10 Benda Menakjubkan Ditemukan dari Perang Dunia II

Memeriksa 10 cerita menakjubkan tentang artefak Perang Dunia II, yang masih ditemukan 70 tahun kemudian.

 
1. Kartu Pos

10 Benda Menakjubkan Ditemukan dari Perang Dunia II


Sebuah kartu pos yang dikirimkan hampir 70 tahun yang lalu dari sebuah rumah sakit tentara medis di Rockford, Illinois akhirnya tiba di bekas rumah New York bagian utara dari pasangan yang mengirimkannya.

Sementara ditempatkan di Camp Hibah di Rockford, tentara George Leisenring dikunjungi oleh orang tuanya, yang segera mengirim kartu pos ke saudara-saudara perempuannya Pauline dan Theresa Leisenring di rumah keluarga di Elmira, NY. Kartu pos itu berisi, “Ya Pauline dan Theresa, Kami tiba aman, memiliki perjalanan yang baik, tapi kami baik dan lelah.”

Pada tahun 2012, kartu pos tiba di bekas rumah keluarga, di mana keluarga yang berbeda sekarang tinggal.

2. Lukisan 


10 Benda Menakjubkan Ditemukan dari Perang Dunia II


Sebuah harta karun dicuri Nazi bernilai miliaran dan diyakini hilang selamanya ditemukan di belakang kaleng makanan membusuk di sebuah apartemen di Munich.

Beberapa 1.500 karya pelukis master seperti Picasso, Renoir, Matisse, dan Chagall dikatakan telah hilang dalam pemboman Dresden pada tahun 1945. Lukisan-lukisan telah diambil dari pemiliknya oleh Nazi, yang melihat karya-karya seperti merosot.”

Bendera merah dibesarkan tentang keberadaan karya seni ketika Cornelius Gurlitt telah kembali dengan kereta api dari Swiss. Gurlitt pernah memegang pekerjaan, dan tidak punya sumber penghasilan nyata. Ayahnya, Hildebrandt Gurlitt, adalah pedagang seni bertugas mengumpulkan seni untuk Nazi. Ketika tua Gurlitt meninggal, ia melewati lukisan pada anaknya. Cornelius kemudian menjual mereka satu per satu untuk memberi uang untuk hidup padanya.

Karya-karya telah disita oleh peneliti yang berharap untuk menyatukan kembali mereka dengan pemilik yang sah mereka.

3. Merpati Pos


10 Benda Menakjubkan Ditemukan dari Perang Dunia II

 


Sementara memulihkan perapian di rumahnya di Surrey, Inggris, David Martin menemukan pesan kode yang melekat pada kerangka merpati pos.

Hal ini diyakini bahwa burung itu membuat jalan dari belakang garis musuh terhadap Bletchley Park di Surrey, yang merupakan pusat dekripsi utama Inggris selama Perang Dunia II. Burung itu tidak pernah berhasil, namun. Lelah, bingung, atau hilang, itu mendarat di cerobong asap Martin, sebaliknya, di mana ia tinggal terganggu selama 70 tahun sampai renovasi dimulai.

4. Barel lard


10 Benda Menakjubkan Ditemukan dari Perang Dunia II

 


Barel Perang Dunia IIera lard dari kapal karam terdampar di pantai Skotlandia setelah badai menyerang St Cyrus Natural Reserve, yang 100 km sebelah utara dari Edinburgh. Barel kayu yang ditempati lard tersebut hancur lama, tapi potongan mempertahankan bentuk barel dan masih putih terang di bawah banyak teritip.
 

Lard dicuci untuk pertama kalinya setelah sebuah kapal dagang dibom selama Perang Dunia II, dan terus membersihkan setiap beberapa dekade setelah badai buruk. Juga ditemukan adalah kereta api dan beton bunker dan lembaran seng, yang digunakan untuk membuat pertahanan laut pesisir selama perang. 

5. Medan Perang Dunia II


10 Benda Menakjubkan Ditemukan dari Perang Dunia II

 

Sebuah medan Perang Dunia II lengkap dengan sisa-sisa tentara Jepang ditemukan di hutan Papua Nugini pada tahun 2010.

Mantan kapten tentara Brian Freeman menemukan medan perang sekitar setengah mil dari desa Eora Creek, yang diyakini menjadi lokasi pertempuran besar terakhir di wilayah antara Australia dan Jepang.

Situs ini dikenal penduduk lokal, yang diburu di dataran tinggi sekitar situs tetapi menghindari medan pertempuran itu sendiri karena keyakinan mereka, bahwa roh-roh orang mati masih hadir.

Setelah penelitian yang luas dari peta pertempuran dan buku harian, diyakini, bahwa lokasi adalah posisi defensif signifikan bagi Jepang serta lokasi fasilitas medis.

6. Kapal Selam Milik Jepang


10 Benda Menakjubkan Ditemukan dari Perang Dunia II

 

Baru-baru ini, Jepang megakapal selam yang hilang sejak tahun 1946 telah ditemukan di lepas pantai barat daya dari Oahu, terendam lebih dari 2.300 meter air.

The I-400 adalah yang terbesar dan kapal selam paling berteknologi maju hari nya. Itu mampu melakukan perjalanan satu setengah kali di seluruh dunia tanpa pengisian bahan bakar dan menggunakan tiga 1800kg bom, semua dalam menit dari resurfacing.

Pada akhir Perang Dunia II, kapal selam telah ditangkap oleh militer AS dan disimpan di Pearl Harbor untuk diperiksa. Ketika Perang Dingin dimulai, Soviet menuntut akses ke kapal di bawah persyaratan perjanjian Perang Dunia II, tetapi AS, tidak ingin teknologi untuk jatuh ke tangan Soviet, membantah pengetahuan tentang keberadaannya. 

7. 61 Ton Perak


10 Benda Menakjubkan Ditemukan dari Perang Dunia II

 

Sebuah kapal dagang Inggris tenggelam oleh Nazi pada tahun 1941 baru-baru ini ditemukan 300 mil di lepas pantai Irlandia pada kedalaman hampir 3 mil di bawah air.

Bangkai kapal telah memberikan sebuah muatan dari 61 ton perak senilai sekitar $ 36 juta. Ini terdiri dari 1.574 ingot perak dan berat total sekitar 1,8 juta ons.

Sementara perjalanan dari India ke Liverpool, Gairsoppa terpaksa melepaskan diri dari konvoi militer di lepas pantai Irlandia karena cuaca buruk dan batubara tidak mencukupi. Kapal dihantam torpedo dari Nazi Uboat. Dari 86 orang di atas kapal, hanya satu selamat perjalanan panjang ke pantai. 

8. Bom Perang Dunia II

10 Benda Menakjubkan Ditemukan dari Perang Dunia II

 

Sebuah bom Perang Dunia II yang terkubur selama puluhan tahun di tanah dari sebuah situs konstruksi Jerman menewaskan sopir penggali dan melukai delapan pekerja tambahan.

Ledakan terjadi sebagai penggali mengangkat kotoran dan puing-puing dari situs. Ini mengguncang bangunan dan mobil di dekatnya dan terasa sampai kilometer jauhnya.

Pada tahun 1940, bom sekutu mencoba untuk melumpuhkan upaya perang Nazi dengan membom pabrik di barat laut industri Jerman. Bahan peledak yang ditemukan cukup sering di seluruh negeri sampai hari ini. 

9. Sisa dari kecelakaan pembom Ditemukan 70 Tahun Setelah Kecelakaan

10 Benda Menakjubkan Ditemukan dari Perang Dunia II


Sisa-sisa hilang Staf Sersan. Thomas L. Meek dari Lisbon La dan Kapten Henry S. White Kansas City, Mo ditemukan 70 tahun setelah pembom menyelam mereka jatuh di Pasifik Selatan.

Pada Juli 1943, White dan Meekmeninggalkan Turtle Bay Airfield di Espiritu Santo Pulau di New Hebrides (sekarang disebut Vanuatu) dan tidak pernah kembali. Pesawat itu jatuh pada terumbu karang di dekatnya tetapi pencarian gagal untuk menghasilkan hasil hingga 2010, ketika kedua sisa-sisa White dan Meek ditemukan. Juga ditemukan di pesawat adalah AS dan Australia koin, bar kapten militer AS, dan ID militer AS tag bertuliskan nama Meek dan nomor layanan. 

