Terungkap, Bakteri Ini Serap Polusi dan Gas Rumah Kaca

Bakteri ini berfungsi untuk mengurangi perubahan iklim

 

 
 Dwifantya Aquina , Amal Nur Ngazis
 
 
 
 
Peta dampak perubahan iklim dunia.

Peta dampak perubahan iklim dunia. (http://www.gomuda.com)
 

Selama ini, bakteri populer sebagai sumber penyakit. Rupanya, ada juga bakteri yang berkontribusi positif. Siapa sangka mahluk kecil ini dapat berfungsi untuk mengurangi perubahan iklim.

 
Sebuah laporan ilmiah mengungkapkan bakteri jenis methylocella silvestris dapat menghentikan dampak buruk tumpahan minyak di lautan, melansir NBCNews, Selasa 29 April 2014. 
 
Studi itu mengidentifikasi tegangan mikroba mampu tumbuh pada gas rumah kaca yang kuat maupun gas propana, yang ditemukan pada gas alam mentah. Sebelumnya ilmuwan hanya menduga bakteri hanya tumbuh pada salah satu metana saja.
 
Peneliti University of East Anglia, Inggris dalam jurnal Nature mengatakan, dengan mengkonsumsi metana dan propana itu, bakteri secara tak langsung mencegah gas itu mencapai atmosfer. Bakteri itu disebutkan bersekutu dalam gas dan menyerap polusi dan gas rumah kaca. 
 
Bakteri, lanjut tulisan itu, juga dapat mencegah munculnya gas alam itu dari aktivitas buatan manusia misalnya fracking dan tumpahan minyak. 
 
“Dengan demikian mikroba dapat membantu mengurangi efek pelepasan gas rumah kaca ke atmosfer dari dua gas alam yang merembes ke lingkungan,” jelas tulisan dalam jurnal. 
 
Laporan itu menjelaskan, bahwa bakteri itu pertama kali terdeteksi di Eropa Utara pada 2010 usai tumpahan minyak di Teluk Meksiko. Tumpahan minyak itu dipicu atas bocoran minyak Deepwater Horizon. Insiden itu merupakan tumpahan minyak terbesar di lepas pantai dalam sejarah AS.
 
Mengenai teka-teki apakah bakteri bertahan dalam bocoran gas, peneliti diluar studi ini, menduga justru bakteri itu bisa bertahan pada bocoran gas. 
 
“Hal yang bagus pada bakteri adalah mereka dapat tumbuh dengan cepat. Salah satu bakteri yang ditemukan pada kasus ini dapat tumbuh dua kali lipat tiap 10 jam,” jelas Antje Boetius, profesor Max Planck Institute for Marine Microbiology, Jerman yang berada diluar studi itu. 
 
Boetius berteori, tumpahan minyak membuat sebagian besar bakteri tetap di lingkungan itu dalam waktu sepekan dan mengkonsumsi banyak metana dan pronana yang bocor. (ita)
 
Selasa, 29 April 2014, 15:01
© VIVA.co.id

Heboh Pin “Illuminati” Para Pemipin Dunia di Konferensi Nuklir 2014

 

KTT Keamanan Nuklir 2014 (Nuclear Security Summit 2014) atau NSS 2014 telah diselenggarakan dan dihadiri oleh para pemimpin-pemimpin dunia yang diselenggarakan di Den Haag, Belanda, pada tanggal 24 Maret dan 25 , 2014.

The Nuclear Security Summit (NSS) adalah pertemuan pejabat tinggi dunia yang bertujuan untuk mencegah terorisme nuklir dari seluruh dunia. KTT pertama diadakan di Washington, DC pada 12-13 April 2010, KTT kedua di Seoul, Korea pada tahun 2012 dan inilah sebagai KTT ketiga yang diselenggarakan.

KTT ini adalah konferensi ketiga dan perpanjangan akibat kesuksesan KTT Keamanan Nuklir sebelumnya di tahun 2012. KTT 2014 kali ini dihadiri oleh 58 pemimpin dunia dan 5 utusan di antaranya dari organisasi pengamat internasional dan dihadiri oleh sekitar 5.000 delegasi serta sekitar 3.000 jurnalis .

