Menguak Misteri Terselubung Samudera Hindia dan Pantai Selatan Jawa

Menguak Misteri Terselubung Samudera Hindia dan Pantai Selatan Jawa

Saking luasnya, samudra Hindia bukanlah pilihan jalur pelayaran, maupun penerbangan. Selain itu juga karena banyak cerita misteri yang terjadi di Samudera Hindia. Kacaunya navigasi (lebih tepatnya: dikacaukan) membuat armada laut maupun udara menghindari jalur samudra Hindia. Benarkah? ya itu menjadi misteri

Lalu Apakah gerangan yang terjadi/ada di tengah-tengah samudra Hindia?, Benarkah di tengah samudra Hindia sama sekali tidak terdapat daratan seperti peta-peta yangg dihasilkan oleh satelit? Atau benarkah mitos tentangg adanya Area36 dengan skala sangat besar disana. Sebenarnya Columbus tersesat saat “menemukan” benua Amerika?

Kajian-kajian keilmuan belum memastikan apa yang ada di dalam/dasar samudra Hindia. Mungkin juga “di atas” samudra Hindia? Seberapa presis hasil foto satelit tentang area yang sangat luas tersebut? Sementara tinjauan secara metafisika terhadap samudra Hindia yang luas itu pun selalu mendapat tentangan.

Atlantis? Atlantik? Dewi Atlantik? Ni Mas Pagedongan? Coba amati: koordinat 16°11’53.69″S,112°51’47.47″E ..disana akan tertera bentuk kontur di bawah samudra Hindia berbentuk tapak tangan. Serius sekali pembahasan kali ini. Harus! Ini Nuswantara bung! Pusat peradaban dunia!. Betulkah pendapat, bahwa teknologi manusia saat ini sudah mumpuni sehingga mampu melacak semua titik di daratan maupun lautan? Agak kurang meyakinkan.
Coba amati koordinat 14°31’8.86″S,117° 8’45.77″E terlihat seperti benteng di dasar laut yang panjangnya sekitar 721 km dengan lebar 14 km. Atlantis ada di samudra Hindia? wow menarik sekali .. Tapi apa mungkin?

Apa hubungannya antara Atlantis (yang konon tenggelam) dengan seorang tokoh bernama Ni Mas Pagedongan? Seandainya ada beberapa teman dari Angkatan Laut atau Angkatan Udara yang mau menyempatkan waktunya bercerita tentang istana emas yang pernah mereka lihat di samudra Hindia.  Sama seperti cerita-cerita penampakan UFO, cerita-cerita tentang penglihatan hal-hal aneh di samudra Hindia pun pasti dianggap bualan.

Lalu apa hubungan antara Atlantis dengan nuswantara (Indonesia saat ini)? Konon katanya bencana yg hebat menenggelamkan Atlantis ke dasar samudra Hindia. Benarkah? saya agak kurang yakin dengan itu semua. Tinjauan Nuswantara, Atlantis adalah sebuah area sekelas kadipaten dari sebuah area induk. Lalu Apa sih Nuswantara itu? Sebuah area sebatas dari Sabang sampai Merauke?jadi apakah dapat dibilang Majapahit is the tip of the Atlantis. Nuswa atau Nusa dan Antara adalah sebuah tempat yg dapat ditinggali (sansekerta kuno), tidak sebatas pulau, bisa juga lautan dan angkasa!

Jadi, dari manakah atau kenapa disebut sebagai Nuswantara? Apakah itu berarti area kekuasaan atau jelajahnya tak terbatas?. Kata Antariksa telah tertera pada beberapa kamus atau serat-serat kuno. Tak asing bagi leluhur kita untuk “bermain2” dengan kata tersebut.

Eh apa itu leluhur? Gampang, urutkan ke atas silsilah keluarga kita sampai mentok, gimana pusing kan?, Jadi apa hubungannya leluhur kita dengan Nuswantara, Atlantis, Lemuria, bahkan Majapahit? Lalu apakah kebetulan bila kita lahir di Indonesia dan “mewarisi” Nuswantara? Tentu bukan kebetulan, setidaknya bagi saya sebagai orang Jawa. Ohya, ini posisi koordinat yang disebutkan tadi tentang telapak tangan di samudra Hindia

Ini masih agak ilmiah, bagi yang suka mengamati peta dunia ataupun globe, coba perhatikan komposisi daratan & lautan antara utara & selatan. Sebagian daratan di bumi cenderung berada di belahan utara. Lautan (air) sebagian besar di belahan selatan. Tdk seimbang bukan? Tentu saja BJ (Berat Jenis) daratan lebih besar BJ (Berat Jenis) air. Akan tetapi bumi berputar pada porosnya dalam keadaan seimbang. Kebetulan kah?. Atau ada bagian daratan di belahan selatan bumi yang tidak terdeteksi oleh satelit, sehingga putaran bumi menjadi seimbang. Atau ada “sesuatu” di belahan bumi bagian selatan yg mempunyai membuat daratan bagian utara sehingga seimbang?

Garis imajiner baku di tlatah Mataram ini adalah selatan ke utara; laut selatan – istana (kraton) – gunung (merapi). Begitu jg dengan konsep penempatan istana (kraton) induk di hampir semua daerah di Indonesia: lautan-istana-gunung. Mengapa harus menghadap ke selatan? Mengapa tdk membelakanginya? Ini menarik. Kembali ke alur cerita. Lalu kenapa gunung menjadi salah satu titik penting dalam struktur area di sebuah kerajaan?. Gunung menjadi sebuah simbol tentang seauatu yang bersifat luhur, agung & suci sehingga banyak tafsir mengenai ini.

