Warna Asli di Tata Surya

Warna Asli Planet-Planet di Tata Surya

Apabila kita mengambil foto mereka dari luar angkasa, tanpa penambahan warna, perbaikan gambar dan segala metode yang dirancang untuk menampilkan detail mereka, seperti apakah warna dan penampilan asli mereka? Kita sudah mengetahui, bahwa penampilan Bumi menyerupai kelereng warna biru, lantas bagaimana dengan planet lainnya?

Sederhananya, warna tiap-tiap planet Tata Surya kita sangat bergantung pada komposisi mereka. Apabila termasuk planet terestrial—yang terdiri dari mineral dan batuan silikat—maka kemungkinan akan berwarna abu-abu atau berbentuk seperti mineral teroksidasi. Namun, atmosfer planet juga memainkan peran besar. Mereka memantulkan dan menyerap sinar matahari sehingga menentukan warna yang akan terlihat oleh pengamat dari luar planet. Kehadiran atmosfer juga dapat menentukan ada atau tidaknya vegetasi, kehangatan, atau air mengalir di permukaan planet.

Apabila kita berbicara tentang planet gas atau es raksasa, maka warna planet akan tergantung pada gas yang membentuk planet, penyerapan cahaya dan mana yang lebih dekat dengan permukaan. Semua faktor-faktor ini akan berperan ketika kita mengamati planet-planet di Tata Surya kita.

Merkurius

Sumber: http://www.egidino.com/2016/05/warna-asli-planet-planet-di-tata-surya.html

Merkurius merupakan planet yang sulit didapatkan gambarnya. Mengingat posisinya yang sangat dekat dengan Matahari, maka hampir tidak mungkin untuk mengambil gambar yang jelas menggunakan instrument yang berbasis di Bumi. Alhasil, satu-satunya cara, yaitu dengan menggunakan pesawat luar angkasa.

Tampilan permukaan Merkurius sangat mirip dengan Bulan kita. Abu-abu, bopeng, dan dipenuhi kawah-kawah bekas hantaman bebatuan luar angkasa. Merkurius juga terdiri dari sebagian besar besi, nikel dan batu silikat, yang dibedakan antara inti logam, mantel berbatu dan kerak.

Tak hanya itu, Merkurius memiliki atmosfer super tipis yang terdiri dari Hidrogen, Helium, Oksigen, Natrium, Kalsium, Kalium dan unsure-unsur lainnya. Atmosfer ini begitu lemah sehingga astronom menyebutnya sebagai eksosfer, yang tak menyerap maupun memantulkan cahaya.

Jadi, ketika kita menatap Merkurius, entah dari permukaannya atau dari luar angkasa, kita dapat memandang jelas permukaannya. Apa yang kita lihat adalah planet berbatu berwarna abu-abu gelap.

Venus

venus2Sumber: http://www.egidino.com/2016/05/warna-asli-planet-planet-di-tata-surya.html

Berbeda dengan Merkurius, warna Venus sebaliknya sangat bergantung pada posisi pengamat. Meskipun Venus juga merupakan planet terestrial, planet ini memiliki atmosfer super padat yang terdiri dari Karbon dioksida, Nitrogen dan Sulfur dioksida. Ini berarti, bahwa ketika dari orbit, pengamat hanya melihat atmosfer padat dan bukan permukaannya. Dari luar angkasa, planet akan berwarna oranye kekuningan karena penyerapan cahaya biru oleh atmosfer.

Pemandangan dari permukaan lain lagi. Sebagai planet terstrial tanpa vegetasi atau sumber air alami, permukaan Venus terlihat sangat kasar dan berbatu. Gambar pertama permukaan Venus dihasilkan oleh satelit Venera dari era Soviet, tetapi warna asli permukaan sangat sulit dilihat karena atmosfer Venus menyaring cahaya biru. Namun, karena komposisi permukaan Venus diketahui kaya akan basalt beku, kemungkinan akan membuat penampilannya keabu-abuan. Dalam hal ini, permukaan Venus terlihat seperti Merkurius dan Bulan.