10. Kapal Selam Milik Jerman


10 Benda Menakjubkan Ditemukan dari Perang Dunia II

 

Sebuah kapal selam U550 ditemukan di perairan dalam 70 km sebelah selatan dari Nantucket, Massachusetts, USA. Kapal selam merupakan salah satu kapal perang Jerman terakhir yang belum ditemukan di sepanjang pesisir timur, di mana sekali menyerang kapal dagang dan pemadaman paksa di kota-kota pesisir. 

Pada bulan April 1944, U550 torpedo kapal tanker bensin SS Pan Pennsylvania karena berangkat ke Inggris dengan 140.000 barel bensin. Ini kemudian menyelinap di bawah tanker ditakdirkan untuk menyembunyikan, tetapi ditemukan oleh USS Joyce, salah satu dari tiga pendamping tanker. The Joyce rusak dengan biaya kedalaman, memaksa kapal ke permukaan, di mana ia menabrak oleh pendamping lain. Pendamping ketiga kemudian menabrak dengan dua tuduhan mendalam lagi.

Para kru meninggalkan rusak berat U550, tetapi tidak sebelum berangkat ledakan untuk menjegal itu. Itu tenggelam dan tempat peristirahatan terakhir tetap menjadi misteri selama hampir 70 tahun.  

http://infoduniain.blogspot.com/2014/01/10-benda-menakjubkan-ditemukan-dari-perang-dunia-ll.html

by

dewianggraini1

Konspirasi Yahudi Di Balik Tragedi Bom Hiroshima dan Nagasaki

Para pemilik modal Yahudi internasional melihat tanda-tanda akan berakhirnya Perang Dunia II. Negara yang terlibat di dalamnya telah lumpuh, dan Stalin bertekad untuk mengadakan serbuan besar-besaran ke Eropa Barat sendiri, dan akan menyerbu Amerika untuk menghancurkan musuh dan memperluas sayap pengaruh Komunisme ke seluruh dunia.

Para tokoh militer dan sipil Amerika dan Eropa menyadari ancaman bahaya ini. Mereka memandang, bahwa untuk menghalangi jejak langkah Stalin, pertama-tama perang dengan Jepang harus di akhiri. Hal ini harus dibicarakan secara terbuka dengan Stalin. Akan tetapi, penyelesaian seperti itu dikhawatirkan akan merugikan pihak Konspirasi internasional. Akhirnya kekuatan terselubung ini mengambil jalan pintas, untuk menunjukkan kekuatan Barat yang mengerikan kepada Stalin, agar Stalin tidak berani mengadakan serbuan kepada Dunia Barat. Pilihan mereka jatuh pada Jepang untuk dijadikan kambing tebusan atau medan percobaan, tanpa memperhitungkan akibat dari senjata membinasakan yang baru pertama kali akan muncul saat itu, yaitu bom atom.

 

Protes beberapa perwira tinggi Amerika tentang penyelesaian masalah dengan cara barbar seperti itu untuk mencegah malapetaka tidak mendapat perhatian sama sekali. Bernard Baruch dan para pemilik modal Yahudi internasional telah berhasil menekan Presiden Roosevelt untuk menggunakan bom atom, meskipun jenderal Mac Arthur dan para tokoh nasional lainnya menentang penggunaan senjata itu. Maka tidak dapat dihindari lagi senjata jahanam itu jatuh yang pertama kali di kota Hiroshima, dan bom kedua jatuh di kota Nagasaki. Jepang segera menyerah kepada sekutu beberapa hari setelah jatuhnya bom atom itu. Setelah itu, propaganda besar-besaran segera beredar untuk memberikan justifikasi atas peristiwa biadab tersebut.

Kekalahan Jepang sebenarnya sudah tercium sebelum bom atom itu dijatuhkan Ini dikemukakan oleh jenderal Mac Arthur sendiri, sebagai panglima tertinggi pasukan Amerika Serikat di Timur Jauh.

 

Hal yang sama juga diucapkan oleh para perwira tinggi Amerika lainnya. Sumber inteligen yang lain menunjukkan adanya gejala, bahwa Jepang sudah mencoba berkali-kali untuk menyerah, dan bersedia memasuki meja perundingan damai, tetapi ditolak oleh pihak yang berniat menjatuhkan bom atom tersebut.

Jatuhnya bom atom telah mengakhiri Perang Dunia II. Dunia terbelah menjadi dua blok, yaitu Stalin dan dunia Barat, sesuai dengan perjanjian Teheran, Malta dan Potsdam. Dalam perjanjian itu, dunia dibagi menjadi wilayah pengaruh yang saling berhadapan, seperti yang terjadi akibat dari perjanjian Versailles.

Namun masalahnya tidak hanya berhenti di sini. Di samping itu ada pembicaraan rahasia antara para wakil pemilik modal internasional dan Stalin untuk mengungkapkan kondisi masing-masing pihak. Stalin saat itu sedang berada pada akhir masa kekuasaannya. Kekuatan atheisme yang diwakili oleh Komunisme belum tentu akan bisa terus berperan sebagai alat, setelah Stalin meninggal dunia. Di sisi lain, sendi-sendi yang telah dimasuki oleh agen-agen kekuatan terselubung bisa menjadi jalan mudah untuk menguasai negara itu beserta satelit-satelitnya.

Adapun bahaya yang mungkin datang dari Stalin sendiri terbatas pada masa usia Stalin yang telah lanjut tersebut. Maka harus dihindari jangan sampai Stalin melangkah ke kebinasaannya sendiri, sekaligus membinasakan harapan para pemilik modal internasional, di samping kehancuran global.

Stalin menganggap Komunisme Cina yang dipimpin oleh Mao Tse Tung sebagai sahabat alaminya, yang bisa membantu untuk mewujudkan ketamakan hegemoni internasionalnya. Apa lagi Cina punya potensi sangat besar dengan memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia. Demikianlah kepentingan kedua belah pihak antara Stalin dan para pemilik modal internasional telah bersekongkol terhadap musuh bersama mereka, yaitu pemerintahan nasional Chiang Kai Sek yang berusaha membangun kembali negeri Cina, dan membendung musuh yang datang dari dalam dan luar. Dengan terompet propaganda internasional yang ditiup oleh Konspirasi terhadap pemerintah Chiang Kai Sek, disertai dengan penyusupan kaki tangan asing ke dalam jaringan politik, pemerintah berhasil menyingkirkan tokoh nasional tersebut. Presiden Amerika sendiri, Truman telah bersikap membiarkan Cina jatuh ke tangan Komunis. Pada saat yang sama Stalin memberikan dukungan dan dana besar-besaran untuk kemenangan revolusi Komunis Cina.

Masalahnya berbeda dari situasi di mana-mana sebelumnya. Kesadaran bangsa-bangsa tentang bahaya kekuatan terselubung makin meningkat di berbagai negeri. Para tokoh internasional mulai memikirkan dan menyusun barisan untuk membendung laju tipu daya Konspirasi internasional. Dengan demikian, Konspirasi internasional akan mendapatkan kesulitan untuk melakukan langkah provokatif dan agitatif seperti terhadap bangsa, lalu, yang tidak berdaya menghadapinya. Maka berdirilah Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations) sebagai lembaga internasional untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh dunia secara damai, dengan prinsip moral yang bisa diterima. Sayangnya, kekuatan terselubung juga bisa menyelusup ke dalamnya, sebagaimana yang biasa dilakukan di masa-masa sebelumnya. Sejak berdirinya, PBB sering mengecewakan. Ini bisa dilihat dengan jelas tentang resolusi yang dikeluarkan, yang justru sering mendapat tantangan dari negara anggotanya sendiri, atau sering tidak mampu melaksanakan resolusi yang telah diputuskan secara adil.

Masyarakat internasional seharusnya menyadari apa yang sedang berjalan di PBB, dan segera berusaha menghentikan ulah kekuatan terselubung itu. Sulitnya ialah, bahwa PBB itu bukanlah segalanya bagi Konspirasi internasional. Timur Tengah, Timur Jauh, Amerika Latin dan negara-negara blok Barat dan Timur telah menjadi kancah pertikaian regional, dan dihadapkan kepada berbagai krisis yang tak terpecahkan. Untuk itu, propaganda yang serba menyesatkan diarahkan kepada mereka, agar pola pikir mereka dilayani oleh informasi yang keliru. Dunia kita saat ini sedang menyaksikan perkembangan mendasar dan menyeluruh di seluruh dunia, yang belum pernah terjadi dalam sejarah umat manusia. Gelombang kedzaliman dan atheisme telah meluas sampai ke negara kecil mana pun di belahan bumi ini. Kekuatan Konspirasi terus bermain dalam usahanya mengeksploitasi kemiskinan dan pengalaman bangsa-bangsa kecil itu, yang akhirnya akan dikuasai, baik secara langsung atau pun tidak langsung.

