mungkin wahana menggunakan medan kuat dekat gravitasi Bumi, setelah itu pesawat akan “meluncur” selama 8 bulan diorbit elips menuju ke Mars dengan cara mesin utama dimatikan.

Kemudian perjalanan ke Mars oleh Soviet bersama Amerika di tahun 1952 dan oleh wahana Vatikan dari proyek Marconi yang berasal dari Argentina pada tahun 1956 mencapai Mars hanya dalam 2 – 3 hari, karena mesin mereka bekerja selama penerbangan keseluruhan: percepatan mesin pada paruh pertama dan melambat di kedua paruh waktunya.

Konverter Kohler yang lebih kecil mungkin digunakan untuk sistem daya dan pendukung kehidupan di dalam wahana. Saya tidak memiliki informasi apapun pada saat ini mengenai kemampuan gravitasi buatan di dalam pesawat, tapi itu bisa saja dengan mudah dilakukan dengan mesin anti-gravitasi kapal besar.

Setelah mendarat, wahana piring terbang itu hampir menabrak, lalu cawan itu berhenti, merusak mesin lalu dapat diperbaikli lagi, tetapi menyelamatkan kru. Itu terjadi di pertengahan Januari 1946.


Nazi Moonbase (from the movie poster: Iron Sky 2012, see trailer clip below)

Pendaratan tak sempurna di Mars bukan hanya karena mesin tachyon lumpuh, tapi itu juga karena medan gravitasi yang lebih kecil di Mars menghasilkan daya yang lebih kecil untuk mesin tachyon, dan juga karena atmosfer tipis di Mars, yang tidak bisa digunakan secara efektif untuk melalui udara sebagai layaknya atmosfer Bumi biasanya.

Wahana ini berbentuk “piring terbang raksasa”, bentuk yang sangat efisien sebagai rem udara, ketika masuk ke atmosfer dengan “section perpendicular to the trajectory of descent” yang bagian garis lintasannya turun menuju ke permukaan planet Mars.

Satu pertanyaan, bahwa bagaimana Jerman mampu me”regenerasi” udara di dalam pesawat selama 8 bulan untuk kru yang lumayan besar?

Cukup mungkin mereka menggunakan sistem mendukung kehidupan canggih, dikembangkan pada awalnya untuk lebih besar dengan “turbin Walter” dan teknologi kapal selam bebas energi yang menjelajah lautan tanpa muncul kepermukaan air (resurfacing).

Pesan radio berikut campuran berita lainnya diterima oleh pusat ruang kontrol Jerman bawah tanah di Neu Schwabenland dan juga oleh basis penelitian mereka di Bulan.

Untuk semua keterangan lebih lanjut, daftar publikasi dan video, tersedia dari Akademi, silahkan menulis kepada saya di alamat berikut:

Vladimir Terziski, President,  American Academy of Dissident Sciences

Vladimir Terziski insinyur dan ilmuwan fisika dari Bulgaria.. Lulus Master of Science secara Cum Laude di Tokai University, Tokyo, Jepang tahun 1980.

Vladimir Terziski adalah seorang insinyur dan ilmuwan fisika dari Bulgaria. Lulus secara Cum Laude saat mengambil program Master of Science di Tokai University,Tokyo, Jepang pada tahun 1980.

Menjabat sebagai seorang peneliti energi surya di Akademi Ilmu Pengetahuan Bulgaria (Bulgarian Academy of Sciences), sebelum berimigrasi ke AS pada tahun 1984.

Dia juga adalah seorang peneliti UFO Internasional (International UFO researcher) dengan memakai bahasa Inggris, Jepang, Rusia, Jerman, dan Bulgaria dan Penggagas, pembicara dan dosen UFOLOGY-101

NAZI on Moon base and top secret space program -…


sumber

By kecoeboeng's Avatar kecoeboeng

Fakta Sejarah Hitler Memasok Senjata Ke Soekarno

Sahabat dekat Presiden pertama Soekarno, Horst Henry Geerken, mengungkapkan pemimpin NAZI Jerman, Adolf Hitler, pernah bekerja sama dalam hal persenjataan. Hitler pada tahun 1940-an pernah mengirim senjata lewat kapal selam. Henry menceritakan senjata-senjata tersebut dikirim Hitler untuk Soekarno pada kurun waktu 1942 hingga 1945.”Hitler pernah membantu kirim senjata dan alat-alat militer buatan Jerman untuk Soekarno. Senjata dikirim dengan menggunakan kapal selam. Senjata ini untuk membantu para pejuang PETA di Indonesia,” ungkapnya.