Para wakil negara peserta yang menghadiri KTT termasuk Presiden AS Barack Obama, Presiden China Xi Jinping dan lainnya, sedangkan utusan dari Indonesia diwakili oleh Wakil Presiden Budiono.

Figure1: Host nation (Netherlands) (Red), Participating nations (Green), European Union members represented by the President of the European Council and the President of the European Commission only (as observer) (Light Green) (wikipedia)

Tujuan utama dari konferensi ini adalah untuk membahas bagaimana tujuan-tujuan dari pertemuan yang ditetapkan pada KTT sebelumnya di Washington DC dan Seoul, yang belum dapat dicapai kesepakatan mengenai beebrapa hal dalam empat tahun sebelumnya, dan mengusulkan bagaimana cara-cara untuk mencapai kesepakatan yang belum dapat dicapai tersebut.

Pertemuan NSS 2014 ini bertujuan untuk mencegah “terorisme nuklir” dengan cara:

Mengurangi jumlah bahan nuklir berbahaya di dunia .
Meningkatkan keamanan semua bahan nuklir dan sumber radioaktif .
Meningkatkan kerjasama internasional .

Beberapa negara peserta yang tertarik dalam memimpin tema keamanan tertentu ke tingkat yang lebih tinggi bisa melakukannya dengan menawarkan ‘keranjang hadiah’ (gift basket), yang merupakan inisiatif tambahan yang dapat berfungsi sebagai model peran untuk aspek keamanan tertentu


Pemimpin dunia yang berpartisipasi pada KTT Nuclear Security Summit 2014, 24-25 Maret di Den Haag, Belanda. Tampak Wakil Presiden Budiono berdiri kedua dari kiri pada deret kedua dari depan. (wikipedia)

Belanda misalnya , telah mengembangkan sebuah ‘keranjang hadiah’ yang meningkatkan keahlian melalui perusahaan ( internasional ) mengenai kerjasama forensik nuklir dengan bantuan dari Netherlands Forensic Institute.


U.N. Secretary General Ban Ki-moon (L) shakes hands with Dutch Foreign Minister Frans Timmermans

Meskipun ingin mencagah terorisme nuklir dengan mengurangi dan mengamankan pasokan nuklir secara resmi sebagai topik utama , namun krisis Ukraina, Crimea dan Russia membayangi pembicaraan pada KTT ini.

Acara ini membentuk latar belakang untuk pertemuan darurat para pemimpin G7 pada aneksasi krisis Rusia dari Crimea pada bulan sebelumnya, diawal Maret 2014.

Presiden Rusia Vladimir Putin tidak menghadiri KTT ini, dan mengutus Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov , yang diperkirakan akan mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Gottemoeller sebagai Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Pengawasan Senjata dan Keamanan Internasional .

Yang tak hadir pada KTT ini adalah adalah Korea Utara dan Iran, yang dikeluarkan dengan persetujuan bersama.


Wapres Budiono “ngumpet” saat pemotretan delegasi.

Sebelum penutupan KTT, para kepala negara atau yang mewakili menyampaikan pandangannya dalam forum pertemuan informal.

Boediono menyampaikan kembali tentang upaya Indonesia dalam menyusun model legislasi nasional tentang keamanan nuklir yang disebut National Legislation Implementation Kit on Nuclear Security (NLIK).

Inisiatif NLIK ini telah diungkapkan ke publik sejak KTT kedua di Seoul 2012, dan difinalisasi pada KTT di Den Haag ini.

Indonesia ikut KTT ini karena memiliki nuklir juga yang dikelola oleh BATAN atau Badan Tenaga Atom Nasional. Namun nuklir di Indonesia hanya sebatas penelitian ilmiah sebagai pengganti energi alternatif saja.

