Bencana Alam Disebabkan oleh Aktivitas Matahari dan Planet

Bencana Alam Disebabkan oleh Aktivitas Hubungan Matahari dan Planet
Check this out untuk melihat Posisi Planet:http://www.fourmilab.ch/cgi-bin/uncgi/Solar

Pada umumnya ketujuh planet luar itulah yang menimbulkan bencana alam di muka Bumi, baik berupa gelombang pasang, gelombang panas, ledakan besar, letusan gunung, gempa, tornado, hurricane atau sebagainya. Perbedaan akibat yang ditimbulkannya itu disebabkan oleh besar kecil kelebihan radiasi dan Surya begitupun positif atau negatifnya magnet yang menjamah Bumi waktu itu. Hendaklah diketahui, bahwa yang datang dari Surya itu bukanlah elektron atau proton dan bukan pula neutron, tetapi magnet dan sinar yang bukan partikel atom, tetapi keduanya dapat mempengaruhi atom dan partikelnya. Yang menjadi bencana alam ialah kelebihan magnet dan Surya. Jadi persoalan bencana alam adalah masalah magnetism dan electricity yang pada waktu-waktu tertentu berlebihan menimpa bumi yang di dalamnya magma selalu panas karena dijadikan media oleh kedua pengaruh tadi begitupun dikelilingi troposfir yang sangat rawan bagi badai

magnet.

Bencana alam demikian tidak pernah menimpa manusia sebelum topan besar di zaman Nuh, karena waktu itu semua planet senantiasa mengorbit keliling Surya pada garis ekliptik, dan penduduk hanya bermukim di belahan kutub utara Bumi. Kalau bencana terjadi juga maka itu hanya menimpa daerah ekuator yang tidak didiami orang. Tetapi kini kutub-kutub Bumi telah berpindah ke tempat baru, dan planet-planet mengorbit zigzag keluar dari ekliptik, sementara itu penduduk mendiami hampir semua pelosok daratan Bumi, karenanya praktislah bencana alam ini berlaku di sana-sini . Namun itu masih mengandung nilai konstruktif di samping destruktif.

Sebagai contoh misalnya Jupiter mengadakan transit di atas Bumi. Kita mengetahui bahwa besar planet itu 318 kali besar Bumi. Semisalnya waktu itu 2 bagian saja dan radiasi yang harus sampai ke Jupiter sempat menjamah Bumi, maka tenaga Surya yang menimpa Bumi menjadi tiga kali lipat yaitu 3 x 600 trillion ton menurut perhitungan orang Barat. Ingatlah bahwa Bumi ini diperkirakan orang seberat 600 trillion ton senantiaasa mengorbit keliling Surya. Hal ini berarti bahwa daya tarik Surya sebanyak itu menahan Bumi hingga planet ini tetap stabil dalam orbitnya. Maka kita dapat mengira apa yang mungkin terjadi jika tenaga Surya itu ditambab dengan 1.200 trillion ton lagi.

Jika digambarkan Surya sebagai suatu titik segitiga dan kutub magnet selatan dan utara Bumi menjadi dua sudut lainnya, sebagai tercantum pada gamhar no. 2, maka terbentuklah segitiga samakaki yang selamanya berlaku dalam tarik-menarik antara Surya dengan bumi. Hal inilah yang dimaksud pada Ayat 16/16. Itulah yang dimaksud dengan petunjuk pada akhir Ayat Suci itu dan pada Ayat 21/31. Hubungan yang berbentuk segitiga samakaki tersebut tetap berlaku walaupun Bumi terdorong ke selatan dan ke utara garis ekliptik.

Keadaannya sebagai berikut:

Sebelumn tofan besar di zaman Nuh, semua planet mengorbit keliling Surya senantiasa berada dalam garis ekliptik. Hal ini dalam Islam ditandai dengan Tawaf keliling Ka’bah di Makkab di mana para Hajji beredar dari menempatkan Rumah Suci itu di sebelah kiri, cocok dengan putaran Bumi dari barat ke timur menempatkan kutub utara di sebelah kiri. Sesudah tofan besar itu berlakulah gerak zigzag planet-planet dalam orbitnya hingga setiapnya keluar dan garis ekliptik ke arah selatan dan utara. Hal ini ditandai dengan Sa’i yaitu Tawaf antara Shafa dan Marwah dalam lingkung Masjidil Haraam. Ibadah ini hanya dapat dilaksanakan sesudah Tawaf keliling Ka’bah, sama dengan perpindahan kutub magnet itu di kutub utara Bumi dalam sejarahnya, maka Sa’i tidak boleh mendahului Tawaf keliling Ka’bah.