Kisah pengiriman senjata dari Hitler untuk Soekarno diketahui tahun 1963. Kisah itu, kata pria kelahiran Jerman tahun 1933 tersebut, disampaikan langsung oleh Bung Karno.

“Soekarno bilang hal ini ke saya tahun 1963 hingga 1964, saat kita bertemu di Bali. Saat itu Bung Karno banyak bicara tentang politik,” paparnya.

Senjata-senjata tersebut dikirim ke Jakarta, Surabaya, dan Sabang di Pulau Weh.

“Senjata-senjata ini dikirim langsung ke Indonesia dari Jerman lewat laut Atlantik, lewat Afrika, dengan menggunakan total 57 buah kapal selam,” jelasnya.

Henry menegaskan, Hitler mau membantu Soekarno waktu itu karena tidak senang dengan kolonialisasi Belanda di Indonesia. Komunikasi antara Soekarno dan Hitler tidak dilakukan secara langsung, tetapi lewat perantara seorang warga Jerman yang tinggal di Indonesia.

“Waktu pengiriman senjata itu, Hitler (Jerman) sedang berperang dengan Belanda, waktu itu Belanda sedang jajah Indonesia. Jadi Soekarno minta tolong bantuan senjata kepada pemimpin NAZI Adolf Hitler lewat orang Jerman ini. Orang Jerman ini kini punya pabrik cokelat di Indonesia,” jelas Henry.

Selain itu, Hitler juga kabur ke Indonesia setelah kalah perang di Jerman.

“Yang saya tahu, Hitler tidak mati di Jerman. Ia kabur ke Indonesia. Waktu kabur ke Indonesia, pelarian Hitler dilindungi oleh militer Jepang yang saat itu masih bercokol di Indonesia,” tambahnya.

Kisah rahasia Adolf Hitler dan Soekarno ini, ujar Henry, akan diceritakan lebih jelas dalam buku baru yang sedang disusunnya. Buku kisah persahabatan Adolf Hitler dan Soekarno yang belum terungkap ke publik ini diharapkan akan selesai dan diluncurkan di Bali tahun ini. Untuk diketahui, Horst Henry Geerken lahir di Jerman dan kuliah tehnik di Jerman dan Amerika itu tiba pertama kali di Jakarta pada 1963 dan bekerja pada perusahaan telekomunikasi Jerman Telefunken. Henry yang memiliki hubungan persahabatan erat dengan Bung Karno itu kemudian menulis buku ‘A Magic Gecko Peran CIA di Balik Jatuhnya Soekarno’.

babypurples

Minuman Mengandung Pemanis Buatan Sebabkan 200.000 Kematian Per Tahun!

Minuman Mengandung Pemanis Buatan Sebabkan 200.000 Kematian Per Tahun!

Minuman ringan yang mengandung pemanis buatan menyebabkan sekitar 200.000 kematian per tahun di seluruh dunia. Artinya ada kematian lebih dari 540 orang di tiap harinya!

Para peneliti menggunakan data dari penyelidikan utama tentang penyakit global untuk menghitung angka kematian yang berhubungan dengan konsumsi soda dan minuman berpemanis buatan lainnya.

Mereka menghubungkan minuman berpemanis dengan 133.000 kasus kematian akibat diabetes, 44.000 dari penyakit jantung dan 6.000 dari kanker.

Sebagian besar atau 78 persen dari kasus kematian tersebut lebih sering terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah ketimbang di negara-negara maju.

Minuman berpemanis diyakini berkontribusi terhadap masalah kelebihan berat badan yang pada akhirnya meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.

Para peneliti mendasarkan penemuan mereka pada informasi yang dikumpulkan sebagai bagian dari studi Global Burden of Diseases tahun 2010.