Dalam kesempatan itu, Boediono menyatakan kegembiraannya mengetahui upaya bersama negara-negara anggota KTT untuk meningkatkan keamanan nuklir telah memberi hasil memuaskan sejak KTT di Washington 2010.

“Izinkan saya untuk mengekspresikan keyakinan Indonesia bahwa jaminan paling sempurna dari upaya untuk menghindari ancaman penggunaan material nuklir untuk tujuan yang bukan damai adalah dengan memusnahkan senjata nuklir,” kata Boediono di hadapan perwakilan dari 53 negara yang terlibat dalam KTT Keamanan Nuklir, sebagaimana dikutip laman setkab.go.id.

Boediono meminta para anggota KTT Keamanan Nuklir untuk terus meneguhkan komitmen bersama meningkatkan kerja sama regional dan multilateral di samping upaya nasional untuk memastikan keamanan nuklir.

Dia menegaskan, Indonesia terus berupaya menjaga komitmen tersebut dengan langkah-langkah berikut:

Pertama, Indonesia akan terus menggunakan bahan bakar uranium berkadar pengayaan rendah dalam produksi radio isotope dan dalam kerja reaktor nuklir riset milik Indonesia.

Kedua, Indonesia mulai memasang Radioactive Portal Monitors (RPM) di beberapa pelabuhan untuk mengontrol materi nuklir dan radioaktif; ketiga, Indonesia telah menerima Konvensi Internasional untuk Pengendalian Tindak-Tindak Terorisme Nuklir pada Maret 2014; dan keempat, sejak 2013, Pemerintah Indonesia telah mulai menyiapkan Rancangan Undang-Undang untuk keamanan nuklir yang akan diajukan ke parlemen pada 2015. (metrotvnews.com).

Keganjilan Yang Tersemat Ditiap Dada Para Pemimpin Dunia Pada KTT Kali Ini

Namun ada keanehan dari KTT yang tertutup ini yang hampir tak terlihat. Bagusnya video pada saat pertemuan akhirnya dikeluarkan oleh hanya beberapa mainstream media, salah satunya Reuters.

Setelah video yang dirilis dicermati, keganjilan itu akhirnya tersebar di dunia internet terutama dari website organisasi anti illuminati dan New World Order (NWO) dan juga para blogger sejagat dunia maya.

Pada pertemuan ini hampir semua utusan negara menyematkan sebuah pin yang disematkan pada pakaian masing-masing. Anehnya pin itu berbentuk segitiga illuminati yang pada konferensi-konferensi sebelumnya tak ada.

Dan anehnya pula, logo KTT ini juga menggunakan simbol segitiga yang pada konferensi sebelumnya juga tak pernah ada. Jelas ini sebuah “kode” simbol kepada elit sedunia, bahwa program mereka adalah “sama” untuk mengatur dunia dalam satu komando dibawah Tatanan Dunia Baru (New World Order).

Tampak PM Jepang, Perancis, Menlu Russia, Presiden China dan juga Sekjen PBB menyematkan “tanda” simbol yang sama. Mungkin ini sudah merupakan agenda dan protokol “wajib” yang harus dikenakan dan sudah ditetapkan pada konfeensi itu.

Namun bedanya, menlu Russia justru menyematkannya miring kadang terbalik, atau mungkin berarti “menentangnya”, mengingat konflik Ukraina yang sedang dihadapinya terhadap Uni Eropa dan AS. Itu sebabnya mengapa Presiden Vladimir Putin tak menghadiri konferensi ini.

Sedangkan PM German, Angela Merkel, menyematkannya simbol piramid itu di kantung blazer yang ada dibagian bawah bajunya, mungin ia tak suka akibat penyadapan yang telah dilakukan AS terhadapnya.


Tebak, dimana Wapres Indonesia, Budiono?
Menariknya, Presiden AS Barack Obama dan John Kerry justru tak mengenakannya, mungkin karena sebagai leader, yang tak perlu lagi menyematkan pin yang kontroversial itu, maka mereka berdua cukup menyematkan pin bendera Amerika Serikat.

