Intip 7 Pulau Paling Mematikan di Dunia

Dari mulai terkontaminasi anthrax hingga radiasi nuklir

Ditemukan jejak zat berbahaya dalam tubuh masyarakat setempat

 

Lesthia Kertopati, Marlina Irdayanti

Pulau Gruinard, salah satu pulau paling mematikan di dunia, karena pernah
digunakanuntuk ujicoba virus anthrax. (Frogwell)

Sebuah pulau biasanya dikenal karena kecantikan panorama alamnya. Hal itulah yang membuatnya dikunjungi banyak wisatawan. Tapi tidak bagi tujuh pulau ini. Mereka dikenal karena wilayahnya yang mematikan.Limbah nuklir di pantai atau langit yang dipenuhi dengan gas sulfat, membuat pulau-pulau ini dijuluki dengan pulau paling berbahaya di dunia, berikut seperti dilansir Environmental Graffiti:

Pulau Gruinard, Inggris
Saat Perang Dunia II, pemerintah Inggris memutuskan untuk menguji anthrax sebagai senjata biologis dan akhirnya membeli Pulau Gruinard dari pemiliknya untuk digunakan sebagai situs uji coba. Pulau yang merupakan bagian dari Skotlandia ini terus terkontaminasi anthrax selama puluhan tahun. Pada 1986, sebanyak 280 ton formalin disemprotkan di pulau tersebut untuk membunuh spora, pulau ini pun dinyatakan bebas dari bahaya pada tahun 1990. Namun, bukan berarti pulau ini bebas dari risiko. Oleh karena hingga kini, tidak ada yang tahu apa efek jangka panjang dari keracunan formaldehida.

Pulau Miyakejima, Jepang
Pulau yang berada di gugusan Kepulauan Izu, Jepang, ini adalah pulau vulkanis lengkap dengan gunung berapi yang meletus beberapa tahun sekali. Tapi yang membuat pulau ini berbahaya adalah gas sulfur dari gunung berapi tersebut yang menguap lewat tanah. Udara pun menjadi penuh gas belerang. Ironisnya, pulau ini justru menjadi destinasi yang cukup terkenal bagi turis. Banyak penjual masker gas di pinggir jalan, dan tak sedikit turis yang menjelajah pulau bahkan berenang di perairannya.Pulau Runit, Samudra Pasifik
Pulau Runit adalah bagian dari Enewetak Atoll, Pulau Marshall, yang terletak di Samudera Pasifik. Pulau ini menjadi basis percobaan nuklir AS selama bertahun-tahun yang membuat pulau ini beresiko radiasi tinggi. Pihak militer AS pun membuat Cactus Dome, kubah raksasa untuk mencegah penyebaran kontaminasi nuklir. Namun tetap saja, pulau ini tidak aman bahkan untuk tumbuhan sekali pun.

Pulau Okunoshima, Jepang, pernah menjadi pabrik gas beracun dengan
kelinci sebagai hewan percobaan. (Tofugu)

Memang terdapat tantangan tersendiri saat mengunjungi pulau yang dianggap mematikan. Namun bukan berarti resiko kesehatan harus dikesampingkan begitu saja. Pasalnya, di beberapa pulau ini masih ditemukan jejak radioaktif atau gas beracun.

Berikut daftarnya, seperti dilansir Environmental Graffiti:

Vocrozhdeniya, Kazakhstan
Vozrozhdeniya merupakan sebuah pulau yang dimiliki Kazakhstan dan Uzbekistan. Tadinya pulau ini terpisah oleh laut, namun kelamaan, air Laut Aral menyusut hingga pulau ini bersatu dengan pulau utama. Pulau ini dianggap mematikan karena pernah menjadi pusat pembuatan senjata biologi oleh Uni Soviet di tahun 1948. Virus seperti anthrax, tularemia dan cacar pernah dibuat di sini.

Bikini Atoll, Kepulauan Marshall
Adalah Operation Crossroads, proyek ledakan nuklir AS yang dilakukan di Bikini Atoll sekitar tahun 1946. Pulau yang menjadi bagian dari Pulau Marshall ini pun dipenuhi ledakan nuklir berbahaya, menyebabkan kontaminasi baik udara maupun zat radioaktif di perairannya.Pada tahun 1954, AS juga meledakkan bom hidrogen pertama di Bikini Atoll sebagai bagian dari Operation Castle Bravo. Ini adalah ledakan nuklir terbesar yang pernah diciptakan AS. Risikonya bahkan melebihi yang diperkirakan, pulau-pulau di sekitarnya terkontaminasi. Dampak tersebut masih ada hingga puluhan tahun setelahnya. Pada 1978, ilmuwan asal Prancis menemukan zat berbahaya dalam tubuh masyarakat lokal yang mayoritas nelayan. Banyak penyakit aneh yang bersarang di tubuh mereka.

Pulau Farallon, Amerika Serikat

Pulau Farallon adalah sebuah pulau cantik di pesisir San Francisco, AS. Perairan di sekitar pulau ini menjadi habitat paus, anjing laut dan berbagai jenis hiu. Para penyelam pun sering menyambangi Pulau Farallon untuk melihat keindahan bawah lautnya. Namun, ada hal wajib yang harus diperhatikan oleh wisatawan. Di tahun 1946 hingga 1970, perairan sekitar pulau ini dijadikan sebagai tempat pembuangan limbah nuklir. Kabarnya, bekas limbah ini masih ‘meradang’ di perairan tersebut hingga sekarang.

Pulau Okunoshima, Jepang
Dikenal sebagai Pulau Kelinci, Okunoshima adalah rumah bagi pabrik gas beracun Jepang selama Perang Dunia II. Oleh karena kerahasiaan sangat penting bagi Jepang, maka pulau ini dihapus dari peta pulau mereka. Terdapat enam kilo ton gas beracun yang diproduksi di pulau ini, dengan kelinci sebagai hewan percobaan. Perang sekutu berhasil menyingkirkan semua gas beracun tersebut. Kelinci pun dilepaskan dan dilindungi di pulau ini. Okunoshima kini telah dibersihkan, namun belum ada penelitan yang menyatakan pulau tersebut telah bebas dari gas beracun.

Sabtu, 1 Februari 2014, 16:40 WIB

• VIVAlife

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Join 146 other followers

  • February 2014
    M T W T F S S
    « Jan   Mar »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    2425262728