Dari sembilan wilayah yang disurvei di dunia, Amerika Latin dan Karibia memiliki jumlah kematian tertinggi karena diabetes yang dihubungan dengan konsumsi minuman ringan.

Kawasan Timur Tengah dan Rusia memiliki jumlah kematian terbesar yang disebabkan oleh penyakit jantung.

Sementara itu, Meksiko memiliki tingkat kematian terbesar keseluruhan di dunia.

Di Meksiko, terjadi 318 kematian per satu juta orang dewasa setiap tahunnya yang dikaitkan dengan konsumsi minuman berpemanis.

“Karena kami fokus pada kematian yang dipicu penyakit kronis, penelitian kami terpusat pada orang dewasa,” kata pemimpin peneliti, Dr Gitanjali Singh, dari Harvard School of Public Health di Boston, Amerika.

Sejarah Singkat Sakarin (Saccharin)

Pada masa lalu, Sakarin atau zat pemanis buatan ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang ahli kimia asal Russia bernama Constantin Fahlberg (1850-1910).

Suatu hari pada tahun 1879 setelah bekerja seharian di dalam laboratoriumnya, ia lupa untuk mencuci tangan.

Hari itu dia “bermain-main” dengan bahan campuran arang dan tembakau dalam rangka meneliti kegunaannya.

Saat tiba makan malam di rumah, dia menyadari bahwa kue rolls yang dia santap sebagai makan malam berasa lebih manis dan lain dari biasanya.

Ditanyakan kepada istrinya apakah dia memberikan gula ke kuenya, dan dijawab tidak oleh sang istri. Kue-kue rolls tersebut berasa normal seperti biasa bagi lidah istrinya.

Lalu Fahlberg menyadari bahwa rasa manis tersebut berasal dari tangannya, lalu keesokan harinya dia kembali ke laboratoriumnya dan mulai meneliti lebih lanjut sampai akhirnya menemukan Sakarin.

Kini sakarin diklaim dapat membahayakan organ tubuh karena mengandung zat yang dapat memicu dan meyebabkan kanker.

Namun pada kenyataanya bahan kimia ini sudah tersebar di hampir setiap makanan siap saji seantero dunia atau lebih dari 6000 merk makanan dan minuman, bahkan juga dicampur pada gula organik alami. (Daily Mail)

sumber: Indocropcircles.com

 

Warp Drive Pesawat Ruang Angkasa Perusak Alam Semesta?

Kendaraan-kendaraan tercepat dan pesawat ruang angkasa buatan manusia yang telah diluncurkan sejauh ini, masih akan memerlukan waktu ribuan tahun untuk mencapai bintang terdekat. Sedangkan umur manusia rata-rata kurang dari 100 tahun. Oleh karena itu, kecepatan sekitar 75 kali lebih cepat dari kendaraan tercepat saat ini akan diperlukan jika kita berharap untuk mengadakan perjalanan antar-bintang dalam waktu kurang dari seratus tahun.Untuk memahami kesulitan perjalanan antar bintang, kita harus memahami jarak yang luar biasa besar yang terlibat. Bintang terdekat jaraknya sekitar 266.000 kali lebih jauh dari matahari kita. Dan perhatikan kecepatan cahaya. Cahaya, hal tercepat yang diketahui, hanya membutuhkan waktu 8 menit untuk melakukan perjalanan dari matahari ke bumi, tetapi membutuhkan lebih dari empat tahun untuk sampai ke bintang terdekat.

Warp Drive adalah istilah bagi sebuah sistem propulsi teoritis untuk mencapai kecepatan yang Lebih Cepat Dari Cahaya (LCDC) – konsep ini dipopulerkan di televisi oleh film Star Trek (tentu di film ini tidak se-ilmiah yang diteorikan para ilmuwan).

Sebuah warp drive akan memanipulasi ruang-waktu itu sendiri untuk memindahkan pesawat luar angkasa, mengambil keuntungan dari celah dalam hukum fisika yang mencegah apa pun bergerak lebih cepat dari cahaya. Sebuah konsep untuk warp drive di kehidupan nyata dikemukakan pada tahun 1994 oleh fisikawan Meksiko Miguel Alcubierre, namun, perhitungan selanjutnya menemukan bahwa alat tersebut akan membutuhkan jumlah energi yang sangat-sangat besar.

