Pencarian MH370 Buka Selubung Misteri Samudera Hindia

Percaya atau tidak, ternyata saat ini, peta permukaan dasar Samudera Hindia bagian selatan itu masih penuh misteri. Ini tak ada kaitan dengan kepercayaan di masyarakat Jawa bahwa di sana bersemayam Nyi Roro Kidul. Namun, kawasan sepi dan dingin di lautan dalam itu sampai saat ini belum terpetakan. “Peta permukaan Planet Mars masih lebih baik,” demikian dikatakan koresponden BBC Richard Westcott.

Dan ternyata pencarian masif dan marathon terhadap pesawat Malaysia Airlines MH370 mulai membuka selubung misteri tersebut. BBCnews segmen Asia pada Selasa (30/9/2014)mengunduh beberapa foto “rahasia” bentang dasar laut, gunung api bawah laut, dan lain-lain, di Laut Hindia Selatan.

Foto-foto tersebut merupakan produk ikutan dari pencarian MH370. Pesawat Boeing B-777-200 dengan 239 penumpang, ditambah pilot-kopilot dan awak kabin, lenyap secara misterius pada 8 Maret lalu. MH370 dinyatakan hilang dalam penerbangannya dari Kuala Lumpur menuju Beijing, China, namun jejaknya ditemukan jauh melenceng menjadi ke sebelah lautan Hindia.

Sebanyak 26 negara terlibat dalam pencarian MH370 namun hingga memasuki bulan keenam sejak dia hilang, hasilnya masih nihil. Belum ada petunjuk apapun tentang di mana MH370 itu kini berada.

Tim Biro Keselamatan Transportasi Australia menjadi ujung tombak pencarian di Laut Hindia Selatan itu memakai teknologi sonar. Prioritas pencarian ditetapkan di dasar Laut Hindia Selatan itu.

Dasar penetapan lokasi itu adalah “desing” yang dilepaskan instrumen di dalam pesawat terbang Boeing B-777-200 itu yang ditangkap oleh satelit. Desing itu serupa dengan efek pancaran gelombang elektromagnetik antara telefon seluler yang ditempatkan di samping pengeras suara.

Telepon genggam itu terus-menerus memancarkan gelombang elektromagnetik untuk memastikan posisinya terhadap daratan.

Namun “desing” itu tidak sanggup memberi lokasi persis MH370. Hanya sebuah perkiraan sebuah lokasi yang terhampar seluas 60.000 kilometer persegi atau sekitar setengah luas Pulau Jawa. Terbayangkan susahnya? Mencaripesawat yangjatuh disebuah gunung saja–yang luasnya lebih terbatas dan pesawat itu diam –sudah sulit, apalagi di dasar lautan yang bisa menggeser lokasi pesawat.

Tapi para pencari itu tidak lekas menyerah. Mereka mengerahkan dua atau tiga wahana selam laut dalam untuk menyisir dasar laut itu, inchi demi inchi.

Namun data yang dihasilkan belum lah mampu untuk menjejak sebuah pesawat. Resolusinya masih terlalu kasar. Apalagi itu bukan kawasan yang mudah. Permukaan dasar laut itu bukanlah permukaan datar.


Broken Rigde lokasi pencarian MH370 di samudera hindia selatan (BBCnews/Pemerintah Australia)
Pakar kelautan dari Pusat Oseanografi Nasional Australia, Simon Boxall, menuturkan, tanjakan-tanjakan di bentang dataran dasar laut di sisi selatan Broken Ridge (kawasan bawah laut tempat diduga pesawat itu terbaring) berukuran lebih besar ketimbang Ben Nevis (pegunungan di dekat Skotlandia yang merupakan kawasan wisata favoritdi Inggris).

“Dengan bentang sepanjang 5.000 meter dan tinggi 1,5 kilometer dari dasar samudera, menjadikan Pegunungan Alpen di Eropa seperti kaki bukit saja (dibanding Broken Ridge),” katanya.

Kondisi itu membuat peta sonar menjadi sangat vital dalam upaya pencarian. Supaya wahana pencari laut dalam itu tidak tidak terjerembab ke dalam bukit atau celah pegunungan. Peralatan itu bergerak di dasar laut dengan ditarik oleh sebuah kabel superkuat sepanjang 10 kilometer.

