Batu Satam, Batu Meteor yang Jatuh di Belitung

001319300_1422351175_Satam_Stone_02

 

Apabila Anda memandang langit malam yang bersih tak berawan, Anda dapat melihat indahnya benda-benda langit yang memancarkan cahaya warna-warni. Entah itu bintang, planet, atau apapun. Satu fenomena langit yang juga indah dipandang adalah hujan meteor. Meteor merupakan hasil pecahan objek celestial seperti asteroid atau komet kala jatuh ke Bumi dan bergesekan dengan atmosfernya. Batu meteor ini dapat ditemukan di berbagai negara. Salah satunya di Indonesia.

Di daerah Belitung terdapat batu meteor hitam pekat dan mengkilat yang disebut dengan batu Satam. Seperti dilansir dari Indosiar.com pada Jumat (30/1/2015), kata `Satam` diberikan oleh warga keturunan Tionghoa kepada batu itu, dimana `Sa` berarti `Pasir` dan `Tam` berarti `Empedu` sehingga `Satam` artinya `Empedu Pasir`. Door J.C. Mollema (18811946), dalam bukunya berjudul ` De Ontwikkling Van Het Eiland Billiton-Maatschappij` menjelaskan, bahwa batu meteor di daerah Belitung disebut dengan istilah `Billitonite` oleh Ir. N Wing Easton dari Akademi Amesterdam di Belanda.

Saat ini sebagian masyarakat mempercayai, bahwa batu Satam memiliki kekuatan magis sebagai penangkal dan penolak racun atau makhluk gaib semisal jin. Kepercayaan mistis semacam ini memang menjadi satu fenomena lazim di Indonesia. Bukan hanya batu Satam yang menjadi objek mistifikasi masyarakat. Batu-batu lain, semacam akik pun kerap menjadi objek kepercayaan mistis sebagian masyarakat.

094936400_1422351172_Satam_Stone_01

Mengenai orang-orang yang suka batu cincin karena unsur kleniknya, Sujarwanto Rahmat M. Arifin yang merupakan salah seorang komisioner Komisi Penyiaran Indonesia dan menaruh perhatian pada batu akik sejak 4 tahun lalu mengemukakan pendapatnya, Rabu (21/1/2015). “Memang ada sebagian orang yang suka batu akik karena kepercayaan kleniknya. Untuk hal ini merupakan tugas pemuka-pemuka agama untuk terus menyuarakan apa yang harusnya menjadi pedoman dalam berkegiatan, termasuk kegemaran akan batu cincin,” ucap Sujarwanto.

Sujarwanto sendiri mengaku, bahwa ia bukan orang yang percaya dengan kandungan magis dari batu-batu. Namun ia meyakini, bahwa sebagaimana benda alam lain, batu-batu tersebut juga memiliki energi, sesuai dengan kandungan mineralnya. Energi dari kandungan-kandungan mineral dalam batu-batu tersebut diyakini akan berinteraksi dengan energi dari kandungan-kandungan mineral dalam tubuh manusia pemakainya. Untuk batu Satam, Sujarwanto menjelaskan, bahwa batu tersebut memiliki energi panas seperti api sehingga batu tersebut tak cocok bila dikenakan oleh orang yang tempramennya tinggi.

Dalam hal pariwisata, batu Satam menjadi salah satu daya tarik Belitung. Para pelancong yang menikmati wisata pulau penghasil timah itu, banyak yang berusaha menyempatkan diri untuk membeli batu Satam, yang telah diolah menjadi kalung, giwang, bros, cincin, tasbih, tongkat komando dan lain sebagainya.

Asal muasalnya sebagai benda langit memang menjadi daya tarik tersendiri bagi batu-batu meteor. Melansir artikel NationalGeographic.com berjudul 5,000-Year-Old Bead Made From Meteorite yang terbit pada 31 Mei 2013, batu-batu meteor ternyata sudah digunakan oleh bangsa Mesir kuno sebagai bagian peradabannya. Hingga kini pesona batu-batu meteor tampaknya masih memukau banyak orang.

Artikel situs berita The New York Times berjudul `Luxury, With More Mechanics and Less Bling` tertanggal 18 Januari 2015 menyebut sebuah jam tangan mewah bernama Jaeger-LeCoultre New Master Calendar di pameran Salon International de la Haute Horlogerie yang dibuat dengan komponen batu meteor. Batu meteor itu berasal dari sabuk asteroid yang terdapat antara planet Mars dan Jupiter.

048785100_1422351176_Watch_Jaeger_Lecoultre_Ma

Sumber: Liputan6

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Join 146 other followers

  • January 2015
    M T W T F S S
    « Nov   Feb »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031