Sekarang para fisikawan mengatakan, bahwa penyesuaian (adjusment) dapat dilakukan untuk warp drive yang diusulkan Miguel Alcubierre, yang memungkinkan alat ini beroperasi dengan energi yang jauh lebih sedikit. Adjustment ini membawa ide warp drive kembali dari ranah fiksi ilmiah ke dalam ranah ilmu pengetahuan.


Melengkungkan Ruang-Waktu

Sebuah warp drive Alcubierre akan melibatkan pesawat/kapal ruang angkasa selebar lapangan sepakbola yang melekat pada sebuah cincin besar yang mengelilinginya. Cincin ini, berpotensi terbuat dari materi eksotis, akan menyebabkan ruang-waktu melengkung di sekitar pesawat luar angkasa, menciptakan daerah ruang di depannya berkontraksi sehingga membuat pesawat mendekat ke tujuan dan ruang yang ada dibelakangnya mengembang, membuat pesawat menjauh dari tempat asal. Sedangkan kapal luar angkasa itu sendiri akan berada di dalam gelembung ruang-waktu datar (flat space-time) yang tidak melengkung sama sekali. Semua yang ada didalam ruang, dibatasi oleh kecepatan cahaya, tetapi hal yang menakjubkan mengenai ruang-waktu adalah: struktur ruang, tidak dibatasi oleh kecepatan cahaya.

Dengan konsep ini, pesawat ruang angkasa akan mampu mencapai kecepatan efektif sekitar 10 kali kecepatan cahaya, semua tanpa melanggar batas kecepatan kosmik. Satu-satunya masalah adalah, penelitian sebelumnya memperkirakan bahwa warp drive akan membutuhkan jumlah minimum energi hampir sama dengan massa-energi planet Jupiter.

Namun baru-baru ini ilmuwan NASA mengusulkan untuk mengganti cincin datar yang mengelilingi pesawat dengan bentuk yang mirip sebuah donat bulat. Penggantian/penyesuaian ini membuat Alcubierre warp drive bisa didukung oleh massa seukuran pesawat ruang angkasa seperti Voyager 1 yang diluncurkan pada tahun 1977. Selanjutnya, jika intensitas kelengkungan ruang dapat diosilasikan dari waktu ke waktu, energi yang dibutuhkan akan terus berkurang. Para ilmuwan NASA berusaha menguji teori ini di Johnson Space Center, yang pada dasarnya mereka menciptakan interferometer laser yang menginstigasi versi mikro dari kelengkungan ruang-waktu.

Apakah warp drive Alcubierre akan menjadi senjata penghancur alam semesta?

Beberapa ilmuwan memutuskan untuk mempertimbangkan apa yang akan terjadi pada partikel dan radiasi saat pesawat ruang angkasa bepergian dalam gelembung yang diciptakan oleh warp drive Alcubierre. Atau artinya mereka memperhitungkan tentang bagaimana gelembung berkecepatan tinggi ini akan berinteraksi dengan partikel materi dan cahaya.

Sebuah kajian yang mendalam telah menunjukkan, bahwa ketika pesawat ruang angkasa ini melambat saat tiba di tempat tujuan, ia akan melepaskan partikel energi tinggi yang akan menghancurkan apapun yang ada didekat tempat pendaratan pesawat ruang angkasa.

Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa partikel yang kontak dengan gelembung warp dapat  terjebak dan terkumpul di depan gelembung pesawat ruang angkasa, dan beberapa partikel bahkan masuk ke gelembung warp.