Perubahan mendasar secara mencolok telah terjadi di Rusia sejak wafatnya Stalin. Negara-negara bagian berusaha keras untuk melepaskan diri dari cengkeraman Komunisme, setelah rahasia politik dan taktik kotor yang dipakai Stalin terungkap oleh bangsa Rusia sendiri. Di Amerika pun terjadi perkembangan untuk memahami masalah yang dihadapi oleh bangsa sedunia, yaitu menghindari perang, memperbaiki kondisi politik Amerika, mencari jalan penyelesaian tentang diskriminasi rasial, dan meningkatkan kewaspadaan umum tentang bahaya Konspirasi internasional. Perkembangan itu masih terus berlanjut dalam kehidupan bangsa Amerika.

Tidak diragukan lagi, dunia tengah bertanya-tanpa mengenai peran Konspirasi dalam perkembangan yang bakal terjadi di masa mendatang. Kita pun yakin, bahwa nasib hari esok bukanlah berada di tangan makhluk tertentu, melainkan milik Tuhan sendiri. Kita perlu membandingkan masa lalu dan sekarang, lalu menarik kesimpulan umum berdasarkan studi sejarah. Mungkin pada tahuntahun mendatang akan terungkap hakikat Konspirasi lewat berbagai peristiwa yang terjadi. Kemungkinan besar berbagai peristiwa itu akan dapat  mengalihkan orientasi dunia yang sekarang sedang kita hadapi, dan hakikat Konspirasi tidak

lagi merupakan realitas asing bagi setiap orang, dan akan menunjukkan sebagai kekuatan yang punya tujuan menghancurkan bangsa-bangsa, baik dari dalam maupun dari luar. Kita harus berusaha menguasai mereka sedikit demi sedikit secara ideologis, sosial dan ekonomis. Saat itu kekuatan Konspirasi akan terang-terangan menghantam keyakinan agama samawi, di samping menghancurkan para tokoh agama dan pembela moral yang berdiri tegak menghadang jejak langkah Konspirasi.

Mudah-mudahan sajian buku ini menjadi peringatan tentang bahaya Konspirasi Zionisme internasional yang tanpa henti melakukan persekongkolan terhadap umat manusia di balik kedok yang bermacammacam. Informasi dan bukti-bukti yang disajikan buku ini telah membuka rahasia tentang propaganda atheisme materialis atau faham yang sejalan dengannya, di samping juga membeberkan para tokoh dan kaki tangan yang dipakai untuk mengeruhkan situasi, dan merusak serta memerangi ajaran agama samawi. Dunia harus menyadari, bahwa kekuatan terselubung sedang mempersiapkan diri untuk menyalakan api Perang Dunia III. Perang ini seandainya benar-benar terjadi akan merupakan malapetaka yang paling dahsyat bagi umat manusia sepanjang sejarah, dan merupakan akhir tujuan Konspirasi. Maka tidak ada kekuatan lagi yang berani melawannya, kecuali kekuatan yang berlandaskan aqidah yang membaja.

Bangsa sedunia wajib memusatkan perhatian kepada bahaya yang mengancam. Kita harus mewaspadai setiap gejala yang bisa menyeret dunia menuju meletusnya Perang Dunia III. Kita harus punya sikap konsisten untuk menentang siapa saja yang menimbulkan perang dan pergolakan.

Penyebarluasan propaganda atheisme harus dicegah dan ditangkal secara frontal. Umat manusia harus ingat, bahwa kehancuran dan malapetaka adalah akibat benturan-benturan yang menyulut perang dan pergolakan. Sedang sejarah telah berbicara, bahwa satu-satunya pihak yang bertanggung jawab adalah para pialang perang atau dengan kata lain, para tokoh Yahudi internasional.

http://forum.viva.co.id/misteri/1469987-konspirasi-yahudi-di-balik-tragedi-bom-hiroshima-dan-nagasaki.html

by

pepes

Krisis Ekonomi Global, Salah satu Bagian Skenario Konspirasi NWO

Krisis finansial global tengah melanda dunia. Berawal dari Amerika dan terus menjalar ke negara-negara Eropa, Asia, dan Afrika. Menurut Anda, mungkinkah ini bagian dari skenario konspirasi menuju The New World Order? Apabila ya, mengapa justru yang banyak bangkrut malah perusahaan-perusahaan milik Yahudi seperti Lehman Brothers dan sebagainya. Apakah hal ini sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya?

Apa yang Anda amati tentang krisis keuangan global yang bermula dari AS juga sedang saya amati day per day, tentu saja dalam perspektif saya sendiri. Krisis ini sebenarnya bukan hal yang istimewa dan tidak terlalu mengejutkan, karena sistem ribawi yang menjadi tulang punggung ekonomi kapitalistis memang memiliki siklus seperti ini, yang kian lama kian parah, siklusnya mirip dengan bola salju. Karl Marx yang Yahudi pun di dalam Das Kapital telah meramalkan hal tersebut.

Hanya saja, satu pertanyaan yang mengganggu saya adalah fenomena krisis keuangan yang berawal di AS sekarang kok ya memiliki sejumlah kesamaan dengan krisis keuangan yang menimpa Asia Tenggara sepuluh tahun lalu. Kita tentu masih ingat bagaimana pasar keuangan Asia Tenggara di pertengahan tahun 1997 terpuruk gara-gara banyak pengusaha dan juga lembaga keuangan kesulitan likuiditas.

Sektor perbankan ambruk. Harga-harga menjulang tinggi. Rupiah mengalami inflasi yang tidak terperikan. Jika sebelum krisis sebuah sepeda motor bebek didapat dengan harga 2,5 juta rupiah, setelah krisis harganya ‘ganti label’ jadi 10 jutaan rupiah per unitnya. Upaya pemerintah kita untuk menanggulangi krisis ini adalah dengan strategi bail-out alias menalangi. Pemerintah Indonesia segera pasang badan menjamin uang masyarakat yang disimpan di lembaga perbankan swasta nasional dan pemerintah juga menalangi hutang-hutang pengusaha swasta negeri ini dengan uang rakyat, Liem Soe Liong, Sjamsul Nursalim, dan komplotannya. Belakangan mereka ini mengemplang utang-utangnya. Mega skandal BLBI sampai detik ini masih saja belum tuntas.

Dengan bail-out, pemerintah sebenarnya menolong orang-orang kaya dan tidak perduli dengan sektor riil yang kebanyakan digerakkan oleh masyarakat menengah-bawah. Kita tentu sudah tahu dan turut pula merasakan dampak kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat kecil. Banyak BUMN dijual dengan harga diskon gila-gilaan.  Gilanya, oleh pemerintah Megawati, para konglomerat perampok uang rakyat yang tersangkut mega-skandal BLBI malah dikasih pemutihan utang dengan “kebijakan” Release and Discard-nya (R&D).

Sampai dengan sekarang, Mega-Skandal BLBI masih saja berada diliputi kegelapan. Partai-partai politik yang ada di DPR yang mengaku reformis pun ternyata mengkhianati amanah rakyat dalam hal ini dengan tidak mendukung hak angket dalam masalah BLBI.

Apa yang terjadi pada tahun 1997-1998 tersebut ternyata terulang kembali. Kali ini berawal dari AS. Harga saham-saham perusahaan-perusahaan besar jatuh. Pemerintah Bush, seperti juga pemerintah kita, menggunakan strategi bail-out dengan meluncurkan US $700 miliar untuk menolong orang-orang kaya, para pengusaha Yahudi Amerika, agar bisa tetap eksis. Uang rakyat AS digunakan untuk membantu orang-orang kayanya, padahal banyak rakyat AS yang sekarang ini kena PHK dan kelaparan. Ratusan ribu jumlahnya.

Pengusaha Lehman Brothers tidak perlu cemas dengan kebangkrutannya karena akhirnya toh dibantu oleh Bush dengan bail-out tersebut. Dulu saat krisis 1997, Liem Sioe Liong pun tak pernah cemas karena ditalangi utang-utangnya oleh Suharto dengan pakai uang rakyat. Yang perlu cemas adalah para karyawannya, terlebih yang berada di lapisan bawah karena pasti kena PHK.

