Berat Badan, IMT dan Lingkar Pinggang, Mana yang Jadi Patokan Bobot Ideal?

Ajeng Annastasia Kinanti

 

Foto: Ilustrasi (Thinkstock)

 

Jakarta, Mulai dari menimbang berat badan setiap hari hingga mengukur seberapa sempit celana jeans, ada banyak cara yang dilakukan seseorang untuk menilai seberapa sehat ukuran tubuhnya. Nah, di antara indeks massa tubuh (IMT), berat badan dan lingkar pinggang, adakah yang bisa disebut ‘pengukur ideal’?

Agar dapat menentukan mana yang terbaik untuk tubuh Anda, berikut manfaat dan kelemahan dari tiga jenis pengukuran terpopuler, seperti dikutip dari Shape, Minggu (23/3/2014):

1. Indeks massa tubuh (IMT)

IMT merupakan rumus standar untuk menentukan rasio antara tinggi dan berat badan. Pengukuran ini terbukti menjadi indikator lemak tubuh yang cukup handal untuk kebanyakan orang dewasa, meskipun tidak untuk lansia. Hitung IMT dengan mengkuadratkan nilai tinggi badan (dalam satuan meter). Lalu nilai berat badan (dalam satuan kilogram) dibagi hasil kudrat dari tinggi badan tersebut. IMT dianggap normal, jika berada di rentang 19-25.

“Indeks massa tubuh adalah cara cepat untuk mengategorikan seseorang dengan berat badan kurang, normal, kelebihan, atau obesitas,” ujar Mary Hartley, RD, pakar nutrisi.

2. Berat badan

Berat badan berubah-ubah secara alami sepanjang waktu berdasarkan berbagai faktor termasuk stres, hidrasi, dan bahkan. Oleh sebab itu, menimbang berat badan setiap hari dianggap kurang sehat dan justru menimbulkan depresi.

Sebaiknya penimbangan berat badan dilakukan secara mingguan atau bulanan untuk mengetahui adanya perubahan yang ekstrem. Sebab perubahan tersebut dapat menjadi tanda adanya risiko kesehatan secara keseluruhan.

3. Lingkar pinggang

Hartley menegaskan, bahwa mengukur lingkar pinggang setiap 4-6 pekan tidaklah masuk akal. Ia merekomendasikan Anda untuk melakukannya setiap enam bulan hingga setahun sekali.

“Lakukan pengukuran dengan benar, baik dengan menggunakan pita pengukur atau perangkat teknologi yang canggih sekalipun. Ukuran pinggang yang ideal sebaiknya tidak lebih dari setengah tinggi badan Anda,” papar Hartley.

Pengukuran lingkar pinggang sebaiknya digunakan untuk mengetahui adanya perubahan akibat modifikasi gaya hidup. Seperti misalnya Anda yang rutin fitnes ke gym dan latihan kardio, mengukur lingkar pinggang akan menjadi cara yang baik untuk mengukur kemajuan Anda.

Tahu ukuran dalam bentuk angka memang baik untuk evaluasi status kesehatan Anda, namun tidak ada yang sempurna. Percayakan tubuh Anda untuk menemukan pengaturan sehatnya sendiri dengan melakukan gaya hidup seimbang gizi dan aktivitas fisik. Apabila mengukur, justru menimbulkan kecemasan atau, bahkan depresi, itu jelas tidak baik bagi Anda.

Minggu, 23/03/2014 13:01 WIB

(ajg/vit)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s