Ketika pesawat ruang angkasa mengurangi kecepatannya untuk berhenti di tempat tujuan, partikel yang terkumpulkan pada bagian depan gelembung pesawat ruang angkasa akan lepas dengan energi tinggi dan akan menghancurkan apa saja yang kontak dengannya. Juga, selama perjalanan, partikel yang masuk dalam gelembung bisa mengancam keselamatan orang yang berada dalam pesawat ruang angkasa. Menariknya, energi ledakan yang dilepaskan setelah tiba di tempat tujuan tidak memiliki batas atas. Semakin jauh jarak yang ditempuh, maka akan semakin besar energi yang akan dilepaskan nantinya- salah satu efek aneh dari Relativitas Umum. Bahkan untuk perjalanan yang sangat pendek, energi yang dilepaskan sudah sedemikian besar hingga akan melenyapkan apapun yang ada didepan pesawat saat melambat.

Tampaknya, eksplorasi alam semesta oleh manusia harus menunggu sampai para ilmuwan berhasil menemukan cara untuk menghindari perlambatan yang merusak dari pesawat ruang angkasa dalam sebuah gelembung warp drive Alcubierre.

NASA Warp Drive Project – "Speeds" that…

Fenomena Analemma yang Dilakukan Oleh Matahari

Gerak semu Matahari di langit sangatlah rumit

Tentu, Anda mungkin berpikir gerak semu matahari itu sederhana: terbit di timur, kemudian meninggi di langit, dan terbenam di barat. Itu agak agak benar secara keseluruhan, tetapi jika Anda memperhatikan lebih dekat Anda akan melihat bahwa itu hanya sebagian benar. Matahari terbit lebih awal setiap hari sampai musim panas, kemudian mulai terbit lebih lambat. Matahari lebih tinggi di musim panas, dan tidak terbit persis di timur. Dan matahari sampai ke titik tertinggi di langit pada waktu yang berbeda setiap hari.

Namun, hal-hal yang disebutkan di atas sangat sulit untuk diamati, karena perubahan dari hari keharinya sangatlah kecil. Akan tetapi, jika kita pergi ke luar setiap beberapa minggu di tempat yang sama, pada jam yang sama, dan mengambil gambar dari Matahari, perubahannya akan teramati dengan jelas seperti video dan foto dibawah ini:

Surprise!?

Ini adalah figur angka 8 yang dibentuk oleh posisi-posisi matahari pada waktu yang sama selama satu tahun, yang disebut analemma, dan mungkin tampak akrab bagi Anda, karena gambar ini kadang-kadang dicetak dalam atlas dan globe.Jadi apa yang menyebabkan gerak matahari yang aneh ini? ‘Kesalahan’ bukan terletak pada matahari, tetapi pada Bumi. Ada beberapa situs web besar yang menjelaskan fenomena ini secara rinci. Tapi ijinkan AMJG memberi Anda sedikit gambaran tentang fenomena ini.Apabila Bumi mengorbit Matahari dalam lingkaran sempurna, dan sumbu Bumi tidak miring (dengan kata lain, sumbu Bumi lurus ke atas-dan-bawah, pada sudut 90 ° terhadap bidang orbitnya), Matahari masih tetap akan terbit dan tenggelam, tapi matahari akan mengambil jalan yang sama di langit pada waktu yang sama, setiap hari, sepanjang tahun. Jika kita mengambil gambar matahari pada jam 12 siang di bulan Januari, dan jam 12 siang di bulan Juni, Matahari akan berada persis di tempat yang sama. Matahari juga akan terbit di timur, dan tenggelam di barat, selalu pada saat yang sama, setiap hari.

Akan tetapi, hal di atas tidak terjadi. Sumbu Bumi miring sekitar 23,4 ° terhadap bidang orbit. Kemiringan sumbu bumi lah yang membuat analemma berbentuk angka 8.

Pada soltis (titik balik matahari) musim panas, kutub utara bumi miring menghadap Matahari. Di belahan bumi utara, ini berarti Matahari tinggi di langit pada siang hari. Tapi di musim dingin, ketika Bumi berada di sisi lain dari orbitnya, kutub utara bumi miring menjauh dari Matahari, sehingga pada siang hari matahari tidak akan setinggi musim panas. Perbedaan antara titik tertinggi dan terendah di langit pada siang hari dua kali kemiringan bumi, atau kira-kira 47 °. Jika pada siang hari pada tanggal 22 Juni Matahari tepat di atas kepala kita, enam bulan kemudian pada siang hari posisi matahari akan bergeser 47 ° dari atas kepala kita, atau 90 ° – 47 ° = 43 ° di atas cakrawala.