Selain mereka, beberapa utusan dan pemimpin negara lainnya tak menyematkannya, seperti Presiden Kanada Stephen Harper, PM Belanda Mark Rutte, Presiden Norwegia Erna Solberg dan beberapa lainnya.

Berikut beberapa foto utusan dan pemimpin negara yang yang beredar, tampak pin piramid simbol illuminati terselip didada mereka sebagai “tanda setuju” atau “satu suara” menuju Tatanan Dunia Baru atau New World Order karena berhasil disatukannya para “pemilik” nuklir tersebut:

– Sekjen PBB, Ban Ki Moon

– Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev

– Presiden Chile, Heraldo Munoz

– Presiden China, Xi Jinping

– Presiden Kazakhstan, Nursultan Nazarbeyev

– Presiden Korea Selatan, Park Geun-Hye

– Prediden Lituania, Dalia Grybauskaite

– Presiden Nigeria, Goodluck Ebele Jonathan

– Presiden Perancis, Francois Hollande

– Presiden Turki, Abdullah Gul

– Perdana Menteri Denmark, Helle Thorning-Schmidt

– Perdana Menteri Georgia, Irakli Garibashvili

– Perdana Menteri Inggris, David Cameron

– Perdana Menteri Jerman, Anglea Merkel

– Wakil Perdana Menteri Malaysia, Muhyddin Yassin

– Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov

– Menteri Luar Negeri Belanda, Frans Timmermans

– Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov

– Perwakilan Jordania utusan, Pangeran Zeid Raad al-Hussein,

– Sekjen Interpol, Ronald K. Noble

Beberapa pemimpin lainnya tak tertangkap kamera dengan sematan pin pada saat hadir di dalam ruangan pertemuan. Dan beberapa lainnya tak tertangkap kamera karena hanya ada pada saat turun dari pesawat saat baru berada di bandara. Dan beberapa lainnya memang tak menggunakannya.

sumber

Sumber indocropcircles.wordpress.com

Ditemukan, Belalang Predator Berwujud Bunga Anggrek

Wujud menyerupai bunga untuk memikat dan menangkap mangsanya

 

Aries Setiawan, Tommy Adi Wibowo

 

 

 

 Belalang predator berbentuk bunga

Belalang predator berbentuk bunga (livescience.com)

Tim ilmuwan dari Macquarie University, Australia, berhasil menemukan spesies belalang predator yang berwujud menyerupai bunga untuk memikat dan menangkap mangsanya.

Melansir Live Science, 3 Desember 2103, spesies belalang anggrek atau bernama ilmiah Hymenopus coronatus, memiliki kemampuan menyamar seperti bunga lengkap dengan kakinya yang berbentuk mirip kelopak bunga.

Menurut para ilmuwan, alam memang menyajikan beragam hewan yang mempunyai kemampuan meniru bentuk tanaman. Misalnya, serangga tongkat menyerupai ranting dan laba-laba kepiting yang menyamar seperti bunga untuk menangkap mangsanya.

Tapi, berbeda dengan belalang anggrek yang bentuk penyamarannya sangat mirip dengan bunga asli. Selain untuk memburu mangsa, penyamaran itu juga dilakukan untuk melindungi diri dari serangan pemangsa.

Sebenarnya, gagasan mengenai belalang anggrek yang mampu berubah wujud menjadi seperti bunga anggrek telah muncul pada tahun 1800an, yang dicetuskan oleh Alfred Russel Wallace.

Tapi, konfirmasi bahwa belalang anggrek bisa meniru bentuk anggrek belum pernah dikonfirmasi. Karena keberadaan belalang anggrek yang sangat langka.

“Gagasan mengenai belalang yang mampu meniru anggrek sudah ada sejak satu abad yang lalu. Tapi, belum ada pengujian bahwa penyamaran itu benar-benar terjadi,” kata James O’Hanlon, pemimpin penelitian dari Macquarie University.

Untuk membuktikan penyamaran dari belalang anggrek, akhirnya tim ilmuwan pergi ke Malaysia. Karena habitat asli dari hewan itu ada di hutan hujan Asia Tenggara.

