Misteri Hilangnya ‘Hobbit’ dari Indonesia

Discussion in ‘Misteri‘ started by saniajo, 26 minutes ago.

  saniajo Active Member

  1. [​IMG]

    Masih ingat dengan film “Lord of The Rings” dimana salah satu bintang penting yang mempunyai peranan memberantas raja kejahatan yang hendak memusnahkan seluruh manusia, adalah manusia ukuran mungil yang disebut manusia Hobbit ?

    Mereka adalah spesies manusia berukuran kecil yang misterius, yang diperkirakan hidup terisolasi di sebuah pulau tropis, pulau Flores, di Indonesia selama ribuan tahun.

    Hobbit Flores, juga dikenal sebagai Homo floresiensis, diyakini bahkan telah hidup lebih lama dari Neanderthal di pulau surga mereka, yang masih hidup hanya sampai 12.000 tahun yang lalu.

    Namun penggalian baru di gua di mana sisa-sisa fosil mereka ditemukan sekarang menjelaskan manusia mungil itu mati jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

    Dalam studi ini menunjukkan Hobbit Flores menghilang sekitar 50.000 tahun yang lalu, yang berarti mereka mungkin tidak hidup bersama manusia modern seperti yang telah disampaikan di masa lalu.

    Bahkan, temuan tersebut menimbulkan pertanyaan menggoda tentang nasib akhir dari spesies manusia primitif ini dan apakah kedatangan manusia modern di pulau mereka diartikan sebagai azab bagi mereka.

     

    [​IMG]

    Profesor Maxime Aubert, seorang arkeolog di Griffith University, Queensland, Australia mengatakan, Homo floresiensis tampaknya telah menghilang segera setelah spesies kita mencapai Flores, menunjukkan, bahkan kita yang membawa mereka ke kepunahan.”

    Sisa-sisa kerangka Hobbit termuda terjadi pada 60.000 tahun yang lalu, tetapi bukti tentang peralatan-peralatan batu sederhana mereka berlanjut sampai 50.000 tahun yang lalu. Setelah ini tidak ada jejak lebih tentang manusia tersebut.

    Penggalian baru ini membantu untuk menyelesaikan salah satu dari banyak kontroversi yang sedang berlangsung seputar Hobbit Flores. Ketika mereka pertama kali ditemukan, banyak antropolog percaya mereka adalah Homo sapiens yang menderita beberapa jenis dari dwarfisme (abnormal) atau kondisi genetik seperti sindrom Down atau kretinisme (kelainan hormonal pada anak-anak) endemik.

    Namun, studi terbaru telah meyakinkan banyak ahli, bahwa Hobbit benar-benar spesies yang terpisah.

    Diperkirakan manusia kecil itu mungkin telah berevolusi dari cabang yang lebih tua dari silsilah keluarga manusia, mungkin Homo erectus, setelah terisolasi di pulau itu hingga satu juta tahun.

    Analisis awal dari situs di mana mereka ditemukan menjelaskan, bahwa mereka tinggal di gua Liang Bua di Flores dari mulai sekitar 94.000 tahun yang lalu sampai 12.000 tahun yang lalu.

    Oleh karena manusia modern diperkirakan telah mencapai Australia dari Asia sekitar 50.000 tahun yang lalu, ini menunjukkan Hobbit kemungkinan telah hidup berdampingan dengan Homo sapiens.

    Akan tetapi, penggalian yang baru saja di gua Liang Bua, di daerah yang tidak terungkap dalam penggalian yang masih asli, telah menunjukkan, bahwa lapisan sedimen itu adalah yang sekarang terendap secara merata.

    Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal “Nature”, Profesor Aubert dan rekan-rekannya mengatakan, sisa-sisa kerangka Homo floresiensis ditemukan di dalam timbun

    Alat-alat batu yang terkait dengan hobbit yang ditemukan dalam timbunan sedimen yang berkisar dari 190.000 sampai 50.000 tahun.

    [​IMG]

    Dr. Adam Brumm, arkeolog lain di Griffith University yang mengambil bagian dalam studi ini mengatakan, sekarang nampaknya para Hobbit mungkin telah mengalami nasib yang sama yang menimpa Neanderthal sekitar 40.000 tahun yang lalu.

    Ketika spesies kita, Homo sapiens, pindah ke wilayah mereka karena mereka menyebar dari Afrika, mereka hanya tahu berkompetisi dengan spesies manusia lainnya dan menggantikan mereka dalam waktu hanya beberapa ribu tahun.

    Dr. Brumm mengatakan, “Mereka mungkin telah mundur ke bagian yang lebih jauh dari Flores, tapi itu adalah tempat yang kecil dan mereka tidak dapat  menghindari spesies kita dalam waktu lama. Saya pikir, hari-hari mereka ditandai di saat kita menginjakkan kaki di pulau itu.”

    Siapa Hobbit Flores

    Tinggi sekitar 1,5 meter, penduduk gua Liang Bua di pulau terpencil, pulau Flores, Indonesia, diketahui dari sedikit sisa-sisa yang terpisah-pisah. Sisa-sisa pertama ditemukan pada tahun 2003 dan kemudian kerangka-kerangka yang tidak utuh dari sembilan orang, termasuk satu tengkorak lengkap telah digali.

    Para peneliti percaya manusia kecil itu adalah keturunan manusia prasejarah, Homo erectus, yang menjadi terisolasi di pulau sekitar satu juta tahun yang lalu, ketika itu masih memungkinkan untuk berjalan menyeberang dari daratan yang lebih besar.

    Oleh karena permukaan air laut naik, yang memotong daratan, kerabat manusia purba ini kemudian harus bertahan pada makanan yang dapat mereka temukan, mereka berevolusi menjadi bertubuh kecil.

    Para ilmuwan sebelumnya telah mengatakan, bahwa mereka adalah pemburu pintar karena telah ditemukan bukti peralatan berburu, pemotongan, dan kebakaran.

    saniajo

    saniajo Active Member

    [Spoiiler] Sumber: Erabaru.net [/spoiler]

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Join 146 other followers

  • April 2016
    M T W T F S S
    « Feb   May »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930