Detik-Detik Asteroid Terdahsyat Hantam Bulan

Menjadi yang terpanjang, paling terang yang pernah tercatat

 Sandy Adam Mahaputra, Amal Nur Ngazis

Foto ilustrasi asteroid menghantam bulan
Foto ilustrasi asteroid menghantam bulan (Daily Mail)

Bumi beruntung memiliki asmosfer yang dapat meminimalkan serangan astroid. Tanpa atmosfer, batu antariksa dapat lebih dahsyat menghantam dan meledak di permukaaan bumi.

Tak seperti Bumi, Bulan lebih sering diserang (diterpa -admin blog) asteroid, makanya permukaan bulan penuh dengan kawah. Cekungan kawah itu diakibatkan hantaman astroid yang langsung menuju permukaan bulan.

Sebagaimana diketahui Bulan tak memiliki lapisan atmosfer seperti halnya Bumi. Untuk itu serangan astroid dapat memunculkan cahaya terang saat menghantam permukaan bulan.

Apabila beruntung, Anda dapat melihat cahaya terang itu. Seperti astronom Spanyol, Jose Maria Madiedo, yang juga profesor University of Huelva, Royal Astronomical Society (RAS), Inggris Raya mengaku pernah melihat serangan asteroid ke Bulan pada 11 September tahun lalu.

Saat itu, kata Madiedo, ia tengah mengoperasikan dua teleskopnya, lalu melihat selintas nyala terang yang hampir seterang belahan Bumi utara.

RAS menjelaskan cahaya terang itu akan terlihat dengan mata telanjang bagi siapa yang saat itu, kebetulan melihat bulan dalam kondisi terang benderang dan jelas.

Madiedo mengatakan saat itu, cahaya terang hasil tabrakan asteroid ke Bulan, disebutkan berlangsung selama delapan detik. Insiden cahaya asteroid ini menjadi yang terpanjang, paling terang yang pernah tercatat.

“Pada saat itu saya menyadari, bahwa saya telah melihat peristiwa yang sangat langka dan luar biasa,” ujar Madiedo berkisah kepada RAS.

Dua Rekaman
Sebagai bukti, Madiedo memiliki dua rekaman video yang menangkap asteroid itu. Namun, untuk memperjelas tumbuhan itu secara rinci, peneliti membuat video grafis dari komputer.
Asteroid sebesar kulkas yang disaksikan Madiedo itu diperkirakan melaju dengan sangat cepat, 61 ribu Km per jam, batu antariksa itu kemudian berubah menjadi cair, menguap menciptakan cahaya terang dan menciptakan kawah berdiameter 40 meter.
Energi batu angkasa berbobot 400 kg dan berdiameter antara 60 cm dan 1,4 meter itu diperkirakan sekitar 15 ton TNT, tiga kali lebih dahsyat dari tabrakan terdahsyat asteroid sebelumnya pada Maret 2013.
Sebagai perbandingan, asteroid selebar 20 meter yang menghantam kota Chelyabinsk, Rusia, Febuari tahun lalu diperkirakan memiliki energi 13 ribu ton. Asteroid Chelyabinsk itu pun dikategorikan sebagai asteroid berukuran sedang. (ren)

Rabu, 26 Februari 2014, 13:32
© VIVA.co.id

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Join 146 other followers

  • February 2014
    M T W T F S S
    « Jan   Mar »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    2425262728