Dalam hal ini, kecemasan seorang pemerhati ekonomi Denny Daruri layak diperhatikan. Denny kuatir, uang yang sangat banyak, sejumlah US $700 miliar itu, jangan-jangan digunakan oleh pengusaha-pengusaha AS (Yahudi AS) untuk memborong saham-saham perusahaan-perusahaan dunia. Sehingga dengan dana besar yang sesungguhnya merupakan uang rakyat AS, para pengusaha Yahudi AS itu bisa menguasai perekonomian dunia lebih besar lagi di saat krisis. Jika ini yang terjadi, maka sangat masuk akal jika krisis ini memang telah diskenariokan untuk terjadi.

Hari-hari ini, kita yang ada di Indonesia, memang belum merasakan dampaknya secara langsung. Dengan uang Rp.10.000 di kantong kita masih berani masuk warteg dan makan telur dengan minum es teh manis. Namun secara perlahan namun pasti, kita akan terkena imbasnya juga. Apalagi perekonomian Indonesia sangat goyah pondasinya, karena dibangun atas dasar KKN.

Hari-hari ini tokoh-tokoh bangsa ini masih saja meributkan pilkada, pemilu, dan pilpres. Padahal bahaya yang sangat dahsyat bisa jadi sudah berada di depan pintu halaman rumah kita. Salah satu fakta tak terbantahkan, pasar uang Wallstreet tidak pernah melakukan suspend atau penutupan walau krisis mendera, tapi di bursa saham kita sempat menutup aktivitas selama berhari-hari. Istilah orang Betawi, orang lain baru demam, tapi kita sudah muntah darah.

Semua kejadian atau peristiwa-peristiwa besar dunia sudah dirancang oleh kekuatan-kekuatan Zionis Dunia agar tujuan mereka menciptakan Tata Dunia Baru (The New World Order) tercapai. Termasuk krisis keuangan yang sekarang berawal dari AS dan akan menyebar ke seluruh dunia ini.

Konspirasi Dibalik Krisis 1998


Jika ingin menghancurkan sebuah negara, tidak perlu dengan peperangan, itulah yang terjadi saat krisis moneter 1998 yang mendera Indonesia, masyarakat bawah menjadi delapan kali lebih miskin. Sebab kurs rupiah yang tadinya 2500/dolar terjun bebas menjadi 20000/dolar. Perusahaan-perusahaan mendadak bangkrut, puluhan ribu tenaga kerja terpaksa angkat kaki karena pabrik tak sanggup lagi beroperasi. Puncaknya adalah jatuhnya ditaktor besar tanah air yang telah 30 tahun berkuasa, H.M Soeharto.

Tak tanggung-tanggung, Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Muhammad secara terang-terangan menuding Soros lah yang menjadi dalang dari krisis ekonomi Asia. Sebagai seorang yahudi Amerika yang menjadi gembong pemain varas (valuta asing), ia memborang persediaan dollar dipasaran. Tepat ketika Indonesia membutuhkan dollar untuk membayar hutang-hutangnya yang jatuh tempo.

Pada aspek ini, banyak yang mengaitkan dengan skenario 1967. Tepat setelah 30 tahun saat pemerintahan orde baru memulai utang besar-besaran kepada Amerika dan para sekutunya. Disinilah Amerika mendapatkan keuntungan ganda. Selain bunga utang yang dibayarkan, nilai rupiah sangat rendah. Pada saat itulah banyak korporasi Amerika ‘menyerbu’ Indonesia untuk membeli saham-saham yang diobral murah. Mereka juga membeli produk-produk Indonesia yang tak ada nilainya, dan menjual dengan harga tinggi kepada negara-negara Eropa dan daratan Amerika Utara. Soros sendiri merupakan tangan Amerika yang digunakan untuk mengaduk-ngaduk keuangan Asia terutama Indonesia.

Dugaan peran Soros juga datang dari Amerika sendiri. Seorang ekonom terkenal dari Massahussets Institutet of Techonology (MIT) juga menyebutkan bahwa Soros melakukan konspirasi dengan pemerintah Amerika. Tujuannya adalah menjatuhkan ekonomi Asia yang saat itu sangat kuat dan diperkirakan membahayakan Amerika. Tuduhan ini segera dibantah Soros dengan mengatakan bahwa perusahaannya, Quantum Fund, justru mengalami kerugian ketika membeli rupiah Indonesia pada kurs 4000/dollar. Menurutnya, spekulan hanya pembawa pesan, sedangkan krisis ekonomi akibat pengelolaan negara yang buruk. Bisa jadi ia ada benarnya. Tapi lebih dari itu, sebagai spekulan dia telah memancing di air keruh dengan memanfaatkan kerakusan pemerintahan yang berkuasa.

Buruknya perbankan Indonesia saat itu juga menjadi pemicu besarnya dampak yang dirasakan. Persekongkolan bank-bank menyalurkan dana kepada grup-grup perusahaan sendiri telah menjadikan aturan pembatasan kredit dilanggar sesuka hati. Akibatnya 16 bank ditutup oleh IMF dan indonesia menombok kerugian bank-bank melebihi Rp.600 trilliun.

Ketika indonesia mengalami krisis pada tahun 1997, muncul resep pamungkas yang, justru menenggelamkan perekonomian indonesia ketitik terendah. Resep tersebut adalah International Monetery Fund (IMF). Selama kurang lebih 10 tahun Indonesia berada dalam cengkramannya. Lamanya keberadaan IMF karena dengan sengaja mitos-mitos yang diembuskan oleh barisan ekonomi orde baru yang dikenal sebagai Mafia Berkley.

Mitos-mitos yang ditiupkan kepada masyarakat agar memercayai IMF adalah :
· Keberadaan IMF akan mampu menarik dan meningkatkan kepercayaan investor asing kepeda Indonesia, kenyataannya adalah tingkat kepercayaan investor asing kepada Indonesia tidak membaik. Faktanya, alasan investor berminat berinvestasi adalah justru pada kestabilan ekonomi dan politik. Ketika itu situasi sedang gonjang-ganjing untuk menjatuhkan Soeharto dan juga Gus Dur
· Apabila Indonesia berhutang kepada IMF untuk mengatasi krisis ekonomi, maka semakin besar modal asing yang masuk. Faktanya, semakin besar Indonesia berhutang kepada IMF, semakin kecil modal yang masuk.
· Keberadaan IMF akan mampu menstabilkan rupiah. Faktanya, kurs tukar rupiah semakin gonjang-ganjing ketika sistem kurs dilepas mengembang bebas. Setiap kali IMF datang ke Indonesia, kurs rupiah anjlok terhadap dollar Amerika.

Menurut Rizal Ramli, mantan menko perekonomian era Megawati, ada tiga tahap penghancuran perekonomian Indonesia akibat ulah IMF. Pertama, kebijakan IMF untuk menstabilkan keuangan nasional justru berujung pada sulitnya pasar uang karena bunga pinjaman antabank melonjak dari 20 persen menjadi 300 persen pada kuartal ketiga tahun 1997. Perintah serampangan IMF pada Indonesia untuk melikuidasi 16 bank tanpa persiapan, menyebabkan negara merugi sebanyak Rp.650 trilliun. Lalu tingkat kepercayaan kepada bank nasional ambruk dan memacu penarikan uang besar-besaran.

Penghancuran yang kedua adalah perintah untuk mengambil alih utang swasta menjadi utang publik yang harus dibayar dengan uang rakyat. Akibatnya sejak ditangani IMF, utang pemerintah indonesia meningkat 2 kali lipat. Karena tidak sanggup membayar, indonesia mengalami debt trap. Artinya, kita harus berhutang lagi untuk membayar hutang yang lama.