“Bagian tersulit dari penelitian ini adalah belum ada seorang pun yang meneliti bentuk belalang anggrek. Jadi, tim memulai penelitian dari awal untuk mendapatkan hasil lengkap,” jelas Hanlon.

Dia menambahkan, akhirnya tim berhasil mengonfirmasi bahwa belalang anggrek memiliki warna berbeda dari 13 jenis bunga liar yang ada di hutan. Selain itu, para ilmuwan juga menyaksikan keberhasilan penyamaran belalang anggrek untuk memikat puluhan serangga.

“Belalang Anggrek merupakan satu-satunya hewan di dunia yang menyamar seperti bunga untuk menarik mangsa-mangsanya,” ujar Hanlon.

Hanlon dan rekan penelitinya Gregory Holwell dan Marie Herberstein telah menerbitkan hasil penelitiannya di Jurnal American Naturalist. (one)

Rabu, 4 Desember 2013, 09:49

© VIVA.co.id

Mahluk Tertua di Dunia Ini Tak Sengaja Dibunuh Penemunya

Tim peneliti secara tak sengaja membunuh hewan tersebut

 

 

 Renne R.A Kawilarang, Amal Nur Ngazis
Remis besar

Remis besar (Bangor University)

 Tim peneliti Eropa beberapa tahun lalu menemukan hewan laut, yang dinyatakan sebagai mahluk hidup tertua di dunia. Sayangnya tim peneliti secara tak sengaja membunuh hewan tersebut.

Menurut laman The Epoch Times, Jumat 15 November 2013, sebenarnya hewan tersebut yakni sejenis remis besar yang ditemukan dalam keadaan hidup di dasar Samudra Atlantik, dekat Islandia pada pada 2006. Seperti biasa, tim peneliti dari Universitas Bangor, Inggris, menyimpan temuan mereka di sebuah lemari pendingin.

Namun, tak lama kemudian, remis itu justru mati. Awalnya peneliti menyimpulkan usia remis itu, sebelum mati, 400 tahun. Namun, setelah belum lama ini diteliti lagi walaupun dia sudah mati, usia mahluk laut itu ternyata lebih tua lagi. 507 tahun. Artinya dia lahir pada 1499.

Dengan demikian, remis itu sebenarnya mahluk tertua di dunia. “Kami salah mengira pertama kali dan mungkin kami sangat tergesa-gesa mempublikasikan temuan kami pada saat itu,” kata Dr Paul Butler, pakar kelautan dari Universitas Bangor kepada Science Nordic.

“Tapi kini kami benar-benar yakin  usianya tepat,” ujar dia.

Untuk menghitung usia kerang itu, peneliti menganalisa kulit remis. Semasa hidup, lapisan kulitnya tumbuh tiap tahun. Peneliti menghitung usia dengan memotong setengah kulit kemudian menghitung baris kulit dengan cara yang mirip pada penanggalan pohon. Pada pohon, ilmuwan biasanya menghitung cincin batang pohon guna mendapatkan usia pohon.

“Usia remis itu dipastikan dengan berbagai metode, termasuk metode geokimia seperti metode karbon-14. jadi saya sangat yakin ilmuwan saat ini telah menentukan usia yang tepat,” kata Rob Witbaard, ahli bilogi Royal Netherlands Institute for Sea Research.

“Jika pun ada kesalahan penentuan umur, paling hanya beda satu atau dua tahun saja,” ujarnya. (eh)

Sabtu, 16 November 2013, 06:49
© VIVA.co.id

Ditemukan, Serangga Betina Berpenis

Peran seks terbalik telah diidentifikasi pada beberapa hewan

  Eko Priliawito, Amal Nur Ngazis

Ilustrasiserangga

Ilustrasiserangga  

 

Peneliti menemukan serangga aneh di Brasil, memiliki alat kelamin seks terbalik. Hewan yang diidentifikasi serangga betina itu diketahui memiliki penis.  Serangga yang termasuk dalam genus Neotrogla itu ditemukan pada sebuah gua di timur laut Brasil.