“Tersangkutnya kabel bisa merusak alat pencarian, atau malah terputus sama sekali, sehingga peta dasar laut itu menjadi sangat penting,” kata Boxall.

Wahana pencari dasar laut itu memiliki penebar sonar untuk menjejak adanya benda aneh, dilengkapi kamera untuk memastikan itu sebuah potongan pesawat terbang atau hanya sebuah karang. Juga ada hidung elektronik yang dapat mengendus bahan bakar pesawat, walaupun itu sudah terlarung air laut.

Namun berbagai upaya yang mahal itu belum menjamin berhasil. “Operasi menemukan MH370 merupakan pencarian paling rumit dalam sejarah,” tulis Richard Westcott. Sehingga, mungkin dalam beberapa bulan ke depan kita akan menemukan sebuah titik terang. Kita mungkin sama sekali tidak akan menemukan bangkai pesawat tersebut dan tetap akan menjadi misteri dalam sejarah kedirgantaraan.

http://forum.viva.co.id/showthread.php?t=1787837
Reply With Quote
Advertisements

Menguak Misteri Terselubung Samudera Hindia dan Pantai Selatan Jawa

Menguak Misteri Terselubung Samudera Hindia dan Pantai Selatan Jawa

Saking luasnya, samudra Hindia bukanlah pilihan jalur pelayaran, maupun penerbangan. Selain itu juga karena banyak cerita misteri yang terjadi di Samudera Hindia. Kacaunya navigasi (lebih tepatnya: dikacaukan) membuat armada laut maupun udara menghindari jalur samudra Hindia. Benarkah? ya itu menjadi misteri

Lalu Apakah gerangan yang terjadi/ada di tengah-tengah samudra Hindia?, Benarkah di tengah samudra Hindia sama sekali tidak terdapat daratan seperti peta-peta yangg dihasilkan oleh satelit? Atau benarkah mitos tentangg adanya Area36 dengan skala sangat besar disana. Sebenarnya Columbus tersesat saat “menemukan” benua Amerika?

Kajian-kajian keilmuan belum memastikan apa yang ada di dalam/dasar samudra Hindia. Mungkin juga “di atas” samudra Hindia? Seberapa presis hasil foto satelit tentang area yang sangat luas tersebut? Sementara tinjauan secara metafisika terhadap samudra Hindia yang luas itu pun selalu mendapat tentangan.

Atlantis? Atlantik? Dewi Atlantik? Ni Mas Pagedongan? Coba amati: koordinat 16°11’53.69″S,112°51’47.47″E ..disana akan tertera bentuk kontur di bawah samudra Hindia berbentuk tapak tangan. Serius sekali pembahasan kali ini. Harus! Ini Nuswantara bung! Pusat peradaban dunia!. Betulkah pendapat, bahwa teknologi manusia saat ini sudah mumpuni sehingga mampu melacak semua titik di daratan maupun lautan? Agak kurang meyakinkan.
Coba amati koordinat 14°31’8.86″S,117° 8’45.77″E terlihat seperti benteng di dasar laut yang panjangnya sekitar 721 km dengan lebar 14 km. Atlantis ada di samudra Hindia? wow menarik sekali .. Tapi apa mungkin?

Apa hubungannya antara Atlantis (yang konon tenggelam) dengan seorang tokoh bernama Ni Mas Pagedongan? Seandainya ada beberapa teman dari Angkatan Laut atau Angkatan Udara yang mau menyempatkan waktunya bercerita tentang istana emas yang pernah mereka lihat di samudra Hindia.  Sama seperti cerita-cerita penampakan UFO, cerita-cerita tentang penglihatan hal-hal aneh di samudra Hindia pun pasti dianggap bualan.

Lalu apa hubungan antara Atlantis dengan nuswantara (Indonesia saat ini)? Konon katanya bencana yg hebat menenggelamkan Atlantis ke dasar samudra Hindia. Benarkah? saya agak kurang yakin dengan itu semua. Tinjauan Nuswantara, Atlantis adalah sebuah area sekelas kadipaten dari sebuah area induk. Lalu Apa sih Nuswantara itu? Sebuah area sebatas dari Sabang sampai Merauke?jadi apakah dapat dibilang Majapahit is the tip of the Atlantis. Nuswa atau Nusa dan Antara adalah sebuah tempat yg dapat ditinggali (sansekerta kuno), tidak sebatas pulau, bisa juga lautan dan angkasa!