Tahap ketiga dari penghancuran kita adalah saat pemerintah harus mencicil hutang tiap tahun dengan APBN. Akhirnya, tidak ada cara lain, praktik-praktik pasar bebas ala barat pun harus dilakukan, yaitu mencabut subsidi untuk rakyat. Secara serentak tarif BBM, pajak, dan listrik melonjak bersamaan. Kenaikan ketiga sektor tersebut mengakibatkan kenaikan inflasi menggila.

http://forum.viva.co.id/ekonomi/1469837-krisis-ekonomi-global-salah-satu-bagian-skenario-konspirasi-nwo.html

by

kecoeboeng

Bukti Nyata Pengkhianatan Para Penguasa Arab

Kehadiran militer Amerika dalam jumlah banyak di Teluk Arab sejak paruh terakhir tahun 1987, yang dibawa oleh sebuah kapal, dan dengan membawa kapal-kapal penyapu ranjau multinasional Eropa, tidak datang secara tiba-tiba; tidak pula karena perkembangan Perang Irak-Iran, atau karena kebutuhan Kuwait untuk menjaga tangki-tangki minyaknya dan berbagai serangan udara. Akan tetapi, kehadiran militer Amerika itu, di satu sisi dimaksudkan sebagai bentuk pengukuhan hubungan Amerika yang bersifat hegemonik atas negara-negara di kawasan ini, dan di sisi lain sebagai pengukuhan markas imperialis.
Tahun 1987 pernah terbit sebuah tulisan yang berjudul “Kesepakatan yang Mengikat Antara Amerika Serikat dan Negara-Negara dalam Dewan Kerjasama Teluk.” Tulisan tersebut dipersiapkan oleh Husain Musa dan diajukan oleh Said Sayf yang kemudian diterbitkan sebuah media di Beirut. Di sini, kami sekedar ingin mengingatkan kembali sebagian isi dan penjelasan mengenai kesepakatan tersebut. Sebab, dalam tulisan tersebut terungkap keserakahan Amerika di wilayah Teluk sejak beberapa tahun yang lalu, jauh sebelum Perang Teluk I dan sebelum Peristiwa II September 2001.

Pada bagian yang paling awal, tulisan tersebut mengungkapkan:

Kehadiran militer Amerika dalam jumlah banyak di Teluk Arab sejak paruh terakhir tahun 1987, yang dibawa oleh sebuah kapal, dan dengan membawa kapal-kapal penyapu ranjau multinasional Eropa, tidak datang secara tiba-tiba; tidak pula karena perkembangan Perang Irak-Iran, atau karena kebutuhan Kuwait untuk menjaga tangki-tangki minyaknya dan berbagai serangan udara. Akan tetapi, kehadiran militer Amerika itu, di satu sisi dimaksudkan sebagai bentuk pengukuhan hubungan Amerika yang bersifat hegemonik atas negara-negara di kawasan ini, dan di sisi lain sebagai pengukuhan markas imperialis. Kehadiran militer Amerika tersebut juga merupakan implementasi langsung, bukan saja dari sejumlah kesepakatan militer dan keberadaan militer di negara-negara yang ada di kawasan ini, tetapi juga dari sejumlah kesepakatan lain dalam berbagai bentuknya. Kehadiran sejumlah banyak militer imperialis ini didorong oleh sejumlah sebab dan telah menimbulkan berbagai akibat yang buruk.

Sejak Perang Dunia II, muncullah Amerika yang tidak merasa perlu mengikutsertakan Inggris dalam melanjutkan interaksinya dengan Kerajaan Arab Saudi. Sebaliknya, Amerika merasa perlu menghadirkan secara langsung kekuatan militernya setelah berbagai perusahaan minyaknya melemah.

Sebàgaimana diketahui, pada tahun tersebut, yakni pada tahun 1987, di kawasan ini, ‘nyanyian’ tentang adanya senjata pemusnah massal dan senjata biologi tidak pernah terdengar; kekhawatiran atas ancaman Saddarn Hussein terhadap tetangga-tetangganya juga tidak pernah muncul, meskipun saat itu Irak berperang melawan Iran selama 8 tahun. Meskipun demikian, Amerika memobilisasi kekuatan militernya ke wilayah kaya minyak itu. Amerika mulai melatih tentara-tentara marinirnya dan mengerahkan pasukan gerak cepatnya sejak tahun 1980 untuk terlibat dalam Perang Padang Pasir. Amerika juga mulai melakukan sejumlah manuver militer di sekitar Mesir atas nama manuver ‘bintang terang’ dan sebagainya.

SeLanjutnya, penulis kembali mengingatkan sejumlah kesepakatan yang dibuat Amerika dengan sejumlah negara Teluk, khususnya Arab Saudi sebagai negara yang paling besar di kawasan ini.

Penulis menyatakan:

Sesungguhnya kesepakatan pertama yang dibuat Amerika dengan Arab Saudi terjadi pada tahun 1933; berkaitan erat dengan perwakilan diplomatik dan konsulat serta perlindungan hukum, perdagangan, dan pelayaran. Kesepakatan kedua dibuat pada tahun 1951 dengan judul, “Kesepakatan Umum ‘Titik Keempat’ (Point Four) yang Khusus Berkenaan dengan Bantuan Teknis Antara Negara Arab Saudi dan Amerika.” Kesepakatan ketiga juga dibuat pada tahun 1951 bagi pembangunan pangkalan militer Amerika yang pertama kalinya di Dhahran.

Pada pasal 5 ayat b terdapat pernyataan:

Ekspedisi Amerika hanya boleh melintasi wllayah Dhahran saja. Ini adalah merupakan tambahan atas apa yang disebutkan pada ayat a, yang berkaitan dengan masalah pesawat-pesawat militer Amerika dan pasukan-pasukan militer Amerika.

Sementara itu, pada pasal ke-6 ayat a disebutkan: Untuk menjamin Iancarnya berbagai aktivitas dan pelayanan teknis secaro baik dan optimal di Bandara Dhahran, utusan Amerika diperkenankan untuk melakukan perbaikan, pengubahan, dan penggantian— semata-mata demi tujuan perbaikan— berbagai perusahaan dan bangunannya. Amerika juga boleh membuat berbagai bangunan dan berbagai kemudahan lainnya di sejumlah landasan terbang dan tempat-tempat pesawat-pesawat terbang; memasang berbagai alat pengintaian udara (radar) dan berbagai alat intelijen tanpa kabel; menyediakan berbagai bantuan penerbangan udaranya yang dipandang penting demi sejumlah tujuan yang dikehendaki dalam kesepakatan ini.

Di dalam kesepakatan ini terdapat sejumlah pasal lain dengan syarat-syarat yang siap menjadi ‘bom waktu’.

Pada tahun yang sama, yakni tahun 1951, juga dibuat kesepakatan khusus yang bertema, “Program Bantuan Pertahanan Timbal Balik.” Perhatikanlah penggunaan istilah ‘timbal-balik’ pada kesepakatan tersebut. Padahal, berkaitan dengan kesepakatan yang dilakukan Saudi pada tahun 1951 untuk pertahanan ‘timbal balik’ itu, orang yang berakal pasti memahami bahwa kesepakatan tersebut meniscayakan pihak yang kuat mendominasi pihak yang lemah.

Pada pasal ke-2 dalam kesepakatan tersebut antara lain terdapat pernyataan: Pemerintah Arab Saudi menyukai untuk mengambil manfaat berupa bantuan produk senjata dari Amerika dan agar Amerika mengirimkan utusan yang terdiri dari pasukan militer laut dan kekuatan udara sesuai dengan bagian-bagian tertentu dari sejumlah program pelatihan serta membuat satu langkah bagi serah-terima senjata-senjata tersebut.

Pada pasal ke-4 disebutkan: Pemerintah Amerika Serikat siap untuk—berdasarkan pengajuan permintaan bantuan senjata— mengutus sejumlah orang yang memiliki kemampuan dan kapabilitas dari kalangan tentara darat, laut, dan udara Amerika untuk menyelenggarakan pelatihan penggunaan perangkat militer sebagaimana yang diminta dalam kesepakatan.

Pada pasal 5 dinyatakan: Amerika, sejauh mungkin, akan menerima para pelajar Arab Saudi dan kalangan militernya yang dipandang layak untuk belajar dan mengikuti pelatihan di Amerika.

Pada tahun yang sama juga dibuat “Kesepakatan Khusus Program Bantuan Pendapatan Alami”, yakni pendapatan dari minyak, gas, dan barang tambang/mineral.

Sementara itu, pada tanggal 17 Januari 1951, juga telah dibuat, “Kesepakatan Program Persenjataan Massal” antara Amerika dan Arab Saudi. Kesepakatan tersebut menetapkan bahwa pelaksanaannya disempurnakan melalui utusan kerjasama teknis menteri luar negeri. Pada tahun yang sama, juga ditandatangani, “Kesepakatan Khusus Program Kerjasama Teknis Bidang Pertambangan/Mineral” dan berkaitan dengan pelatihan kerja dan pendidikan.

