Sologamy, Praktik Menikahi Diri Sendiri yang Umum di Suku Afrika

 

wedding_2100346b

Seorang wanita bernama Yasmin Eleby asal Houston, Texas, memutuskan menikahi dirinya sendiri setelah di usianya yang ke-40 belum juga menemukan calon suami. Apa yang dilakukan Yasmin ini merupakan bagian dari sologamy, praktik menikahi diri sendiri.

Apabila dilihat dari sejarahnya praktik menikahi diri sendiri atau sologamy ini ternyata sudah umum dilakukan masyarakat beberapa suku di Afrika seperti Hutu dan Por’Quatzi. Anggota suku tersebut percaya ketika seseorang melakukan pernikahan solo, tubuh dan jiwa berpisah dan menjadi makhluk baru. Biasanya para anggota dua suku itu merayakan pernikahan mereka selama tiga hari. Mereka menggelar acara makan-makan dan berdansa dalam perayaan sologamy tersebut.

Begitu banyaknya orang melakukan sologamy di Afrika sampai-sampai pemerintah setempat menyatakan jenis pernikahan tersebut legal atau resmi. Sedangkan di banyak negara yang ada di Amerika Utara dan Eropa seperti Inggris, sologamy merupakan tindakan ilegal dan tidak diakui.

Pada masa kini, praktik menikahi diri sendiri ini banyak dikaitkan dengan feminisme. Sologamy diterjemahkan menjadi gaya hidup independen, tanpa bergantung dengan orang lain atau dalam hal ini, jika dikaitkan dengan feminisme, berarti pria.

Pandangan berbeda mengenai sologamy dipaparkan oleh Dr. Timothy George dalam tulisannya berjudul ‘Same-Self Marriage’. Dr. George melihat sologamy ini merupakan bentuk dari narsisme. “Jika dilihat, menikahi diri sendiri merupakan perkembangan dari apa yang oleh Christopher Lasch tulis dalam bukunya pada 1979, The Culture of Narcissism,” tulisnya. Lasch membuat tulisannya berdasarkan esai psikolog legendaris Sigmun Freud mengenai narsisme. Narsisme adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan.

Label narsis karena menikahi diri sendiri ini dirasakan oleh Grace Gelder. Dia merupakan satu dari sekian wanita yang membuat pengakuan mengenai pernikahan dengan dirinya sendiri. Kedua orangtuanya memberikan restu karena sudah terbiasa dengan perilakunya yang unik. Mereka memberikan izin Grace melakukan apapun selama itu baik dan membuatnya bahagia.

Sedangkan teman-temannya, menurut Grace, seperti diceritakannya kepada The Telegraph meragukan niatnya. Namun tidak sedikit juga dari mereka yang memberikan dukungan. “Beberapa orang juga berkomentar, aku sedikit narsis. Memang jelas kalau aku mengumumkan akan menikahi diriku sendiri itu seperti sebuah pernyataan betapa aku sangat mencintai diriku,” katanya.

Narsis juga menjadi penyebab pria asal China bernama Liu Yen menikahi dirinya sendiri pada 2007 lalu. Mengaku sedikit narsis, pria asal Zhuhai itu menggelar upacara pernikahan untuk menikahi dirinya sendiri dengan dihadiri 100 tamu. Liu membuat banner dari potongan busa yang dihiasi foto dirinya. Potongan busana berbentuk dirinya itu kemudian dipakaikan busana pengantin berwarna merah.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Join 146 other followers

  • January 2015
    M T W T F S S
    « Nov   Feb »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031