Anomali Hukum Newton Tentang Gravitasi

Hukum Newton Tentang Gravitasi

Pada pembahasan mengenai pokok bahasan kinematika (gerak lurus dan gerak bengkok, kita telah menyinggung mengenai Gravitasi. Pada kesempatan ini, kita akan mempelajari Gravitasi secara lebih mendalam.

Selain mengembangkan tiga hukum tentang Gerak (Hukum I Newton, Hukum II Newton dan Hukum III Newton), Newton juga menyelidiki gerakan planet-planet dan bulan. Ia selalu bertanya mengapa bulan selalu berada dalam orbitnya yang hampir berupa lingkaran ketika mengitari bumi. Selain itu, ia juga selalu mempersoalkan mengapa benda-benda selalu jatuh menuju permukaan bumi.

Wililiam Stukeley, teman Newton ketika masih muda menulis, bahwa ketika mereka sedang duduk minum teh di bawah pohoh apel, Newton yang waktu itu masih muda dan cakep, melihat sebuah apel jatuh dari pohonnya. Dikatakan, bahwa eyang Newton mendapat ilham dari jatuhnya buah apel. Menurutnya, jika gravitasi bekerja di puncak pohon apel, bahkan di puncak gunung, maka mungkin saja gravitasi bekerja sampai ke bulan. Dengan penalaran, bahwa gravitasi bumi yang menahan bulan pada orbitnya, Newton mengembangkan teori gravitasi yang sekarang diwariskan kepada kita.

 

Hukum Newton berkenaan interaksi gaya-gaya benda langit dapat diterapkan di mana saja di belahan semesta. Hanya ada kondisi-kondisi yang mana untuk benda-benda teramat besar maka hukum Newton menjadi tidak akurat, bahkan runtuh. Selanjutnya konsep Newton ini harus digantikan oleh konsep relativistik Einstein. Contoh lain juga hukum mekanika Newton runtuh untuk benda teramat kecil sekali, yang lalu tergantikan oleh mekanika kuantum.

Semisal di tata surya kita berkenaan ketidaksesuaian Hk. Newton adalah anomali lintasan perihelion merkurius. Konsep Newtonian tidak dapat mengetahui pergeseran lintasan merkurius, selanjutnya Einstein dalam hukum relativitas umum dapat menjelaskan secara teliti pergeseran tersebut.

Berkenaan tentang hukum fisika, utamanya merupakan penggambaran alam kedalam konsep sains(ilmu alam) karenanya dapat dijadikan panduan, jika semua asumsi yang dipakai dapat disesuaikan. Walaupun begitu, tetap ada beberapa kasus di alam tidak/belum dapat diselesaikan dengan persamaan fisika yang telah ada, semisal konsep chaos atau yang lebih umum adalah kejadian berkenaan sistem kompleks.

(Sumber)

FENOMENA ANOMALI HUKUM NEWTON

Satu lagi fenomena alam yang menjadi pukulan berat bagi hukum Gravitasi Newton. Di wilayah Santa Cruz, California terdapat suatu fenomena alam yang sangat menakjubkan, dimana di tempat itu banyak terjadi kejanggalan yang mungkin membuat kita clingak-clinguk kebingungan dan keheranan, jika mengunjungi tempat tersebut.

Pasalnya, di tempat yang merupakan hamparan hutan subur itu hukum gravitasi seakan-akan sudah tidak ada artinya sama sekali, semua pepohonan berdiri miring dengan arah kemiringan yang sama, bahkan dapat dibilang hampir tumbang.

Banyak orang yang menyebut tempat ini “titik misterius”. Apabila manusia berada di sekitar “titik misterius” sekali pun, seluruh badannya tanpa dikehendaki juga ikut-ikutan miring, walau pun berusaha untuk berdiri dengan tegak, hasilnya akan sama saja.

Anehnya, walaupun dalam keadaan posisi yang miring dalam sekala yang besar,  seluruh benda yang ada tidak akan terjatuh atau kehilangan keseimbangannya. Apabila mencoba berjalan, langkah kita tetaplah stabil dan berjalan tanpa kesulitan walaupun dalam posisi miring.

Apabila berkunjung ketempat ini, kita dapat melihat keanehan-kenehan seperti rumah yang terlihat hapir roboh (padahal sebenarnya masih kokoh), sapu yang dapat berdiri sendiri dalam keadaan yang miring, manusia yang dapat berdiri ditembok dan keanehan-keanehan lainnya. Parahnya lagi, dengan adanya fenomena ini, hewan-hewan hutan tidak ada yang mau nongkrong dan mencari makan di sekitar “titik misterius”, mereka mungkin ketakutan atau bagaimana?

“Mystery Spot” dapat membuktikan akan kelemahan teori Gravitasi, Sir Issac Newton dengan hukum gravitasinya menyatakan, bahwa semua benda akan ditarik ke arah semua benda lainnya oleh kekuatan gravitasi.

Kekuatan ini tergantung pada seberapa banyaknya zat yang tergantung dalam benda dan pada jarak diantaranya. Hukum itu menerangkan mengapa orbit planet dan bulan berbentuk elips.