Bumi
imagebumi
Sumber: http://www.egidino.com/2016/05/warna-asli-planet-planet-di-tata-surya.html

Bumi Berkat penelitian dan foto berbasis udara, orbital dan luar angkasa selama beberapa dekade, kita telah familiar dengan warna Bumi. Sebagai planet terestrial dengan atmosfer tebal Nitrogen-Oksigen, Bumi menampilkan efek hamburan cahaya atmosfer dan lautannya, yang menyebabkan cahaya biru tersebar lebih banyak, dibandingkan yang lain karena spektrumnya pendek. Kehadiran air menyerap cahaya dari ujung merah spektrum, sehingga menyajikan penampilan biru jika dilihat dari luar angkasa. Hal ini menyebabkan planet kita mirip kelereng biru dengan awan putih yang menutupi sebagian besar langit. Fitur permukaan tergantung pada apa yang kita lihat, berkisar dari hijau (berasal dari vegetasi dan hutan), biru (laut dan samudra), kuning dan cokelat (gurun dan pegunungan tandus) hingga putih (berasal dari formasi es besar).

Mars

mars

Mars disebut Planet Merah bukan tanpa alasan. Berkat atmosfer tipis dan jaraknya yang dekat dengan Bumi, manusia telah memeroleh pandangan jelas terhadap planet itu selama beberapa abad. Berkat perkembangan ilmu dan teknologi luar angkasa, pengetahuan kita tentang planet tetangga ini pun semakin mendalam. Kita telah mengetahui, bahwa Mars mirip dengan Bumi dalam banyak hal, termasuk kesamaan dalam komposisi dan keberadaan pola cuaca.

Pada dasarnya, mayoritas bagian Mars berwarna cokelat kemerahan, karena kehadiran besi oksida pada permukaannya. Warna ini juga cukup jelas berkat sifat atmosfernya yang tipis. Namun demikian, awan sesekali juga dapat dilihat dari orbit. Planet ini juga memiliki bercak putih di sekitar kutub, karena adanya formasi es.

Jupiter

nasa14135-jupiter-greatredspot-shrinks-20140515.jpg
Sumber: http://www.egidino.com/2016/05/warna-asli-planet-planet-di-tata-surya.html

Jupiter terkenal karena penampilan garis-garis seperti pita yang terdiri atas warna oranye kecokelatan, yang berpadu dengan garis pita putih. Hal ini disebabkan komposisi dan pola cuaca yang umum pada planet ini. Sebagai planet gas raksasa, lapisan luar Jupiter terdiri dari pusaran awan Hidrogen, Helium dan elemen lain yang bergerak dengan kecepatan hingga 360 km/jam.

Warna oranye kecokelatan di atmosfer Jupiter dihasilkan oleh senyawa yang berubah warna ketika terpapar dengan sinar ultraviolet dari Matahari. Susunannya masih belum pasti, namun substansi yang diduga terkait adalah fosfor, sulfur, atau kemungkinan hidrokarbon. Senyawa-senyawa berwarna yang disebut kromofor ini bercampur dengan dek awan yang hangat di bagian bawah. Zona-zona terbentuk ketika sel konveksi membentuk amonia terkristalisasi yang menutupi awan di bagian bawah.

Saturnus

Sama seperti Jupiter, Saturnus memiliki tampilan garis-garis mirip pita karena sifat khas komposisinya. Namun, karena kepadatan Saturnus lebih rendah, garis-garisnya tampak lebih redup dan jauh lebih luas di daerah sekitar khatulistiwa. Seperti Jupiter, planet ini sebagian besar terdiri dari Hidrogen dan Helium dengan sejumlah jejak volatil (seperti amoniak) yang mengelilingi inti berbatu.

Kehadiran gas Hidrogen menghasilkan awan warna merah gelap. Namun, awan ini tertutup oleh awan amoniak yang berada lebih dekat dengan sisi luar atmosfer dan menutupi seluruh planet. Paparan sinar ultraviolet dari Matahari terhadap awan amoniak ini membuatnya tampak putih. Kombinasi antara awan merah di bagian dalam dengan warna putih dari awan amoniak membuat planhttps://wordpress.com/post/perkasamandiri2.wordpress.com/6298et ini berwarna emas pucat.

Uranus

uranuspia18182_main

Sumber: http://www.egidino.com/2016/05/warna-asli-planet-planet-di-tata-surya.html

Komposisi terbesar Uranus dan Neptunus sangat berbeda dari Jupiter dan Saturnus, dengan es mendominasi atas gas. Oleh karena itu, astronom mengklasifikasi mereka secara terpisah sebagai planet es raksasa.

Atmosfer Uranus sebagian besar terdiri dari molekul Hidrogen dan Helium bersama dengan amoniak, air, Hidrogen sulfida dan sejumlah jejak Hidrokarbon. Namun, kehadiran Metana-lah yang memberi warna biru-hijau atau cyan pada Uranus karena Metana memiliki pita penyerapan yang kuat pada cahaya tampak dan dekat-inframerah.