TanggaL 27 Juni 1953 dibuat kesepakatan di seputar utusan pelatih militer Amerika dan tempat penandatangannya di Makkah. Pasal 4 dari butir-butir kesepakatan tersebut berbunyi: Kewajiban-kewajiban Dewan Penasihat meliputi upaya membantu dan memberikan konsultasi kepada Menteri Pertahanan dan Penerbangan Kerajaan Arab Saudi serta bagi kesatuan-kesatuan kekuatan bersenjata Arab Saudi dalam sejumlah perkara tertentu dengan membuat Iangkah-langkah, pengaturan, dasar-dasar administrasi, dan metode pelatihan militer sebagai bentuk implementasi kesepakatan Menteni Pertahanan dan Penerbangan Kerajaan dengan kepala Dewan Penasihat. Pelatihan mencakup pula penggunaan berbagai macam senjata, strategi militer, dan logistik. Para anggota Dewan Penasihat dibolehkan—dalam rangka menunaikan berbagai kewajibannya—untuk melakukan infeksi dan penyelidikan militer serta melaksanakan kewajiban-kewajiban lain yang disarankan oleh kepala Dewan Penasihat dan disetujui oleh Menteri Pertahanan dan Penerbangan Kerajaan Saudi.

Pada butir ke-5 juga disebutkan: Setiap anggota Dewan Penasihat tidak boleh menyebarluaskan cara apa pun kepada pemerintahan asing atau individu mana pun dan dimana pun tanpa diberi hak untuk melakukan penyelidikan atas topik rahasia atau khusus yang telah ditelaah atau disikapi sesuai dengan kedudukannya sebagai anggota Dewan Penasihat.

Sebuah kesepakatan juga telah dibuat berkenaan dengan hak-hak untuk menggunakan Pangkalan Dhahran pada tahun 1957. Pada pasal 1 tercantum pernyataan:

Pemerintah Amerika memahami berbagai penjelasan Yang Mulia Penguasa Saudi kepada Presiden Amerika Eisenhower dan mengakui kebutuhan Kerajaan Saudi untuk memperkuat kekuatan persenjataannya demi tujuan-tujuan pertahanan Kerajaan di Bandara Dhahran.

Selanjutnya, pada awal bulan Maret tahun 1957 dibuat kesepakatan untuk memperluas Pelabuhan ad-Dimam. Pada tanggal 10-13 November tahun 1958 dibuat kesepakatan seputar Pesawat-pesawat terbang Phantom, yang kemudian dibuat sekali lagi pada tanggal 22 Maret tahun 1963. Pada pasal 2 di antaranya terdapat pernyataan: Tujuan dan penyediaan pesawat-pesawat tersebut adalah demi pertahanan resmi tanah-tanah Kerajaan Saudi melawan musuh sesuai dengan yang disepakati dalam Piagam PBB.

TanggaL 24 Mei 1965 dibuat kesepakatan seputar pengembangan militer yang pada masa depan dipimpin oleh para teknisi Amerika.
TanggaL 4 April tahun 1972 dibuat kesepakatan seputar hak-hak istimewa (previlege) dan perlindungan bagi para pekerja Amerika.
Tanggal 8 Juni 1974 dibuat kesepakatan seputar kerjasasama Amerika-Saudi dalam bidang ekonomi, teknologi, industri, dan suplai bagi Kerajaan sesuai dengan yang dibutuhkan demi tujuan-tujuan pertahanan.

Pada tanggal 4 Juni 1980 dibuat kesepakatan mengenai berbagai kemudahan militer antara Amerika dan penguasa Amman yang mana Amerika memiliki hak untuk menggunakan Pangkalan Amman.

Tahun 1975 dibuat kesepakatan untuk menyewa Pangkalan al-Jafir di Bahrain. Ini adalah untuk memperbarui kesepakatan yang pernah dibuat tahun 1971.

Tanggal 24 Februari 1975, hal-hal yang tidak yang dilanjutkan pada tanggal 15 Juni tahun yang sama, dibuat kesepakatan antara Kuwait dan Amerika dengan nama, ‘Kerjasama Timbal Balik demi Pertahanan, Bantuan Peralatan, Pelayanan bagi Keperluan Pertahanan, dan Pembangunan Kantor Kerjasama.”

Pada 15-21 Juni 1975 dibuat kesepakatan seputar pembelian senjata dan pelayanan pertahanan antara Amerika dan negara-negara yang tergabung dalam Emirat Arab.

Semua kesepakatan di atas dibuat sebelum Perang Teluk I dan sebelum terjadinya Peristiwa 11 September 2001. Sebagaimana diketahui, kesepakatan militer yang terjadi setelah Perang Teluk dan Peristiwa 11 September 2001 antara Amerika dan negara-negara Teluk dianggap sebagai bentuk pertahanan negara-negara Teluk dalam melawan Irak atau dipandang demi menjaga negara-negara tersebut dari serangan para teroris pasca Peledakan 11 September 2001. Jika demikian, atas dasar apa dibuat berbagai kesepakatan militer tersebut jauh sebelum Perang Teluk dan Peristiwa 11 September 2001? Sebab, tidak ada latar belakang atau sebab yang nyata—yang dapat menyesatkan umat Islam—di seputar berbagai kesepakatan tersebut. Oleh karena itulah, mereka berupaya sekuat tenaga agar berbagai kesepakatan tersebut dapat dilangsungkan secara rahasia antara Amerika dan negara-negara tersebut.

Tulisan di atas tidak mencakup seluruh ketamakan Amerika di seputar Teluk dan kesepakatan yang dibuatnya dengan negara-negara Teluk. Akan tetapi, berbagai kesepakatan Amerika dengan negara-negara di wilayah itu serta berbagai pangkaLan militer tersebut merupakan jalan masuk bagi pangkalan-pangkalan berikutnya yang jauh lebih besar dan lebih berbahaya di Saudi, Qatar, dan lain sebagainya.

Semua kesepakatan dan pangkalan militer yang dibuat di atas adalah sekadar kenyataan yang tersingkap dan tampak ke permukaan. Sementara itu, hal-hal yang tidak tersingkap dari berbagai persekongkolan dan manuver antara Amerika dan para anteknya di negara-negara Teluk adalah jauh lebih besar dan lebih berbahaya. Oleh karena itu, umat dituntut secara sungguh-sungguh untuk senantiasa terikat dengan agamanya serta menjaga berbagai kepentingannya dalam rangka mencegah bercokolnya terus berbagai pangkalan militer yang bisa menjadi sarana untuk membunuh kaum Muslim di wilayah ini. Umat Islam juga harus bersikap tegas dan keras di hadapan para penguasa antek Amerika tersebut yang telah menyerahkan berbagai wilayah darat, laut, dan udaranya kepada Amerika dan sekutunya hingga mereka menyerahkan tanah-tanah kaum Muslim sejengkal demi sejengkal kepada orang-orang kafir penjajah.

By

Laporan Palsu CIA Tentang Senjata Pemusnah Massal Irak

Tahun 2003 menjadi tahun paling kelam bagi rakyat Irak karena harus berkali-kali mengalami perang berkepanjangan. Rakyat harus merasakan kerasnya dentuman bom yang dijatuhkan tentara Amerika Serikat (AS) ke rumah-rumah mereka. Merelakan anak-anak dan bayi mereka meregang nyawa oleh peluru dan pecahan granat. Bahkan sampai kini, rakyat Irak masih harus tertatih memungut serpihan-serpihan harapan yang terserak di kota-kota mati.


Rakyat Irak korban tentara AS

A. Fakta yang disembunyikan CIA


Logo Central Intelligence Agency (CIA)

Amerika butuh alasan kuat untuk menyerbu. Seperti biasa, tangan Amerika yang bertugas melakukan propaganda di negara lain adalah CIA (agen militer rahasia). Isunya, ada senjata pemusnah massal di Irak (nuklir). Secara rahasia, gerakan pun dimulai. Uniknya, menjelang serbuan Amerika pada 2003, mereka hanya memiliki satu orang mata-mata yang menyamar sebagai diplomat di sebuah kedutaan besar lain. Hanya satu sumber informasi yang diandalkan sebagai pendukung adalah hubungan mereka dengan Irak National Accord (INA), kelompok oposisi Saddam Hussein yang justru sedang berada di pengasingan.