Sebagian menganggap bahwa gunung adalah tempat para dewa bersemayam. Sebagian menganggap bahwa gunung adalah arah manusia “pulang”. Bagi masyarakat jawa kuno, gunung adalah pengayom, sebuah kekuatan spiritual yg mengayomi manusia baik secara individu, maupun kelompok. Oleh karena itu, struktur yang benar menurut spiritual jawa, gunung bertempat di belakang kraton sebagai pamong.

Sementara itu, saya ambil contoh struktur kraton Ngayogyakartahadiningrat, ini membingungkan (bagi yang bingung) karena kraton menghadap ke utara!. Padahal seharusnya menghadap ke selatan ke arah laut selatan. Kenapa?, Sementara itu juga, posisi orang yang dimakamkan menghadap ke utara (kepala di utara, kaki di selatan). Bangunan keraton menurut spiritual jawa adalah representasi dari bangunan tubuh manusia. Mulai dari kedua kaki sebagai gapura & berakhir di kepala. Jadi arah bangunan kraton di Jogja salah?

Lalu ada apakah di arah barat daya nun jauh disana?adalah sebuah titik di samudra Hindia yang menjadi sentral dari konstelasi situs-situs di Indonesia?, dari daratan yang “tersisa” & tampak di negri ini yang tegas bersentuhan langsung dengan lautan di belahan selatan adalah sumatra, jawa & bali. Begitu banyak situs bertebaran di pulau-pulau ini, sudah ditemukan, sedang & bahkan belum ditemukan. Kebetulan kah?. Begitu banyak reruntuhan candi yg bertebaran di sepanjang sumatera & jawa. Seperti semacam kode ataupun puzzle yang sengaja dibuat utk dirangkai. Dalam paham spiritualisme jawa (tdk semua sepaham), candi bukanlah tempat pemujaan.

Kata candi, ditulis dalam rontal-rontal kuno, adalah sebagai çandi (syandi) seperti penulisan pada kata çaka (syaka). Jadi apakah ini sebuah #kode ?

Balik lagi soal arah barat daya yang mengarah ke sebuah lokasi di samudra Hindia. Bila benar ada Atlantis disana, bubarlah peradaban manusia! seru kalo peradaban(buatan) manusia saat ini bubar. Sejarah manusia ambyar sama spt analisa ambyar, bahwa dunia barat adalah hebat!. Tanpa disadari, perjalanan sejarah manusia penuh dengan mitos. Menjadi benar & salah adalah tergantung dari kepentingan sesaat. Begitu pula dengan cerita-cerita klasik yang pernah ada, seperti Ramayana, Ciung Wanara, burung Phoenix dsb. Benarkah sekedar cerita atau mitos belaka?. Kita terbiasa (sengaja dibiasakan) utk menjadikan ceritacerita tsb sekedar menjadi cerita, sehingga Rama selalu benar & Rahwana selalu jahat. Dalam rontal-rontal tua jawa, banyak kejadian yang hanya diartikan sebagai sebuah cerita klasik, hanya dimaknai sebagai wejangan, wewarah, bukan sebagai catatan sejarah.

Kanjeng Ibu Ratu Kidul digambarkan menjadi sosok yang gaib, jauh dar sifat luhur & mulia. Apalagi Nyai Roro Kidul. Tanpa disadari, bagaimana cerita-cerita yang melegenda tersebut muncul? Jangan-jangan seperti kisah klasik Superman saja?. Mari kita lihat faktanya. Sudah tidak aneh lagi, bahwa penduduk di pesisir selatan, terutama di pulau Jawa (Sumatera pun walau tidak seheboh Jawa) masih melakukan tradisi ritual.

Ritual yang dijalankan pada intinya adalah Sedekah Bumi. Apakah itu? Ya, bersedekah thd bumi atas semua berkat yang diterima manusia dariNya. Juga yang dilakukan oleh para nelayan,bersedekah terhadap bumi (laut) yang menafkahi hidup mereka. Laut yang dikelola oleh Kanjeng Ibu Ratu atas perintahNya. Berikut cuplikan mantra doa yang biasa diucapkan oleh sebagian masyarakat Jawa saat bersedekah terhadap bumi.

“Para kadang sedherek kinasih, para leluhur lan para dan yang mbahureksa ning bumi, sumangga sami2 manembah marang Gusti Pangeran”

Artinya: para saudara terkasih, para leluhur & para penjaga yang menguasai bumi, mari bersama2 menyembah Tuhan Allah”. Luar biasa bukan?

Konsep kehidupan masyarakat Jawa adalah ke samping kiri kanan, ke atas bawah, ke depan belakang .. multi dimensi. masyarakat Jawa yang multi dimensi, tapi seluruh masyarakat Nuswantara. Anda kah juga di dalamnya? Kebiasaan atau tradisi ini (sedekah bumi) berjalan ratusan tahun. Superman muncul di abad 20 bukan? Tidak ada tradisi apa pun terhadap superman. Legenda Kanjeng Ibu Ratu Kidul mungkin hanya 1 dari sekian ribu legenda yang ada dalam masyarakat kit.

Sumber http://chirpstory.com/li/159637?page=2 Kultwit dari @budisangbasiyo

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Join 146 other followers

  • October 2014
    M T W T F S S
    « Aug   Nov »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031