Demikian juga jika kita mengukur ketinggian matahari di atas cakrawala selatan setiap hari pada waktu yang sama, perubahan ketinggian posisi matahari juga terjadi. Di musim panas matahari akan lebih tinggi daripada di musim dingin. Dan itulah mengapa analemma ini diperpanjang ke arah utara-selatan.

Bumi mengelilingi matahari bukan pada orbit lingkaran tetapi pada orbit yang elips. Ini berarti bahwa pada bulan Januari kita sedikit lebih dekat ke Matahari, dan pada bulan Juli kita lebih jauh. Ketika Bumi lebih dekat ke Matahari, bumi akan mengorbit lebih cepat, dan ketika jauh, bumi mengorbit lebih lambat.

Setengah tahun Matahari bergerak sedikit lebih cepat ke barat, dan setengah tahun matahari bergerak lebih lambat. Jadi, jika kita pergi ke luar pada waktu yang sama setiap hari dan mengambil gambar dari Matahari, kita akan melihatnya melayang ke barat setengah tahun, dan ke sebelah timur setengah tahun lainnya.

Inilah yang membuat dua lingkaran (lobe) pada angka 8 analemma tidak sama besarnya. Apabila orbit bumi adalah lingkaran namun sumbu bumi tetap miring 23,4 °, maka analemma tetap akan berbentuk angka 8 namun dengan dua lingkaran yang sama besarnya.

Jadi ringkasannya adalah:

1. Kemiringan sumbu bumi yang menyebabkan analemma berbentuk angka 8. dan
2. Orbit bumi yang berbentuk elips yang menyebabkan bentuk angka 8 tidak memiliki lingkaran yang sama besar.
Nah, tersisa satu pertanyaan lagi: Bagaimana jika sumbu bumi tidak miring, namun orbit bumi tetap berbentuk elips? Jawabannya adalah: analemma akan berbentuk angka 0. Ada artikel yang menarik dan lebih detil mengenai semua ini dan bisa anda download disini

Akan tetapi, mungkin anda akan bertanya lagi, apakah analemma juga terjadi di planet-planet lain di tata surya kita? Jawabannya adalah Ya! Dan bentuk analemma mereka juga bergantung pada kemiringan sumbu dan orbit mereka.

Apabila eksentrisitas (ke-elips-an) orbit lebih dominan dari kemiringan sumbunya (seperti halnya di Mars), analemma akan berbentuk tetesan air. Jika eksentrisitas nya sangat signifikan dan kemiringan sumbunya praktis nol (seperti halnya pada Jupiter, dengan kemiringan 3 derajat saja), maka analemmanya berbentuk 0. Dan jika dua-duanya cukup signifikan, maka analemma akan berbentuk angaka 8.

Dalam daftar berikut, “Hari” dan “Tahun” mengacu pada hari synodic dan tahun sidereal dari masing-masing planet:


Simulasi analemma Mars

Merkurius: Karena resonansi orbital nya, 1 hari di Merkurius (siang ke siang) lamanya adalah 176 hari bumi. maka metode merencanakan posisi Matahari pada waktu yang sama setiap hari akan menghasilkan hanya satu titik, jadi metode melihat analemma tentu berbeda dengan bumi. analemma diplanet ini adalah garis lurus dalam arah timur-barat.

Venus: Planet Venus butuh waktu 243 hari bumi untuk berotasi satu putaran, jadi satu tahun bumi adalah 2 hari kurang di Venus, sehingga butuh beberapa tahun untuk mengumpulkan posisi-posisi matahari agar membentuk analemma lengkap dengan metode biasa. Kurva yang dihasilkan adalah elips.

Mars: Analemma di Mars berbentuk Tetes Air

Jupiter: Analemma Jupiter berbentuk Elips

Saturnus: Secara teknis bentuk analemmanya adalah angka 8, tapi lingkaran yang sebelah utara sangat kecil sehingga lebih mirip tetes air.