Logo Irak National Accord (INA) dan Iyad Allawi (Pimpinannya)

Alhasil, bocoran informasi yang mereka berikan telah kadaluwarsa selama 4 tahun. Belum lagi sikap pimpinan INA yang memang ‘mencari muka’ kepada AS agar dapat berkuasa di Irak dengan cara menjatuhkan Saddam (terbukti ia menjadi Perdana Menteri Irak pada masa transisi pasca kejatuhan Saddam Hussein).


Saddam Hussein – pendahulu Iyad Allawi

CIA mulai kehabisan cara untuk mengumpulkan informasi yang bisa menguatkan dugaan bahwa Saddam sedang merancang program senjata pemusnah massal. Pengakuan ini perlu bagi AS untuk lebih meyakinkan sekutunya. Cara lain pun ditempuh, yakni CIA memanfaatkan para keluarga ilmuwan Irak untuk mengorek informasi dari ilmuwan-ilmuwan genius Irak yang diduga terlibat dalam proyek berbahaya Saddam. Hal ini dilakukan karena para ilmuwan Irak yang pernah diwawancarai secara ketat oleh komisi pengawas persenjataan dari PBB mengatakan bahwa kecurigaan AS tak berdasar. Sebab, Irak telah lama menghentikan program nuklir (sejak gencatan senjata dengan Iran). Hal ini pun diakui pula oleh tiga puluh orang keluarga ilmuwan Irak yang menjadi mata-mata. Mereka melaporkan kepada CIA bahwa program pengembangan senjata biologi, kimia, dan nuklir Irak telah lama dihentikan. Gilanya, dengan alasan yang tidak jelas, CIA memilih tidak meneruskan laporan dari mata-mata itu ke Presiden. Akibatnya, Presiden Bush dan jajarannya di Gedung Putih tidak mendapatkan laporan akurat tentang kondisi sebenarnya.

B. Pengakuan yang terlambat


David Kay – Mantan Kepala CIA

David Kay, Kepala CIA yang bertugas memburu senjata pemusnah massal Irak menyatakan keluar dari CIA pada 2004. Secara terbuka ia mengakui bahwa sama sekali tidak ada senjata pemusnah massal di Irak. Kemudian, pada 2005, bos besar CIA pun mengakui, bahwa mereka telah membuat kesalahan yang menjadi ‘pukulan telak’ bagi AS. Tapi, apa daya? Ratusan nyawa telah menguap bersama asap mesiu dan mesin-mesin perang. Ratusan perempuan telah menjadi janda karena para lelaki mereka telah direnggut paksa dari rumah mereka yang bersahaja. Ribuan anak telah menjadi yatim piatu. Tidak hanya rakyat Irak, tapi ribuan pasukan AS dan sekutu mati bertempur untuk alasan yang salah.

http://forum.viva.co.id/politik/1468343-laporan-palsu-cia-tentang-senjata-pemusnah-massal-irak.html

By

pepes

Benarkah Virus HIV Diciptakan Manusia?

 
Ada banyak spekulasi dan konspirasi mengenai virus HIV. Yang paling kentara adalah bahwa virus ini diciptakan menusia sebagai senjata entis kulit hitam di Amerika. HIV sendiri adalah sebuah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia terutama CD4+ T cell dan macrophage, komponen vital dari sistem sistem kekebalan tubuh dan menghancurkan atau merusak fungsi mereka. Infeksi dari HIV menyebabkan pengurangan sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan kekurangan imun. HIV merupakan penyebab dasar AIDS. 
 
Ada banyak pendapat yang menyatakan bahwa virus ini berasal dari simpanse, namun sebenarnya virus ini bukan berasal dari simpanse, melainkan ciptaan para ilmuwan yang kemudian diselewengkan melalui rekayasa tertentu untuk memusnahkan etnis (kelompok) tertentu. Wow! 
 
Tulisan Allan Cantwell, Jr. M.D. ini mengungkapakan rahasia asal-usul AIDS dan HIV, juga bagaimana ilmuwan menghasilkan penyakit yang paling menakutkan kemudian menutupinya.
Tidak sedikit orang yang sudah mendengar teori bahwa AIDS adalah ciptaan manusia. Menurut The New York Times yang terbit 29 Oktober 1990, 30% penduduk kulit hitam di New York City benar-benar percaya bahwa AIDS adalah “senjata etnis” yang didesain di dalam laboratorium untuk menginfeksi dan membunuh kalangan kulit hitam. Sebagian orang bahkan menganggap teori konspirasi AIDS lebih bisa dipercaya dibandingkan teori “monyet hijau” Afrika yang dilontarkan para pakar AIDS.
 
Sebenarnya sejak tahun 1988 para peneliti telah membuktikan, bahwa teori “monyet hijau” tidaklah benar. Namun, kebanyakan edukator AIDS terus menyampaikan teori ini kepada publik hingga sekarang. Dalam liputan-liputan media tahun 1999, teori “monyet hijau” telah digantikan dengan teori “simpanse” di luar Afrika. “Simpanse” yang dikatakan merupakan asal-usul penyakit AIDS ini telah diterima sepenuhnya oleh komunitas ilmiah
 
Ribuan pria gay mendaftar sebagai manusia percobaan untuk eksperimen vaksin hepatitis B yang “disponsori pemerintah AS” di New York, Los Angeles, dan San Fransisco. Setelah beberapa tahun, kota-kota tersebut menjadi pusat sindrom defisiensi kekebalan terkait gay, yang belakangan dikenal dengan AIDS. Di awal 1970-an, vaksin hepatitis B dikembangkan di dalam tubuh simpanse. Sekarang hewan ini dipercaya sebagai asal-usul berevolusinya HIV. Banyak orang masih merasa takut mendapat vaksin hepatitis B lantaran asalnya yang terkait dengan pria gay dan AIDS.
 
Para dokter senior masih dapat ingat, bahwa eksperimen vaksin hepatitis awalnya dibuat dari kumpulan serum darah para homoseksual yang terinfeksi hepatitis. Kemungkinan besar HIV “masuk” ke dalam tubuh pria gay selama uji coba vaksin ini. Ketika itu, ribuan homoseksual diinjeksi di New York pada awal 1978 dan di kota-kota pesisir barat sekitar tahun 1980-1981.
 
Dari berbagai sumber
http://www.serupedia.com/2013/02/benarkah-virus-hiv-diciptakan-manusia.html

Satu Satunya Bangsa Yang Dikutuk Sejak Kitab Suci diturunkan

Bangsa manakah di dunia ini yang paling berpengalaman menerima sumpah serapah, kutukan, serta laknat?

Dalam sejarah dan peradaban modern kehidupan manusia, kita menduga itu adalah BANGSA ISRAEL.

Tetapi ternyata, jauh sebelum kosa kata modernitas muncul, yakni sejak kitab-kitab suci diturunkan ke bentangan alam semesta, alias sejak ribuan tahun yang lalu, bangsa yang “memproduksi” banyak nabi dan rasul itu, bahkan sudah menjadi “bahan” kutukan berantai, turun-temurun, entah sampai kapan.

Mereka dikutuk karena kelakuan yang durjana, kebiadaban yang tak terukur, hingga kenekatan mereka menyembelih nabi Allah. Bahkan, untuk urusan sembelih-menyembelih, bangsa Israel memiliki pengalaman yang luar biasa menakjubkan. Apabila dalam bentangan kurun waktu puluhan tahun belakangan muncul jagal-jagal kemanusiaan kelas dunia, hampir sebagian besar dari bumi Israellah asal mereka.

Ingat Ariel Sharon? Dia salah satunya. Arsitek kekejaman lembah Shabra dan Shatilla, Lebanon Selatan, puluhan tahun lalu. Begitu kejamnya, Sharon pernah menyandang julukan yang membuat dingin dan gemetar semua tengkuk anak cucu Adam. Ia menyandang julukan yang hanya biasa dipakai di dunia hitam, seperti “Jenderal Haus Darah”, “Awan Kelabu Bagi Timur Tengah”, “Tokoh Zionis Berdarah Panas”, dan “Kreator Ladang Pembantaian.”

Julukan-julukan yang bukan semata isapan jempol. Pembantaian sadis, 16 September 1982 itu, terjadi di kamp pengungsi. Bulan Sabit Merah mencatat lebih dari 2.000 Muslim, kebanyakan wanita dan anak-anak, tewas mengenaskan. Sharon, tentu bukan satu-satunya jagal haus darah dari Israel. Karena tabiatnya yang ceroboh, berkepala batu, berlebihan, melampaui batas, mempermainkan firman Tuhan, menistakan para utusan-Nya, hingga kini bangsa Israel selalu menjadi bahan kutukan alam semesta.