 

Melansir stasiun berita BBC, Minggu 20 April 2014, peneliti mengamati perilaku serangga selama masa persetubuhan 40-70 jam. Serangga Neotrogla betina  ternyata memasukkan organ ereksi itu ke lubang vagina. Struktur rumit yang dijuluki dengan gynosome itu digunakan untuk menghisap sperma dan cairan mani bergizi.”Meski peran seks terbalik telah diidentifikasi pada beberapa hewan berbeda, Neotrogla merupakan satu-satunya contoh dimana organ pengirim sperma juga terbalik,” jelas pemimpin studi, Kazunori Yoshizawa dari Hokkaido University, Jepang.Setelah serangga jantan masuk, bagian membran gynosome betina mengembang. Kemudian saat peneliti berupaya memisahkan jantan dan betina, perut jantan robek dari dada tanpa merusak pasangan organ genital itu.

Peneliti berspekulasi hal yang mempengaruhi peran seks yang terbalik itu, yakni lingkungan gua yang miskin sumber daya. Temuan serangga yang aneh itu memberikan peluang baru untuk menguji ide tentang seleksi seksual, konflik antara jenis kelamin dan evolusi baru.

“Serangga itu akan menjadi penting untuk mengungkapkan kenapa diantara banyak hewan yang memiliki peran seksual terbalik, hanya Neotrogla yang menguraikan penis betina,” tambah Yoshitaka Kamimura, penelit dari Keio university, Jepang.

Temuan ini telah dilaporkan pada jurnal Current Biology.

Minggu, 20 April 2014, 06:54
© VIVA.co.id

2016 Rusia Akan Bangun Pangkalan Militer di Bulan

 Awal pekan ini, Russian Space Agency menyatakan telah meluncurkan proyek untuk merancang sebuah pesawat ruang angkasa yang sesuai untuk misi pangkalan di Bulan dan membawa roket super berat. Rencana itu meliputi peluncuran tiga pesawat ruang angkasa pada akhir dekade ini dua pesawat di antaranya akan mendarat ke permukaan dan satu pesawat mengorbit. Pembangunan pangkalan di bulan akan menelan biaya sangat mahal dengan menggunakan teknologi roket konvensional. Beberapa sistem akan menggabungkan roket ion untuk masuk ke orbit bulan dan roket berbahan kimia untuk turun ke permukaan bulan. Tentunya hal ini tidak akan cukup, dibutuhkan sistem lebih canggih untuk membuat konsep yang jauh lebih praktis.

Koloni Baru Rusia dan Pangkalan di Bulan

Bulan hampir tidak memiliki atmosfer dan gravitasi lebih rendah dari Bumi, rata-rata kepadatan wilayah 60 persen seperti bumi dan diyakini memiliki sumber daya nikel. Inti bulan diperkirakan besi yang berdiameter 480 kilometer, dilapisi inti luar cair dan ketebalan mantel luar sekitar 60 kilometer.Tak seperti misi stasiun luar angkasa, pangkalan di bulan akan memiliki akses yang sangat dekat dengan sumber daya. Adanya keberadaan logam, silikat dan mineral lainnya, lebih mudah memindahkan beban berat dan kurangnnya pengaruh atmosfer. Pangkalan di bulan setidaknya harus memiliki perisai yang akan melindungi dari serangan meteor serta radiasi luar angkasa. Total luas bulan adalah 14,6 juta mil persegi, medan sangat sulit diliputi oleh pegunungan tinggi, awah yang dalam. dan batu permukaan bulan sangat keras dan hanya setengah yang dapat digunakan.Sebagian besar lokasi bulan mengalami masa dua minggu sinar matahari yang akan menyebabkan penumpukan panas, dan dua minggu akan melewati malam dengam suhu dingin. Jika dasar pangkalan bulan dibangun pada wilayah kutub, air akan ditemukan dalam bentuk es. Ada wilayah yang benar-benar terlindung dari radiasi matahari dan aman dari pemanasan.