Sewaktu Bumi terdorong ke utara sebagai pada B dalam gambar no. 6. namun kutub-kutub magnet Bumi tetap membentuk segitiga samakaki dengan Surya, begitu pula kebetulan berada di selatan garis ekliptik seperti yang berlaku pada planet Mars dalam gambar, maka perubahan tempat kutub-kutub magnet yang senantiasa berpindah tempat menurut keadaan kini telah sama diakui oleh para Sarjana Barat. Memang kutub-kutub magnet itu hanya berada tepat pada kutub putaran Bumi yaitu pada tanggal 21 Maret dan 22 September waktu mana Bumi tepat pula pada guris ekliptik. Selain pada kedua tanggal itu, tercatatlah posisi kutub-kutub magnet Bumi berpindah tempat maksimal 10 derajat atau lebih kurang 1.100 km dari kutub putaran, dan waktu itu tercatatlah tanggal 21 juni yaitu ketika Bumi berada maksimal di selatan ekliptik dan tanggal 22 Desember ketika Bumi maksimal di utara ekliptik.

Jika orang sudi memperhatikan posisi Sunspots, akan diketahuilah bahwa masing-masingnya memberi petunjuk tentang posisi planet yang menimbulkannya keliling Surya. Karena itu setiap Sunspots itu memperlihatkan aktivitas tinggi yang menurut catatan rata-rata 10.000 dan ada yang sampai sejuta kali kegiatan daerah lainnya di permukaan Surya.

Semisalnya Mercury atau Venus berada pada titik Konsentrasi(K) maka planet itu tepat berada di atas suatu Sunspots, maka ketika itu berlakulah bencana alam di permukaan planet tersebut. Demikian pula Mars sendiri sewaktu kebetulan berada pada titik Konsentrasi Jupiter atau Saturnus maka kenyataannya memang Mars adalah suatu planet yang paling parah karena mengorbit di bawah dua planet besar, dan kebetulan tepat pada jangkauan Konsentrasi keduanya.

Bumi sendiri walaupun tidak berada pada jangkauan suatu Konsentrasi planet lain, namun ada tujuh planet yang mengorbit di atas garis edarnya. Pada waktu-waktu tertentu masing-masing transit tepat, tetapi banyak sedikitnya ikut juga mengganggu keadaan Bumi. Yang demikian berlaku tujuh kali dalam setahun. Semisalnya suatu planet luar tepat mengadakan transit di atas Bumi terhadap Surya, maka waktu itu radiasi yang harus sampai kepada planet tersebut menjamah Bumi. Apakah radiasi itu berbentuk magnet negatif ataupun positif, namun Bumi mendapat kelebihan dan ini menimbulkan bencana alam, apalagi jika planet itu kebetulan pula berada di dekat Perihelion orbitnya waktu mana tanik-menanik dengan Surya besar sekali.

Namun selain itu bagi mereka disediakan pula siksan yang datang dari bawah seperti gempa dan letusan gunung, begitupun dan atasnya berupa badai, gelombang panas, dan sebagainya, yang ditimbulkan oleh pembesaran radiasi Surya:

1. Pada bulan Zulhijjah dan Muharram , Bumi berada di dekat Perihellon orbitnya, waktu itu Surya lebih dekat dan otomatis radiasinya membesar terhadap Bumi.

2. Sekali dalam 400 hari, Jupiter lewat di atas Bumi. Ketika itu sedikit banyaknya mendapat pembesaran radiasi dari Surya.

3. Sekali dalam 380 hari, Saturnus lewat di atas Bumi yang tentunya mengalami badai magnet dari Surya.

4. Sekali dalam 370 hari, Muntaha(Planet-X) melintas di atas Bumi yang pasti mengalami perubahan cuaca.

5. Sekali dalam 11 tahun 130 hari, Bumi berada di bawah Jupiter yang sedang bergerak di titik Perihelion orbitnya.

6. Sekali dalam 81 tabun, Bumi mengalami dubble transit dari Jupiter dan Saturnus, ketika mana praktis berlaku bencana besar pada suatu daerah permukaan planet ini.

7. Dan alangkah hebatnya bencana yang dialami jika beberapa planet luar itu kebetulan berada setantang terhadap Surya waktu mana Bumi berada di tengahnya.

Pembesaran radiasi dari surya secara terang menimbulkan letusan berapi begitupun gempa yang merusak karena perantukan magnet positif dan negatif dalam perut bumi, sebelumnya tentulah ditandai dengan perubahan cuaca di atmosfir di atas daerah tertentu, maka yang jadi pertanyaan:

Apakah yang menimbulkan ledakan besar dan gelombang panas dan apa pula yang menimbulkan badai serta hurricane?