You Tube

Bahkan, meski dinilai secara politik sudah didesak agar bergerak ke tengah, Ehud Olmert juga pernah digadang-gadang sebagai tukang jagal baru, menyusul terjadinya pengeboman di Kota Qana yang menewaskan 56 orang, 37 di antaranya anak-anak dan wanita.

Kekerasan nyaris selalu menyertai Israel sejak era David Ben Gurion, Moshe Sha-reet, Levi Eshkol, Yigal Allon, Golda Meir, Yitzhak Rabin, Menachem Begin, Yitzhak Shamir, Shimon Perez, Benyamin Netanyahu. Ehud Barak, Ariel Sharon, serta Ehud Olmert.

Bahkan, sejak lahirnya partai Mapai hingga munculnya kekuatan gabungan beberapa partai, dan terutama sejak menancapnya kepala batu partai Likud dan bergesernya garis perjuangan partai Buruh serta menyempalnya partai Yisrael Baytenu, lalu lahirnya si bungsu partai Kadima. Tak ada pergerakan yang tidak menyebar maut. Di belantara perpolitikan mereka, maut setiap saat mengepakkan sayapnya di atas kepala siapa saja.

Yang paling mutakhir adalah tindak kekerasan serta kebiadaban tentara mereka saat memperlakukan lebih dari 600 aktivis kamanusiaan di atas kapal berbendera Turki, “Mavi Marmara”. Kapal yang, antara lain mengangkut tak kurang dari 12 aktivis kamanusiaan berkewarganegaraan Indonesia (WNI) itu untuk menyalurkan bantuan ke kawasan Gaza Palestina, menjadi bulan-bulanan kekerasan Si Yahudi. Tak peduli, kapal masih berada di perairan internasional, bukan dalam yurisdiksi Israel.

Maka, tumpahlah sumpah serapah, laknat, serta kutukan yang sekali lagi dialamatkan kepada mereka karena kegemaran mereka akan tindak kekerasan. Termasuk, dari Pemerintah Indonesia, yang mohon maaf, untuk kesekian kalinya hanya dapat mengutuk dan mengutuk. Tindakan yangjuga dilakukan bangsa dan negara lain. Bahkan, karena kesal tak menemukan alternatif paling meyakinkan, kita kadang terjebak untuk mengutuk diri sendiri setelah mengutuk Israel yang tak mempan dikutuk.

Dalam Alquran dijelaskan bahwa:

Di antara semua Nabi Bani Israel, adalah Nabi Daud AS dan Nabi Isa AS yang tergolong paling menderita di tangan orang-orang Yahudi.

Penganiayaan orang-orang Yahudi terhadap Nabi Isa AS mencapai puncaknya, ketika terjadi aksi penyaliban. Penderitaan yang sama menyedihkannya juga dialami oleh Nabi Daud AS karena mereka tidak tahu berterima kasih. Simaklah, hal itu akan terpantul di dalam maz-murnya yang sangat menyayat hati.

Dengan penuh kepedihan. Nabi Daud dan Nabi Isa mengutuk mereka.

KUTUKAN Nabi Daud mengakibatkan orang-orang Bani Israel dihukum Nebukadnezar, yang menghancurleburkan Yerussalem dan membawa bangsa Israel sebagai tawanan pada 556 SM.

Dan, akibat KUTUKAN Nabi Isa, Israel diluluhlan-takkan oleh Titus, yang menaklukkan Yerusalem sekitar tahun 70 Masehi, dan menodai rumah ibadah dengan menyembelih babi, binatang yang sangat dibenci oleh orang-orang Yahudi, di dalamnya.

Bahkan hingga detik ini, Yesus masih diolok-olok oleh bangsa mereka di stasiun televisi Israel:

Bahkan, dari sebanyak 32 buah pecahan istilah “la’nat/kutuk” dalam Alquran, yang pertama-tama menjadi objek kutukan atau pelaknatan adalah BANGSA ISRAEL.

Kitab Al-Mujamum Mufahros LiAlfaadzil Quran, menyebut ayat (78) surah Al-Maidah yang berbunyi:

“luinalladzinna kafaruu min banli israel…”-

“Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israel.”

Jadi, kutukan lewat Nabi Daud AS itu, antara lain dapat ditemukan dalam Mazmur 53-78 dan 109, sementara kutukan Lewat Lisan Nabi Isa dapat ditemukan di banyak tempat dalam kitab Perjanjian Baru.

Petikan ayat dalam surah Al-Maidah tersebut menunjukkan betapa Bangsa Israel memang sudah menjadi bahan cercaan, kutukan, dan lak-natan sejak dahulu kala, jauh sebelum lahirnya peradaban modern.

Mereka juga termasuk bangsa yang paling sering “berhubungan” dengan Tuhan, bukan apa-apa, tapi karena suka menumpahkan darah dan merusak tatanan kehidupan serta *****ta-an terhadap kesucian firman-Nya.

Bukti lainnya, adalah bahwa tidak ada satu pun ayat dalam Alquran yang secara denotatif menyebut bangsa yang dikutuk selain nama “ISRAEL“.

Bahkan, tak kurang dari sebanyak 43 kali nama Israel juga disebut-sebut dalam Al Quran. Alangkah seringnya. Diawali dengan ayat (40) surah Al Baqarah. Ketika Allah mengingatkan Bani Israel agar menyukuri nikmat-Nya karena kelebihan yang mereka miliki, hingga yang terakhir di ayat (14) surah As-Shaff, yang menjelaskan betapa bangsa tersebut telah menjelma sebagi kelompok pengkhianat.

Bani Israel pulalah yang berkali-kali mengikat perjanjian dengan Tuhan, tetapi setiap kali berikrar setiap kali itu pula mereka mengkhianatmya.

Di era modern, semuanya berawal dari tahun 1917, ketika Menlu Inggris, Arthur J Balfour, menerbitkan Deklarasi Balfour yang menyatakan perlunya dibentuk negara sendiri untuk kaum Yahudi di Palestina.

Maka sejak 1929, mulailah serangkaian pemberontakan dilancarkan oleh orang-orang Palestina, menentang berdirinya negara Yahudi itu. Bahkan, November tahun 1947. Majelis Umum PBB memutuskan untuk membagi Palestina menjadi dua bagian Yahudi dan Palestina.

Israel menerima keputusan tersebut, tetapi Palestina dan negara-negara Arab menolak keras. Karena dasar itulah, pada 1948 David Ben Gurion memproklamasikan negeri zion itu.

Maka, sejak saat itu hingga kini dan dimasa-masa yang akan datang, zonis akan terus memakan korban.

Hingga akhirnya semua mata kembali terbelalak ketika kapal “Mavi Marmara” yang dikangkangi Israel di lautan internasional. Dengan kelicikannya sejak dulu, hanya merilis video “potongan” video saat awak kapal mulai membela diri mereka karena telah diberondong peluru tajam dan menewaskan banyak korban. Mereka tidak akan mau merilis video dari awal saat kapal mulai mereka dekati, karena pasti merekalah yang nantinya dituduh salah.

PBB dan banyak negara di dunia pun telah mengutuk serangan dilaut internasional tersebut. Namun, dasar zionis sejak dulu yang terkenal penipu dan bengis, mereka tidak menggubris kutukan atas serangan ke kapal laut tersebut.

Oleh sebabnya, kutukan demi kutukan akan terus berkelanjutan terhadap negeri dan rakyatnya sampai akhir zaman. Tidak percaya? kita lihat saja bagaimana nasib mereka dan generasinya kedepan.

Turki, satu-satunya kawan terdekat di kawasan, marah besar kepada Israel. Kalau Turki saja dapat, kenapa Indonesia yang mengaku karib dekat Amerika Serikat, tidak menyeret Israel ke Mahkamah Internasional? Bukankah ada WNI yang dinistakan di Mavi Marmara? Wallaahu Alambishshawaab.

http://forum.viva.co.id/politik/1464887-satu-satunya-bangsa-yang-dikutuk-sejak-kitab-suci-diturunkan.html

By

http://forum.viva.co.id/users/287604/

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Join 153 other followers

  • January 2014
    M T W T F S S
    « Dec   Feb »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031