Uranus: Analemma di Uranus berbentuk angka 8 (Uranus sumbunya sangat miring dengan sudut 98 derajat Orbitnya elips seperti Jupiter dan lebih elips daripada Bumi..)

Analemma memang menarik, dan bukan hanya karena ini adalah ilmu. Ini adalah sesuatu yang menakjubkan dan mengingatkan kita bahwa kita sering menganggap sesuatu itu hal yang biasa, karena kita melihatnya terjadi setiap hari, padahal kita kehilangan banyak detail indah ketika kita fokus pada sesuatu itu di satu tempat dan di satu saat. Seluruh alam semesta bergerak, berputar dan meluncur disekitar kita, diatas kepala kita dan di bawah kaki kita. Jika kita tidak memperhatikan atau tidak ‘membaca’ nya, kita akan kehilangan semua keindahannya.

Temulawak Ampuh Atasi Aneka Penyakit, Ini Cara Tepat Mengonsumsinya

Vela Andapita

Foto: Ilustrasi/Thinkstock

 

Jakarta, Temulawak adalah tanaman obat yang paling banyak digunakan oleh para dokter dan pasien pengobatan herbal. Cara paling tepat untuk mengonsumsi temulawak adalah dengan cara alami yang bebas dari zat pengawet. Nah, pilihan cara mengolah temulawak sebenarnya beragam, tergantung dari manfaat apa yang ingin didapatkan.Prof Nyoman Kertia, MD., Ph.D, pakar temulawak dari Universitas Gajah Mada, mengatakan cara mengolah temulawak bisa menghasilkan zat yang berbeda. Ini tentunya menimbulkan dampak yang berbeda pula bagi kesehatan.

“Mau itu serbuk, sirup, ekstrak, dan lain-lain. Mana yang lebih ‘cespleng’ sebenarnya tergantung kebutuhan kita. Kalau kita menginginkan zat kurkuma dari temulawak, maka dijus atau diparut saja. Atau bisa simplisia (ditumbuk lalu diseduh), jadi kesegarannya terjaga,” ujar Prof Kertia.

Hal ini ia katakan pada konferensi pers ‘SOHO Global Health, Mengembangkan Potensi Alam untuk Indonesia Sehat’, yang digelar di ruang Patio, Tribeca Central Park Mall, Jl Letjen S Parman, Kav 28, Jakarta Barat, dan ditulis pada Jumat (11/10/2013).

Jika ingin mendapatkan manfaat minyak atsirinya, maka temulawak bisa direbus. Ada juga orang yang membuat ekstrak temulawak. Menurut Prof Kertia, ekstrak itu memang gampang diserap tubuh, tapi ternyata justru ada efek sampingnya.

Ia mengakui, kurkuma dan minyak atsiri adalah zat yang paling banyak dimanfaatkan dalam dunia medis. Kurkuma sering digunakan untuk pengobatan pasien lever dan perawatan pasien osteoatritis. Minyak atsiri mampu mengobati rematik. Selain itu kedua zat ini juga mengandung anti-oksidan yang baik untuk mencegah kanker. Di samping itu juga dapat menyembuhkan sakit maag, memperbaiki fungsi ginjal, membuat kulit awet muda, dan lain-lain.

Prof Kertia mengakui bahwa belakangan pemberian resep obat herbal mulai dibiasakan banyak dokter. Menurutnya ini adalah hal yang baik, karena berdasarkan penelitian yang ia lakukan, terbukti bahwa obat-obat herbal lebih baik daripada obat kimia dalam banyak hal.

Ia mencontohkan, obat kimia akan menimbulkan efek samping dan menjadi toksik terhadap kesehatan jika dikonsumsi 10 kali dosis normal. Sedangkan obat herbal baru ‘menjelma’ menjadi racun pada 100 kali dosis. Ia pun mengatakan unsur kimia dalam obat ternyata mampu mengganggu kesehatan dan fungsi kerja organ lainnya. Akibatnya, Prof Kertia mencontohkan, pasien sakit lever bukannya sembuh tapi malah semakin parah. Ada pula yang mengalami pendarahan saluran cerna akibat infeksi dari zat kimia dalam obat.

Jumat, 11/10/2013 10:47 WIB

(vit/mer)