Jadi, dari manakah atau kenapa disebut sebagai Nuswantara? Apakah itu berarti area kekuasaan atau jelajahnya tak terbatas?. Kata Antariksa telah tertera pada beberapa kamus atau serat-serat kuno. Tak asing bagi leluhur kita untuk “bermain2” dengan kata tersebut.

Eh apa itu leluhur? Gampang, urutkan ke atas silsilah keluarga kita sampai mentok, gimana pusing kan?, Jadi apa hubungannya leluhur kita dengan Nuswantara, Atlantis, Lemuria, bahkan Majapahit? Lalu apakah kebetulan bila kita lahir di Indonesia dan “mewarisi” Nuswantara? Tentu bukan kebetulan, setidaknya bagi saya sebagai orang Jawa. Ohya, ini posisi koordinat yang disebutkan tadi tentang telapak tangan di samudra Hindia

Ini masih agak ilmiah, bagi yang suka mengamati peta dunia ataupun globe, coba perhatikan komposisi daratan & lautan antara utara & selatan. Sebagian daratan di bumi cenderung berada di belahan utara. Lautan (air) sebagian besar di belahan selatan. Tdk seimbang bukan? Tentu saja BJ (Berat Jenis) daratan lebih besar BJ (Berat Jenis) air. Akan tetapi bumi berputar pada porosnya dalam keadaan seimbang. Kebetulan kah?. Atau ada bagian daratan di belahan selatan bumi yang tidak terdeteksi oleh satelit, sehingga putaran bumi menjadi seimbang. Atau ada “sesuatu” di belahan bumi bagian selatan yg mempunyai membuat daratan bagian utara sehingga seimbang?

Garis imajiner baku di tlatah Mataram ini adalah selatan ke utara; laut selatan – istana (kraton) – gunung (merapi). Begitu jg dengan konsep penempatan istana (kraton) induk di hampir semua daerah di Indonesia: lautan-istana-gunung. Mengapa harus menghadap ke selatan? Mengapa tdk membelakanginya? Ini menarik. Kembali ke alur cerita. Lalu kenapa gunung menjadi salah satu titik penting dalam struktur area di sebuah kerajaan?. Gunung menjadi sebuah simbol tentang seauatu yang bersifat luhur, agung & suci sehingga banyak tafsir mengenai ini.

Sebagian menganggap bahwa gunung adalah tempat para dewa bersemayam. Sebagian menganggap bahwa gunung adalah arah manusia “pulang”. Bagi masyarakat jawa kuno, gunung adalah pengayom, sebuah kekuatan spiritual yg mengayomi manusia baik secara individu, maupun kelompok. Oleh karena itu, struktur yang benar menurut spiritual jawa, gunung bertempat di belakang kraton sebagai pamong.

Sementara itu, saya ambil contoh struktur kraton Ngayogyakartahadiningrat, ini membingungkan (bagi yang bingung) karena kraton menghadap ke utara!. Padahal seharusnya menghadap ke selatan ke arah laut selatan. Kenapa?, Sementara itu juga, posisi orang yang dimakamkan menghadap ke utara (kepala di utara, kaki di selatan). Bangunan keraton menurut spiritual jawa adalah representasi dari bangunan tubuh manusia. Mulai dari kedua kaki sebagai gapura & berakhir di kepala. Jadi arah bangunan kraton di Jogja salah?

Lalu ada apakah di arah barat daya nun jauh disana?adalah sebuah titik di samudra Hindia yang menjadi sentral dari konstelasi situs-situs di Indonesia?, dari daratan yang “tersisa” & tampak di negri ini yang tegas bersentuhan langsung dengan lautan di belahan selatan adalah sumatra, jawa & bali. Begitu banyak situs bertebaran di pulau-pulau ini, sudah ditemukan, sedang & bahkan belum ditemukan. Kebetulan kah?. Begitu banyak reruntuhan candi yg bertebaran di sepanjang sumatera & jawa. Seperti semacam kode ataupun puzzle yang sengaja dibuat utk dirangkai. Dalam paham spiritualisme jawa (tdk semua sepaham), candi bukanlah tempat pemujaan.