Neptunus

imageneptune_full

Sumber: http://www.egidino.com/2016/05/warna-asli-planet-planet-di-tata-surya.html

Seperti halnya Uranus, Neptunus juga dijuluki sebagai planet es raksasa karena komposisinya yang mirip.

Atmosfer Neptunus mengandung hidrogen, helium, hidrokarbon, kemungkinan nitrogen dan kandungan “es” yang besar seperti es air, amonia, dan Metana. Kehadiran Metana di wilayah terluar planet merupakan salah satu penyebab kenampakan kebiruan Neptunus.

Sementara atmosfer Uranus relatif tidak berciri, atmosfer Neptunus bersifat aktif dan menunjukkan pola cuaca. Pola cuaca tersebut diakibatkan oleh angin yang sangat kencang, dengan kecepatan hingga 2.100 km/jam. Contohnya, pada saat Voyager 2 terbang melewatinya pada tahun 1989, di belahan selatan planet terdapat Titik Gelap Besar yang mirip dengan Titik Merah Besar di Jupiter. Seperti bintik-bintik gelap lain di Neptunus, daerah ini berwarna lebih gelap dibandingkan dengan sekitarnya.

#Tambahan:

Pluto

global-mosaic-of-pluto-in-true-color

Sumber: http://www.egidino.com/2016/05/warna-asli-planet-planet-di-tata-surya.html

Meskipun sebenarnya pluto sudah tidak dikategorikan sebagai planet lagi, namun sangat disayangkan melewatkan Warna Pluto yang sudah sekian lama dinantikan banyak orang dan sempat menjadi heboh di tahun 2015.

sumber

Sumber: http://www.egidino.com/2016/05/warna-asli-planet-planet-di-tata-surya.html

Advertisements

Akodessewa, Pasar Jimat Terbesar

Akodessewa, Pasar Jimat Terbesar di Dunia Paling Misterius

Discussion in ‘Aneh dan Lucu‘ started by saniajo, Yesterday at 10:08 AM.

  1. [IMG]

    Jangan kaget masuk ke Pasar Akodessewa di Togo, Afrika. Ada berbagai macam tengkorak hewan, kulit ular dan aneka tulang. Inilah pasar jimat terbesar sedunia!

    Situs CNN Travel pernah melansir artikel ‘7 of the freakiest places on the planet’. Dibahas 7 tempat yang paling aneh sekaligus menyeramkan. Dari hutan bunuh diri di Jepang sampai pulau boneka di Meksiko. Salah satunya yang mencuri perhatian adalah Pasar Akodessewa.

    Pasar Akodessewa berada di Kota Lome, kota utama sekaligus ibukota Togo di Afrika. Pasar yang berada di lapang luas dan banyak penjaja selayaknya pasar-pasar pada umumnya. Tapi berbeda barang-barang yang dijual di sana, bisa bikin bulu kuduk merinding.

    CNN Travel menulis, Pasar Akodessewa adalah pasar jimat terbesar sedunia. Di sinilah dijual berbagai bahan-bahan untuk ilmu sihir Voodoo. Apa saja bahan-bahan itu?

    Bahan-bahannya adalah tengkorak monyet, kepala buaya, kelelawar yang diawetkan, jantung kuda, kepala burung hantu, kulit ular, aneka tulang-tulang hewan dan masih banyak lagi. Semuanya ditampilkan dengan jelas dan bisa ditawar!

    Bahan-bahan tersebut akan diracik dan diramu yang nantinya akan menjadi suatu jimat. Kegunaan jimatnya beragam dari jimat untuk menyembuhkan, hingga membuat badan kuat. Pemakaiannya bisa dioleskan dan bisa diminum.

    Contohnya kepala, jantung dan empat kaki kuda dijual di sana untuk membuat seseorang kuat berlari. Contoh lain, jika tangan simpanse dan tangan gorilla diramu akan membuat seorang penjaga gawang di tim sepakbola menjadi lebih jago!

    Masyarakat Togo percaya, Akodessewa adalah pasar jimat yang bagaikan ‘apotek’. Mereka yang datang ke sana kebanyakan bertujuan untuk menyembuhkan penyakit dan punya maksud-maksud tertentu.

    Sumber: indospiritual.com

    1. saniajo

      saniajo Well-Known Member

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Join 153 other followers

  • February 2017
    M T W T F S S
    « Jan    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728