Kedua macam pertanyaan ini haruslah dijawab dengan perhitungan tepat berdasarkan jumlah pembesaran radiasi dari surya tentang mana dibutuhkan para ahli dengan segala alatnya yang modern, tetapi kita cenderung pada pendapat bahwa perbedaan jumlah unsur magnet yang menimpa, menimbulkan akibat yang juga berbeda. Maka bencana yang satu desebabakan oleh pembesaran radiasi surya yang bermagnet positif, sedangkan yang lainnya ditimbulkan oleh yang negatif.
Sekiranya orang dapat membenarkan pendapat kita tentang sirkulasi magnet sebagai tercantum pada gambar no. 2 akan mudahlah baginya memahami kenapa ada dua macam bencana di atmosfir bumi:

J dimisalkan Jupiter suatu planet besar mengorbit keliling surya diatas bumi. Pada suatu waktu bumi kita mungkin dijamah oleh radiasi bermagnet positif yang harus sampai ke Jupiter dari surya seperti pada B.1. ketika itu berlakulah gelombang panas atau ledakan besar sebagaimana pernah berlaku di Sodom dan Gomonah memusnahkan kaum lesbian dan homoseks, di Saudi Arabia memusnahkan pasukan bergajah, dan di Tunguskha Siberia tanggal 30 Juni 1908(klik di Sini ) untuk jadi peringatan bagi peradaban kini. Waktu itu magnet positif dari Surya secara paksa membombardir molekul-molekul udara yang sudah stabil, karenanya terjadilah akibat dahsyat.

Mungkin pula Bumi kita dijamah oleh radiasi bermagnet negatif yang harus sampai ke Jupiter seperti pada B.2. Ketika itu berlakulah badai atau hurricane di atmosfir yang mulanya stabil. Bencana ini biasa berlaku di Pasifik Barat karena di daerah itu radiasi dan Surya harus cepat berbelok ke selatan sebelum Bumi dalam putarannya menghadapkan Saudi Arabia yang jadi kutub negatif dulukala. Tetapi lebih hebat lagi bencana ini menimpa Atlantik Barat karena di daerah ini radiasi dari Surya haruis segera membelok ke selatan sebelum Bumi dalam putarannya menghadapkan kepulauan Tuamoto yang jadi kutub positif purbakala.

Berbagai catatan tentang kejadian sangat menyedihkan telah kita miliki. Sungguh besar kerugian harta benda dan kematian yang ditimbulkan oleh badai di Atlantik Barat ini hingga The National Hurricane Centre dalam lingkungan ESSA (Environmental Science Services Administration) di Amerika Serikat jadi kewalahan. Dari mulai tahun 1962 ESSA memakai beratus orang spesialis untuk mengawasi daerah seluas 380.000 mil Berbagai alat termasuk radar, satelit, komputer dan angkatan udara telah dipergunakan untuk mengatasi badai itu, dan pernah dilakukan bombardemen dan atas pusaran hurricane dengan es kering berupa kristal dan silver iodide, namun segala usaha itu tampaknya tidak berguna, sementara bencana senantiasa menimpa setiap tahun.

Orang hendaknya tidak mencari di mana adanya hurricane lalu memusnahkannya karena yang demikian sama dengan menantang air bah yang berulang, tetapi hendaklah mencari sebah musabab timbulnya bencana itu dan kemudian menjadikannya tidak berbahaya sembari memfaedahkannya untuk kehidupan masyarakat. Orang hendaklah mengalirkan hurricane itu kepada suatu yang menguntungkan. Caranya ialah dengan memahami sirkulasi magnet antara Surya dan Bumi yang dulunya berkutub putaran di Makkah dan Tuamoto, kemudian mempermudah aliran magnet itu dengan saluran buatan sebagaimana kita kemukakan pada halaman-halaman di muka atau dengan teknik lainnya.

Bencana Alam Januari 2014 disebabkan oleh Planet Jupiter

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meletus menyemburkan abu vulkanik yang berbahaya.

Juga Bencana Alam, Banjir dan Gelombang Panas di Australia

Pada saat itu Posisi Surya, Bumi dan Planet Jupiter SEGARIS

Gempa Filipina oktober 2013 disebabkan oleh Planet Uranus

Setelah dihantam topan Nari pada akhir pekan lalu, Filipina kembali dilanda bencana alam. Gempa bumi bermagnitudo 7,1 SR (menurut skala US Geological Survey) mengguncang kawasan Filipina tengah, Selasa (15/10/2013) pagi. Hingga Selasa malam, jumlah korban tewas dilaporkan mencapai 93 orang.

Pada saat itu Posisi Surya, Bumi dan Planet Uranus SEGARIS

Gempa Aceh 2013 disebabkan oleh Planet Neptunus

Gempa berkekuatan 6,2 Skala Righter yang berpusat di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh mengakibatkan sejumlah bangunan rubuh. Gempa bumi melanda Aceh pada Selasa, 2 Juli 2013, pukul 14.37 WIB.

Pada saat itu Posisi Surya, Bumi dan Planet Neptunus SEGARIS

Gempa Aceh 2012 disebabkan oleh Planet Saturnus

Gempa baru saja terjadi di Aceh dengan magnitud 8,7 pada Rabu (11/4/2012) sore diperkirakan tak menimbulkan gelombang tsunami seperti pada musibah serupa pada 26 Desember 2004.

Pada saat itu Posisi Surya, Bumi dan Planet Saturnus SEGARIS

Semua analisis tersebut diposting by:

dadearinto

di http://forum.viva.co.id/iptek/1470079-bencana-alam-disebabkan-oleh-aktivitas-matahari-dan-planet.html

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s