Ancaman Perang Kimia Biologi Amerika dan Israel

 

Sebagian negara menggunakan senjata kimia dan biologi, terutama Amerika dan Israel dalam perang mereka. Meski mereka tahu, bahwa hal itu dilarang oleh perjanjian hukum internasional karena dianggap sebagai senjata pemusnah massal karena akan menimbulkan kerugian nyawa yang begitu besar, namun mereka tidak peduli.

Amerika dan Israel menggunakan senjata kimia dan uranium dalam perang Irak, di Libanon tahun 2006, dan Jalur Gaza akhir tahun 2008. Ketiga perang ini menyebabkan terbunuhnya ratusan ribu nyawa dan ribuan lainnya luka-luka, cacat dan sakit permanen akibat penggunaan senjata ini.

Polusi radiasi akibat penggunaan senjata bilogi dan kimia saat perang merupakan ancaman besar. Sebab kandungan bahan berbahaya bagi manusia dan makluk hayati lainnya sangat besar. Pada 25 Mei 2001, Komite Kesehatan dan Lingkungan di Dewan Perwakilan Irak menegaskan bahwa pihaknya akan mendiskusikan bukti limba perang jika sudah disepakati penarikan Amerika dari Irak. Sehingga nantinya, pasukan Amerika diharuskan untuk menghilangkan limba perang yang mengandung polusi radiasi yang berbahaya. Ini sudah pernah terbukti kejadian imbas radiasi terhadap warga di distrik Dzi Qaar, dan juga di Irak selatan yang pernah diserang dengan rudal, senjata biologi dan kimia yang mengandung uranium tertanam dalam rudal. Sehingga di wilayah target itu ada penyakit berbahaya yang merebak, terutama penyakit kanker yang dialami warga Irak.

Dalam konteks yang sama, warga Gaza juga mengalami bahaya radiasi pada Desember 2008 akibat gempuran roket dan rudal Israel serta bom fosfor, bom serpih, bom asap, uranium tertanam. Ini melanggar piagam Jenewa IV yang mengkriminalkan penggunaan bahan-bahan tersebut secara militer terutama dalam menghadapi warga sipil. Bahan kimia berbahaya ini akan menyerap ke dalam tanah dan mengancam debit air dan ia akan bertahan menyerap dalam ribuan meter kubik bangunan, jalan-jalan dan tanah lapang.

 

Dalam sejarahnya, senjata semacam ini digunakan di era imperium Romawi yang membuang mayat-mayat ke dalam sungai agar airnya terkontaminasi. Juga bangsa Tartar yang menggunakan alat pelempar manusia yang terkena wabah menular ke dalam pemu****n penduduk yang menolak menyerah kepada mereka. Perang dunia pertama adalah medan pertama penggunaan senjata berbahan mematikan ini. Kemampuan manusia untuk berinovasi akhirnya digunakan untuk melakukan kerusakan dan melampaui batas. Sejak itu puluhan nyawa manusia melayang akibat senjata pemusnah massal. Sebagian terbunuh dalam medan pertempuran dan lainnya di desa-desa dan kota menjadi tubuh bernyawa, namun seperti beku atau terurai. Menyedihkan.

Senjata kimia memiliki imbas racun secara langsung terhadap tubuh manusia karena senyawa yang beragam. Ia membunuh atau melukai manusia. Senjata kimia akan bertahan dalam waktu yang lama di titik targetnya. Senjata biologi berupa bakteri, virus, atau bius dapat mamatikan manusia, binatang dan tumbuhan. Ia mengenai manusia melalui udara, makanan, air. Sakit akibat senjata biologi berawal sejak bakteri dan virus itu berkembang biak dalam tubuh tanpa dirasakan gejalanya. Saat itulah penyakit itu menjadi wabah.

 

 

Film documenter berjudul Artichoke code: Experiences secret Central Intelligence Agency on the human mengungkap bagaimana pemerintah Amerika menyembunyikan program perang biologinya yang digunakan sejak perang 1952 dalam perang Korea. Dua wartawan Jerman Edmund R. Doetsch dan Michael Waitch produser film ini menfokuskan pada kasus Dr. Frank Wilson yang meninggal 28 November 1953 akibat terjatuh dari lantai 13 dengan penyebab yang penuh teka-teki di kota New York. Ia adalah ilmuwan di bidang senjata biologi, terutama program “proses artichoke” yang dikoordinasi antara rencana militer dengan marinir. Dalam perang Korea, Pyong Yang dan Peking menuding Amerika menggunakan senjata bakteri. Tudingan itu didasarkan kepada gambar korban dan penguraian di laboratorium dan sisa-sisa bom bakteri. Tahun 1952, dua komisi internasional yang mendiagnosa kawasan berlangsungnya perang dengan bantuan Rusia dan Cina menyimpulkan bahwa militer Amerika benar-benar menggunakan senjata biologi bakteri.

Bangsa Palestina dan Irak yang sabar terhadap bencana yang menimpa mereka, yang menelan pahitnya konflik mengalami berbagai macam penderitaan dan kelelahan. Mereka mengkhawatirkan masa depan anak-anak mereka yang terancam wabah senjata biologi dan kimia yang digunakan dalam perang di Irak dan Gaza. Senjata yang mengandung unsure radiasi berat yang menyebar di bawah panasnya matahari dan berubah menjadi materi sinar gamma yang terlepas di udara kemudian kembali ke bumi dengan jumlah besar sehingga menimbulkan penyakit dan menghancurkan kehidupan di bumi.

Ini perang dengan spirit jahat dan tingkat kebencian terhadap kehidupan manusia yang sangat menjijikkan.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Join 146 other followers

  • May 2014
    M T W T F S S
    « Apr   Jun »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031