 

Kabar yang terdengar, Rusia berencana mengatur pangkalan permanen di Bulan dibanding membangun stasiun ruang angkasa. Dmitry Rogozin, wakil menteri pertahanan Rusia, menyatakan bahwa bulan merupakan titik tengah dengan tujuan terpisah, pembangunan pangkalan di bulan bersikap rasional dimana nantinya akan mempermudah penerbangan ke Mars ataupun asteroid yang akan melintas dekat dengan Bumi untuk mencegah bencana besar tak terduga.

Misi pertama akan dijadwakan meluncur pada tahun 2016 yang nantinya akan mendarat di kutub selatan Bulan. Dua misi berikutnya akan mengorbit untuk memantau bulan pada tahun 2018, dan pendaratan polar dilengkapi dengan bor untuk mencari lapisan es di tahun 2019.

 

Diperkirakan pada tahun 2040, Rusia siap menempati pangkalan di Bulan yang pertama dan digunakan untuk misi jangka panjang. Rogozin mengatakan bahwa bulan adalah satu-satunya sumber realistis untuk memperoleh air, mineral dan sumber daya lain untuk misi luar angkasa di masa mendatang, serta menguji teknologi baru ruang angkasa.

 

Rencana ini tidak terlepas dari keterlibatan Rusia dalam mencari dan mengeksplorasi sumber daya alam di tata surya. Rusia yakin bahwa merek memiliki segala yang dibutuhkan untuk terobosan baru dalam penelitian ruang angkasa, khususnya dalam hal koloni yang akan hidup di pangkalan bulan.

Sumber

 

Ini Gaun Pemikat Pria Idaman

Dapat berubah transparan saat jantung berdebar

 

 

 Lesthia Kertopati, Marlina Irdayanti

Gaun rancangan Daan Roosegaarde akan berubah transparan saat pemakainya berdebar-debar.
Gaun rancangan Daan Roosegaarde akan berubah transparan saat pemakainya berdebar-debar

Wajah dapat tiba-tiba memerah saat bertemu dengan pria idaman. Jantung pun berdetak lebih kencang. Ini kondisi umum saat seseorang sedang jatuh cinta. Akan tetapi, apa jadinya jika jatuh cinta, membuat busana yang dikenakan mendadak menjadi transparan?

 Ini yang akan terjadi, jika Anda menggunakan The Intimacy 2.0. Busana yang dibuat seniman asal Belanda bernama Daan Roosegaarde ini akan membuat Anda tampak polos saat jantung berdetak lebih kencang.

Terbuat dari bahan smart e-foils yang tersambung dengan sebuah sensor yang terletak di sekitar payudara. Gaun ini bekerja dengan cara mendeteksi perubahan suhu tubuh dan denyut jantung pemakainya.

Saat detak jantung dan suhu tubuh naik, otomatis pakaian akan menjadi transparan sekitar dua detik, lalu kembali tertutup selama satu detik, lalu kembali transparan dan begitu seterusnya hingga detak jantung normal.

Gaun ini terdiri dari dua versi. Versi aslinya dapat memperlihatkan seluruh bagian tubuh Anda. Yang tentunya, Anda akan tampak benar-benar polos saat jantung berdetak lebih kencang. Sedangkan versi keduanya, hanya akan memperlihatkan bagian tubuh di sekitar payudara.

“Gaun ini adalah proyek mode untuk mengeksplorasi hubungan antara keintiman dan teknologi,” ujar Daan dilansir Daily Mail.

Meski dibuat untuk meningkatkan keintiman, namun cara kerja gaun yang mendeteksi detak jantung ini tidak hanya membuat Anda tampak polos saat jatuh cinta saja. Tetapi, juga dalam kondisi apapun yang menyebabkan detak jantung dan suhu tubuh naik, seperti ketika senang, takut atau cemas. (asp)

Selasa, 8 April 2014, 12:59 WIB
• VIVAlife
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Join 153 other followers

  • April 2014
    M T W T F S S
    « Mar   May »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930