Kata candi, ditulis dalam rontal-rontal kuno, adalah sebagai çandi (syandi) seperti penulisan pada kata çaka (syaka). Jadi apakah ini sebuah #kode ?

Balik lagi soal arah barat daya yang mengarah ke sebuah lokasi di samudra Hindia. Bila benar ada Atlantis disana, bubarlah peradaban manusia! seru kalo peradaban(buatan) manusia saat ini bubar. Sejarah manusia ambyar sama spt analisa ambyar, bahwa dunia barat adalah hebat!. Tanpa disadari, perjalanan sejarah manusia penuh dengan mitos. Menjadi benar & salah adalah tergantung dari kepentingan sesaat. Begitu pula dengan cerita-cerita klasik yang pernah ada, seperti Ramayana, Ciung Wanara, burung Phoenix dsb. Benarkah sekedar cerita atau mitos belaka?. Kita terbiasa (sengaja dibiasakan) utk menjadikan ceritacerita tsb sekedar menjadi cerita, sehingga Rama selalu benar & Rahwana selalu jahat. Dalam rontal-rontal tua jawa, banyak kejadian yang hanya diartikan sebagai sebuah cerita klasik, hanya dimaknai sebagai wejangan, wewarah, bukan sebagai catatan sejarah.

Kanjeng Ibu Ratu Kidul digambarkan menjadi sosok yang gaib, jauh dar sifat luhur & mulia. Apalagi Nyai Roro Kidul. Tanpa disadari, bagaimana cerita-cerita yang melegenda tersebut muncul? Jangan-jangan seperti kisah klasik Superman saja?. Mari kita lihat faktanya. Sudah tidak aneh lagi, bahwa penduduk di pesisir selatan, terutama di pulau Jawa (Sumatera pun walau tidak seheboh Jawa) masih melakukan tradisi ritual.

Ritual yang dijalankan pada intinya adalah Sedekah Bumi. Apakah itu? Ya, bersedekah thd bumi atas semua berkat yang diterima manusia dariNya. Juga yang dilakukan oleh para nelayan,bersedekah terhadap bumi (laut) yang menafkahi hidup mereka. Laut yang dikelola oleh Kanjeng Ibu Ratu atas perintahNya. Berikut cuplikan mantra doa yang biasa diucapkan oleh sebagian masyarakat Jawa saat bersedekah terhadap bumi.

“Para kadang sedherek kinasih, para leluhur lan para dan yang mbahureksa ning bumi, sumangga sami2 manembah marang Gusti Pangeran”

Artinya: para saudara terkasih, para leluhur & para penjaga yang menguasai bumi, mari bersama2 menyembah Tuhan Allah”. Luar biasa bukan?

Konsep kehidupan masyarakat Jawa adalah ke samping kiri kanan, ke atas bawah, ke depan belakang .. multi dimensi. masyarakat Jawa yang multi dimensi, tapi seluruh masyarakat Nuswantara. Anda kah juga di dalamnya? Kebiasaan atau tradisi ini (sedekah bumi) berjalan ratusan tahun. Superman muncul di abad 20 bukan? Tidak ada tradisi apa pun terhadap superman. Legenda Kanjeng Ibu Ratu Kidul mungkin hanya 1 dari sekian ribu legenda yang ada dalam masyarakat kit.

Sumber http://chirpstory.com/li/159637?page=2 Kultwit dari @budisangbasiyo

Awal Sepeda Motor Masuk di Indonesia


Sepeda motor kini mungkin menjadi salah satu alat trasportasi yang banyak diminati di dunia khususnya di Indonesia. Coba kamu perhatikan di jalanan, begitu banyak sepeda motor yang melintasi saat lampu merah sedang menyala.

Sepeda motor di Indonesia pertama kali dimiliki oleh seorang berkebangsaan Inggris bernama John C. Potter pada tahun 1893. Sehari-hari J.C. Potter bekerja sebagai Masinis Pertama di pabrik gula Oemboel (baca: Umbul) Probolinggo, Jawa Timur. J.C. Potter juga dikenal sebagai penjual mobil yang mendapat kepercayaan Sunan Solo untuk mengurusi pengiriman mobil pertamanya dari Eropa.