Hukum itu menerangkan juga gerak semua benda dalam alam semesta yang mahaluas. Dengan adanya fenomena ini,hukum gravitasi Newton yang bertahan kurang lebih selama 4 abad mungkin sudah saatnya untuk direvisi. Namun, sampai saat ini, para Ilmuwan belum dapat menjelaskan bagaimana fenomena ini dapat terjadi, mungkin masih menunggu beberapa waktu lagi untuk memecahkan misteri ini, atau mungkin teman-teman sudah mempunyai sebuah teori atau argumen untuk memberi pencerahan bagaimana fenomena ini dapat terjadi?

Sebenarnya, fenomena-fenomena seperti ini tidak hanya terjadi di wilayah Santa Cruz, California saja, tetapi di tempat lain juga dapat ditemukan. Memang kebanyakan berada di USA, tapi di wilayah Eropa juga dapat ditemui tempat seperti ini, contohnya di sekitar Warsawa, Polandia. Oh iya, hal serupa juga ada disebuah wilayah di China, namun yang ini berupa tanjakan jalan raya.

Uniknya ditempat itu seluruh benda beroda/yang mudah menggelinding akan tertarik menuju keatas tanjakan, padahal jika dipikir secara logika hal tersebut sangatlah tidak masuk akal.

(sumber)

Anomali dalam hukum gravitasi

Peristiwanya terjadi pada tahun 1980 saat John Anderson bertanya-tanya apakah ada yang salah dengan hukum gravitasi?

Laboratorium Propulsi mesin jet tempat fisikawan ini bekerja telah mempelajari data dari dua pesawat angkasa Pioneer 10 dan 11 yang telah menerbangi tata surya selama sepuluh tahun.

Pesawat yang seharusnya terbang dengan kecepatan tetap 40.000 kilometer per jam ke ujung tata surya ini malah melambat. Walaupun sudah memperhitungkan kemungkinan gravitasi dari matahari dan planet yang dilalui tetap saja tidak ada jawabannya.
Bagaimana mungkin?

Saat itu Anderson berpikir penjelasannya mudah saja. Mungkin ada kerusakan pada pesawat atau perhitungannya yang salah.

Anderson yang pemalu dan jarang berbicara tentu saja tidak mungkin mengadakan konfrensi pers yang menyatakan, bahwa pesawat angkasa Amerika tidak menuruti hukum fisika.

Anderson yang kini telah berumur 70 tahun hanya bergumam “Mungkin ada sesuatu yang belum saya pahami terjadi”.

Selama bertahun-tahun

Walaupun sendirian dan banyak kritik yang bahkan mempertanyakan kemampuan matematikanya, 20 tahun kemudian penelitian Anderson membuahkan hasil.

Pada bulan Oktober, Badan Antariksa Eropa merekomendasikan misi khusus ke luar angkasa untuk mencoba apakah penemuan Anderson mungkin dapat membuat buku-buku teks fisika ditulis ulang. Sejumlah ilmuwan, bahkan berspekulasi kalau “Anomali pesawat Pioneer” dapat menyibak misteri seperti keberadaan “dark matter” atau pun keberadaan kekuatan antar dimensi yang dikemukakan oleh teori “string”.

Akan tetapi, kepada publik kami memilih untuk tidak membesar-besarkan hal ini dahulu, kata Slava G. Turyshev, mantan ilmuwan Rusia yang ikut meneliti anomali ini.

Yah, apa pun yang terjadi Anderson telah memasukkan namanya ke dalam sejarah.

Gravitasi adalah salah satu kekuatan alam yang sangat banyak dipelajari. Adalah Newton yang pada abad ke-17 mengatakan, bahwa setiap benda di alam semesta saling tarik menarik secara proporsional.

Einsten pada tahun 1915 menyempurnakan teori ini dengan mengatakan, bahwa benda-benda yang lebih kecil ditarik oleh benda-benda yang lebih besar dengan pengandaian pada trampolin untuk melompat dengan bola boling.

“Saya mulai mengamati adanya anomali percepatan saat pesawat mendekati Matahari”, kata Anderson yang berarti pesawat ini melambat.

Anomalinya kecil saja, hanya 8×10 -8 cm/s2 tetapi apabila dikonversi untuk perjalanan setahun menjadi 12.800 kilometer, sebuah kesalahan kecil untuk pesawat yang mampu menempuh perjalanan sejauh 350 juta kilometer itu. Oh ya, anomalinya sepersepuluh milyar lebih lemah dari gravitasi Bumi.

Kini setelah 20 tahun pesawat ini meluncur, kesalahannya sudah mencapai 400.000 kilometer yang berarti sejarak Bumi ke Bulan.

Saat pertama kalinya fenomena ini teramati, Anderson mengira bahwa radiasi dan hawa panas Matahari-lah penyebabnya, atau mungkin juga kesalahan mekanis di pesawat. Tertuduh utama adalah kebocoran gas yang diikuti oleh pelepasan energi dari generator. Akan tetapi, sepertinya tidak mungkin.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s