Dalam buku Krèta Sètan (de duivelswagen) dikisahkan bagaimana John C. Potter memesan sendiri sepeda motor itu ke pabriknya, Hildebrand und Wolfmüller, di Muenchen, Jerman.

Sepeda motor itu tiba pada tahun 1893, satu tahun sebelum mobil pertama milik Sunan Solo (merk Benz tipe Carl Benz) tiba di Indonesia. Hal itu menjadikan J.C. Potter sebagai orang pertama di Indonesia yang menggunakan kendaraan bermotor.

Selain itu, ada hal yang menarik apabila kita mengamati tahun kedatangan sepeda motor tersebut.
Untuk diketahui, sepeda motor pertama di dunia (Reitwagen) lahir di Jerman pada 1885 oleh Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach tetapi belum dijual untuk umum.

Tahun 1893, sepeda motor pertama yang dijual untuk umum dibuat oleh pabrik sepeda motor Hildebrand und Wolfmüller di Muenchen, Jerman. Sepeda motor ini pertama kali masuk ke Amerika Serikatpada tahun 1895 ketika seorang pemain sirkus asal Perancis membawanya ke New York.

Jadi, meski yang membawanya bukan orang pribumi Indonesia, tetapi sebuah hal yang luar biasa ketika sepeda motor komersial pertama di dunia ternyata langsung dikirim ke Indonesia pada tahun pertama pembuatannya.
Terlebih lagi, baru dua tahun kemudian sepeda motor komersial pertama tersebut masuk Amerika Serikat. Jadi, sepeda motor yang pertama kali masuk Indonesia merupakan sepeda motor pertama di dunia juga.

Sepeda motor ini tidak menggunakan rantai dan roda belakang digerakkan langsung oleh kruk as (crankshaft). Meski berusia ratusan tahun, ternyata motor komersial pertama di dunia ini sudah mengusung teknologi yang sampai saat ini masih dipakai diantaranya adalah twin-silinder horizontal, 4 valve, berpendingin air, dan berkapasitas mesin besar yaitu 1.500 cc dengan bahan bakar bensin atau nafta. Namun, meski bermesin besar tetapi tenaga kuda yang dihasilkan hanya 2,5HP saja pada 240rpm. Selain itu, sepeda motor ini belum menggunakan persneling, belum menggunakan magnet, belum menggunakan aki (accu), belum menggunakan koil, dan belum menggunakan kabel listrik.

Diperlukan waktu sekitar 20 menit untuk menghidupkan dan mestabilkan mesinnya. Pada tahun 1932, sepeda motor ini ditemukan dalam keadaan rusak di garasi di kediaman John C Potter.

Sepeda motor itu teronggok selama 40 tahun di pojokan garasi dalam keadaan tidak terawat dan berkarat. Atas bantuan montir-montir marinir di Surabaya, sepeda motor milik John C Potter itu direstorasi (diperbaiki seperti semula) dan disimpan di kantor redaksi mingguan De Motor. Kemudian sepeda motor antik itu diboyong ke Museum Lalu Lintas (Museum Polisi) di Surabaya yang kemudian pada tahun 1934 disumbangkan ke Museum Negeri Mpu Tantular di Sidoarjo dengan nomer inventaris 10.81 kategori IPTEK namun memberikan deskripsi yang berbeda, yaitu sebagai sepeda motor uap merk Daimler.

Pada 1899, di negeri ini juga sudah hadir sepeda motor listrik beroda tiga yang menggunakan tenaga baterai, yang bernama De Dion Bouton Tricycle buatan Perancis. Sepeda motor listrik beroda tiga itu juga digunakan untuk menarik wagon penumpang. Sepeda motor De Dion Bouton cukup terkenal di masanya.Sepeda motor lain terlihat pada tahun 1902 yang juga digunakan untuk menarik wagon yaitu sepeda motor Minerva buatan Belgia.

Mesin Minerva saat itu juga dipesan dan digunakan pada merk motor lain sebelum bisa membuat mesin sendiri, diantaranya adalah Ariel Motorcycles di Inggris.

Pada 1906, Administratur Bantool (Bantul) di Yogyakarta juga terlihat mempunyai sepeda motor dan beberapa buah mobil.

Pada masa itu, memang hanya orang Belanda dan Inggris serta disusul pribumi ningrat yang mempunyai kemampuan membeli sepeda motor pada masa-masa awal.

Seiring dengan pertambahan jumlah mobil, jumlah sepeda motor pun terus bertambah.
Lahirlah klub-klub touring sepeda motor, yang anggotanya adalah pengusaha perkebunan dan petinggi pabrik gula.

Berbagai merek sepeda motor dijual di negeri ini, mulai dari Reading Standard, Excelsior, Harley Davidson, Indian, King Dick, Brough Superior, Henderson, sampai Norton. Merek-merek sepeda motor yang hadir di negeri ini dapat dilihat dari iklan-iklan sepeda motor yang dimuat di surat kabar pada kurun waktu dari tahun 1916 – 1926. R.S Stockvis & Zonnen Ltd merupakan salah satu perusahaan yang tercatat menyediakan suku-suku cadang motor dan mobil (juga mengurus pesanan mobil-mobil Eropa maupun Amerika).

(FB JKS)

2014 Kalahkan Rekor Suhu Terpanas 2010

Sampai akhir tahun diperkirakan suhu panas akan terus meningkat

Siti Sarifah Alia, Agus Tri Haryanto

 

Ilustrasi cuaca panas

                                                                                                                      Ilustrasi cuaca panas (inmagine)

 

 

Bumi sedang dirundung ‘gerah’. Panasnya terik matahari langsung dirasakan oleh makhluk hidup, tanpa terserap oleh awan di langit.Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali mencatat, bahwa selama enam bulan ke belakang–April hingga September 2014–merupakan periode terpanas sejak tahun 1880.

Seperti yang diberitakan Daily Mail, Rabu 15 Oktober 2014, para ahli NASA itu mengklaim periode saat ini menjadikan yang terpanas yang pernah dirasakan makhluk hidup, khususnya manusia.

Setidaknya, para ahli tersebut melihat dari bulan April hingga Agustus, dimana masing-masing bulan itu menjadi yang terpanas, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada penelitiannya, mereka mengungkapkan bahwa dalam bulan April saja dideteksi tingkat karbondioksida hingga lebih dari 400 ppm.

Pusat Data Iklim Nasional (NCDC) pun mengamini ungkapan dari NASA mengenai suhu panas tersebut. NCDC mencatat, Juni tahun ini ditemukan suhu rata-rata naik 0,72 derajat celcius (1,3 derajat fahrenheit) menjadi 16,22 derajat celcius, dari sebelumnya 15,5 derajat celcius (59,9 derajat fahrenheit).

Di bulan Agustus, suhu rata-rata naik pula 0,75 derajat celcius (1,35 derajat fahrenheit) menjadi 16,35 derajat celcius (61,45 derajat fahrenheit), dari sebelumnya yang 15,6 derajat celcius (60,1 derajat fahrenheit).

Bulan Juni dan Agustus tersebut menjadikannya bulan yang diisi oleh suhu rata-rata tertinggi di abad ke-20. Di samping bulan April, Mei dan Juli juga mengalami peningkatan suhu rata-rata. Sedangkan, untuk September, NCDC akan mempublikasikannya dalam waktu dekat.

Namun, menurut NASA, suhu September naik mencapai 0,8 derajat celcius (14, derajat fahrenheit) di atas rata-rata periode tahun 1951-1980. Kenaikan itu pula yang memecahkan rekor terpanas tahun 2005.

“Jika kita terus mengalami kenaikan rata-rata untuk sisa bulan di tahun 2014 ini, maka hal tersebut akan menjadikan tahun ini sebagai yang paling panas, mengalahkan tahun 2010,” ungkap Klimatologi NCDC, Dr Jake Crouch, seperti dikutip Tech Times.

Hal ini disebabkan, kata Crouch, berdasarkan data, suhu terus meningkat dari tahun ke tahun selama enam bulan terakhir di tahun 2014, sehingga memungkinkan bulan-bulan penghujung 2014, akan mengalami peningkatan pula dari sebelumnya. (ita)

© VIVA.co.id

Rabu, 15 Oktober 2014, 10:46
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Join 153 other followers

  • October 2014
    M T W T F S S
    « Aug   Nov »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031